cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Pengaruh Penambahan RD 31 pada Beton dengan Substitusi Ground Granulated Blast Furnance Slag Anni Susilowati; Serin Ginting
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 3: November 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i3.191

Abstract

ABSTRAKJauhnya lokasi batching plant dengan tempat penuangan kerapkali membuat beton setting sehingga dibutuhkan bahan tambah retarder. Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) memiliki komposisi kimia mirip semen. Oleh karena itu, dilakukan penelitian penambahan retarder pada beton dengan substitusi GGBFS sebagai pengganti sebagian semen untuk mengetahui pengaruh (dengan uji regresi SPSS),  sifat  fisik  dan  mekanik  beton,  serta  mendapatkan kadar  optimum penambahan retarder. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variasi campuran 90% semen, 10% GGBFS dengan retarder 0%, 0,2%, 0,4%, dan 0,6% berat semen dengan fas 0,5 sesuai SNI 03-2834-2000. Hasil penelitian menunjukkan retarder 0,2% - 0,6% mampu meningkatkan kuat tekan sebesar 19,61 - 50,59%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar optimum 0,2% karena memiliki sifat paling baik.Kata kunci: GGBFS, kuat tekan, retarder ABSTRACTLong distance between batching plant to the pouring area often causes the concrete undergo a setting, so that a retarder addition material is needed. Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) which has a chemical composition similar to cement. Therefore, a research was conducted on retarder addition to concrete with GGBFS substitution as a partial cement substitute to obtain the effect (regression analysis method in SPSS), physical and mechanical properties of concrete, and to obtain the optimum level of retarder addition. This research used an experimental method with a mixture variation of 90% cement, 10% GGBFS with retarder percentage as follows; 0%, 0.2%, 0.4%, and 0.6% of cement weight with a water/cement is 0.5 according to SNI 03-2834-2000. The results of research with the addition of a retarder of 0.2% - 0.6% were able to increase the compressive strength by 19.61 - 50.59%. Based on the results, the optimum level of retarder is at a variation of 0.2% as it has the best physical and mechanical properties.Keywords: GGBFS, compressive strength, retarder
Pengembangan Indikator Peran Serta Pihak Manajemen Perguruan Tinggi dalam Penerapan Konsep Green Campus Rama Putra Buana; Mia Wimala; Rindu Evelina
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.82

Abstract

ABSTRAKGreen campus didefinisikan sebagai kampus yang berwawasan lingkungan, yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan lingkungan ke dalam kebijakan, manajemen, dan kegiatan tridharma perguruan tinggi. Green campus juga harus menjadi contoh implementasi pengintegrasian ilmu lingkungan dalam semua aspek manajemen dan praktek pembangunan berkelanjutan. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan kategori peran serta pihak manajemen kampus beserta indikator penyusunnya yang semula belum ada di UI GreenMetric. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa studi literatur dari standar dan toolkit yang digunakan di luar maupun dalam negeri yaitu STARS AASHE, Green Guide for University, dan Greening University Toolkit yang dianggap sesuai dengan strategi peningkatan efektivitas peran manajemen kampus dalam menyukseskan penerapan green campus. Hasil penelitian menunjukan bahwa kategori manajemen yang diusulkan terdiri dari 4 indikator, yaitu: perencanaan berkelanjutan, pengembangan mahasiswa dan staf, penilaian berkelanjutan, dan kerjasama dengan institusi.Kata kunci: green campus, UI Greenmetric, peran manajemen    ABSTRACTGreen campus is defined as campus with environmental insight, that integrates environmental science into policy, management, and base three pilar of collage. Green campus is also used as an example of implementing the integration of environmental science in all aspects of sustainable development management and practices. This research aims to develop the category including the indicators of campus management’s role in green campus assessment based on UI GreenMetric. Secondary data were obtained from study literature of standards and toolkits used all around the world, i.e. STARS AASHE, Green Guide for University, and Greening University Toolkit which are related to the strategy of increasing the effectiveness of campus management’s role in succeeding the implementation of green campus. The results showed that the proposed category of management consist of 4 indicators: sustainability planning, student and staff development, sustainability assessment, and community partnership.Keywords: green campus, UI Greenmetric, management role
Pemodelan Numerik Pada Perbaikan Tanah Menggunakan Stone Column Di Tanah Lempung Lunak Di Bawah Tanah Timbunan Fauziah Fitriani Iskandar; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.107

Abstract

ABSTRAKTanah lempung lunak memiliki sifat gaya geser tanah yang kecil, kompresibilitas yang sangat besar, koefisien permeabilitas yang kecil dan mempunyai daya dukung rendah. Agar tanah lempung lunak dapat digunakan sebagai tanah dasar dari timbunan, maka perbaikan tanah diperlukan. Salah satu perbaikan tanah untuk tanah lempung lunak yaitu stone column. Stone column merupakan kolom-kolom vertikal dari material kerikil. Analisis yang dilakukan menggunakan program PLAXIS 2D AE dengan model Axisymmetric. Analisis yang dilakukan dengan memvariasikan jarak antar stone column dan diameter stone column. Kedua variasi ini menggunakan pengaruh smear zone dan tanpa smear zone. Variasi jarak antar stone column yang digunakan yaitu 2 m, 3 m dan 4 m dan variasi diameter stone column menggunakan diameter 40 cm, 70 cm dan 100 cm. Hasil analisis menunjukan adanya pengurangan penurunan hingga 80% dan pengurangan waktu hingga 2367 hari. Kata Kata Kunci : Tanah Lempung Lunak, Stone Column, Smear Zone, Axisymmetric, penurunan, PLAXIS 2D AE ABSTRACT Soft clay is characterized by low shear strength, a high compressibility, a low coeffiecient of permeability and a low bearing capacity. Soft soil as subgrade of embankment must be improved using soil improvement. One of soil mprovement methods for soft clay soil is stone column. Stone column is a vertical column with gravel material. The Analysis of stone column for soil improvement used PLAXIS 2D AE and Axisymmetric model. The analysis was did by two variation, The variation of spacing between stone column and diameter stone column used in this analysis. Effect smear zone and without smear zone are considered. The Variation spacing of stone column that have been used for analysis are 2 m, 3 m and 4 m and the variation of diameter for stone column are 40 cm, 70 cm and 100 cm. The result show the settlement reduced until 80% and time of consolidation until 2367 days using stone column.Key Words : Soft clay, Stone column, smear zone, Axisymmetric, settlement, PLAXIS 2D AE.
Studi Mengenai Hubungan antara Kelecakan dengan Faktor Air-Semen dan Kadar Air dalam Campuran Beton Cara SNI pada Kondisi Agregat Kering Udara Dika Dwi Astanto; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 4: Desember 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i4.43

Abstract

ABSTRAKKelecakan campuran beton dapat didefinisikan sebagai tingkat kemudahan campuran beton untuk diaduk, diangkut, dituang, dan dipadatkan. Sifat kemudahan campuran beton untuk dikerjakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jumlah air, faktor air-semen yang digunakan, jumlah agregat dalam campuran beton, dan ukuran butiran agregat serta gradasinya. Hubungan antara kelecakan dengan faktor air-semen, dan jumlah agregat yang digunakan tidak diperlihatkan dengan jelas pada perancangan campuran beton cara SNI. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dengan mengacu kepada cara SNI dengan menggunakan agregat kering udara berukuran 10 mm, 20 mm, dan 40 mm serta faktor air-semen sebesar 0,40; 0,45; 0,50; 0,55; dan 0,60 dengan rentang nilai slump 3060 mm, dan 60180 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelecakan tidak dipengaruhi oleh faktor air-semen tetapi hanya dipengaruhi oleh jumlah air dan ukuran butiran agregat.Kata kunci: kelecakan, faktor air-semen, jumlah air ABSTRACTConcrete workability can be defined as the level of easiness of concrete mix to be mixed, transported, casted, and compacted. Workability is influenced by several factors, such as amount of water, water-cement ratio, aggregate amount in concrete mix, and the size and gradation of aggregate. The relation between concrete workability, water-cement ratio, and the amount of aggregate used is not clearly shown in SNI method. This research was carried out to prove whether or not workability is not influenced by water-cement ratio in SNI method. Experiments was carried out using air dry aggregates 10 mm, 20 mm, and 40 mm size, water-cement ratio used are 0.40; 0.45; 0.50; 0.55; and 0.60. Workability was designed in 3060 mm and 60180 mm slump. The results showed that workability in SNI method is not influenced by water-cement ratio but only influenced by the amount of water and maximum size of coarse aggregate.Keywords: workability, water-cement ratio, amount of water
Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Campuran Renolith dan Kapur Gibral Maulana; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.11

Abstract

ABSTRAKTanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki kemampuan kembang susut yang tinggi akibat adanya perubahan kadar air. Perubahan kadar air ini dipengaruhi oleh perubahan musim, dimana hal tersebut dapat menyebabkan tanah menjadi tidak stabil. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini memiliki engineering properties yang tergolong buruk dengan nilai CBR rendamannya sebesar 2,88%.  Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan upaya perbaikan tanah. Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi kemampuan kembang susut tanah ekspansif adalah dengan cara dicampur dengan bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  campuran dari renolith dan kapur. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan campuran renolith dan kapur dapat meningkatkan nilai CBR rendaman menjadi 11,13% dan menurunkan nilai potensial pengembangan dari 29,54% menjadi 0,96%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan campuran renolith dan kapur dapat meningkatkan CBR rendaman hingga 286,45% dan menurunkan potensi pengembangan hingga 96,75%.Kata kunci: tanah ekspansif, renolith, kapur, CBR. ABSTRACTAn expansive clay soil that has high shrinkage capability development due to change in moisture content. Changes in water content are affected by the change of seasons, it caused the soil become unstable. The soil that used in this study had a relatively poor engineering properties which CBR soaked value of 2.88%. To overcome these condition the soil improvement is necessary to increase the soil stability. The one of the effective ways to overcome shrinkage and development capability of expansive soil are mixed with chemicals. The chemicals are used in this study is a mixture of renolith and lime. The result from using a mixture of renolith and lime showed that increase the value of soaked CBR into 11.13% and decrease the value of swelling potential from 29.54% to 0.96%. Summary of using this material can increase the value of soaked CBR up to 286.45% and decrease the swelling potential until 96.75%.Keywords: expansive soil, renolith, lime, CBR.
Model Hubungan antara Angka Korban Kecelakaan Lalu Lintas dan Faktor Penyebab Kecelakaan pada Jalan Tol Purbaleunyi Virlia Dian Fridayanti; Dwi Prasetyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.123

Abstract

ABSTRAKKecelakaan lalu lintas merupakan hasil dari kombinasi faktor-faktor penyebab  yang yang terdiri dari faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel dominan dari beberapa faktor penyebab kecelakaan dengan memodelkan hubungan antara angka korban kecelakaan lalu lintas dengan variabel faktor penyebab kecelakaan di Jalan Tol Purbaleunyi pada tahun 2015–2017. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data sekunder yang terdiri dari data jumlah korban dan jumlah kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor-faktor penyebab kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda dengan melakukan uji linearitas dan uji korelasi terlebih dahulu. Uji linearitas digunakan untuk memastikan apakah data yang akan dianalisis dapat menggunakan analisis regresi linear atau tidak, sedangkan uji korelasi digunakan untuk menentukan hubungan antara variabel baik antara sesama variabel bebas maupun antara variabel peubah bebas dengan variabel peubah tidak bebas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2015–2017, variabel utama faktor kecelakaan diakibatkan oleh faktor manusia dan faktor kendaraan yaitu variabel mengantuk ( ) dan rem blong ( ).Kata kunci: Kecelakaan lalu lintas, faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, regresi linear berganda. ABSTRACTTraffic accidents are the result of a combination of factors causes which consists of the human factor, vehicle, road, and environment. This study aims to determine the majority of the accidents variable of several factors that cause accidents by modeling the relationship between the numbers of traffic accident victims with variable factors causing the accident on Highway Purbaleunyi in 2015–2017. The data used in this study of secondary data consists of data on the number of victims and the number of accidents caused by factors that cause accidents. The method used in this research is multiple linear regression analysis to test the linearity and correlation test beforehand. Linearity test used to determine whether the data will be analyzed using linear regression analysis or not, whereas the correlation test was used to determine the relationship between both variables among the independent variables and the independent variables with the variable variable variable is not free. Based on the results of research conducted in 2015–2017, the main variable of the accident factor is caused by human factors and vehicle factors, which are variable drowsiness ( ) and brake failure ( ).Keywords: Traffic accidents, the causes of traffic accidents, multiple linear regression.
Studi Eksperimental Kuat Geser Pelat Beton Bertulang Bambu Lapis Styrofoam Desinta Nur Lailasari; Sri Murni Dewi; Devi Nuralinah
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 3: September 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i3.20

Abstract

ABSTRAK Inovasi beton ringan dibutuhkan untuk mendapatkan suatu bahan struktur yang ringan, kuat, dan biaya murah. Pelat beton bertulang bambu lapis styrofoam merupakan kombinasi efektif sebagai inovasi pengganti pelat bertulang baja, pada komponen non-struktural dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan geser pada pelat dan menganalisis kekuatan pelat dengan penambahan agregat kasar pada campuran spesimennya. Penelitian ini dilakukan dengan dua analisis, yaitu analisis teoritis dan eksperimen. Pada pengujian eksperimen dibuat 10 benda uji untuk uji kuat geser. Ukuran benda uji 40 cm * 80 cm * 5 cm. Variabel penelitian adalah campuran spesimen 1 (1 semen : 4 pasir) dan spesimen 2 (1 semen : 3 pasir : 1 kerikil). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan penambahan agregat kasar (spesimen 2) menambah kekuatan geser (27,78%) dari kekuatan pelat campuran spesimen 1.Kata kunci: kuat geser, lapis styrofoam, pelat lapis, tulangan bambu. ABSTRACT Lightweight concrete innovations are required to obtain a lightweight, strong, and low-cost structural material. Bamboo reinforced concrete plate with layer styrofoam are an effective combination as an innovative replacement of reinforced plates, on non-structural components. This study aims to analyze shear strength in plates and analyze plate strength with the addition of coarse aggregates to the mixture of the species. This study was conducted with two analyzes, theoretical and experimental analysis. In the experimental test 10 specimens were made for shear strength test. Size of plate sample 40 cm * 80 cm * 5 cm. The research variables were mixed speciment 1 (1 cement : 4 sands) and spesiment 2 (1 cement : 3 sands : 1 coarse aggregate). From the results of this study it can be concluded that the addition of coarse aggregate (speciment 2) adds shear strength (27.78%) of the strength of the mixed plate of species 1.Keywords: shear strength, layers styrofoam, plate layers, bamboo reinforcement.
Analisis Tahapan Konstruksi Jembatan Cable Stayed dengan Metode Kesetimbangan Kantilever Anissa Anissa; Bernardinus Herbudiman; Euneke Widyaningsih
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 2: Juli 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i2.75

Abstract

ABSTRAKJembatan cable stayed merupakan struktur jembatan yang memiliki sederetan kabel yang menghubungkan pilon dan girder. Dalam pembangunan jembatan cable stayed perlu dilakukan analisis pada tahap konstruksi. Penelitian ini menganalisis tahapan konstruksi jembatan cable stayed  menggunakan metode kesetimbangan kantilever untuk menghasilkan besarnya gaya-gaya dalam yang memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian, tegangan kabel maksimum yaitu 404,6 MPa dengan tegangan putus yaitu 837 MPa. Nilai lendutan terendah terdapat pada segmen 1 yaitu 0,001 m. Nilai lendutan tertinggi terdapat pada segmen 20 yaitu 0,167 m. Kemudian mengalami penurunan pada tahap 21 sebesar 0,153 m. Lendutan yang terjadi memiliki nilai di bawah lendutan izin yaitu 0,375 m. Momen terbesar terjadi pada segmen 21 yaitu 18.286,31 kNm; sedangkan yang terendah pada segmen 11 yaitu 20,43 kNm. Momen maksimum yang terjadi akibat layan yaitu 68.003 kNm dengan batas kapasitas izin yaitu 190.500,13 kNm. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa struktur jembatan aman pada tahap pelaksanaan dan juga pasca konstruksi.Kata Kunci: cable stayed, tegangan kabel, lendutan, gaya dalam ABSTRACTThe cable-stayed bridge is structure of a bridge that have an align of cables which connecting to a pilon and a girder. Through a cable-stayed bridge constructor, it is necessary to construge stage. This research analyzing a phase of constructor a cable-stayed bridge using equilibrium cantiveler method's to produce a within forces which is fullfill requirement. According to the result of the research, the highest tension of the cable is 404.6 MPa and ultimate tension is 837 MPa. The lowest deflection value occur at the segment 1 is 0.001 m. The highest deflection value occur at the segment 20 is 0.0167 m. Subsequently undergo decreasing on the phase 21 is 0.153 m. The deflection that occur has value below the deflection permit is 0.375 m. The highest moment occur at the segment 21 is 18,286.31 kNm; on the other hand the lowest moment occur at the segment 11 is 20.43 kNm. The maximum moment that occurs due to the service is 68,003 kNm with a permit capacity limit og 190,500.13 kNm. According to the result of the research, so that in conclude, the structure is safe on the execution phase and also the post-construction phase.Keywords: cable stayed, tension cable, displacement, beam force
Pengembangan Indikator Waste (Sampah) pada Penerapan Konsep Green Campus di Itenas Satrio Triadi Agung Nugroho; Emma Akmalah; Siti Ainun
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.122

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan salah satu faktor kerusakan lingkungan terutama di area kampus yang memiliki banyak timbulan sampah. Salah satu upaya untuk menyelamatkan lingkungan kampus adalah dengan menjalankan program green campus. Untuk menilai kegiatan green campus, Indonesia telah memiliki sistem penilaian yang dikeluarkan oleh Universitas Indonesia yaitu UI GreenMetric, dengan salah satu kategori yang dinilai adalah sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan indikator pada kategori sampah pada kampus Itenas, Bandung. Data yang diperlukan diperoleh melalui observasi dan studi literatur dan selanjutnya diolah dan dianalisis dengan metode pengembangan atau research and development. Hasil yang didapatkan adalah berupa perkembangan indikator dan sub-indikator yang dapat diterapkan di kampus Itenas yang juga dapat diterapkan di kampus lain.Kata kunci: sampah, green campus, Itenas, pengembangan indikator ABSTRACTWaste is one of the environmental damage factor, especially in campus areas that have a lot of waste generation. One of the efforts to save the campus environment is through the green campus program. To assess the green campus activities, Indonesia has a rating system issued by the University of Indonesia i.e UI GreenMetric, which has waste category. This study aims to develop indicators for waste category and applied at Itenas campus, Bandung. Data required for this research are obtained through observation and literature study and then processed and analyzed by research and development method. The results obtained are the development of indicators and sub-indicators that can be applied on the Itenas campus which can also be applied in other campuses. Keywords: waste, green campus, Itenas, indicators development.
Perancangan Koordinasi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) pada Simpang Jalan PH. H. Mustafa – Jalan Cikutra dan Simpang Jalan PH. H. Mustafa – Jalan Cimuncang Daniel Firdaus Manurung; Herman Herman; Andrean Maulana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 3: September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i3.72

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang terjadi di pesimpangan salah satunya adalah antrian kendaraan dan tundaan. Karena itu dibutuhkan sarana dan prasarana yang bekerja dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan koordinasi alat pemberi isyarat lampu lalu lintas pada simpang Jalan PH. H. Mustofa-Jalan Cikutra dan Jalan PH. H. Mustofa-Jalan Cimuncang menggunakan PTV Vissim. Simulasi dilakukan menggunakan 3 kondisi yaitu kondisi eksisting, kondisi terkoordinasi dan kondisi koordinasi - optimasi. Kondisi terkoordinasi dirancang agar saat kendaraan melewati 2 simpang tersebut tidak berhenti dan mengurangi tundaan dan panjang antrian. Hasil simulasi didapatkan bahwa saat dikoordinasikan pada simpang Jalan PH. H. Mustafa-Jalan Cikutra mengalami penurunan tundaan dan antrian. Penurunan terjadi karena kendaraan yang melewati kedua simpang tersebut tidak terhenti akibat sinyal merah. Sedangkan untuk tingkat pelayanan mengalami peningkatan tingkat pelayanan.Kata kunci: simpang, koordinasi, PTV Vissim.ABSTRACTProblems that occur in the intersection of one of them is the queue of vehicles and delays. So it takes facilities and infrastructure that work well. The purpose of this study is to plan the coordination of traffic light signaling equipment at the intersection of Jalan PH. H. Mustofa-Jalan Cikutra and Jalan PH. H. Mustofa-Jalan Cimuncang using PTV Vissim. Simulation is done using 3 condition that is existing condition, co-ordinated condition and coordinated condition - optimization. Coordinated condition while the vehicle is designed to pass through the two intersections did not stop and reduce delays and long queues. the simulation results obtained that when coordinated at the intersection of PH. H. Mustofa street – Cikutra street decreased delays and queues. The decreased because the vehicle passing of two intersection were not stoppep by red signal. As for the level of service has increased the level of service.Keywords: intersection, coordination, PTV Vissim.