cover
Contact Name
Ngurah Mahendra Dinatha
Contact Email
jurnal.jeco@gmail.com
Phone
+6282145383212
Journal Mail Official
jurnal.jeco@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 27757714     DOI : https://doi.org/10.38048/jor
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Edukasi Citra Olahraga (JECO) ada pada bidang kajian Ilmu Keolahragaan, Olahraga Pendidikan dan Kesehatan sebagai sarana Publikasi Penelitian Ilmiah di bidang keilmuan olahraga dengan berbagai aspek dan pendekatan yang dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 193 Documents
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN TAKTIS BUILD-UP BERBASIS SMALL-SIDED GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYERANG Gula, Yohanes Wilfianus; Tapo, Yohanes Bayo Ola; Wani, Bernabas; Bile, Robertus Lili; Rewo, Josep Marianus
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6783

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan sepak bola modern yang mengharuskan pemain menguasai aspek teknik dan taktik secara bersamaan, terutama dalam build-up dari lini tengah menuju penyerangan. Observasi awal di Klub Citra Bakti Ngada menunjukkan bahwa serangan melalui lini tengah belum efektif karena variasi pola serangan terbatas, koordinasi antar lini rendah, pergerakan tanpa bola minim, akurasi umpan di bawah tekanan rendah, dan pengambilan keputusan lambat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesulitan utama pemain dalam proses build-up serta merumuskan dasar pengembangan latihan taktis berbasis Small Sided Games (SSG). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung pada sesi latihan dan pertandingan, dengan fokus pada penguasaan bola, distribusi bola, koordinasi antar pemain, pergerakan tanpa bola, serta keberhasilan transisi serangan dari lini tengah ke lini depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah utama tim terletak pada aspek taktis kolektif, bukan hanya teknik individu, sehingga konteks latihan yang menyerupai pertandingan sangat dibutuhkan. Kesimpulannya, SSG relevan digunakan sebagai pendekatan latihan untuk meningkatkan keputusan bermain, kreativitas taktis, koordinasi antar lini, dan efektivitas build-up serangan sesuai karakteristik tim. Temuan rinci memperlihatkan build-up sering terhenti di lini tengah karena jarak antarpemain tidak ideal dan dukungan posisi terlambat, sehingga alur bola ke penyerang terputus. Hasil ini menegaskan perlunya desain SSG yang dimodifikasi melalui ukuran lapangan, jumlah pemain, dan aturan sentuhan untuk mensimulasikan tekanan pertandingan secara spesifik dalam program latihan.
IMPLEMENTASI MODEL LATIHAN BUILD-UP FROM FLANK PADA TIM SEPAK BOLA Naru, Yohanes Paulus De Brito; Bile, Robertus Lili; Wani, Bernabas; Tapo, Yohanes Bayo Ola
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6784

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya efektivitas serangan tim sepak bola melalui sektor sayap pada Tim Citra Bakti Ngada, yang tampak pada akurasi umpan, penetrasi sayap, efektivitas crossing, koordinasi fullback dan winger, serta jumlah peluang yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas implementasi model latihan build-up from flank dalam meningkatkan kualitas serangan melalui sektor sayap. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest design pada 20 pemain aktif yang dipilih secara purposive sampling. Perlakuan diberikan selama 6 sampai 8 minggu dengan frekuensi latihan 2 sampai 3 kali per minggu. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi performa taktis, analisis statistik pertandingan internal, dan dokumentasi video. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan perhitungan rata-rata, persentase peningkatan, dan gain score untuk menilai perubahan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator, yaitu akurasi umpan ke sektor sayap dari 65% menjadi 81%, frekuensi penetrasi sayap dari 6 menjadi 11 kali per pertandingan, efektivitas crossing dari 40% menjadi 62%, koordinasi fullback dan winger dari 60% menjadi 78%, serta jumlah peluang dari sektor sayap dari 4 menjadi 8. Peningkatan tertinggi terjadi pada efektivitas crossing sebesar 22%, yang menunjukkan keberhasilan latihan berbasis situasi permainan. Rata-rata keseluruhan meningkat dari 59,5 menjadi 78,5 dengan selisih 19 poin. Kesimpulannya, model latihan build-up from flank efektif meningkatkan efektivitas serangan tim melalui sektor sayap secara lebih terstruktur, terkoordinasi, dan produktif.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KETERAMPILAN GERAK MANIPULATIF TERHADAP KOORDINASI DAN KELINCAHAN SISWA SEKOLAH DASAR Riwu, Frumensius Lawe; Wani, Bernabas; Natal, Yanuarius Ricardus; Bile, Robertus Lili
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6786

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya koordinasi dan kelincahan siswa sekolah dasar dalam pembelajaran PJOK, khususnya pada keterampilan gerak manipulatif, serta praktik pembelajaran yang cenderung umum dan belum menargetkan aspek motorik secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran keterampilan gerak manipulatif terhadap koordinasi dan kelincahan siswa kelas V SDK Regina Pacis Bajawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental control group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 siswa yang dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 15 siswa. Data dikumpulkan melalui tes performa pretest dan posttest, observasi, serta dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi Wall Pass Test, Vertical Throw Test, Shuttle Run 4 x 10 meter, dan lembar observasi teknik gerak. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, kemudian Paired Samples T-Test dan Independent Samples T-Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest kelompok eksperimen 53,67 dan kelompok kontrol 54,00, sehingga kondisi awal kedua kelompok setara. Setelah perlakuan, rata-rata posttest kelompok eksperimen meningkat menjadi 78,33, sedangkan kelompok kontrol sebesar 53,67. Uji Independent Samples T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000, dan uji Paired Samples T-Test pada kelompok eksperimen juga menunjukkan nilai signifikansi 0,000. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran keterampilan gerak manipulatif efektif meningkatkan koordinasi dan kelincahan siswa serta mendukung pembelajaran PJOK yang lebih aktif, terstruktur, dan bermakna. Temuan ini memperkuat pentingnya desain latihan progresif di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SMA Hiasintus Rajong; Rumini
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6809

Abstract

Pembelajaran lempar lembing dalam Pendidikan Jasmani di SMA masih menghadapi kendala pada aspek keamanan, keterbatasan sarana, dan kurangnya variasi media pembelajaran. Penggunaan lembing standar dinilai belum sepenuhnya sesuai bagi siswa karena berisiko menimbulkan cedera dan rasa takut saat praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran lempar lembing yang aman, praktis, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa lembing modifikasi berbahan PVC, bola berekor, dan media karet. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 12 Semarang. Uji coba skala kecil melibatkan 34 siswa, sedangkan uji coba skala besar melibatkan 65 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, angket respons siswa, serta uji validitas dan reliabilitas instrumen. Validasi ahli materi, ahli media, dan guru PJOK memperoleh persentase 56,25% dengan kategori cukup layak. Uji validitas menunjukkan 13 butir instrumen valid dari 30 butir awal, sedangkan reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,846 dengan kategori sangat reliabel. Respons siswa pada uji coba skala besar memperoleh persentase 76,17% dengan kategori menarik atau layak. Media pembelajaran lempar lembing yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Pendidikan Jasmani di SMA, meskipun masih memerlukan penyempurnaan pada aspek desain, bobot, ukuran, dan kesesuaian dengan teknik lempar lembing.
EFEKTIVITAS GAME-BASED TRAINING TERHADAP PERFORMA TEKNIK, TAKTIK, DAN FISIK PEMAIN SEPAK BOLA U-13 Fajri Hamzah; Firmansyah Dahlan; Binsar Hasudungan Sihombing
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6847

Abstract

Sepak bola U-13 membutuhkan proses latihan yang mampu mengembangkan kemampuan teknik, taktik, dan fisik secara terpadu. Namun, latihan konvensional berbasis drill masih sering digunakan dan cenderung memisahkan keterampilan dari situasi permainan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas game-based training terhadap performa teknik, taktik, dan fisik pemain sepak bola U-13. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental melalui pola pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 40 pemain usia 11–14 tahun di SSB Kuda Laut Luwu yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n = 20) serta kelompok kontrol (n = 20). Kelompok eksperimen mengikuti game-based training selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti latihan konvensional berbasis drill. Instrumen pengukuran meliputi tes teknik passing, dribbling, dan shooting, Game Performance Assessment Instrument (GPAI), Yo-Yo Intermittent Recovery Test Level 1, sprint 20 meter, dan Illinois agility test. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test, independent sample t-test, dan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan kelompok kontrol pada seluruh variabel. Peningkatan tertinggi terjadi pada taktik (? = +16,6; d = 1,05), diikuti teknik (? = +13,2; d = 0,92), Yo-Yo IR1 (? = +200 m; d = 0,88), agility (d = 0,80), dan sprint 20 m (d = 0,75). Dengan demikian, game-based training efektif digunakan sebagai model latihan terpadu untuk meningkatkan performa pemain sepak bola U-13.
GIZI SEBAGAI FONDASI KEBUGARAN: STUDI KORELASI STATUS GIZI DENGAN KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI Felinda Sari; Mayza Tyas Nugraha; Alifiyanti Muharramah
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6850

Abstract

Status gizi dan kebugaran jasmani merupakan aspek penting dalam menunjang kesehatan, kemampuan fisik, dan kesiapan mahasiswa Pendidikan Jasmani dalam mengikuti aktivitas akademik maupun praktik olahraga. Mahasiswa Pendidikan Jasmani dituntut memiliki kondisi tubuh yang baik karena berhubungan langsung dengan peran mereka sebagai calon pendidik dan praktisi olahraga. Namun, status gizi normal belum tentu menjamin kebugaran jasmani yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara status gizi dan kebugaran jasmani mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Aisyah Pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 mahasiswa semester 5 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) untuk memperkirakan VO2max. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan SPSS Statistics versi 28 setelah melalui uji prasyarat normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki status gizi normal, yaitu 29 mahasiswa (72,5%). Namun, tingkat kebugaran jasmani sebagian besar berada pada kategori sangat kurang, yaitu 25 mahasiswa (62,5%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,250 dengan p = 0,121. Karena p > 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kebugaran jasmani. Kesimpulannya, status gizi belum terbukti berhubungan signifikan dengan kebugaran jasmani mahasiswa Pendidikan Jasmani. Faktor lain seperti kebiasaan latihan, intensitas aktivitas fisik, pola istirahat, dan gaya hidup kemungkinan lebih berperan dalam menentukan kebugaran jasmani.
EFEKTIVITAS LATIHAN COGNITIVE-RONDO TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN RUANG DAN KREATIVITAS MENYERANG PEMAIN SEPAK BOLA U-17 Nur Muhamad Hildan Hildan; Helmi Akmal Fauzan Helmi; Nadia Nurul Paramitha Nadia; Ridwan Afif Ridwan; Yogi Slamet
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6873

Abstract

Sepak bola modern menuntut pemain usia muda memiliki kemampuan teknik, taktik, dan kognitif yang terintegrasi, terutama dalam membaca ruang serta mengambil keputusan menyerang. Namun, latihan Rondo konvensional sering digunakan sebatas penguasaan bola dan passing, sehingga belum sepenuhnya menstimulasi kesadaran ruang dan kreativitas menyerang pemain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan Cognitive Rondo terhadap peningkatan kesadaran ruang dan kreativitas menyerang pemain sepak bola U-17. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain pre-test post-test control group. Subjek penelitian adalah 24 pemain U-17 SSB ABS19 Kabupaten Cirebon yang dipilih menggunakan purposive sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 12 pemain, melalui ordinal pairing berdasarkan skor pre-test. Kelompok eksperimen mengikuti latihan Cognitive Rondo selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti latihan Rondo konvensional. Data dikumpulkan melalui analisis video simulasi Small-Sided Games 7v7 menggunakan Game Performance Assessment Instrument (GPAI). Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, N-Gain Score, independent samples t-test, dan Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan lebih tinggi pada kesadaran ruang (gain 2,05; 95,34%; d = 2,60) dan kreativitas menyerang (gain 1,80; 78,26%; d = 1,94) dibandingkan kelompok kontrol. Nilai signifikansi kedua variabel adalah p < 0,001. Disimpulkan bahwa Cognitive Rondo efektif meningkatkan kesadaran ruang dan kreativitas menyerang pemain U-17 secara signifikan, praktis, dan relevan untuk pembinaan sepak bola usia muda berbasis kognitif di tingkat akademi lokal.
EFEKTIVITAS METODE BAGIAN DAN METODE KESELURUHAN TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN RENANG GAYA BEBAS PADA MAHASISWA Helmi Akmal Fauzan; Muti’ah Solihah; Nur Muhamad Hildan; Nadia Nurul Paramitha; Ridwan Afif; Yogi Slamet
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6875

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan mahasiswa dalam mengoordinasikan gerakan lengan, tungkai, posisi tubuh, dan pernapasan pada renang gaya bebas. Kesalahan koordinasi tersebut dapat menurunkan efisiensi gerak dan mempercepat kelelahan, sehingga diperlukan metode pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas metode bagian dan metode keseluruhan terhadap keterampilan renang gaya bebas pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Catur Insan Cendekia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain two-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 mahasiswa yang diperoleh melalui total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing berdasarkan hasil pretest. Kelompok pertama diberikan perlakuan metode bagian, sedangkan kelompok kedua diberikan perlakuan metode keseluruhan. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan renang gaya bebas 25 meter yang menilai teknik lengan, tungkai, pernapasan, koordinasi gerak, dan waktu tempuh. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, Paired Sample t-Test, dan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan renang gaya bebas dengan nilai p < 0,001. Namun, metode bagian menunjukkan peningkatan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan metode keseluruhan. Dengan demikian, metode bagian lebih efektif digunakan pada tahap awal pembelajaran, sedangkan metode keseluruhan dapat diterapkan untuk memantapkan koordinasi gerak secara utuh. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi dosen dan pelatih dalam menyusun program pembelajaran renang yang bertahap, sistematis, dan efektif.
KETERKAITAN KUALITAS TIDUR TERHADAP PERFORMA ATLET FUTSAL: SCOPING REVIEW Syaiful Nuari Arifandi; Bhekti Lestari; Afif Dwi Nugraha; Dewangga Yudhistira; Ghozi Indra Waskita; Pangondian Hotliber Purba
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6897

Abstract

Futsal merupakan olahraga intensitas tinggi yang menuntut kesiapan fisik, teknik, taktik, dan mental secara optimal. Salah satu faktor yang berperan dalam mendukung performa atlet adalah kualitas tidur, karena tidur berkaitan dengan pemulihan tubuh, daya tahan, konsentrasi, dan kestabilan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan kualitas tidur terhadap performa atlet futsal berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan mengikuti pedoman PRISMA-ScR dan pendekatan Joanna Briggs Institute. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci “kualitas tidur” AND “performa atlet” AND “atlet futsal”. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli atau tinjauan yang relevan, terbit pada tahun 2019–2026, tersedia full-text, berbahasa Indonesia, dan sesuai dengan fokus kajian. Dari 109 artikel yang ditemukan, sebanyak 7 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas tidur memiliki keterkaitan dengan performa atlet futsal, terutama pada aspek daya tahan fisik, VO?max, kebugaran jasmani, kelincahan, kecepatan, akurasi, konsentrasi, dan pengambilan keputusan. Kualitas tidur yang baik mendukung proses pemulihan dan kesiapan atlet, sedangkan kualitas tidur buruk, pola tidur tidak teratur, dan kebiasaan begadang berkaitan dengan kelelahan, penurunan kondisi fisik, gangguan psikologis, serta berkurangnya performa. Kesimpulannya, kualitas tidur merupakan faktor penting dalam pembinaan atlet futsal dan perlu diperhatikan dalam program latihan secara berkelanjutan.
PEMAHAMAN DAN PERSEPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN, DAN REKREASI TERHADAP TERMINOLOGI TEKNIS BAHASA INGGRIS DALAM PEMBELAJARAN BOLA BASKET Rizkhi Juni Setyawan; Kelik Wachyudi; Sayyid Agil Rifqi Munawar; Muhammad Rizqi Romadlon
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6909

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman terminologi teknis bahasa Inggris dalam pembelajaran bola basket, terutama bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) yang kelak berperan sebagai calon pendidik, pelatih, atau praktisi olahraga. Istilah seperti dribbling, shooting, passing, pivot, lay-up, free throw, dan three-point shoot sering digunakan dalam instruksi, bahan ajar, video pembelajaran, serta komunikasi olahraga internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dan persepsi mahasiswa PJKR terhadap terminologi teknis bahasa Inggris dalam pembelajaran bola basket. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survei. Responden berjumlah 55 mahasiswa PJKR yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket tertutup yang terdiri atas butir pemahaman istilah dan butir persepsi terhadap penggunaan istilah bahasa Inggris. Data dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, dan kategori deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh istilah berada pada kategori sangat tinggi. Istilah shooting, chest pass, overhead pass, dan lay-up memperoleh pemahaman tertinggi, sedangkan pivot, free throw, dan three-point shoot relatif lebih rendah. Mahasiswa juga memiliki persepsi positif terhadap penggunaan istilah bahasa Inggris karena dianggap mendukung kebutuhan akademik dan kepercayaan diri. Namun, sebagian mahasiswa tetap membutuhkan penjelasan dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, penggunaan terminologi teknis bahasa Inggris perlu dilakukan secara proporsional melalui padanan bahasa Indonesia, demonstrasi gerak, dan contoh situasi permainan secara kontekstual.