cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Pengaruh Bakteri Bacillus Megaterium sebagai Self-Healing Agent pada Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Fauziah, Lulu; Murhayati, Siti Mutiara; M, Luthfi Muhammad; Aisyah, Linda
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.228

Abstract

ABSTRAKSifat beton yang lemah terhadap tarik memungkinkan terjadinya retakan mikro dan dapat merambat menjadi retakan makro, apabila retakan tersebut tidak terdeteksi. Oleh karena itu, muncul inovasi yang disebut dengan Self-healing concrete (SHC), yaitu beton dapat menutupi retakan mikro secara mandiri tanpa adanya perlakuan dari manusia. Pada penelitian ini, digunakan bakteri Bacillus megaterium sebagai healing agent kemudian diterapkan pada beton mutu tinggi rencana 45 MPa berdasarkan pedoman ACI 211-4r.93, dengan kadar subtitusi semen oleh fly ash sebanyak 25% dan persentase bakteri sebesar 2% dari komposisi air yang digunakan. Hasilnya, diperoleh peningkatan nilai kuat tekan pada beton bakteri umur 28 hari sebesar 12,662% terhadap beton kontrol. Dimana nilai kuat tekan rata-rata 62,199 MPa pada beton bakteri dan 55,208 MPa untuk beton kontrol. Selain itu, beton bakteri mulai menunjukkan proses self-healing pada hari ke-21 pasca pengujian dan lebar ukuran retakan mikro yang dapat diperbaiki bakteri adalah berkisar 0,66-2,76 mm.Kata kunci: beton mutu tinggi, self-healing concrete, bacillus megaterium, kuat tekanABSTRACTThe weak tensile properties of concrete allow micro-cracks to occur and propagate into macro-cracks if they are not detected. Therefore, an innovation called Self-healing concrete (SHC) emerged, where concrete can cover micro-cracks independently without human treatment. In this study, Bacillus megaterium bacteria were used as a healing agent. Then they applied to high-strength concrete plan 45 MPa based on ACI guideline 211-4r.93, with a cement substitution content by fly ash of 25% and a percentage of bacteria of 2% of the composition of the water used. As a result, an increase in compressive strength value was obtained in bacterial concrete aged 28 days by 12.662% against control concrete. Where bacterial concrete was 7,524 MPa and control concrete was 7,399 MPa. In addition, bacterial concrete began to show a self-healing process on the 21st day after the compressive test, and the width of the size of micro-cracks that bacteria can repair is in the range of 0.66-2.76 mm.Keywords: high strength concrete, self-healing concrete, bacillus megaterium, compressive strength
Analisis Tingkat Kebisingan Akibat Volume Lalulintas Purwanti, Oka; Widianto, Barkah Wahyu; Triana, Sofyan; Aji, Dilham Surya
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.114

Abstract

ABSTRAKKebisingan merupakan salah faktor yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satu sumber kebisingan berasal dari suara kendaraan bermotor. Lokasi pengamatan berada di sebuah rumah sakit yang memiliki baku tingkat kebisingan sebesar 55 dB. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kebisingan pada siang hari (06.00-22.00) telah melebihi batu tingkat kebisingan semenasa pada malam hari (22.00-06.00) tingkat kebisingan masih berada di bawah baku tingkat kebisingan. Model tingkat kebisingan menggunakan valume lalulintas total dan volume lalulintas terklasifikasi sebagai variabel yang berpengaruh. Hasilnya menunjukkan nilai R2 bervariasi antara 57,99% sampai 92,68% (menggunakan volume lalulintas total) dan 60,74% sampai 94,50% (menggunakan volume lalulintas terklasifikasi). Prediksi tingkat kebisingan menghasilkan nilai kebisingan pada siang hari menunjukkan nilai yang melampaui baku tingkat kebisingan sedangkan pada malam hari, sampai tahun 2030 tingkat kebisingan masih dibawah baku tingkat kebisingan.Kata kunci: tingkat kebisingan, volume lalulintas ABSTRACTNoise is a factor that can cause various diseases. One source of noise comes from the sound of motorized vehicles. The observation location is in a hospital which has a standard noise level of 55 dB. Observation results show that the noise level during the day (06.00-22.00) has exceeded the noise level while at night (22.00-06.00) the noise level is still below the standard noise level. The noise level model uses total traffic volume and classified traffic volume as influential variables. The results show that the R2 value varies between 57.99% to 92.68% (using total traffic volume) and 60.74% to 94.50% (using classified traffic volume). The noise level prediction produces noise values during the day that show values that exceed the standard noise level, while at night, until 2030 the noise level will still be below the standard noise levelKeywords: noise level, traffic  
Optimalisasi Proses Konstruksi Gedung Bertingkat dengan Building Information Modeling (BIM) Kamaludin, Kamaludin
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.19

Abstract

ABSTRAKBuilding Information Modeling (BIM) mewakili konsep revolusioner bagi tenaga ahli yang terlibat dalam sektor konstruksi, menjanjikan integrasi yang lebih baik di antara berbagai pemangku kepentingan dalam sebuah proyek. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan dan efisiensi yang lebih besar di dalam proyek konstruksi. Dengan mengadopsi BIM, diharapkan bahwa kekurangan metode konvensional yang sering mengalami kesalahan karena ketidakakuratan dalam perhitungan. Mengingat hal ini, diperlukan untuk menggali lebih dalam implementasi BIM dan untuk menentukan kebutuhan material untuk pekerjaan kolom dan balok dalam struktur bangunan. Perhitungan dilakukan pada proyek akhir arsitektur dengan 2 model struktur. model pertama dengan jarak antar kolom 4 m dan model kedua dengan jarak antar kolom 8 meter. Dalam kasus ini, model 2 dengan jarak antar kolom yang lebih kecil (4,05 m) ternyata lebih ekonomis dibandingkan dengan model 1 yang memiliki jarak antar kolom yang lebih besar (8,1 m). Meskipun model 2 memerlukan lebih banyak kolom. Komponen struktur terdapat unggul di model pertama dan terdapat juga unggul di model kedua, secara keseluruhan dominan unggul di model yang memiliki antar jarak kolom 4 meter.Kata kunci: building information building, optimasi, gedung bertingkat, model struktur ABSTRACKBuilding Information Modeling (BIM) represents a revolutionary concept for professionals involved in the construction sector, promising better integration among various stakeholders in a project. This integration aims to create greater alignment and efficiency within construction projects. By adopting BIM, it is expected to overcome the shortcomings of conventional methods, which often suffer from errors due to inaccuracies in calculations. Considering this, it is necessary to delve deeper into the implementation of BIM and to determine the material requirements for column and beam work in building structures. Calculations were carried out on an architectural final project with 2 structural models. The first model has a distance between columns of 4 meters, and the second model has a distance between columns of 8 meters. In this case, model 2, with a smaller column spacing (4.05 m), turned out to be more economical compared to model 1, which has a larger column spacing (8.1 m), despite model 2 requiring more columns. Structural component advantages are found in the first model and also in the second model, but overall, dominance is seen in the model with a 4-meter column spacing.Keywords: building information modeling, optimization, high-rise buildings, structural model 
Kajian Variabel Risiko Kecelakaan Kerja dan Upaya Mitigasi Risiko Berdasarkan pada Proyek Pembangunan SUTT 150 kV di Kota X Berdasarkan Standar AS/NZS 4360:2004 Shima, Ratih Dewi; Puspadewi, Selly; Hazairin, Hazairin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.186

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan pembangunan SUTT 150 kV terdapat kemungkinan potensi risiko kecelakaan kerja, sehingga diperlukan tindakan lebih lanjut untuk menganalisis faktor penyebab posibilitas kecelakaan kerja selama proses pembangunan SUTT. Hal ini disebabkan oleh minimnya penerapan SMK3. Penelitian ini menggunakan metode tingkat kemungkinan (likelihood) dan matriks level, sedangkan untuk standar yang digunakan pada penilaian tingkat risiko adalah AS/NZS 4360:2004. Berdasarkan hasil penelitian pada pembangunan SUTT 150 kV di Kota X diperoleh hasil indeks risiko dan matriks risiko (level) potensi risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan erection dan pekerjaan stringing memiliki variabel risiko non-teknis, seperti dehidrasi dan tersambar petir.Kata kunci: AS/NZS 4360:2004, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) ABSTRACTHigh Voltage Transmission Lines (HVTL or SUTT in Indonesia terms) 150 kV construction has the potential risk of work accidents, therefore action is needed in the implementation of the construction 150 kV SUTT has the potential risk of work accidents, so that action is needed to analyze various factors that cause work accidents that may occur during the SUTT construction process. This can be caused by the lack of implementation of the Occupational Health and Safety Management System. The methods used are likelihood and matrix level, while the standard used in the risk level assessment in this study is AS/NZS 4360:2004. Data were obtained from the results of discussions, interviews and questionnaires distributed to several respondents. Based from research on the X City 150 kV SUTT Development Project, the results that obtained from the analysis are value of the risk index and risk analysis matrix (level) of the potential risk of work accidents in erection tower work and in stringing tower work has a non-technical risk variable.Keywords: AS/NZS 4360:2004, Occupational Health and Safety Management System (SMK3), High Voltage Transmission Lines (SUTT)
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proyek Padat Karya Preservasi pada Ruas Jalan Nasional di Pulau Flores-NTT Poleng, Yosef Venansius Alvian; Teja, Antonius Walfino; Caling, Claudius Lippershey Bright; Gon, Kasmir
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.72

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pekerja, faktor penghambat proyek padat karya dan nilai produktivitas proyek padat karya preservasi di ruas Jalan Nasional (Ruas Bts. Kota Ruteng – Km.210 – Sp. Bajawa – Malanuza – Gako) yang melintasi tiga Kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Ngada sepanjang 124,86 km; telah dilaksanakan pada Desember 2022 sampai dengan Februari 2023. Data yang diperoleh dari hasil wawancara responden di lapangan, diolah dan ditabulasi dengan menggunakan Microsoft Excel; kemudian dilakukan model pendekatan ekonometri dengan analisis regresi linier berganda melalui aplikasi JaSP (Jeffrey’s Amazing Statistics Program) sebagai alat bantu. Hasil penelitian pada proyek padat karya preservasi Ruas Jalan Nasional di Pulau Flores dapat disimpulkan bahwa: 1) Umur, tingkat pendidikan formal, jenis kelamin, pengalaman melaksanakan pekerjaan dengan metode sejenis adalah faktor yang mempengaruhi karakteristik pekerja. 2) Cuaca, kearifan lokal, lokasi topografi yang curam dan jenis tanah yang cadas, manajemen material proyek, perubahan volume dan desain pekerjaan, serta masalah dengan pihak lain merupakan faktor penghambat. 3) Faktor hambatan yang tidak menentu, namun dapat berjalan dengan baik apabila dikerjakan oleh perkerja sebanyak 29 orang karena dapat menghasilkan nilai produktivitas sebanyak 8,23 km.Kata kunci: jalan, proyek padat karya, faktor pengaruh, produktivitas ABSTRACTThe purpose of this study is to analyze the characteristics of workers, inhibiting factors of labor-intensive projects and the productivity value of preservation of labor-intensive projects on national roads (Bts. Ruteng - Km.210 - Sp. Bajawa - Malanuza - Gako) that cross three districts, namely Manggarai, Manggarai Timr and Ngada along 124.86 Km, has been carried out from December 2022 to February 2023. The data to be obtained from the results of respondents' interviews in the field are processed and tabulated using Microsoft Excel then an econometric approach model is carried out using multiple linear regression analysis through the JaSP application (Jeffrey’s Amazing Statistics Program) as an auxiliary. The results of research on labor-intensive projects of national road preservation on the island of Flores can be concluded that:1) Age, level of formal education, gender, experience of carrying out work with similar methods are factors that influence the characteristics of workers. 2) Weather, local wisdom, steep topographic location and rocky soil type, project material management, changes in the volume and design of work, and problems with others are inhibiting factors. 3) The obstacle factor in the project is uncertain, but can run well if done by 29 workers because it can produce a productivity value of 8.23 Km.Keywords: road, labor-intensive projects, influence factors, productivity
Studi Perbandingan Respon Struktur pada Gedung Menggunakan Profil Baja Kastela dan WF Diredja, Nessa Valiantine; Desimaliana, Erma; Adhitomo, Ibnu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.240

Abstract

ABSTRAKPenggunaan material beton bertulang sebagai material konstruksi struktur gedung masih sangat populer khususnya pada bangunan tinggi. Namun saat ini, material baja sudah tidak asing di dunia konstruksi karena kekuatan tarik dan tekan yang cukup tinggi dibandingkan beton bertulang. Adapun inovasi dari baja profil salah satunya adalah baja kastela. Baja kastela dapat menambah kapasitas kekuatan penampang tanpa menambah berat sendirinya. Penelitian ini mengkaji respons struktur dari 3 model gedung 9 lantai berupa struktur eksisting menggunakan material beton bertulang, struktur gedung dengan material baja dan struktur gedung baja yang menggunakan balok dari baja kastela. Berdasarkan hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa dari ketiga variasi model struktur, gedung dengan menggunakan baja kastela pada elemen balok menghasilkan periode serta simpangan antar lantai yang lebih kecil di segala arah dibandingkan dengan bangunan dari struktur beton bertulang dan struktur baja.Kata kunci: beton bertulang, baja, baja kastela ABSTRACTThe use of reinforced concrete as a construction material for building structures is still very popular, especially in high rise building. However, currently, steel material is also common to use because its tensile and compressive strength is quite high compare to reinforced concrete. One of the innovations in steel profile is castellated steel. Castellated steel can increase the strength capacity especially in bending strength without increasing its own weight. This research examines the structural response of three models of 9 story buildings in the form of existing structure using reinforced concrete material, building structure using steel material and steel building with the use of castellated beam. Based on the result of the analysis, it was concluded that of the three structural model variations, building using castellated beam produced period of structure and story drift that smaller in all direction compared to buildings using reinforced concrete and steel structures.Keywords: reinforced concrete, steel, castellated steel
Pengujian Kuat Rekat Sambungan Kayu Menggunakan Cyanoacrylate Adhesive dengan Pengisi Serbuk Soda Kue, Serbuk Sketsa, Serbuk Kopi dan Serbuk Kayu Jualiana, Ervananda Putri; Arnandha, Yudhi; Rakhmawati, Anis
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.124

Abstract

ABSTRAKKayu yang dipasarkan di pasaran mempunyai keterbatasan dalam ukuran, sehingga dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode penyambungan kayu. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui nilai kuat rekat sambungan kayu menggunakan cyanoacrylate adhesive dan isian serbuk soda kue, serbuk sketsa, serbuk kopi, dan serbuk kayu serta mengetahui serbuk yang paling baik sebagai pengisi perekatan untuk meningkatkan kekuatan rekatnya. Pembuatan benda uji pada penelitian ini berjumlah 20 buah dengan 5 jenis varian yang masing-masing variasi dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Pengujian dilakukan di Laboratorium Bahan Bangunan, Program Studi Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta. Pengujian ini didasarkan pada standar ASTM D905-03. Hasil perhitungan kuat rekat sambungan kayu mahoni menggunakan variasi beda isian yang tanpa isian, serbuk soda kue, serbuk sketsa, serbuk kopi, dan serbuk kayu memiliki rata-rata sebesar 4,97 MPa; 2,58 MPa; 0,61 MPa; 2,54 MPa; dan 6,15 MPa. Variasi isian serbuk kayu memiliki kuat rekat tertinggi dikarenakan sifat serbuknya yang mampu menyerap cairan dengan baik dari pada serbuk yang lainnya sehingga perekatnya lebih menyerap dengan merata serta karena jenis yang sama dengan bidang rekatnya.Kata kunci: kayu mahoni, kuat rekat, cyanoacrylate adhesive, serbuk pengisi ABSTRACTWood that is marketed in the market has limitations in size, so it can be done by utilizing the wood splicing method. The purpose of this study was to determine the adhesive strength value of wood joints using cyanoacrylate adhesive glue and baking soda powder filling, sketch powder, coffee powder, and wood powder; not only to determine the best powder for gluing fillers but also to increase the adhesive strength. The manufacture of test objects in this study amounted to 20 pieces with 5 types of variants, each of which was repeated 4 times. Testing was carried out at the Building Materials Laboratory, Civil Engineering and Planning Study Program, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University. This test is based on the ASTM D905-03 standard. The results of the calculation of the adhesion strength of mahogany wood joints using different variations of fillings without fillings, baking soda powder, sketch powder, coffee powder, and wood powder have an average of 4.97 MPa, 2.58 MPa, 0.61 MPa, 2.54 MPa, and 6.15 MPa. The wood powder filling variation has the highest adhesive strength due to the nature of the powder which is able to absorb liquid better than other powders so that the adhesive absorbs more evenly and because of the same type as the adhesive field.Keywords: mahogany wood, adhesive strength, cyanoacrylate adhesive, filler powder  
Metode PVD dan Preloading sebagai Upaya Perbaikan Tanah Lunak di Proyek Jalan Tol Jambi Indonesia Pratiwi, Desti Santi; Abdurrahman, Faris Naufal
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.29

Abstract

ABSTRAKPermasalahan tanah lunak sering menjadi fokus utama dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol. Tanah lunak akan mengalami proses konsolidasi yang merupakan proses terdisipasinya tekanan air pori berlebih akibat adanya beban dengan kurun waktu yang relatif lama. Hal tersebut dikarenakan tanah lunak memiliki ukuran dan nilai permeabilitas yang relatif kecil. Oleh karena itu upaya percepatan waktu konsolidasi perlu dilakukann untuk memangkas waktu konstruksi dan pada akhirnya dapat meminimalisisr biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi preloading dan PVD sebagai upaya perbaikan tanah lunak di area pembangunan Jalan Tol Jambi Indonesia dengan menggunakan pendekatan Metode Elemen Hingga yang berbasis Metode Numerik. Perencanaan PVD yang digunakan yaitu pola segitiga dengan spasi dan kedalaman yang divariasikan. Berdasarkan hasil analisis, PVD dengan kedalaman 4 m dan spasi 1,5m dapat mereduksi hingga 90% waktu penurunan yang akan terjadi, sehingga kombinasi tersebut disarankan dalam pengaplikasiannya di lapangan.Kata kunci: tanah lunak, konsolidasi, metode elemen hingga, PVD, waktu penurunan ABSTRACTSoft soil problems are often the main focus of infrastructure development, especially toll roads. Soft soil will experience a consolidation process that dissipates excess pore water pressure due to loads over a relatively long period of time. This is because soft soil has a relatively small size and permeability value. Therefore, efforts to accelerate consolidation time need to be made to cut construction time and ultimately minimise construction costs. This research aims to determine the combination of preloading and PVD as an effort to improve soft soil in the Jambi Indonesia Toll Road construction area using a finite element method approach based on numerical methods. The PVD plan used is a triangular pattern with varied spacing and depth. Based on the analysis results, PVD with a depth of 4 m and a spacing of 1.5 m can reduce up to 90% of the settlement time, so this combination is recommended for application in the field.Keywords: soft soil, consolidation, finite element method, PVD, settlement time  
Analisis Perencanaan dan Kelayakan Ekonomi Kolam Retensi pada Perumahan Griya Bintara Indah, Kota Bekasi Hidayat, Samsul; Andajani, Sih; Prasetyo, Ryan Faza
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 3: November 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i3.197

Abstract

ABSTRAKPerumahan Griya Bintara Indah di Kecamatan Bekasi Barat sering mengalami genangan pada saat hujan dengan intensitas tinggi. Pada saat hujan tinggi, genangan pada Perumahan Griya Bintara Indah disebabkan sebagian saluran drainasenya sudah tidak mampu menampung air hujan dan elevasi muka air saluran drainase di hilir lebih rendah dari pada elevasi muka air di outletnya sehingga terjadi aliran balik. Penanganan genangan harus komprehensif, diusulkan dimensi saluran drainase eksisting di bagian hulu perumahan diperbesar dan di bagian hilir dibangun kolam retensi dengan pompa. Ada 2 alternatif yang diteliti, yaitu alternatif 1 kolam retensi tanpa merubah dimensi dan alternatif 2 kolam retensi dengan merubah dimensi. Metode studi kelayakan ekonomi yang digunakan adalah Metode Analisis Sensitivitas. Hasil dari analisis hidrologi dan hidraulika ada 37 ruas saluran eksisting sudah tidak mampu menampung debit banjir kawasan, sehingga diusulkan saluran eksisting diperbesar dengan U-ditch 500/500 dan kolam retensi dibangun dengan volume 35.481,62 m³. Dari hasil studi kelayakan ekonomi alternatif 2 mempunyai kelebihan dibanding alternatif 1. Biaya pengeluaran untuk alternatif 2 lebih kecil dari alternatif 1 sehingga penghematan biaya alternatif 2 lebih besar dari alternatif 1. Selanjutnya, dampak dari genangan akan hilang total pada alternatif 2.Kata kunci: saluran drainase, kolam retensi, studi kelayakan ekonomi ABSTRACTThe Griya Bintara Indah Housing Complex in West Bekasi District often experiences inundation during high-intensity rains. During heavy rains, inundation in the Griya Bintara Indah Housing Complex is caused by fact that some of the drainage channels are no longer able to accommodate rainwater and the water level of the downstream drainage channels is lower than the water level at the outlet, resulting in backwater. Management of inundation must be comprehensive in the upstream part of the housing it is proposed to enlarge the dimensions of the existing drainage channels and in the downstream part to build a retention pond with pumps. There are 2 alternatives studied, namely alternative 1 the retention pond without changing the dimension and alternative 2 the retention pond by changing the dimensions. The economic feasibility study method used is the Sensitivity Analysis Method. The results of the hydrological and hydraulics analysis show that 37 existing canal sections are no longer able to accommodate regional flood discharges, so it is proposed that the existing canals be enlarged with U-ditch of 500/500 and a retention pond built with a volume 35,481.62 m3. From the results of the economic feasibility study, alternative 2 has advantages over alternative 1. Expenditure cost for alternative 2 is smaller than alternative 1. The amount of cost savings for alternative 2 is greater than alternative 1. Furthermore, the impact of inundation will disappear completely in alternative.Keywords: drainage channel, retention pond, economic feasibility study
Kajian Komparatif Ekonomi Perkerasan Lentur dan Kaku dengan Metode MDPJ 2017, Studi Kasus: Rekonstruksi Jalan Jampang Tengah-Kiara Dua Azhar, Mochammad Rafi; Shima, Ratih Dewi; Elkhasnet, Elkhasnet
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.180

Abstract

ABSTRAKRuas Jalan Jampang Tengah-Kiara Dua adalah jalan nasional antar Kota Sukabumi dan Sukabumi Selatan. Jalan ini mempunyai lebar 5 m dan panjang 10,40 km, serta tingkat kerusakan yang cukup parah, sehingga memerlukan perbaikan. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi berdasarkan jenis perkerasan jalan yang kemudian ditinjau berdasarkan anggaran ekonomis untuk jalan tersebut. Dari perencanaan perkerasan lentur dan kaku menggunakan metode MDPJ 2017, diperoleh perkerasan lentur yaitu AC-WC setebal 4 cm, AC-BC setebal 6 cm, LFA Kelas A setebal 40 cm. Untuk perkerasan kaku, tebal pelat beton ialah 28,5 cm, lapis LMC setebal 10 cm, lapis drainase setebal 15 cm, lapis stabilisasi 30 cm, dowel D 36 sepanjang 450 mm, dan jarak 300 mm,  lalu tie bars D 16 sepanjang 810 mm, dan spasi 750 mm. Dari hasil perhitungan ekonomi menggunakan metode Annual Worth didapat biaya untuk pembangunan dan pemeliharaan selama 40 tahun. Untuk Perkerasan Lentur Rp50.216.997.833 dan Perkerasan Kaku Rp48.641.598.628 dapat disimpulkan dari segi biaya konstruksi awal perkerasan lentur lebih ekonomis tetapi setelah adanya pemeliharaan pekerasan kaku lebih ekonomis dibandingkan perkerasan lentur.Kata kunci: annual worth analysis, MDPJ 2017, NPV, perkerasan kaku, perkerasan lentur ABSTRACTThe Jampang Tengah-Kiara Dua road section is a national road between Sukabumi City and South Sukabumi. This road is 5 m wide with a length of 10.40 km and has a fairly severe level of damage so that the road needs to be reconstructed. The study was aimed to check and re-evaluating based on the type of road pavement that is appropriate in terms of budget and is more economical for the road. Using the MDPJ 2017 method, the flexible pavement thickness resulted with AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, LFA Class A 40 cm. While for the rigid pavement, the concrete slab thickness is 28.5 cm, LMC layer 10 cm, drainage layer 15 cm, stabilization layer 30 cm, dowel D 36 length 450 mm, with in-between space of 300 mm, then tie bars D 16 length 810 mm, with in-between space of 750 mm. In terms of economic calculations using the Annual Worth method, the costs for construction process and maintenance for 40 years for Flexible Pavement Rp50,216,997,833 and Rigid Pavement Rp48,641,598,628. The study concluded that in terms of initial construction costs, flexible pavement is more economical, but after maintenance, rigid pavement is more economical than flexible pavement.Keywords: annual worth analysis, MDPJ 2017, NPV, rigid pavement, flexible pavement