cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Studi Penggunaan Lahan Parkir Mobil di Kampus Itenas Bandung Adinda Trie Buana; Silvia Sukirman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.73

Abstract

ABSTRAKJumlah perguruan tinggi di Kota Bandung yang berkembang pesat memberikan dampak terhadap kebutuhan pelayanan transportasi termasuk pelayanan parkir. Kampus sebagai salah satu kegiatan yang tidak terlepas dari masalah perparkiran yang banyak mengurangi kenyaman dalam lingkungan kampus.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan ruang parkir mobil di dalam Itenas Bandung. Data yang diperlukan dalam analisis didapatkan dari hasil survei lapangan pada tanggal 30 November 2015 jam 06:00-18:00 WIB. Berdasarkan hasil suvei diperoleh, kebutuhan satuan ruang parkir mobil sebesar 233 kendaraan, dengan luas 2679,5 m2, jumlah kendaraan mobil yang keluar & masuk parkir di area Kampus Itenas adalah 447 kendaraan, 24 kendaraan yang menginap (>12 jam), akumulasi puncak terjadi pada selang waktu 11:30-12:00 WIB dengan indeks parkir sebesar 93%, dengan angka pergantian parkir sebesar 2,21. Dari penelitian diperoleh bahwa durasi parkir di Kampus Itenas < 30 menit adalah 21,94%, yang dapat diartikan 21,94% dari pengguna kendaraan mobil hanya melakukan kegiatan antar-jemput.Kata Kunci : Ruang Parkir, Kebutuhan Parkir, Kendaraan ABSTRACTThe amount universities of education in Bandung city give an impact on the needs of transportation services including parking services. Campus as one of activities that can’t be separated from the parking problems that significantly reduce comfort in a Campus environment. This study aims to analyze the need for parking spaces in National Institute of Technology Bandung City. The data required in this analyze obtained from field surveys. The necessary data obtained in analysis of result field survey on 30 November 2015 at 06:00-18:00 WIB. Based on survey during result, unit parking requirement for car is 233 vehicles, total parking area 2679,5 m2, obtained cumulative of vehicle out and vehicle in area parking Itenas is 447 cars categories vehicle, 24 cars categories stay overnight (>12 hours), the peak accumulation for car categories vehicle occurred at 11:30-12:00 time interval with parking index 93%, with the turn over parking index 2,21. The research found the duration of parking in Itenas < 30 minutes is 21,94%, means 21,94% of car vehicle users is drop off-pick up.Key words: Parking Space, Parking Requirements, Vehicles
Perhitungan Evapotranspirasi Acuan untuk Irigasi di Indonesia Fransiska Yustiana; Gabriel Antonio Sitohang
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.39

Abstract

ABSTRAKSistem irigasi merupakan suatu cara mengalirkan air ke suatu lahan dimana air dialirkan sesuai kebutuhan. Debit yang dihasilkan dari sistem irigasi ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah evapotranspirasi. Nilai evapotranspirasi di Indonesia dihitung menurut Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dengan menggunakan rumus Penman FAO Corrected sedangkan menurut SNI 7745:2012 menggunakan rumus Penman-Monteith. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode penghitungan evapotranspirasi acuan yang tepat dengan membandingkan metode KP-01 dan SNI dengan tanaman hidroponik berupa selada air dan seledri dengan menggunakan data klimatologi periode Januari-Agustus tahun 2018. Penelitian ini menunjukkan nilai sebesar 5,60 mm/hari memiliki nilai yang lebih besar dari pada nilai sebesar 4,60 mm/hari dan nilai sebesar 4,94 mm/hari, maka dalam penelitian ini metode SNI 7745:2012 lebih disarankan untuk digunakan dalam menghitung nilai evapotranspirasi acuan karena memiliki nilai yang lebih besar dan membutuhkan data yang lebih sedikit dari metode yang lain.Kata Kunci: Sistem irigasi, Penman FAO Corrected, Penman-Monteith ABSTRACTThe irrigation system is a distribution of water into a crop yield. Irrigation discharge is determined by several factors, either is reference evapotranspiration. The value of reference evapotranspiration in Indonesia is calculated according to Standar Perencanaan Irigasi KP-01 using the FAO Penman Corrected formula either according to SNI 7745:2012 using the Penman-Monteith formula. This research aims to know acurate methode that calculating the acurate reference of evapotranspiration by comparing the methods of KP-01 and SNI with observed reference evaporation on hydroponic plants. Climatology data period are between the January-August 2018. This research demonstrates the value of is 5.60 mm/day greater than the value of which is 4.60 mm/day and value is 4.94 mm/day. This research recommended that SNI 7745:2012 more acurate in calculating the value of reference evapotranspiration because it has a greater value and require less data than other methods.Keywords: Irrigation systems, Penman FAO Corrected, Penman-Monteith
Analisis Deformasi dan Tekanan Air Pori Ekses pada Tanah Lempung Lunak akibat Beban Timbunan Nurul Annisa Sukiman; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.1

Abstract

ABSTRAKTanah diperlukan baik sebagai bahan konstruksi maupun sebagai pendukung beban. Dalam membangun suatu bangunan salah satu yang harus diperhatikan adalah tanah pendukungnya.  Jika tanah pendukung bermasalah maka akan mempengaruhi proses pembangunan tersebut. Tanah lempung lunak memiliki sifat antara lain gaya gesernya kecil, kemampatan yang besar, koefisien permeabilitas yang kecil dan mempunyai daya dukung rendah dibandingkan tanah lempung lainnya. Pemberian beban timbunan pada tanah lunak dapat menyebabkan meningkatnya tegangan yang bekerja pada tanah tersebut sehingga, menyebabkan timbulnya tekanan air pori ekses dan terjadinya penurunan konsolidasi. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis besarnya penunurunan dan tekanan air pori ekses yang terjadi berdasarkan kepada data pengujian di lapangan dan di laboratorium serta dengan menggunakan program PLAXIS 2D AE dengan model plane strain dan axisymmetric. Hasil analisis menunjukkan penurunan yang ditunjukkan oleh program PLAXIS lebih besar dari pada data hasil pengujian di lapangan.Kata Kunci: tanah lempung lunak, plane strain, axisymmetric, PLAXIS 2D AE ABSTRACTSoil is needed both as a construction material and as a load support. In constructing a building, one of the things to attend is its supporting soil. If it is problematic, the construction process would be adversely affected. Soft clay has some characteristics, among others, small shear force, great compression, small permeability coefficient, and low supporting force, relative to other clays. A placement of a pile load on a soft soil can result in an increasing strain working on the soil and thus result in excess pore water pressures and a decrease in consolidation. The objective of the present study was to analyze the extent of decreases and excess pore water pressures based on the data obtained from field and laboratory tests, by using a PLAXIS 2D AE program in plane strain and axisymetric models. The result of analysis revealed that the decrease shown by the PLAXIS program was bigger than the data obtained from the result of field test.Keywords: soft clay, plane strain, axisymmetric, PLAXIS 2D AE
Evaluasi Kinerja Parkir Sepeda Motor Institut Teknologi Nasional Nadia Khansa Adyputri; Elkhasnet Elkhasnet
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.110

Abstract

ABSTRAK Institut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang dapat menimbulkan suatu aktifitas. Sebagai Perguruan Tinggi yang memiliki lebih dari 7.000 mahasiswa, Itenas tidak lepas dari masalah parkir, terutama lahan parkir untuk kendaraan sepeda motor. Data yang diperlukan dalam analisis didapatkan dari hasil survei lapangan dan diperoleh dari pengelola parkir.Berdasarkan hasil survei diperoleh lahan parkir yang tersedia di Kampus Institut Teknologi Nasional 3.798 m² dengan kapasitas 1.979 kendaraan. Jumlah kendaraan sepeda motor yang keluar masuk parkir pada pukul 04.30–22.00 adalah 4.239 kendaraan masuk dan 3.552 kendaraan keluar. Indeks parkir sepeda motor di Student Center 102,76 % dan di belakang GSG sebesar 110,61%, kondisi parkir sepeda motor sudah tidak dapat menampung kendaraan yang akan parkir. Durasi parkir sepeda motor di Student Center dan di belakang GSG adalah saat parkir lebih dari 12 jam. Pendapatan parkir yang diterima dari parkir di Student Center dan belakang GSG didapatkan Rp5.622.000,00/hari. Kata kunci: Ruang Parkir, Kebutuhan Parkir, Kendaraan ABSTRACT National Institute of Technology (Itenas) is one of the Private Universities that can generate an activity. As a university that has more than 7,000 students, Itenas cannot be separated from parking problems, especially parking lots for motorcycle vehicles. The data needed in the analysis is obtained from the results of a field survey and obtained from the parking manager. Based on the results of the survey, parking at National Institute of Technology is available at the 3,798 m² with a capacity of 1,979 vehicles. The number of motorbike vehicles coming in and out of parking at 04.30 to 22.00 is 4,239 inbound vehicles and 3,552 vehicles coming out. The motorcycle parking index at the Student Center is 102,76 % and behind the GSG is 110.61%, motorcycle parking conditions cannot accommodate vehicles that will park. Motorcycle parking duration at the Student Center and behind GSG is parking more than 12 hours. Parking revenue received from parking at the Student Center and behind GSG is Rp. 5,622,000.00/day. Keywords: Parking Space, Parking Requirements, Vehicles
Kriteria Green Infrastructure dalam Penentuan Luas Stasiun Kereta Api Nadia Ulfah; Sofyan Triana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.22

Abstract

ABSTRAKPembangunan infrastruktur adalah salah satu penyebab kerusakan lingkungan saat ini. Salah satu infrastruktur yang mendukung moda transportasi kereta api adalah bangunan stasiun. Agar membangun suatu stasiun yang tidak merusak lingkungan dan memberikan ruang gerak yang nyaman kepada pengguna maka dilakukan analisis mengenai luas kebutuhan lahan menurut peraturan yang berlaku sesuai dengan salah satu kriteria bangunan hijau yaitu harus memenuhi Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Data sekunder dibutuhkan dalam perhitungan luas berdasarkan ruang gerak manusia dan standar stasiun. Hasil perhitungan diperoleh luas stasiun sebesar 2.685,5 m2 yang merupakan KDB 60% sedangkan untuk luas RTH 40% sebesar 1.790,3  m2 sehingga diperoleh luas lahan stasiun sebesar 4.475,8 m2. Pada peraturan yang berlaku mengenai bangunan stasiun hanya membahas KDB atau luas terbangun dan tidak membahas mengenai kebutuhan RTH maka dapat diusulkan perhitungan baru untuk merancang stasiun ramah lingkungan yang membahas luas KDB dan RTH sehingga didapat luas tanah keseluruhan.Kata kunci: green infrastructure, stasiun, luas bangunan, ruang gerak manusia, Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Ruang Terbuka Hijau (RTH). ABSTRACTInfrastructure development is one of the causes of current enviromental damage. One of the infastructure supporting the train transportation capital is station building. Build a station will not be damaging the environment and giving comfortable space if it has been done analysis about wide of land environment according to the prevailling regulations in accordance with the one of the criteria of green building that fulfills Coefficient of Bulding Base (KDB) and Green Open Space (RTH). The secondary data is needed in wide calculation based on space for human movement and station standard. The calculation results obtained area of the station is 2.685,5 m2 that is KDB 60% while the area of RTH 40% is 1.790,3 m2 so that obtained area of station land 4.475,8 m2. In the applicable regulations about station building only discuss KDB or wide awake not RTH needs. So it can be proposed the new calculation to design the environmentally friendly station that discusses area of KDB and RTH so obtained the total land area.Keywords: green infrastrucutre, station, building area, human movements space, Coefficient of Building Base (KDB), Green Open Spaces (RTH).
Perkiraan Distribusi Pergerakan Penumpang di Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Asal Tujuan Transportasi Nasional Tri Apriliansyah; Herman Herman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.29

Abstract

ABSTRAKSejalan dengan meningkatnya kepadatan penduduk perkotaan, maka jumlah perjalananpun juga semakin meningkat. Apabila peningkatan tersebut tidak diikuti dengan penambahan infrastruktur, akan mengakibatkan terjadinya ketimpangan antara penyediaan dan permintaan. Untuk mengantisipasi kebutuhan diperlukan studi tentang model bangkitan dan tarikan serta model sebaran pergerakan yang terjadi di Provinsi Jawa Barat. Untuk membentuk model bangkitan dan tarikan pergerakan diperlukan data asal tujuan yang diperoleh dari data sekunder. Hasil data sekunder dianalisis dengan metode Analisis Regresi Linier untuk mendapatkan model persamaan matematis yang paling baik. Untuk membentuk model sebaran pergerakan menggunakan model Double Constraint Gravity Model (DCGR) dan metode furness. Model bangkitan pergerakan penumpang yang diperoleh dari hasil analisa adalah Y = 3918278 + 16,008 X2 (R2= 0,843), dimana X2= Jumlah Penduduk. Berdasarkan hasil uji statistik, model sebaran pergerakan menggunakan model DCGR dengan fungsi hambatan eksponensial negatif. Sehingga model yang diperoleh adalah Tid= Oi.Dd.Ai.Bd.exp(-0,014159.Cid).Kata Kunci : Pemodelan Transportasi, Pertumbuhan penduduk, Asal Tujuan Transportasi Nasional. ABSTRACTIn line with the increasing urban population density, the number of trip was also increased. if the increaseis not followed by the addition of infrastrictrure. Will result in imbalance between supllay and demand studyis needed to anticipate the model trip generation and attraction with trip distribution model that occurredin the province of west java.In order to make the model trip generation and attraction, it is needed data destination origin that is achieved from secondary data. The result of secondary data is analyzed with Linear Regression method to get the model mathematic equation that the most well. For making the trip distribution model using Double Constrain Gravity Model (DCGR) and metode Furness.  Passenger trip generation model that is got from analysis result is Y = 3918278 + 16,008 X2 (R2= 0,843), where X2 = Population Amount. According statistic test result, the tip distribution model using DCGR model with negative exponential obstacle function. Therefore the model that is got is Tid= Oi.Dd..Ai.Bd.exp(-0,014159.Cid).Keyword : Transportation modeling, population growth, nation transportation origin destination.
Perbandingan Kendala dan Tantangan Penerapan Konsep Green Campus di Itenas dan Unpar Nenes Anggi Puspadi; Mia Wimala; Rangga Sururi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.23

Abstract

ABSTRAKKonsep green campus merupakan suatu upaya pengelolahan lingkungan yang melibatkan civitas kampus dalam mewujudkan lingkungan kampus berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kendala dan tantangan penerapan konsep green campus di Itenas dan Unpar. Kuesioner, wawancara dan observasi langsung dilakukan untuk memperoleh data yang diinginkan. Analisis varians (Anova) untuk mengetahui perbedaan pemahaman dan perenapan konsep green campus diantara kedua PTS tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai pemahaman dan penerapan konsep green campus. Secara umum, kendala terbesar yang dihadapi adalah tingkat pemahaman pengguna kampus yang masih rendah dan masih lemahnya kebijakan pimpinan kampus terkait konsep ini. Solusi yang dapat direkomendasikan adalah dengan memperbanyak sosialisasi kepada pengguna kampus baik secara kurikulum, penelitian dan organisasi kemahasiswaan peduli lingkungan serta memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan konsep ini.Kata kunci: green campus, kendala dan tantangan, analisis varians ABSTRACTGreen campus concept is an environmental management efforts involving the campus community in creating environmentally friendly campus. This study aimed to compare the obstacles and challenges in the application of green campus at Itenas and Unpar. Survey through questionnaire, interview and site observation were conducted to obtain the desired data. Analysis of variance (ANOVA) was used to determine differences of understanding and implementation of the concept between both campuses. The result showed that there were no significant differences regarding the understanding and implementation of green campus at itenas and unpar. In general, the biggest obstacle was the poor understanding of green campus concept and lack of policies related to the concept issued by each campus. The recommended solutions to these problems were to socialize the green campus concept either through curriculum, research and student organizations concerning the environmental issues, and enhace the campus commitment to implement the green campus concept.Keyword: green campus, obstacle and challenge, analysis of variance
Studi Mengenai Pengaruh Ukuran Maksimum Agregat Kasar pada Campuran Beton Memadat Mandiri (SCC) Fitri Yanto Hermansah; Abinhot Sihotang
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.62

Abstract

ABSTRAKBeton memadat mandiri (SCC) adalah beton inovatif yang tidak memerlukan getaran pada saat proses pelaksanaanya. Beton ini diberikan zat tambah berupa superplasticizer pada campurannya agar dapat mengalir. Berdasarkan EFNARC, beton ini harus memenuhi 3 (tiga) kriteria yaitu filling ability, passing ability dan segregation resistance. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui sifat beton segar dan beton keras pada campuran beton SCC dengan ukuran agregat kasar maksimum 10 mm dan 20 mm. Kemudian komposisi campuran juga dibedakan berdasarkan modulus kehalusan gabungan agregat yang seragam dan bervariasi. Kuat tekan target pada campuran beton SCC 27 MPa dan 47 MPa.Perancangan campuran beton SCC untuk penelitian ini menggunakan cara SNI yang dimodifikasi dengan metode Dreux. Kadar superplasticizer yang digunakan untuk semua jenis campuran sebesar 1,5% dari berat semen. Hasil pengujian beton SCC menunjukan campuran mempunyai karakteristik yang relatif seragam jika modulus kehalusan agregat campuran mempunyai nilai yang sama.Kata kunci: beton memadat mandiri (SCC), modulus kehalusan, ukuran maksimum agregat, superplasticizer ABSTRACTSelf Compacting Concrete (SCC) is an innovative concrete that doesn’t require vibration during the process. This concrete is added with a superplasticizer in the mixture. Based on EFNARC, this concrete must fulfill 3 (three) conditions, such asfilling ability, passing ability and segregation resistance. Therefore, a study was conducted to determine the characteristic of fresh concrete and hard concrete in SCC mixtures with maximum size of 10-mm and 20-mm coarse agregates. The target compressive strength of SCC mixturesis 27 MPa and 47 MPa. In this study,the design of the SCC mixtures uses the SNI method that modified by the Dreux Method. The superplasticizer content used for all types of SCC mixtures is 1.5% of the weight of cement. The SCC test result shows the mixtures have relatively uniform characteristics if the fineness modulus of aggregate has the same value.Keywords: self-compacting concrete (SCC), fineness modulus, maximum agregate size, superplasticizer
Pavement Condition Index (PCI) Runway Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Barkah Wahyu Widianto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.1

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi perkerasan landas pacu (runway) bandara yaitu dengan penilaian  (Pavement Condition Index). Nilai  memiliki 3 parameter, yaitu tipe kerusakan, tingkat keparahan kerusakan, dan jumlah atau kerapatan kerusakan. Dalam penelitian ini Penilaian  dilakukan di runway (perkerasan lentur) Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan luas 3000 m x 45 m.  ini dianalisis dengan menggunakan metode ASTM D 5340-12 (Standard Test Method For Airport Pavement Condition Index Surveys) dengan sampel 10% dari semua total luas sampel. Dari hasil penelitian didapat bahwa terdapat 3 nilai  yang berbeda yang menunjukan adanya penurunan kondisi perkerasan, yaitu  kondisi eksisting (sebelum perbaikan) adalah 69 (Fair/Sedang),  kondisi “do something” (setelah dilakukan perbaikan) adalah 65 (Fair/Sedang), dan  kondisi “do nothing” (jika tidak dilakukan perbaikan dan terjadi/bertambah kerusakan alur pada jalur roda pesawat) adalah 59 (Fair/Sedang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penurunan  runway jika dilakukan perbaikan memiliki nilai lebih kecil daripada jika runway tidak dilakukan perbaikan.Kata kunci: , ASTM D5340-12, perkerasan lentur ABSTRACTOne of method that is used to determine the condition of airport runway pavement is the parameter of  (Pavement Condition Index) value.  Value have three valuation parameters, they are the type of damage, the severity of the damage, and the number or density of damage. In this study, the valuation of  have been conducted at runway (flexible pavement) Halim Perdanakusuma Airport in Jakarta with an area of 3000 m x 45 m.  had been analyzed by using ASTM D 5340-12 methods (Standard Test Method For Airport Pavement Condition Index Surveys) with 10% sample from total area of  sample. From the result study, there are three grades in different  that showed a decrease in pavement conditions, they are  in existing condition (before repair) is 69 (Fair/Medium),  in “do something” condition (after repair) is 65 (Fair/Medium), and  in “do nothing" condition (if it is not carried out to repair and there is increasing damage of the groove on aircraft wheel track) is 59 (Fair/Medium). These results showed thatthe decreasing of  runway will be happened if the repairedhave a smaller value than if the runway is not carried out to repair.Keywords: , ASTM D5340-12, flexible pavement
Pengaruh Serbuk Batu Kapur terhadap Uji Tekan Beton Nurul Rochmah; Gede Sarya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.13

Abstract

ABSTRAK Semakin banyaknya permintaan akan semen akibat dari pembangunan konstruksi yang memakai material beton semakin meningkat, mengakibatkan semakin lama harga semen mengalami kenaikan. Sehingga dalam penelitian ini untuk meminimalisir pemakaian semen dalam campuran beton, penggunaan semen disibstusikan dengan serbuk yang terbuat dari batu kapur. Dipilih batu kapur karena senyawa yang ada dalam batu kapur mirip dengan senyawa yang di kandung dalam semen. Adapun proporsi yang dipakai dalam substitusi ini menggunakan serbuk batu kapur dengan persentase kelipatan 5% mulai dari 0% sampai 20%. Dari Hasil Uji tekan diperolehuji tekan optimal dari variasi serbuk kapur dan serbuk semen adalah pada variasi 10% sebesar 12,7 N/m2. Kata kunci: campuran beton, optimal, semen, serbuk kapur, uji tekan ABSTRACT The increasing demand for cement as a result of the construction of construction that uses concrete materials has increased resulting in the longer the price of cement has increased. So that in this study to minimize the use of cement in concrete mixtures, the use of cement is discussed with powder made of limestone. Limestone is chosen because the compounds in limestone are similar to compounds contained in cement. The proportion used in this substitution uses limestone powder with a percentage of a multiple of 5% ranging from 0% to 20%. From the compressive test results obtained optimal pressure test from the variation of lime powder and cement powder is at a variation of 10% by 12.7 N/m2. Keywords: concrete mixture, optimal, cement, limestone powder, pressure test