cover
Contact Name
Ahmad Khoiri
Contact Email
ahmadkhoiri2290@gmail.com
Phone
+6281257382028
Journal Mail Official
jppsdstkipmelawi@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSUD Melawi Km 4 Kelakik Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 30263859     DOI : 10.46368/jppsd.v3i3
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR (JPPSD) ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Artikel yang dimuat dalam jurnal adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang pendidikan yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan praktisi pendidikan. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak tiga kali dalam setahun yaitu bulan Januari, Mei dan September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER" : 6 Documents clear
Pengaruh Pemberian Reward terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar Alfazuri, Nafisa
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2764

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the impact of reward implementation on student motivation in Civics Education. The method used is library research, gathering data from various literature sources. The results show that appropriate and relevant reward provision can enhance student motivation, strengthen the foundation of learning, and generate positive interest in Pancasila material. Rewards in the form of school supplies, verbal praise, chants, and warm touches from teachers have proven effective in creating enjoyable learning experiences and improving student performance. Wise and individualized reward implementation is key to successful PPKn education enhancement at the elementary level.  Keywords: Reward, Learning Motivation, Civics Education.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward yang tepat dan relevan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkuat fondasi pembelajaran, dan membangkitkan minat positif terhadap materi Pancasila. Reward yang diterapkan dalam bentuk alat tulis, pujian lisan, yel-yel, dan sentuhan hangat dari guru, terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Implementasi reward yang bijaksana dan sesuai kebutuhan individu siswa menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PPKn di tingkat sekolah dasar.Kata Kunci: Reward, Motivasi Belajar, PPKn.
Pola Asuh Orang Tua Dalam Menanamkan Kedisplinan Pada Anak di Desa Melawi Kiri Hilir Sari, Linda Purnama; Nugraha, Asep Eka; Tirsa, Aprima
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2767

Abstract

Abstract: The research is based on the parenting model of parents in instilling discipline in children. The purpose of this study is to describe parenting patterns in instilling discipline in children in Melawi Kiri Hilir Village, North Pinoh District. The study used qualitative methods with a descriptive approach. This type of research uses case studies. The research subjects are parents of students and the object of research is the role of parenting in the discipline of children in Melawi Kiri Hilir Village. The research instrument used interview sheets and documentation. Data processing techniques include data reduction, data presentation and data verification. To check the validity of the research data, the researchers used source triangulation. The results of the study found that parenting patterns in instilling discipline in children in Melawi Kiri Hilir Village, Melawi Regency, namely applying authoritarian parenting by applying discipline elements such as: 1) The existence of rules in the family; In educating children's discipline, strict rules are needed so that children know when to study, play and worship. The existence of rules, children know their limits in behavior. 2) There is punishment; Punishment is used so that children do not repeat wrong actions and are not accepted by their environment. The existence of punishment makes children know what is right and wrong, so that children will avoid actions that cause punishment.Keywords: Parenting, Parents, Discipline Abstrak: Penelitian didasarkan pada model pola asuh orang tua dalam menanamkan kedisplinan pada anak. Tujuan penelitian mendiskripsikan pola asuh orang tua dalam menanamkan kedisplinan pada anak di Desa Melawi Kiri Hilir Kecamatan Pinoh Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian menggunakan studi kasus. Subjek penelitian yaitu orangtua siswa dan objek penelitian adalah peran orangtua pola asuh dalam kedisplinan pada anak di Desa Melawi Kiri Hilir. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Untuk mengecek keabsahan data hasil penelitian peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh orang tua dalam menanamkan kedisiplinan anak di Desa Melawi Kiri Hilir Kabupaten Melawi yaitu menerapkan pola asuh otoriter dengan menerapkan unsur-unsur disiplin seperti: 1) Adanya peraturan dalam keluarga; Dalam mendidik kedisiplinan anak diperlukan suatu peraturan yang tegas supaya anak mengetahui waktu belajar, bermain dan menjalankan ibadah. Adanya peraturan, anak mengetahui batas-batas mereka dalam bertingkah laku. 2) Adanya hukuman; Hukuman digunakan supaya anak tidak mengulangi perbuatan yang salah dan tidak diterima oleh lingkungannya. Adanya hukuman membuat anak mengetahui tindakan yang benar dan salah, sehingga anak akan menghindari perbuatan yang menimbulkan hukuman.Kata  Kunci: Pola Asuh, Orangtua, Disiplin.
Peran Guru Kelas Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah Dasar Negeri 17 Laman Tanjung Kecamatan Belimbing Mustakim, Jacky; Mardiana, Mardiana; Susilawati, Indria
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2768

Abstract

Abstract: This research is based on the problem of bullying that occurs among students in elementary schools. The aim of the research is to determine the role of class teachers in overcoming bullying behavior and what forms of bullying behavior exist at SD Negeri 17 Laman Tanjung. The research method uses qualitative with a case study approach. This type of research uses descriptive qualitative. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The research instrument used observation sheets and interview sheets. Data analysis techniques include data reduction stages, data presentation and conclusion drawing. Checking the validity of the data uses technical triangulation and source triangulation. The results of research on the role of teachers at SD Negeri 17 Laman Tanjung in overcoming bullying behavior are to become advisors by teaching students not to bully, to be role models such as being an example to students in treating others well, to be mediators such as mediating for students in conflict, become a facilitator by calling students who have problems and provide input and motivation, become an organizer by making school rules by drawing up rules of conduct. The forms of bullying behavior that occur at SD Negeri 17 Laman Tanjung are physical bullying such as throwing stones, hitting and verbal bullying such as making fun of and calling friends with bad names. The conclusion of the research results is that teachers play the role of advisors, role models, mediators, facilitators and organizers in overcoming bullying behavior. The forms of bullying behavior that occur are physical bullying and verbal bullying.Keywords: Role, Class Teacher, BullyingAbstrak: Penelitian ini didasari adanya permasalahan bullying yang terjadi pada siswa di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian mengetahui peran guru kelas dalam mengatasi perilaku bullying dan apa saja bentuk perilaku bullying di SD Negeri 17 Laman Tanjung. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian menggunakan deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian tentang peran guru SD Negeri 17 Laman Tanjung dalam mengatasi perilaku bullying adalah menjadi penasehat dengan mengajarkan kepada siswa tentang tidak boleh melakukan perundungan, menjadi teladan seperti menjadi contoh kepada siswa dalam memperlakukan orang lain dengan baik, menjadi mediator seperti penengah bagi siswa yang berkonflik, menjadi fasilitator dengan memanggil siswa yang bermasalah dan memberikan masukan serta motivasi, menjadi organisator dengan membuat aturan sekolah dengan menyusun tata tertib. Bentuk perilaku bullying yang terjadi di SD Negeri 17 Laman Tanjung adalah bullying fisik seperti melempari, memukul dan bullying verbal seperti mengolok-olok dan menyebut teman dengan julukan yang tidak baik. Kesimpulan hasil penelitian adalah guru berperan menjadi penasehat, teladan, mediator, fasilitator, dan organisator dalam mengatasi perilaku bullying. Bentuk perilaku bullying yang terjadi adalah bullying fisik dan bullying verbal.Kata Kunci: Peran, Guru Kelas, Bullying.
Analisis Strategi Guru Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas II SDN 09 Tanjung Lay Holanda, Laorensiana; Peterianus, Septian; Tirsa, Aprima
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2773

Abstract

Abstract: This research aims to describe teacher strategies for overcoming initial reading difficulties in class II students at the 09 Tanjung Lay state elementary school. Qualitative reseach method with a qualitative descriptive reseach type with a case study approach the research instruments used were observation sheets, interview sheets, and documentation, the reseach subjects were teachers and students, the research object was the teacher strategy to overcome early reading difficulties in class II students research data used techniques data collection data analysis and data processing. Data processing with data editing classification, verification, and conclusions. The results of the research show that the implementation of the learning process, especially initial reading in class II, is quite good because almost some of the students are already fluent in reading, although there are some who still falter in initial reading. Can be concluded that the teacher strategy in the learning process is an effort to overcome children initial reading difficulties so that students can begin reading well.Keywords: Teacher Strategy, Reading beginning Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan strategi guru mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 09 Tanjung Lay. Metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu guru dan siswa. Objek penelitian yaitu strategi guru mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II. Data penelitian menggunakan teknik pengumpulan data, analisis data, dan pengolahan data. Pengolahan data dengan pengeditan data, klasifikasi, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran terutama membaca permulaan di kelas II sudah tergolong baik, karena hampir Sebagian dari siswa sudah lancar dalam membaca, meskipun ada beberapa yang masih terbata-bata dalam membaca permulaan. Dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam proses pembelajaran, sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada anak, agar siswa dapat membaca permulaan dengan baik.Kata kunci: Strategi Guru, Membaca Permulaan.
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dalam Mata Pelajaran Tematik Kelas V SD Negeri 01 Pinoh Utara Yuvina, Yuvina; Khoiri, Ahmad; Apsari, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.2799

Abstract

Abstract: This study aims to determine the application of the group investigation learning model can improve students' critical thinking skills in social studies class V SDN 01 Pinoh Utara. This type of research is classroom action research. The subjects in this study were 12 students of class V 01 Pinoh Utara. Data collection techniques used in this study were observation, written tests and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative. The results in this study were that students' critical thinking skills increased with the percentage of students who completed the KKM, which was 83.33%. This has exceeded the achievement of the expected success criteria of 80%. Whereas the results of APKG II Cycle I got an average value of 72.84% with the developing category according to expectations and cycle II got an average value of 93.66% with the category of very good development. By looking at the conditions of each cycle, namely, cycle I, cycle II, it can be concluded that learning with the group investigation model can improve the critical thinking skills of class V SDN 01 Pinoh Utara in thematic subjects.Keywords: Critical thinking, application of the group investigation model Absrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN 01 Pinoh Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V 01 Pinoh Utara yang berjumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes tertulis dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil dalam penelitian ini adalah keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dengan persentase siswa yang tuntas KKM yaitu sebesar 83,33%. Hal tersebut telah melebihi pencapaian kriteria keberhasilan yang di harapkan yaitu 80%.  Sedangkan pada hasil APKG II Siklus I mendapakan nilai rata – rata sebesar 72,84% dengan katagori berkembang sesuai harapan dan siklus II mendapatkan nilai rata – rata sebesar 93,66% dengan katagori berkembnag sangat baik. Dengan melihat dari kondisi tiap siklus yaitu, siklus I, siklus II, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran dengan model group investigation dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SDN 01 Pinoh Utara dalam mata pelajaran tematik.  Kata Kunci: Berpikir kritis, Penerapan model group investigation
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Cooperative Learning (CL) Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas III SDN 4 Nyatang Sonia, Sonia; Khoiri, Ahmad; Kartini, Kartini
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i3.3931

Abstract

Abstract: This research is based on the low student learning outcomes in mathematics learning in class III. The aim of the research is to determine the extent to which student learning outcomes have improved by using the cooperative learning model in mathematics subjects in class III at SDN 4 Nyatang. This study used the method Classroom Action Research. This type of research uses empirical classroom action research. The research subjects were 7 class III students at SDN 4 Nyang, consisting of 2 girls and 5 boys. The object of this research is student learning outcomes in mathematics learning using the cooperative learning model. Data collection techniques use tests, observation and documentation. The research instrument uses written tests and observation sheets. Data analysis techniques use test data analysis and learning implementation data analysis. The success criteria are if 85% of students' scores are above 65 (KKM). The results of research on improving student learning outcomes with cooperative learning learning model in mathematics in Class III SDN 4 Nyatang obtained learning outcomes in the first cycle of students who completed as many as 3 people or 42.85%. Then the learning outcomes in the second cycle of students who completed as many as 7 people or 100%. The results showed an increase in mathematics learning outcomes from cycle I to Cycle II by 57.15%. The conclusion of the study is the use of cooperative learning learning model can improve student learning outcomes. Keywords: Learning Outcomes, Cooperative Learning, Mathematics. Abstrak: Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di kelas III. Tujuan penelitian untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model cooperative learning pada mata pelajaran matematika di kelas III SDN 4 Nyatang. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas empiris. Subjek penelitian adalah siswa kelas III di SDN 4 Nyatang yang berjumlah 7 orang yang terdiri dari 2 orang perempuan, dan 5 orang laki-laki. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model cooperative learning. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian mengunakan tes tertulis dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data tes dan analisis data Keterlaksanaan pembelajaran. Kriteria keberhasilan apabila telah mencapai 85% nilai siswa di atas 65 (KKM). Hasil penelitian tentang meningkatkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran cooperative learning pada mata pelajaran matematika di kelas III SDN 4 Nyatang diperoleh hasil belajar pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 3 orang atau sebesar 42,85%. Kemudian hasil belajar pada siklus II siswa yang tuntas sebanyak 7 orang atau sebesar 100%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar matematika dari siklus I ke siklus II sebesar 57,15%. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan model pembelajaran cooperative learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Hasil Belajar, Cooperative Learning, Matematika.

Page 1 of 1 | Total Record : 6