cover
Contact Name
Muhamad Akrom
Contact Email
jurnalelevasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalelevasi@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pondok Indah, Perumahan Bumi Paramadiva, Blok T No. 24, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi
ISSN : -     EISSN : 30901510     DOI : https:doi.org/10.6398/elevasi
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian, dengan nomor terdaftar E-ISSN. Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi merupakan jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Arfah BHMS Foundation. Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi memfokuskan pada masalah umum atau masalah yang terkait dengan layanan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian masyarakat. Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, berisi berbagai kegiatan dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Implementasi kegiatan layanan juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pelayanan diorganisasikan menjadi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2026): Januari" : 9 Documents clear
Implementasi Program Sanggar Lentera dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak di Majidi: Implementation of the Sanggar Lentera Program in an Effort to Improve Children's Reading Skills in Majidi Mahfudz Shobirin; Nabila Nur Aulia; Muhammad Jihadul Khairi Rizki; Ahmad Ansori; Melina Sari
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.115

Abstract

The Sanggar Lentera program is one of the community service activities conducted in Majidi, focusing on improving reading skills among children who are not yet fluent. This study aims to describe the implementation of the reading class and the development of children’s reading abilities throughout the program. The research employed a descriptive qualitative method, with data collected through direct observation of learning activities, children’s responses, and changes in their reading skills across each meeting. The subjects consisted of ten children who experienced difficulties in recognizing letters and forming simple words. The program was conducted in seven sessions, although one meeting was canceled due to heavy rain, resulting in six effective sessions. The findings show that during the initial meeting most children were still at a basic stage of reading ability. However, through gradual reading activities, simple literacy games, and personalized guidance, the children began to show noticeable progress. They became more confident in trying to read, recognized letters more quickly, and were able to form simple syllables. Challenges encountered during the program included irregular attendance and children’s difficulty in maintaining focus. Nevertheless, the Sanggar Lentera program proved to have a positive impact on the children’s reading skills while creating a supportive and enjoyable learning environment. These results indicate that community-based nonformal learning approaches have the potential to serve as an effective complementary support for children who need foundational literacy assistance.
Pengembangan Batikpreneur Muda melalui Workshop Digital Marketing pada Siswa Jurusan Kriya Batik SMKN 9 Surakarta Haris Annisari Indah Nur Rochimah; Nisa Nurmauliddiana Abdulah; Pramana; Tasya Amelia Putri Diandra; Ajeng Fitri Inayah; Ahmad Saifullah; Deanisa Fatmawati
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.121

Abstract

Wastra Nusantara menjadi salah satu kekayaan warisan tak benda yang dimiliki Indonesia yang perlu dilestarikan oleh generasi muda Indonesia. Batik merupakan salah satu warisan wastra nusantara yang saat ini mengalami degradasi makna dan filosofi karena adanya revolusi industri dan tren fast fashion yang akhir-akhir ini masuk ke industri tekstil Indonesia. Pelestarian budaya dan kebermanfaatan ekonomi bagi pengrajin Batik tentu tidak bisa lepas dan harus terus selaras. Hal ini dapat dimulai dengan memberikan edukasi dan pelatihan soft skill bagi siswa SMKN 9 Surakarta jurusan kriya batik-tekstil yang memiliki fokus pada produksi kerajinan batik. Di era Revolusi Industri 4.0 dan transformasi menuju Society 5.0, digital marketing menjadi aspek penting yang tidak hanya berpengaruh di tingkat lokal, tetapi juga berkaitan dengan isu global, seperti persaingan bisnis berbasis teknologi, pergeseran pola konsumsi masyarakat ke ranah digital, serta meningkatnya kebutuhan akan inovasi pemasaran yang cepat dan efektif. Perubahan ini menuntut generasi muda, khususnya siswa SMK jurusan kriya batik tekstil, untuk tidak sekadar menjadi pengrajin Batik, tetapi juga diarahkan agar mampu menjadi entrepreneur yang kreatif, mandiri, dan siap bersaing dalam ekosistem digital yang kompetitif. Melalui pemahaman tentang strategi pemasaran online, siswa SMK diarahkan untuk mampu membuat konten kreatif, menggunakan aplikasi editing, memahami algoritma media sosial, hingga membangun brand batik secara digital. Batikpreneur menjadi gerakan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pelestarian batik dan teori, tetapi juga praktik langsung sehingga siswa dapat mengasah kreativitas, berpikir kritis, dan melihat peluang usaha secara inovatif. Dengan demikian, penguatan jiwa wirausaha diharapkan mendorong siswa kriya batik tekstil untuk mandiri serta siap menciptakan peluang bisnis di era digital di bidang Batik.
Peningkatan Kompetensi Human-Machine Communication (HMC) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Eli Purwati; Krisna Megantari; Deny Wahyu Tricana; Syahdinia Dwi Aprilia Putri; Pramana
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.123

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah praktik komunikasi mahasiswa, khususnya dalam konteks akademik dan digital. Mahasiswa semakin terbiasa berinteraksi dengan sistem AI, namun sering kali belum dibekali pemahaman kritis dan etis mengenai Human-Machine Communication (HMC). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi HMC mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo agar mampu memanfaatkan AI secara reflektif, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung nilai nilai komunikasi manusia. Metode pengabdian dilaksanakan selama delapan bulan melalui lima tahap, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, simulasi, serta evaluasi dan refleksi, dengan pendekatan partisipatif dan experiential learning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep HMC, kesadaran terhadap keterbatasan dan bias AI, serta perubahan sikap dari penggunaan AI yang bersifat substitutif menuju penggunaan yang strategis dan etis. Program ini juga memperkuat sikap reflektif mahasiswa dalam menempatkan manusia sebagai pengendali utama dalam praktik komunikasi berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan literasi Human-Machine Communication di pendidikan tinggi dan relevan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui integrasi dalam kurikulum dan program pengembangan mahasiswa.
Sosialisasi dan Pendataan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Kalisari, Demak Ulil Albab; Muhamad Akrom
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.124

Abstract

Penting untuk menganalisis kondisi perumahan ini karena dampaknya cukup besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Rumah yang tidak layak huni dapat menyebabkan banyak masalah, seperti meningkatnya risiko penyakit, konflik sosial, dan bahkan berkurangnya produktivitas kerja. Program kerja yang dilaksanakan meliputi pendataan, verifikasi, dan validasi rumah tidak layak huni di wilayah Kalisari, yang mengangkat tema "Sinergitas Perguruan Tinggi dan Pemerintah dalam Upaya Peningkatan Rumah Layak Huni untuk Masyarakat "Tujuan dari program ini adalah untuk membantu pemerintah ikut serta dalam pengentasan dan mensukseskan program SDGs, khususnya masalah ekonomi; sosial, pendidikan; kesehatan bagi masyarakat serta membantu program nasional terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs”. Pada program pertama, pendataan, verifikasi, dan validasi rumah tidak layak huni yang diadakan untuk meninkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat melalui program verifikasi dan validasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan berbasis kebutuhan lokal. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membangun perumahan swadaya yang layak dan mampu menyelesaikan permasalahannya secara berkelanjutan.
Pelatihan Berbasis Praktik Editing Foto sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Iklan Digital UMKM di Apartemen Transit Ujung Berung Chairunnisa Widya Priastuty; Diah Agung Esfandari; Hanna Wisudawaty; Jasmine Alya Pramesthi; Pramana
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.132

Abstract

Transformasi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana utama promosi produk. Namun, keterbatasan kemampuan pengolahan visual, khususnya pada tahap editing foto, masih menjadi kendala utama dalam menghasilkan konten iklan yang menarik dan kompetitif. Kelompok UMKM Apartemen Transit Ujung Berung sebelumnya telah memperoleh pelatihan fotografi produk dasar, tetapi belum memiliki keterampilan lanjutan dalam menyunting foto agar layak digunakan sebagai iklan digital. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan UMKM melalui pelatihan berbasis praktik editing foto guna memperbaiki kualitas iklan di media sosial. Metode yang digunakan adalah praktik partisipatif dengan pendampingan langsung, di mana peserta mengedit foto produk mereka sendiri menggunakan aplikasi sederhana berbasis smartphone. Kegiatan diikuti oleh 11 peserta UMKM dengan latar belakang usaha yang beragam. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan dapat diikuti dengan baik oleh peserta. Sebanyak 87% peserta menyatakan pemahaman mereka terhadap teknik editing foto meningkat setelah pelatihan, sementara 93% peserta menilai kegiatan ini bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan usaha mereka. Perbandingan kondisi sebelum dan sesudah pelatihan memperlihatkan peningkatan signifikan pada kualitas visual foto produk, terutama pada aspek pencahayaan, warna, dan kerapian tampilan. Selain itu, 80% peserta merasa lebih percaya diri dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi setelah mengikuti pelatihan. Pelatihan berbasis praktik editing foto terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas iklan UMKM dan berpotensi memperkuat strategi pemasaran digital secara berkelanjutan. Kata kunci: UMKM, editing foto, pemasaran digital, media sosial, pengabdian kepada masyarakat
Pendampingan Perancangan dan Pemanfaatan Aplikasi Gamifikasi dalam Pembelajaran di SMP Al-Irsyad Kota Ternate Nurdin Abdul Rahman; Saprudin Saprudin; Rahim Achmad; Fatma Hamid; Mardia Hi. Rahman; Nurlaela Muhammad; Sumarni Sahjat; Erni Arfa; Wa Mirna La Misran; Arvitarli Arman; Mawaddah S. Kippu
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.135

Abstract

This article describes a community service (PKM) activity related to mentoring in designing and utilizing gamification applications in learning at the partner school. This PKM activity involved the PKM team, students, teachers, and educational staff at Al-Irsyad Junior High School in Ternate City. Data related to teacher competency achievement at the partner school was collected using performance observation sheets and product assessments. Data analysis was conducted using descriptive quantitative techniques. This PKM activity resulted in knowledge transfer and technology product transfer, as well as increased teacher competency at the partner school in designing and utilizing gamification applications in learning.
Penguatan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi melalui Program Kampus Mengajar di SD Negeri Inpres 21 Sowi Revisika Revisika; Fitri Armiati; Dian Indriyani; Dwi Septipane; Gunawan Gunawan
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.136

Abstract

Basic education in peripheral areas continues to face various challenges, particularly in terms of literacy, numeracy, and the utilization of learning technologies (Pratiwi, 2021; OECD, 2019). SD Impres 21 Sowi in Manokwari Regency is one of the elementary schools experiencing limited resources, low student reading interest, and minimal use of technology-based learning media (Direktorat Sekolah Dasar, 2020; Nugroho & Prasetyo, 2022). The Kampus Mengajar program is part of the Merdeka Belajar policy, which involves university students in contributing directly to the improvement of basic education quality (Kemendikbud, 2020; Kemendikbudristek, 2021). This community service activity aims to strengthen the role of university students in supporting the learning process through literacy and numeracy assistance as well as technology adaptation at SD Impres 21 Sowi. The implementation method employs a participatory and collaborative approach through stages of observation, planning, implementation, and evaluation (Rahmawati & Susanto, 2020; Astuti & Lestari, 2022). The activities include reading and writing assistance, contextual numeracy learning, and the use of simple digital learning media (Widodo & Kadarwati, 2021; Nugroho & Prasetyo, 2022). The results indicate an increase in students’ learning interest, improvement in basic literacy and numeracy skills, and greater student engagement in the learning process. In addition, the program has a positive impact on strengthening the social and pedagogical competencies of university students (Yuliana & Hartono, 2022; Sutrisno & Widodo, 2022). The Kampus Mengajar program has proven to contribute positively to improving the quality of basic education, particularly in schools with limited facilities and infrastructure (Kemendikbudristek, 2022)
Penerapan Digital Marekting sebagai Strategi Pemasaran Produk: Merangkai Peluang di Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji Titik Husnawati Amini; Baiq Hadiyani; Muhammad Sanusi; Ristina Wahyu Astuti; Via Widia Wati; Baiq Sulfiana; Saofa Sabila; Pebrian Pebrian
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.137

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lingkup dunia pemasaran dalam beberapa tahun terakhir ini. Metode komunikasi pemasaran yang sebelumnya bersifat tradisional dan konvensional, kini telah terintegrasi dalam dunia digital. Proses pemasaran maupun promosi suatu produk, jasa, maupun brand, yang dilakukan melalui media digital dan membutuhkan jaringan internet dalam kegiatannya disebut digital marketing. Namun adanya perkembangan teknologi tersebut masih banyak UMKM yang belum menerapkan teknologi khususnya digital marketing serta belum serta belum mengerti seberapa besar manfaat dan peranan penggunaan media digital tersebut salah satunya pada masyarakat Tirtanadi. Sehingga diperlukan kegiatan pengabdian dalam bentuk sosialisasi terkait hal tersebut di desa Tirtanadi Kecamatan Labuan Haji. Mitra dalam kegiatan ini adalah pemerintah setempat dan sasaran dari kegiatan ini adalah para pemuda/i, ibu-ibu PKK, para petani dan pekebun serta masyrakat yang telah memeiliki umkm ataupun yang belum memeiliki umkm namun bingung untuk memulainya seperti apa. Sosialisasi ini pembahas terkait tentang bagaimana cara memasarkan produk berbasis teknologi digital yang diawali dengan pengenalan tentang bagaimana konsep pemasaran digital serta manfaatnya, jenis-jenis saluran digital, contoh aplikasi social media yang sering digunakan, tips sukses digital marketing bagi pelaku usaha, peluang digital marketing kedepan seeperti apa, serta dijabarkan pula beberapa contoh UMKM sukses yang menerapkan konsep digital marketing dalam pemasaran produk.
Skrining dan Pemeriksaan pada Lansia Nurlathifah N. Yusuf; Eka Mustika Yanti; Baiq Disnalia Siswari; Supiani; Dwi Wirastri
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.156

Abstract

The increasing number of productive-age and elderly populations in Indonesia has led to a higher risk of non-communicable diseases (NCDs), while awareness and access to preventive health services remain limited, particularly in rural areas. This community service activity aimed to conduct health screening and examinations as an effort for early detection and to improve community health awareness. A participatory–educative approach was applied through anthropometric measurements, blood pressure assessment, waist circumference measurement, and point-of-care testing for random blood glucose and cholesterol among productive-age adults and elderly residents in Otak Lendang Village, Masbagik District, East Lombok Regency. The results indicated that a considerable proportion of participants had elevated blood pressure, high blood glucose and cholesterol levels, and signs of central obesity, not only among the elderly but also within the productive-age group. These findings suggest that the risk of NCDs has emerged at a younger age and requires serious attention. The implications of this activity highlight the importance of community-based health screening integrated with promotive and preventive education to encourage healthy lifestyle changes. In conclusion, community health screening is effective in the early identification of NCD risk factors and has the potential to serve as a foundation for planning sustainable health interventions at the village level.

Page 1 of 1 | Total Record : 9