cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Pembelajaran Berbasis Masalah: Penerapan Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Indonesia Zefanya Handika Mulyawan; Mia Wimala; Carissa Carissa
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 2: Juli 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i2.13

Abstract

ABSTRAKGuna mengatasi permasalahan backlog hunian di Indonesia, salah satu alternatif yang ditawarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah teknologi modular beton pracetak Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Beberapa keunggulan yang ditawarkan meliputi peningkatan efisiensi waktu, peningkatan keamanan konstruksi, pengurangan sampah konstruksi, kebutuhan pekerja yang minimum, desain yang sederhana, dan ramah lingkungan. Sampai saat ini, teknologi ini lebih banyak diterapkan untuk konstruksi rumah darurat bencana dan bukan untuk hunian swadaya. Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan hunian yang semakin menantang di masa mendatang, pembelajaran melalui permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan perlu dikaji dan dievaluasi lebih lanjut. Penelitian awal ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul selama penerapan teknologi RISHA baik pada tahap perencanaan, produksi, konstruksi, maupun pemeliharaan. Kajian literatur, bimbingan teknis, dan wawancara dilakukan terhadap beberapa aplikator yang tersebar di seluruh Indonesia dilakukan untuk menjawab tujuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan berbagai permasalahan yang dapat diklasifikasikan ke dalam empat aspek, yaitu sistem manajerial dan prosedural, arsitektural dan struktural, finansial dan ekonomi, serta sosial dan stakeholders. Setelah itu, beberapa strategi yang dapat bermanfaat bagi upaya pengembangan teknologi RISHA juga dihasilkan berdasarkan analisis SWOT.Kata kunci: RISHA, beton pracetak, teknologi modular, permasalahan penerapan RISHA ABSTRACTTo overcome the housing backlog problem in Indonesia, The Ministry of Public Works, and Public Housing (PUPR) has offered a precast concrete modular technology, Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Its advantages include increased time efficiency, enhanced construction safety, reduced wastage, minimal labor requirements, simple design, and eco-friendly. Until now, RISHA is mostly used for disaster emergency housing, and not for self-support houses. To meet the housing demands that will be increasingly challenging in the future, learning through the problems encountered in its application needs to be studied and evaluated further. This initial research aims to identify problems that arise during the application of RISHA technology at various stages, i.e., planning, production, construction, and maintenance. A literature review, technical guidance, and interviews with several applicators spread throughout Indonesia were conducted to answer the objective. The results indicate various problems that can be classified into four aspects, namely managerial system and procedural; architectural, and structural; financial, and economic; and social and stakeholders. Furthermore, several strategies that can be useful for RISHA development efforts are also generated based on a SWOT analysis.Keywords: RISHA, precast concrete, modular technology, RISHA’s implementation issues
Pengaruh Subtitusi Parsial Variasi Tepung Kaca Terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer Sirait Kristin Angelika; Erma Desimaliana; Mirara Khanza
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 2: Juli 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i2.70

Abstract

ABSTRAKSalah satu masalah utama yang dihadapi adalah tingginya emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan semen selama proses pembangunan dan penggunaan gedung. Penelitian ini dilakukan dengan membuat perbandingan agregat dan binder-nya sebesar 70%:30%, sebagai pengganti material pengikat yang digunakan yaitu fly ash dan tepung kaca, yang direaksikan dengan alkali aktivator untuk menghasilkan binder pada beton geopolimer. Alkali aktivator yang digunakan yaitu larutan NaOH konsentrasi 10M dan Na2SiO3 dengan perbandingan 1:3. Pada penelitian ini dilakukan 4 variasi benda uji berbentuk silinder ukuran 10 cm x 20 cm sebanyak 48 buah dengan perbandingan tepung kaca dan fly ash yaitu 0%:100% (variasi A), 10%:90% (variasi B), 15%:85% (variasi C), dan 25%:75% (variasi D). Metode membran diaplikasikan untuk perawatan benda uji, selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14, dan 28 hari. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton geopolimer tertinggi yaitu pada variasi B halmana 10% tepung kaca dengan 90% fly ash, dengan nilai masing-masing sebesar 21,12 MPa; 26,80 MPa; dan 28,65 MPa pada pengujian umur beton geopolimer 7 hari, 14 hari, dan 28 hari.Kata kunci: beton geopolimer, tepung kaca, fly ash, alkali kktivator, kuat tekan beton ABSTRACTOne of the main problems faced is the high emission of carbon dioxide (CO2) produced by cement during the process of building and using the building. This research was conducted by making a ratio of aggregate and binder of 70%:30%, as a substitute for the binding material used, namely fly ash and glass powder, which were reacted with an alkaline activator to produce binder in geopolymer concrete. The alkaline activator used was a 10M concentration of NaOH and Na2SiO3 with a ratio of 1:3. In this study, 4 variations of cylindrical specimens measuring 10 cm x 20 cm were carried out with 48 pieces with a ratio of glass powder and fly ash, namely 0%:100% (variation A), 10%:90% (variation B), 15%: 85% (variation C), and 25%:75% (variation D). The membrane method was applied for the treatment of the specimens, then the compressive strength of the concrete was tested at the age of 7, 14 and 28 days. Based on the results of the geopolymer concrete compressive strength test, the highest was variation B, which was 10% glass flour and 90% fly ash, with each value of 21.12 MPa; 26.80 MPa; and 28.65 MPa on the geopolymer concrete age test of 7 days, 14 days and 28 days.Keywords: geopolymer concrete, Glass powder, fly ash, alkaline activator, concrete compressive strength 
Pengaruh Spasi antar Helix terhadap Daya Dukung Fondasi Helical Pile pada Tanah Limestone dengan Metode Hoek Brown dan Mohr Coloumb Yuki Achmad Yakin; Desti Santi Pratiwi; Yanuar Agis Sugiarto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 2: Juli 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i2.26

Abstract

ABSTRAKRencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di bali. Karena pembangunan berada di lokasi bukit tinggi dekat laut yang dimana memiliki hembusan angin yang cukup kuat sehingga memengaruhi kuat aksial tekan dan aksial tarik. Oleh karena itu alternatif untuk menahan beban tekan dan tarik yaitu menggunakan fondasi Helical pile dimana lokasi penempatanya di bebatuan tanah Limestone. Dalam pemodelan fondasi helical pile divariasikan spasi helix nya yaitu 0,1 m; 0,15; m 0,2 m; dan 0,3 m. Hasil Deformasi dipemodelan plaxis 3D ada yaitu daya dukung ultimate dengan perbandingan model tanah Hoek Brown dan Mohr Coloumb dimana nilai daya dukung nya berbeda karena parameter dan spasi helix mempengaruhi nilai daya dukung. Untuk perhitungan analitis daya dukung menggunakan 2 metode yaitu Individual Bearing dan Cylindrical Shear. Tahapan perhitungan 2 metode memiliki nilai daya dukung yang berbeda berdasarkan nilai variasi spasi antar helix.Kata kunci: helical pile, Plaxis 3D, Hoek Brown, Mohr Coloumb ABSTRACTPlans to build a solar power plant in Bali. Because the development is located on a high hill near the sea which has strong enough wind gusts that affect axial compressive and axial tensile strength. Therefore an alternative to withstand compressive and tensile loads is to use a Helical pile foundation where the location is placed in Limestone soil rocks. In modeling the helical pile foundation, the helix spacing varies, namely 0.1 m 0.15 m 0.2 m and 0.3 m. The results of deformation in 3D plaxis modeling are the ultimate bearing capacity with a comparison of the Hoek Brown and Mohr Coloumb soil models where the bearing capacity values are different because the parameters and helix spacing affect the bearing capacity values. For the analytical calculation of the carrying capacity using 2 methods, namely Individual Bearing and Cylindrical Shear. The calculation stages of the 2 methods have different carrying capacity values based on the variation in the spacing between helix.Keywords: helical pile, Plaxis 3D, Hoek Brown, Mohr Coloumb
Model Penurunan Umur Layan terhadap Perubahan Nilai Parameter Desain Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Runway Bandar Udara Barkah Wahyu Widianto; Raden Christophorus Audiwahyu; Erlangga Maulana Basuki
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 2: Juli 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i2.80

Abstract

ABSTRAKDalam desain jenis perkerasan di fasilitas Runway Bandar Udara dibedakan menjadi kaku dan lentur, memiliki karakteristik sistem distribusi tegangan sampai subgrade yang berbeda, terutama pada perubahan nilai parameter desain. Hal ini akan mempengaruhi penurunan umur layan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan hubungan penurunan umur layan terhadap perubahan nilai parameter desain yaitu peningkatan annual departure lalu lintas pesawat udara, penurunan nilai CBR subgarde, serta penurunan kondisi modulus PCC pada perkerasan kaku dan setiap layer pada perkerasan lentur. Metode yang digunakan adalah Layered Elastic Theory bersumber pada FAA AC 150/5320-6G dengan software FAARFIELD V 2.0.18. Pada perkerasan lentur, penurunan CBR Subgrade memiliki nilai perubahan umur layan yang paling besar di antara penurunan modulus dan kenaikan annual departure yaitu y = 19,395 e-0,092x. Sedangkan pada perkerasan kaku, penurunan modulus memiliki nilai perubahan umur layan yang paling besar di antara penurunan CBR subgrade dan kenaikan annual departure yaitu y = 21,445 e-0,132x. Berdasarkan perbandingan model umur layan tersebut, maka perubahan paramater CBR subgrade paling berpengaruh pada perkerasan lentur, sedangkan perubahan parameter modulus PCC pada perkerasan kaku.Kata kunci: umur layan, CBR subgrade, annual departure, mutu material ABSTRACTIn the design of the type of pavement at the airport runway facility, it is distinguished into rigid and flexible, having different characteristics of the stress distribution system to subgrade, especially in changes in design parameter values. This will affect the decrease in service life. This study aims to model the relationship between reduced service life and changes in design parameter values, such as increase in annual departure of aircraft traffic, a decrease in the CBR subgarde value, and a decrease in PCC modulus conditions on rigid pavements and each layer on flexible pavements. The method used is Layered Elastic Theory based on FAA AC 150/5320-6G with FAARFIELD V 2.0.18 software. On flexible pavement, the decrease in CBR Subgrade has the largest change in service life between the decrease in modulus and the increase in annual departure, namely y = 19.395 e-0.092x. Whereas on rigid pavements, the decrease in modulus has the greatest change in service life between the reduction in CBR subgrade and an increase in annual departure, namely y = 21.445 e-0.132x. Based on the comparison of the service life models, the changes in CBR subgrade parameters have the most effect on flexible pavements, while changes in the PCC modulus parameters on rigid pavements.Keywords: Numerical Integration, Dredging Volume
Estimasi Volume Pengerukan Pelabuhan Tanjung Laut Dengan Metode Integrasi Numerik Fitri Suciaty; Muhamad Heaqal Ifriyanto; Siti Rania Usemahu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 2: Juli 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i2.49

Abstract

ABSTRAKPerhitungan volume pengerukan pada suatu pelabuhan diketahui dapat dilakukan dengan berbagai metode. Pada penelitian ini, algoritma perhitungan integrasi numerik klasik diaplikasikan untuk mengestimasi volume pengerukan Pelabuhan Tanjung Laut. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan berbagai metode dasar pada integrasi numerik, yaitu dengan tiga pendekatan yang berbeda: aturan titik tengah (midpoint rule), aturan trapesium (trapezoidal rule), dan aturan simpson (Simpson’s rule). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data batimetri Pelabuhan Tanjung Laut hasil survey yang dilakukan oleh PT Marindo Utama Penata Kawasan pada tahun 2016. Hasil perhitungan dengan menggunakan pendekatan integrasi numerik dibandingkan dengan data volume pengerukan yang didapatkan dari PT Marindo Utama Penata Kawasan. Estimasi volume pengerukan dengan pendekatan integrasi numerik tersebut menghasilkan nilai galat dan kecepatan konvergensi yang bervariasi. Analisis perbandingan ketiga pendekatan yang berbeda dalam menghitung volume pengerukan dilakukan pada penelitian ini untuk mengetahui metode mana yang paling akurat.Kata kunci: Integrasi Numerik, Volume Pengerukan ABSTRACTThe volume of dredging at a port can be calculated using various methods. In this study, the classic numerical algorithm of integration was applied to estimate the dredging volume of Tanjung Laut Port. Calculations are performed using basic methods of numerical integration, differing in a way of approximation: the midpoint rule, the trapezoidal rule, and Simpson's rule. The data used in this research is the bathymetric survey data of Tanjung Laut Port from PT Marindo Utama Penata Kawasan in 2016. The calculation results using the approximation methods of numerical integration are compared with the dredging volume data obtained from PT Marindo Utama Penata Kawasan. The approximated value of the dredging volume obtained, but they are determined with various errors and speed of convergence to the correct result. A comparative analysis of three different approaches to estimating dredging volume was carried out in this study to find out which method is the most accurate. Keywords: Numerical Integration, Dredging Volume
Pemanfaatan Fly Ash Sebagai Substitusi Sebagian Semen pada Papan Serat Ringan Susilowati, Anni; Satria, Kevin Muhammad; Pratikto, Pratikto
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.82

Abstract

ABSTRAKPapan serat ringan merupakan papan yang berasal dari pengolahan mortar yang terdiri dari campuran semen, pasir, air, foam, dan fly ash. Fly ash memiliki kandungan silica dan alumina yang mencapai 80%, dimana kandungan tersebut merupakan kandungan yang terdapat juga pada semen, sehingga fly ash dapat menjadi material alternatif sebagai pengganti semen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan acuan pengujian sifat fisik dan mekanik berdasarkan SNI 15-0233-1989 dan SNI 01-4449-2006. Variasi yang digunakan adalah 0,6 – 1 PC: 0,1 – 0,4 fly ash: 1,2 Pasir: FAS 0,233 dengan ditambahkan serat gelas sebanyak 4 lapis serta ditambahkan foam agent guna menciptakan mortar busa dengan perbandingan mortar dan foam agent adalah 0,45: 0,55. Hasil analisis menunjukan penggunaan fly ash menurunkan nilai kerapatan dan berat jenis papan serat ringan. Didapatkan papan serat ringan yang memiliki kemampuan dipaku yang baik serta nilai kuat lentur optimum didapatkan pada variasi 10% fly ash dengan nilai sebesar 67,19 kg/cm².Kata kunci: fly ash, mortar busa, papan serat ringan, serat gelas ABSTRACKLightweight fiberboard is a board derived from mortar processing, consisting of a mixture of cement, sand, water, foam, and fly ash. Fly ash contains a silica and alumina content of up to 80%, which is also present in cement, making fly ash a potential alternative material to replace cement. The research uses reference tests for physical and mechanical properties based on SNI 15-0233-1989 and SNI 01-4449-2006. The variations used are 0.6 – 1 PC: 0.1 – 0.4 fly ash: 1.2 Sand: FAS 0.233, with the addition of 4 layers of glass fibers and foam agent to create foam mortar with a mortar to foam agent ratio of 0.45: 0.55. The analysis results show that the use of fly ash decreases the density value and specific gravity of the light fiberboard. A lightweight fiberboard with good nail-holding capability is obtained, and the optimum flexural strength value is achieved at the 10% fly ash variation with a value of 67.19 kg/cm².Keywords: fly ash, foam mortar, lightweight fiberboard, fiberglass 
Evaluasi Struktur Rangka Kuda-Kuda Atap Baja Canai Dingin Wisma Perhutani Jakarta Selatan Berdasarkan SNI 7971:2013 Putri, Alya Nisrina Nabilah; Desimaliana, Erma
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.246

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, material baja canai dingin seringkali diaplikasikan terutama struktur rangka kuda-kuda atap pada konstruksi gedung dewasa ini karena harga yang terjangkau dan mudah dalam pemasangan. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kembali terhadap struktur rangka kuda-kuda atap Wisma Perhutani Jakarta Selatan berdasarkan SNI 7971:2013 yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan material baja canai dingin profil kanal dengan dimensi C75x35x0,75. Analisis profil kanal menggunakan metode LRFD berdasarkan SNI 7971:2013 dengan melakukan pemodelan pada software SAP2000 sebagai struktur rangka 2D statis tertentu. Dari hasil analisis, didapatkan 5 batang tekan melebihi rasio kapasitas penampang dengan nilai rasio terbesar sebesar 1,638. Sementara itu, lendutan yang terjadi sebesar 4,653 mm masih memenuhi nilai lendutan izin. Oleh karena itu, didapatkan simpulan bahwa struktur rangka kuda-kuda atap Wisma Perhutani Jakarta Selatan tidak dapat menahan kombinasi beban luar berdasarkan peraturan SNI 1727:2020, karena terdapat batang yang tidak memenuhi syarat rasio kapasitas penampang.Kata kunci: rangka kuda-kuda atap, baja canai dingin, rasio kapasitas penampang, deformasi ABSTRACTIn Indonesia, nowadays cold-formed steel material is often applied in building construction as roof truss frame structures, because of its affordable price and easy installation. In this research, a re-evaluation was carried out of Wisma Perhutani South Jakarta’s roof truss structure based on SNI 7971:2013 which aims to determine the effectiveness of using channel profile cold formed steel material with dimensions of C75x35x0.75. Channel profile analysis uses the LRFD method based on SNI 7971:2013 by modeling in SAP2000 software as a certain statistical 2D frame structure. From the analysis results, there are 5 compresision members exceeded its maximum capacity ratio as 1.638. Meanwhile, deflection that occurs is 4.653 mm below the allowable deflection. Therefore, it could be concluded that Wisma Perhutani South Jakarta’s roof truss structure could not restrain load combinations based on SNI 1727:2020, because of some members exceeded the allowable capacity ratio.Keywords: roof truss, cold-formed steel, cross-sectional capacity ratio, deflection
Evaluasi Kinerja Struktur Tribun Barat Stadion RAA Adiwijaya Kabupaten Garut dengan Analisis Pushover Metode ATC-40 Fathoni, Rifqi Mukhlis; Desimaliana, Erma
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.133

Abstract

Analisis Life Cycle Cost pada Bangunan Sekolah SMP Islam Al Azhar 17 Pontianak Rabbani, Admiral Hazel; Priyosulistyo, Henricus
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.38

Abstract

ABSTRAKDalam rangka mendukung program wajib belajar 12 tahun yang telah diterapkan Pemerintah Indonesia, bangunan sekolah membutuhkan metode yang baik dalam pemeliharaannya agar selalu dalam kondisi yang layak guna. Salah satu metode pemeliharaan yang dapat digunakan adalah metode Life Cycle Cost yang mengacu pada ISO 15686:5. Komponen biaya pada Metode LCC yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis biaya konstruksi awal, biaya operasional dan biaya pemeliharaan dan penggantian. Untuk mendukung penggunaan LCC, dilakukan perhitungan indeks kondisi bangunan agar dapat menentukan kondisi bangungan saat ini. Sedangkan untuk kelayakan dari segi investasi, dilakukan perhitungan Net Present Value. Dari hasil penelitian yang direncanakan untuk 25 tahun ke depan, didapatkan nilai biaya konstruksi sebesar Rp7.344.650.553 (39,91%), biaya operasional sebesar Rp7.520.911.599 (40,86%), dan biaya pemeliharaan sebesar Rp3.538.849.941 (19,23%). Total Life Cycle Cost bangunan sekolah adalah sebesar Rp18.404.412.094 (100%). Untuk nilai indeks kondisi bangunan saat ini, didapatkan nilai sebesar 91,054. Yang berarti bangunan masih dalam kondisi baik sekali dan belum membutuhkan penanganan segera. Sedangkan untuk perhitungan NPV bangunan untuk 25 tahun ke depan, didapatkan nilai positif sebesar Rp29.336.060.666. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa investasi bangunan dinyatakan layak atau menguntungkan.Kata kunci: biaya siklus hidup, indeks kondisi bangunan, pemeliharaan bangunan, NPV ABSTRACTIn order to support the 12-year compulsory education program implemented by the Indonesian Government, school buildings require good maintenance so that they are always in a usable condition. One maintenance method that can be used is the Life Cycle Cost method which refers to ISO 15686:5. The cost components of the LCC method used in this research are analysis of initial construction costs, operational costs, and maintenance and replacement costs. To support the use of LCC, a building condition index is calculated to determine the current condition of the building. Meanwhile, for feasibility in terms of investment, Net Present Value is calculated. From the results of research planned for the next 25 years, construction costs amounted to IDR 7,344,650,553 (39.91%), operational costs amounted to IDR 7,520,911,599 (40.86%), and maintenance costs amounted to IDR 3,538,849,941. (19.23%). ). Total Life Cycle Cost of school buildings is IDR 18,404,412,094 (100%). For the current building condition index value, a value of 91.054 was obtained. This means that the building is still in very good condition and does not require immediate maintenance. Meanwhile, for calculating the building's NPV for the next 25 years, a positive value of IDR 29,336,060,666 was obtained. These results can be interpreted as meaning that building investment is declared feasible or profitable.Keywords: life cycle cost, building condition index, building maintenance, NPV  
Identifikasi Kondisi Perkerasan Kaku Menggunakan Pedoman Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B (Studi Kasus: Ruas Jalan Cangkorah, Kabupaten Bandung Barat) Aisyah, Linda
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.207

Abstract

ABSTRAKPengukuran kondisi perkerasan dapat dilakukan dengan cara melakukan survei langsung dilapangan secara visual. Salah satu pedoman yang digunakan untuk mengindentifikasi kondisi perkerasan ialah menggunakan Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B. Indentifikasi kondisi perkerasan dilakukan di ruas jalan Cangkorah Kabupaten Bandung Barat dengan jenis perkerasan ialah perkerasan kaku dengan panjang jalan 1 km. Metodologi diawali dengan melakukan survei lapangan dengan membagi perkerasan menjadi 20 unit sampel masing-masing per 50 meter, menganalisis hasil survei menggunakan pedoman Pd-01-2016-B, menentukan nilai rata-rata IKP yang menunjukkan skala kondisi perkerasan kaku. Hasil pengukuran kondisi perkerasan dilapangan dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penanganan yang tepat pada kerusakan jalan. Dari hasil survei dan analisis  menggunakan pedoman IKP didapatkan rata-rata nilai IKP perkerasan kaku ialah 51 yang menunjukan skala kondisi jelek dimana presentase  kondisi perkerasan 10% sangat baik, 15% baik, 20% sedang, 20% jelek, 20% parah serta 15% sangat parah sehingga direkomendasikan penanganan 55% rekonstruksi, 20% peningkatan struktural, 15% pemeliharaan berkala, dan 10% pemeliharaan rutin atau dapat direkomendasikan secara umum penanganan yang tepat untuk perkerasan kaku sepanjang 1 km di jalan Cangkoarah ialah rekonstruksi.Kata kunci: kondisi perkerasan, perkerasan kaku, IKP, rekonstruksi ABSRACTThe measurement of Pavement condition can be visually assessed through field surveys. Pavement Condition Index (IKP) Pd-01-2016-B was used as national guideline in identifying the pavement condition. It was determined that Cangkorah Street in Kabupaten Bandung Barat has a rigid pavement, extending for a length of 1 km. The following steps were carried out to assess the pavement condition, road condition survey, segmentation of the road into 50-meter segments, data collection and analysis based on Pd-01-2016-B, and the calculation of the average value of IKP, which represents the scale of the rigid pavement condition. Based on the IKP result, the pavement condition on Cangkorah Street is 10% good, 15% satisfactory, 20% fair, 20% poor, 20% very poor, and 15% in serious condition. The average IKP value for the rigid pavement is 51 which shows that the road is in poor condition that need to be improved by reconstructing the road along 1 Km. The needed improvement could also classify with 55% reconstruction, 20% structural improvement, 15% periodic maintenance, and 10% routine maintenance.Keywords: pavement condition, rigid pavement, IKP, reconstruction