cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Kegagalan Tanah pada Timbunan Corrugated Metal Plate (CMP). (Hal. 104-112) Siagian, Ricky Ferro; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.197 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.104

Abstract

ABSTRAKProvinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Murung Raya adalah daerah yang mempunyai potensi pada pertambangan oleh karena itu direncanakan pembangunan jembatan sebagai peningkatan fasilitas mobilisasi pada daerah pertambangan di daerah kabupaten Murung Raya. Konstruksi jembatan yang dibangun menggunakan material Corrugated Metal Plate (CMP) sebagai struktur utama jembatan. Pada proses konstruksi terjadi keruntuhan yang mengakibatkan fail pada salah satu culvert dimana tanah timbunan yang digunakan adalah material clay. Dari kasus tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan software PLAXIS 2D dengan output total displacement sebesar 15,39 cm dimana lebih besar dari kapasitas displacement yang di ijinkan yaitu 2,54 cm. Untuk Menangani masalah displacement yang besar pada culvert, maka dilakukan pemodelan dengan metode penimbunan bertahap menggunakan material timbunan Clay Cement dan menghasilkan total displacement yang lebih rendah yaitu 0,036 cm dimana lebih kecil dari displacement yang diijinkan sehingga fail pada culvert dapat ditangani dengan metode penimbunan bertahap dan sudah diberikan beban surcharge load sebesar 10 kN/m2.Kata kunci: corrugated metal plate (CMP), material timbunan tanah, total displacementABSTRACTCentral Kalimantan Province, Murung Raya regency is a region which has a potency in minning, and that’s the reason why this region has a bridge construction planned as to improve the mobility the mining area of Murung Raya Regency. The bridge construction consist of Corrugated Metal Plate (CMP) material as the main structure. In the construction process there was a collapse by a clay material soil, resulting a failure on one of the culvert. This failure is then analyzed by the PLAXIS 2D software , with a total displacement output of 15.39 cm, bigger than the allowed displacement capacity which is 2.54 cm. To handle the high displacement problem on culverts, a model of gradual clay soil pile is made with clay cement material pile and produce a lower total displacement which is 0.036 , this number is lower than allowable displacement so the fail in the culvert can be handle with the gradual soil pile method and surcharge load as big as 10 kN/m2.Keywords: corrugated metal plate (CMP), soil fill material, total displacement
Tinjauan Mengenai Penentuan Proporsi Pasir dalam Agregat Gabungan pada Perancangan Campuran Beton Cara SNI (Hal. 104-116) Gunawan, Gungun; Saelan, Priyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.669 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.104

Abstract

ABSTRAK Penentuan proporsi pasir pada perancangan campuran beton cara SNI hanya digunakan untuk mencapai nilai slump yang direncanakan dan tidak mempengaruhi kuat tekan beton. Mengingat kuat tekan beton pada perancangan campuran beton cara SNI hanya dipengaruhi faktor air-semen saja. Jika kuat tekan beton pada perancangan campuran beton cara SNI dianalisis menggunakan cara Dreux Gorisse, maka kuat tekan yang direncanakan berpeluang tidak tercapai. Hal ini dapat terjadi karena berdasarkan rumus Drex Gorisse, kuat tekan beton tidak hanya ditentukan oleh factor semen-air, tetapi juga oleh volume pasir dan rasio volume pasir terhadap volume agregat gabungan. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan beton dicapai pada pasir dengan modulus kehalusan antara 2,5 dan 3,0.Kata kunci: SNI, Dreux Gorisse, modulus kehalusan, proporsi pasir. ABSTRACT Determination of sand proportion in concrete mix design by SNI methode only used to achieve the design slump and does not affect the compressive strength of concrete. Consider of the compressive strength of concrete at mix design by SNI methode only influenced by water-cement ratio. If the compressive strength of concrete at mix design by SNI methode analized by Dreux Gorisse methode, the compressive strength will not be achieved. This happen because on Dreux Gorrise methode, the compressive strength of concrete is not only determined by water-cement ratio, but also sand volume and ratio of sand volume to total aggregate volume. The test results in this research show that the compressive strength of concrete is achieved by sand with fineness modulus between 2,5 and 3,0.Keywords: SNI, Dreux Gorisse, finenesse modulus, sand proportion.
Evaluasi Kapasitas Spillway Bendungan Darma sebagai Salah Satu Dasar dari Aspek Keamanan Bendungan (Hal. 31-38) Putra, Gerry Prima; Kumala, Yiniarti Eka
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.79 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.31

Abstract

ABSTRAK Kapasitas spillway Bendungan Darma perlu tinjauan kembali mengenai kemampuannya dalam menjaga agar tidak terjadi limpasan karena pada umumnya bendungan yang dibangun dibawah tahun 1980 tidak didesain untuk debit banjir ( ) Probable Maximum Flood (PMF). Dari analisis hidrologi dengan metode Gama 1 untuk penelusuran banjir reservoir didapatkan pada Q1000 yaitu Qinflow = 879,02 m3/s, Qoutflow = 574,44 m3/s dan  adalah Qinflow = 1546,63 m3/s, Qoutflow = 620,74 m3/s. Berdasarkan hasil perhitungannya didapatkan selisih muka air melimpah dan mercu bendungan pada Q1000 adalah 1,83 m dan pada QPMF adalah 0,54 m. Saat terjadi banjir PMF, bendungan mengalami overtopping karena menurut SNI batas maksimal banjir yang boleh terjadi adalah 0,75 di bawah puncak mercu bendungan.Kata kunci:  debit banjir, bendungan, limpasan, Probable Maximum Flood (PMF). ABSTRACTThe capacity of the spillway Dam Darma requires review regarding his ability to keep the spillway did not overflow because in general the dam built under the year 1980 is not in design for flood discharge ( ) the Probable Maximum Flood (PMF). Hydrological analysis method of Gama 1 for search flood reservoir obtained on the Q1000 are Qinflow = 879.02 m3/s, Qoutflow = 574.44 m3/s  and  are Qinflow = 1546.63 m3/s, Qoutflow = 620.74 m3/s. Based on the results of the calculations are obtained by difference advance water overflow and mercu dam on the 1000 is 1.83 m and on QPMF is 0.54 m. At the time of the flood, the dam suffered a PMF overtopping due to flood, according to the maximum limit of the SNI standartmay happen is 0.75 mercu beneath the dam.Keywords: flood discharge, dam, spillway, Probable Maximum Flood (PMF).
Kajian Perbandingan Kinerja Struktur Dinding Geser Komposit Berdasarkan Tingkatan Gedung. (Hal. 20-29) Islamy, Dimas EL; Desmaliana, Erma; Diredja, Nessa Valiantine
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.996 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.20

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode untuk meminimalisir simpangan horizontal yang terjadi akibat gaya gempa pada struktur adalah dengan pemasangan dinding geser. Dinding geser mampu memberikan kekuatan dan kekakuan pada struktur gedung. Pada teknologi terkini, dinding geser komposit pelat baja mampu menggabungkan kelebihan dan mengkompensasi kekurangan dinding geser beton dan pelat baja.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan dinding geser komposit terhadap tingkatan struktur gedung. Penelitian ini dilakukan pada tiga pemodelan struktur gedung dengan jumlah lantai yaitu 10 lantai, 20 lantai, dan 30 lantai dengan menggunakan metode respon spektrum dan analisis beban dorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan atap yang terjadi pada struktur dengan dinding geser lebih kecil dibandingkan struktur tanpa dinding geser. Berdasarkan analisis beban dorong, penggunaan dinding geser komposit pelat baja dengan tebal 110 mm untuk tiga pemodelan berada pada tingkatan yang sama yaitu IO (immediate Occupancy) yangmana kekuatan dan kekakuan pada gedung hampir sama dengan kondisi sebelum terjadi gempa.Kata kunci: dinding geser komposit pelat baja, respon spektrum, analisis beban dorong, simpangan horizontal ABSTRACTOne of the method to minimize the displacement of structure affected by earthquake is by using shear wall. Shear wall can influence the ductility and stiffness to the structure. On the most recent technology, composite steel plate shear wall can combining the advantages and compensate the disadvantages  of concrete and steel shear wall. This study was conducted by using three models buildings with 10 story, 20 story, and 30 story with spectrum response methods and pushover analysis. The result of this study shows that  drift’s roof on structure using shear wall is smaller than the structure without one. Based on pushover analysis, when structure using shear wall with thickness 110 mm for three models are the same level in immediate occupancy which strength and stiffness in buildings is almost the same as the condition before earthquake.Keywords: composite steel plate shear wall, respons spectrum, pushover analysis, displacement
Studi Lanjut Mengenai Faktor Granular Tinggi pada Perancangan Beton Cara Dreux Gorrise (Hal. 40-51) Nurdin, Edwan Muhammad; Saelan, Priyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 3: September 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.288 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i3.40

Abstract

ABSTRAKKuat tekan beton oleh Dreux Gorrise dirumuskan berbanding lurus dengan rasio semen terhadap air (c/w), serta berbanding lurus pula dengan faktor granular (G). Besarnya faktor granular (G) oleh Dreux ditentukan pada rentang 0,35-0,65. Penelitian lebih lanjut oleh Saelan dan Thesia (2013) mengungkapkan bahwa formulasi yang diajukan dapat digunakan cukup akurat untuk perancangan komposisi campuran beton dengan nilai faktor granular 0,40-0,60. Semakin besar nilai G maka semakin hemat kadar semen dalam 1 m3  beton. Penelitian mengenai faktor granular tinggi oleh Azka (2016) mengungkapkan bahwa faktor granular tinggi yaitu 0,65-0,70 dapat diformulasikan secara terukur menggunakan rumus G= 0,26 m3 dengan volume pasir tetap sebesar 0,26 m3 . Berdasarkan penelitian Azka dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meninjau kembali batasan-batasan faktor granular tinggi agar volume pasir tidak tetap sebesar 0,26 m3 yaitu 0,24 m3  dan 0,28 m3 . Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada uji kuat tekan yang dilakukan tidak mencapai kuat tekan yang telah direncanakanKata kunci: kuat tekan beton, faktor granular tinggi, Dreux Gorrise ABSTRACTCompressive strength of concrete formulated by Dreux Gorrise is linierly propotional to cement-water ratio (c/w), and granular factor G. The value of G suggested by Dreux is 0.35-0.65. Futher research by Saelan and Thesia revealed that the formulation can be used quite accurately for designing composition of concrete with value of granular factor 0,40-0,60. The higher value of G the more efficient cement content in 1 m  concrete. Research on high granular factors by Azka revealed that the research can be used by using G= 0.26 k with a fixed volume of 0.26 m3 . Based on the result of Azka, the research is developed by using sand volume 0.24 m3  and 0.28 m3 . The result showed that concrete strength is reduced.Keywords: compressive strength of concrete, high granular factor, Dreux Gorrise.
Kajian Model Struktur Rangka Atap Baja Canai Dingin Studi Kasus Gedung Limbah UBP Saguling. (Hal. 1-8) Wardhani, Adinda Yusi; Kamaludin, Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.524 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.1

Abstract

ABSTRAKBaja canai dingin merupakan salah satu material yang dianggap memiliki waktu konstruksi yang cepat, aman, nyaman, dan tidak merusak estetika dari bangunan. Baja canai dingin memiliki dimensi yang tipis dan ringan namun memiliki kekuatan tarik dan tekan yang tidak kalah dengan baja konvensional. Studi banding dilakukan untuk mengetahui model rangka atap yang paling ringan serta memenuhi syarat nilai kekuatan dan kekakuan. Profil baja yang digunakan adalah C 150x50x20x2,8. Berdasarkan perhitungan kapasitas desain dan kapasitas penampang untuk struktur rangka atap baja canai dingin, maka rangka atap yang dipilih adalah Scissoels. Room In Attic merupakan rangka atap yang paling ringan dengan berat sebesar 72,24% dari jenis rangka atap terberat yaitu Valuated Paralel Chord. Batas kelangsingan untuk batang yang mengalami tarik adalahle le/r < 300  dan untuk batang tekan adalah  le/r < 200Kata kunci: baja canai dingin, tarik, tekan, kekakuan, kekuatan, rangka atap, ringan ABSTRACTCold rolled steel is one material that is considered to have a fast construction time, safe, comfortable, and does not damage the aesthetics of the building. Cold rolled steel has dimensions that are thin and light but have tensile strength and tap that is not inferior to conventional steel. The comparative study was conducted to find out the most lightweight roof frame model and qualify for strength and stiffness values. The steel profile used is C 150x50x20x2,8. Based on the calculation of the design capacity and the cross-sectional capacity for cold rolled steel roof frame structure, the selected roof frame is Scissoels. Room In Attic is the lightest roof truss with a weight of 72.24% of the heaviest roof frame types are Valuated Parallel Chord. The slimness limit for a tensile rod is le/r < 300 and for the press rod is le/r < 200Keywords: cold rolled steel, tensile, compressive, stiffness, strength, roof truss, undermanding
Tingkat Pelayanan Check-In Counter Lion Air Di Bandara Internasional Husein Sastranegara Kota Bandung Menggunakan Metode Antrian (Hal. 131-140) Erlangga, Angga; Widianto, Barkah Wahyu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.462 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.131

Abstract

ABSTRAK Maskapai Lion Air di Bandara Internasional Husein Sastranegara mempunyai 6 unit fasilitas check-in counter yang berfungsi untuk pelayanan tiket pesawat terkait dengan keberangkatan. Ketidaksesuaian antara waktu pelayanan dan waktu kedatangan mengakibatkan adanya antrian penumpang. Pada penelitian ini, metode antrian dapat digunakan untuk mengurangi waktu tunggu bagi penumpang di antrian berdasarkan PM No 49 2012. Hasil perhitungan memperlihatkan waktu menunggu penumpang dalam antrian untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 20 menit dan waktu pelayanan penumpang untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 2 menit 30 detik. Pada kondisi eksisting terdapat 3 unit fasilitas check-in counter untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya sementara berdasarkan hasil perhitungan KEP/77/VI/2005 jumlah kebutuhan check-in counter Lion Air untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya adalah 8 unit fasilitas dan berdasarkan hasil perhitungan FIFO adalah sebanyak 4 unit fasilitas. dan Surabaya, sementara berdasarkan hasil perhitunganKata Kunci : Waktu menunggu penumpang, waktu pelayanan, PM No 49 2012,   SKEP/77/VI/2005, FIFO.ABSTRACTLion Air airline in Husein Sastranegara International Airport has 6 check-in counters facilities that manage the tickets associated with the departure. Incompability between service time and waiting time for the arrival has caused queue. In the study, queuing method can be used to minimize time the existing queue based on PM No 49 2012. The calculation result shows the waiting time of the passengers in queues for Denpasar and Surabaya is more than 20 minutes and the service time of the passengers for Denpasar and Surabaya is more than 2 minutes 30 seconds. In the existing condition, there are 3 units of the check- in counter facility for destination city of Denpasar and Surabaya, while based on the calculation SKEP / 77 / VI / 2005 total demand for check- in counters Lion Air for destination city of Denpasar and Surabaya is 8 units of facilities and based on the results FIFO calculation is 4 units facility.Keywords : Waiting time of the passengers, Service time of the passengers, PM No 49 2012, SKEP/77/VI/2005, FIFO.
Studi Evaluasi Hubungan Defleksi Jembatan Akibat Perubahan Jenis Kabel dan Bentang pada Jembatan Suspension (Hal. 66-77) Firdausi, Infira Kamiliana; Herbudiman, Bernardinus; Sukmara, Gatot
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.331 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.66

Abstract

ABSTRAKStruktur kabel pada jembatan suspension berperan sebagai pemikul utama beban pada jembatan. Perbedaan jenis kabel akan memengaruhi nilai defleksi, tegangan kabel, dan tegangan pada gelagar. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilakukan studi evaluasi terhadap nilai defleksi jembatan berdasarkan variasi jenis kabel dan variasi panjang bentang. Jenis kabel yang digunakan adalah IWRC 6×36, Spiral Strand Rope, dan Locked-coil Rope dengan bentang 80 meter, 160 meter, dan 200 meter. Sistem pembebanan pada model struktur mengacu pada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.02/SE/M/2010. Analisis struktur menggunakan program aplikasi SAP2000 versi 14. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bentang ≤ 80 meter tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga jenis kabel. Pada bentang 80 meter hingga 160 meter jenis kabel Spiral Strand dan Locked-coil mampu memberikan hasil defleksi yang lebih kecil daripada kabel IWRC 6×36. Sedangkan pada bentang 160 meter hingga lebih dari 200 meter jenis kabel yang paling efektif untuk digunakan adalah jenis kabel Locked-coil.Kata kunci: jembatan pejalan kaki, jembatan suspension, defleksi, jenis kabel ABSTRACTCable structure on suspension bridge act as the main support of the load on the bridge. The difference in the type of cable will affect the value of deflection, tension of cable, and the tension of girder. Due to that condition, then an evaluation study of bridge deflection value based on variation of cable type and span length was performed. Type of cables used are IWRC 6×36, Spiral Strand Rope, and Locked-coil Rope, while the variation of the span are 80 meters, 160 meters, and 200 meters. The load system on the bridge structure model referring to “Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No.02/SE/M/2010”. The analysis using 14th version of SAP 2000 aplication. The result of analysis shows that in the span less than 80 meters there are no such a significant  differences between the three types of cable. In the span of 80 meters to 160 meters, Spiral Strand and Locked-coil profide smaller deflection. While in the span of 160 meters to more than 200 meters, the most effective cable is Locked-coil cable.Keywords: pedestrian bridge, suspension bridge, deflection, cable type
Ketahanan Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash terhadap Sulfat dan Klorida (Hal. 33-43) Ikomudin, Rafli Andaru; Herbudiman, Bernardinus; Irawan, Rulli Ranastra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.625 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.33

Abstract

ABSTRAKKetahanan beton dalam lingkungan yang korosif sangat diperlukan, beton geopolimer memiliki ketahanan yang lebih baik dari beton biasa. Beton geopolimer dalam penelitian ini menggunakan campuran fly ash Suralaya 1 dan Suralaya 2 sebagai material pengganti semen. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ketahanan beton geopolimer berbasis fly ash terhadap zat kimia berupa asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) dengan konsentrasi sebesar 10%. Parameter yang diamati adalah kuat tekan, cepat rambat gelombang dan pH yang dilakukan pada umur beton 7, 14, 21 dan 28 hari. Benda uji kuat tekan dan pH menggunakan kubus 5 cm × 5 cm × 5 cm sebanyak 3 buah dan benda uji cepat rambat gelombang menggunakan silinder berukuran 10 cm × 20 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi larutan sebesar 10% yang digunakan untuk perendaman beton geopolimer berbasis fly ash terlalu tinggi sehingga ketahanan beton geopolimer tersebut mengalami penurunan yang signifikan baik dari segi kekuatan, kepadatan, kandungan dan kondisi fisik.Kata kunci: beton geopolimer, fly ash, kuat tekan, ketahanan ABSTRACTResistance concrete in corrosive environments is necessary, geopolymer concrete have better resistance than ordinary concrete. Geopolymer concrete in this study using mixing fly ash Suralaya 1 and Suralaya 2 as a cement replacement material. The study was conducted to determine the resistance of geopolymer concrete based on fly ash use chemicals such as sulfuric acid (H2SO4) and hydrochloric acid (HCl) at a concentration of 10%. The observed parameter is compressive strength, fast propagation and pH that was made on the concrete 7, 14 , 21 and 28 days. The test specimen compressive strength and pH using a cube of 5 cm × 5 cm × 5 cm 3 pieces and fast propagation of the test specimen using cilinder measuring 10 cm × 20 cm. The results of the study showing that the concentration of 10% were used for soaking of fly ash-based geopolymer concrete is too high so that the resistance of geopolymer concrete is experiencing a significant decline both in terms of strength, density, content and physical condition.Keywords: geopolimer concrete, fly ash, compressive strength, resistance
Pemilihan Metode Sistem Drainase Berkelanjutan Dalam Rangka Mitigasi Bencana Banjir Di Kota Bandung (Hal. 39-50) Nurhikmah, Dicky; Nursetiawan, Nursetiawan; Akmalah, Emma
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.813 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.39

Abstract

ABSTRAKKota Bandung adalah ibukota Provinsi Jawa Barat dan mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar, hal ini  mengakibatkan kurangnya ruang terbuka hijau karena pengalihfungsian tata guna lahan menjadi permukiman, kantor, industri dan lain-lain. Hal tersebut akhirnya mengakibatkan limpasan air permukaan berlebih pada saat musim hujan dan berkurangnya cadangan air tanah pada saat musim kemarau. Pada saat ini Kota Bandung masih menerapkan sistem drainase konvensional, sehingga potensi banjir menjadi tinggi karena dimensi saluran drainase yang kecil. Mengacu pada metode sistem drainase berkelanjutan yang telah diterapkan di negara-negara maju, diharapkan Kota Bandung dapat mengelola air hujan dengan baik dan terhindar dari bencana banjir. Pada penelitian ini dipilih beberapa metode yang cocok bagi kondisi Kota Bandung saat ini, metode tersebut adalah rain garden, infiltration strips, water roofs, rainwater tanks, cistern, swales, kolam detensi, infiltration trenches, eco- corridor dan kolam retensi. Metode-metode tersebut dipilih berdasarkan berbagai aspek seperti fungsi, kriteria teknis, kemudahan pembuatan dan kemudahan pemeliharaan.Kata kunci: Sistem Drainase Berkelanjutan, Bandung, limpasan air ABSTRACTBandung is the capital of West Java Province with a large population. This condition impacted to the decreasing of open green spaces due to conversion of land use into residential, offices, industrials and others. Consequently surface water run off increases during the rainy season and groundwater reserves decreases during the dry season. At this time Bandung still apply the conventional drainage system, so the potential for flooding is high because the dimension of the drainage channel is too small. Based on the method of sustainable drainage systems that has been applied in developed countries, Bandung is expected to manage rain water and prevent flood. This study is using a few suitable methods for Bandung’s current condition. The methods are rain garden, infiltration strips, water roofs, rainwater tanks, cistern, swales, detention pond, infiltration trenches, eco-corridor and retention pond. These methods are selected based on various aspects such as functionality, technical criteria, ease of construction and maintenance.Keywords: Sustainable Drainage System, Bandung, Run Off