cover
Contact Name
Ngurah Mahendra Dinatha
Contact Email
jurnal.jeco@gmail.com
Phone
+6282145383212
Journal Mail Official
jurnal.jeco@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 27757714     DOI : https://doi.org/10.38048/jor
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Edukasi Citra Olahraga (JECO) ada pada bidang kajian Ilmu Keolahragaan, Olahraga Pendidikan dan Kesehatan sebagai sarana Publikasi Penelitian Ilmiah di bidang keilmuan olahraga dengan berbagai aspek dan pendekatan yang dilakukan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
MEMBANGUN FONDASI: ANALISIS DRIBBLING PADA ATLET FUTSAL PEMULA Putra, Fadli Suardhana Eka; Ruron, Antonius Tuan Tana; Nugroho, Mahir Dwi; Candra, Hardyan
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v5i3.6225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan teknik dasar dribbling futsal pada atlet pemula berusia 15 hingga 18 tahun di kota Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 20 atlet pemula yang tergabung dalam berbagai klub futsal lokal. Data dikumpulkan melalui tes dribbling terstandarisasi yang mengukur waktu yang dibutuhkan atlet untuk menyelesaikan serangkaian gerakan dribbling. Tes ini dirancang untuk mengukur kelincahan, kecepatan, dan kontrol bola dalam situasi permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 10% atlet yang memperoleh waktu “baik sekali,” sementara mayoritas atlet, yaitu 60%, berada dalam kategori “kurang” dan “sangat kurang.” Temuan ini menggambarkan adanya kesenjangan signifikan dalam penguasaan teknik dasar dribbling futsal pada atlet pemula di kota Yogyakarta. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar atlet pemula belum mampu menguasai teknik dasar yang diperlukan untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan program pelatihan teknik dasar yang lebih terstruktur dan intensif. Dengan pelatihan yang lebih fokus pada keterampilan dribbling, diharapkan atlet pemula dapat meningkatkan kemampuannya dan memenuhi standar yang lebih tinggi dalam kompetisi futsal, serta memperbaiki kesenjangan keterampilan yang ada.
STUDI KOMPARATIF MINAT DAN MOTIVASI ANAK USIA SEKOLAH TERHADAP OLAHRAGA BOLABASKET DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN Ristawati; Rahayu, Tandiyo; Rahayu, Setya
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v5i3.6257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat minat serta motivasi anak usia sekolah (6–19 tahun) terhadap olahraga bola basket di wilayah perkotaan dan pedesaan Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 57 responden, terdiri dari 20 anak di wilayah kota dan 37 anak di wilayah desa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur indikator minat dan motivasi, dilengkapi dengan dua pertanyaan terbuka dan observasi non-partisipan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, dilanjutkan dengan uji Independent Sample t-test untuk menguji perbedaan rata-rata antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata minat anak kota (41,25) lebih tinggi dibandingkan anak desa (27,57), begitu pula dengan rata-rata motivasi (kota = 43,75; desa = 31,78). Uji t-test mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan pada kedua variabel tersebut (minat: t = 5,397; p < 0,05; motivasi: t = 6,188; p < 0,05). Tingginya minat dan motivasi anak kota dipengaruhi oleh faktor dukungan sosial, paparan media, serta ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai. Sebaliknya, anak-anak desa menghadapi berbagai kendala seperti terbatasnya sarana, minimnya pelatihan terstruktur, dan rendahnya literasi olahraga. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi pembinaan yang lebih adil dan kontekstual, termasuk penyediaan fasilitas olahraga di pedesaan dan promosi olahraga bola basket di sekolah dan komunitas.
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KEBUGARAN PADA SISWA USIA 12-15 TAHUN Zahron, Ardiana Ezar Fausta; Fadhli, Nurrul Riyad
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v5i3.6259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kebugaran jasmani pada siswa usia 12-15 tahun di Pondok Pesantren Internasional Baitul Manshurin Malang. Menggunakan desain korelasional kuantitatif, penelitian ini melibatkan 55 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel stratified sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sementara kebugaran jasmani diukur dengan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kebugaran jasmani (r = 0,551, p < 0,001). Mayoritas siswa memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (45,5%) dan kebugaran jasmani sedang (36,4%). Siswa dengan tingkat aktivitas fisik lebih tinggi menunjukkan kebugaran jasmani yang lebih baik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran aktivitas fisik dalam meningkatkan kebugaran jasmani remaja. Oleh karena itu, perlu adanya program olahraga yang terorganisir dalam kurikulum sekolah asrama, guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan siswa secara lebih optimal.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK PADA MATERI AKTIVITAS RITMIK SMK KELAS X Ramadani, Ni Kadek Denita Putri; Adi, I Putu Panca; Dartini, Ni Putu Dwi Sucita
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6277

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar PJOK pada materi aktivitas ritmik di kelas X Akuntansi SMK TI Bali Global Singaraja. Pada prasiklus, ketuntasan klasikal mencapai 62%, disertai motivasi belajar rendah, keterlibatan terbatas, serta ketidaktepatan koordinasi dan irama gerak. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan model Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan hasil belajar pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berpendekatan kualitatif dalam dua siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes tulis (pengetahuan), observasi (sikap), dan penilaian unjuk kerja rangkaian gerak (keterampilan). Produk proyek berupa rangkaian senam aerobik disusun per kelompok, dipresentasikan, lalu dipraktikkan sebagai penilaian akhir siklus. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dan diperkuat dengan perbandingan persentase ketuntasan antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan meningkat menjadi 73% pada siklus I dan naik menjadi 96% pada siklus II setelah perbaikan pengorganisasian proyek, pendampingan latihan, dan penguatan kolaborasi. PjBL membuat peserta didik lebih aktif, percaya diri, dan konsisten berlatih sehingga teknik dan ketepatan irama membaik. Disimpulkan bahwa penerapan PjBL efektif meningkatkan hasil belajar PJOK materi aktivitas ritmik serta layak direkomendasikan untuk pembelajaran di SMK.
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN LENGAN DENGAN TINGKAT KETERAMPILAN SHOOTING FREE THROW PADA PEMAIN KU-16 KLUB BOLA BASKET Putra, Lingga Wisnu Gymnastiar; Pritama, Muhammad Atiq Noviudin
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6284

Abstract

Bola basket menuntut penguasaan teknik individu, dan free throw merupakan situasi strategis yang membutuhkan kontrol gerak stabil. Secara fisik, kekuatan otot lengan diduga berperan dalam menghasilkan dorongan bola yang konsisten sehingga akurasi tembakan meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kekuatan otot lengan dengan keterampilan shooting free throw pada pemain KU-16 Klub Bola Basket Human Kota Malang. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan total sampling (n=15). Kekuatan otot lengan diukur melalui push-up 1 menit (acuan Sajoto, 1995), sedangkan kemampuan free throw diukur dengan tes 5 percobaan. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas, dan korelasi Pearson menggunakan SPSS 26. Rata-rata push-up 30,80±7,60 dan rata-rata free throw 3,33±0,98; data berdistribusi normal (p>0,05) dan linear (p deviasi=0,066). Uji Pearson menunjukkan korelasi positif signifikan (r=0,665; p=0,007). Disimpulkan bahwa kekuatan otot lengan berhubungan dengan akurasi free throw, sehingga latihan penguatan lengan yang terprogram perlu dipadukan dengan pembinaan teknik shooting. Temuan ini memberi dasar empiris bagi pelatih untuk memprioritaskan latihan kekuatan ringan–sedang (push-up, beban, resistance band) pada fase pembinaan, tanpa mengabaikan koordinasi, kestabilan, dan konsentrasi saat eksekusi.
PENGARUH LATIHAN SHOOTING MENGGUNAKAN TARGET TERHADAP KEMAMPUAN AKURASI SHOOTING PADA PEMAIN FUTSAL Sanjaya, Dean; Syamsuramel; Destriani
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6287

Abstract

Futsal merupakan olahraga beregu berintensitas tinggi dengan ruang gerak terbatas, sehingga penyelesaian akhir yang efektif, khususnya shooting, menjadi penentu hasil pertandingan. Observasi di SKA Akademi menunjukkan akurasi shooting pemain masih belum optimal, sehingga diperlukan bentuk latihan yang lebih terarah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan shooting menggunakan target terhadap kemampuan akurasi shooting pemain futsal SKA Akademi. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 pemain (total sampling). Penelitian dilaksanakan selama 6 minggu (9 Juni sampai 21 Juli 2025) dengan 18 sesi, terdiri atas 1 pretest, 16 sesi perlakuan, dan 1 posttest. Instrumen berupa tes akurasi shooting dengan 6 tendangan dari jarak 10 meter menggunakan sistem zona skor (skor maksimal 30). Analisis data menggunakan SPSS 27, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 15,40 (SD = 2,15) menjadi 19,16 (SD = 2,11), dengan selisih 3,76 poin (24,4%). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (Z = -4,841; p = 0,001) dengan effect size besar (r = 0,88). Disimpulkan bahwa latihan shooting menggunakan target berpengaruh signifikan dan efektif meningkatkan akurasi shooting pemain futsal SKA Akademi.
FIRST AID KNOWLEDGE OF SPORTS INJURIES OF EAST JAVACRICKET ATHLETES Kamarudin, Abdulloh; Hanief, Yulingga Nanda
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6297

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai tingkat pengetahuan atlet cricket Jawa Timur mengenai pertolongan pertama cedera olahraga, dengan fokus pada metode PRICE, POLICE, dan PEACE & LOVE. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel berjumlah 20 atlet cricket Pra-PON Jawa Timur yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang telah divalidasi, berisi 20 butir pertanyaan yang mencakup indikator setiap metode, meliputi identifikasi cedera, langkah awal penanganan, prinsip optimal loading, serta edukasi pemulihan, kemudian dianalisis menggunakan persentase dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan 70% atlet memiliki pengetahuan tinggi tentang pertolongan pertama cedera olahraga dasar. Pemahaman terhadap PRICE dan POLICE didominasi kategori sedang, masing-masing 80% dan 90%. Pada PEACE & LOVE, 50% berada pada kategori sedang, 45% tinggi, dan 5% sangat tinggi. Analisis korelasi menemukan hubungan positif signifikan antara pengetahuan dasar dengan pemahaman PRICE serta PEACE & LOVE. Temuan ini menegaskan bahwa fondasi pengetahuan yang baik mendukung pemahaman metode yang lebih komprehensif. Meski demikian, diperlukan pelatihan lanjutan yang terstruktur, terukur, dan berulang, berbasis simulasi kasus pertandingan, agar penguasaan metode kompleks lebih aplikatif di lapangan. Program pembinaan disarankan melibatkan pelatih dan tenaga medis untuk memastikan respons cepat, aman, dan konsisten, sekaligus menjaga keselamatan serta performa atlet secara optimal dalam jangka panjang.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KOORDINASI MATA-TANGAN DENGAN KEMAMPUAN JUMP SERVICE BOLA VOLI ATLET PUTRA Inzaghi, Usamah Daffa; Hanief, Yulingga Nanda
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6298

Abstract

Jump service merupakan salah satu teknik krusial dalam permainan bola voli yang menuntut perpaduan kemampuan fisik dan koordinasi gerak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara daya ledak otot tungkai dan koordinasi mata–tangan dengan kemampuan jump service, sekaligus menilai kontribusi relatif masing-masing variabel pada atlet bola voli putra Klub JVC Kota Malang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 31 atlet putra berusia 16–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen meliputi tes vertical jump untuk mengukur daya ledak otot tungkai, tes lempar tangkap bola (wall toss test) untuk menilai koordinasi mata–tangan, serta tes kemampuan jump service sebagai variabel terikat. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara daya ledak otot tungkai dan kemampuan jump service (r = 0,454; p = 0,010). Koordinasi mata–tangan juga memiliki hubungan signifikan dengan kekuatan asosiasi yang lebih besar (r = 0,672; p < 0,001) terhadap kemampuan jump service. Temuan ini menegaskan bahwa koordinasi mata–tangan merupakan faktor yang lebih dominan dalam menentukan keberhasilan jump service, sementara daya ledak otot tungkai tetap berperan sebagai faktor pendukung. Dengan demikian, peningkatan kemampuan jump service pada atlet bola voli putra sebaiknya diprioritaskan pada pengembangan koordinasi mata–tangan, disertai latihan daya ledak otot tungkai untuk menopang gerakan eksplosif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih terarah dan efektif.
ANALISIS KETERAMPILAN MOTORIK KASAR PEMAIN FUTSAL U-12 DENGAN TGMD-3: STUDI PADA SEKOLAH FUTSAL Putra, Halil Wicaksono; Fadlhi, Nurrul Riyad
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6305

Abstract

Perkembangan motorik kasar merupakan aspek penting dalam pertumbuhan anak, khususnya pada usia sekolah dasar, karena berperan dalam mendukung aktivitas fisik, kepercayaan diri, dan partisipasi olahraga. Futsal sebagai olahraga terstruktur diduga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan lokomotor dan kontrol objek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan motorik kasar anak Sekolah Futsal Gajahmada Kota Batu menggunakan instrumen Test of Gross Motor Development-3 (TGMD-3). Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 33 anak usia 10–13 tahun yang ditentukan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes TGMD-3 yang terdiri atas subtes lokomotor dan kontrol objek. Data dianalisis menggunakan rumus persentase untuk menggambarkan distribusi kategori kemampuan berdasarkan norma TGMD-3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) berada pada kategori berbakat atau sangat maju (very superior) baik pada keterampilan lokomotor maupun kontrol objek. Skor rata-rata keseluruhan mencapai kategori sangat tinggi sesuai norma TGMD-3. Disimpulkan bahwa partisipasi aktif dalam latihan futsal berkontribusi terhadap perkembangan motorik kasar yang optimal. Program latihan yang terstruktur dan dukungan lingkungan menjadi faktor penting dalam mempertahankan capaian tersebut.
SURVEI KETERAMPILAN TEKNIK DASAR SEPAK BOLA PADA PEMAIN USIA 14–15 TAHUN Ridwan, Tito Maulana; Pritama, Muhammad Atiq Noviudin
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i1.6337

Abstract

Sepak bola memiliki sistem pembinaan berjenjang, dan usia 14–15 tahun merupakan fase transisi penting menuju pembinaan prestasi sehingga membutuhkan evaluasi keterampilan teknik dasar secara terukur. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keterampilan teknik dasar sepak bola pemain usia 14–15 tahun di SSB Tunjung Sekar Kota Malang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel berjumlah 25 pemain dari total populasi 35 pemain, ditentukan melalui purposive sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada 23–24 April 2025 di Lapangan Sepak Bola Tunjung Sekar Kota Malang. Instrumen menggunakan tes keterampilan teknik dasar dari meliputi dribbling, passing dan stopping, shooting, serta heading. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai rata-rata, standar deviasi, dan distribusi kategori, serta dikonversi ke T-score. Hasil menunjukkan keterampilan teknik dasar secara keseluruhan berada pada kategori kurang: 28% pemain kategori sedang, 68% kategori kurang, dan 4% kategori kurang sekali, tanpa pemain pada kategori baik maupun baik sekali. Passing dan stopping relatif lebih baik (40% kategori baik), sedangkan dribbling menjadi kelemahan utama (48% kategori kurang sekali), diikuti shooting dan heading yang masih didominasi kategori sedang hingga kurang. Kesimpulannya, diperlukan evaluasi dan perbaikan program latihan secara sistematis, dengan prioritas peningkatan dribbling serta penguatan shooting dan heading sesuai karakteristik usia.