cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Profesi Kependidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 OKT (2022)" : 30 Documents clear
Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas VIII SMPN Satu Atap 1 Sragi Heri Teguh Wicaksana; Andi Asmawati Azis; Sitti Marliyah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh pembelajaran yang berlangsung di SMP Negeri Satu Atap 1 Sragi berlangsung satu arah berpusat pada guru menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan menerapkan model PBL (Problem Based Learning). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian kelas VIII B dengan jumlah 23 siswa. Data penelitian ini berupa data kognitif siswa. Penelitian ini dilakukan dengan 3 siklus, siklus I dan siklus II dilaksanakan secara luring (tatap muka) dan siklus III dilaksanakan secara daring (on-line). Tehnik pengumpulan data diperoleh dari nilai post tes pada tiap siklus. Berdasar hasil analisis diperoleh nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 70,43, pada siklus II sebesar 87,36, dan siklus III sebesar 76. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 56%, pada siklus II sebesar 88% dan siklus III sebesar 80%. Pada siklus II terjadi peningkatan, dari siklus I. dari 56% menjadi 88%. Sedangkan pada siklus III terjadi penurunan hasil belajar siswa sebesar 8%. Hal ini disebabkan oleh kegiatan pembelajaran pada siklus III dilakukan secara daring, sehingga siswa dalam menerima materi kurang maksimal. Meskipun demikian metode PBL (Problem Based Learning) dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, terutama dalam pelajaran IPA.Kata Kunci : Metode Problem Based Learning, hasil belajar, daring, luring
Penerapan Model PBL (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Kemampuan Percaya Diri Peserta Didik Kelas XII Asisten Keperawatan SMK YPIB Majalengka Bunga Dewi Pertiwi; Adnan Adnan; Ernawati Nur
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan lebih aktif dalam proses pembelajaran serta yakin akan kemampuannya sendiri. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara, menunjukkan bahwa percaya diri siswa sangatlah rendah. Padahal sebelumnya guru telah berusaha menerapkan model saat pembelajaran. Hal ini terlihat saat melakukan presentasi, rata-rata dari siswa masih kurang percaya diri ketika menyampaikan hasil diskusi dan saling lempar untuk menanggapi pertanyaan dari temen-temennya. Model pembelajaran yang diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut adalah Model PBL (Problem Based Learning) yaitu model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkatkan kemampuan percaya diri siswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan Model Skema Hopkins. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Asisten Keperawatan Sekolah Menengah Kejuruan YPIB Majalengka. Tindakan yang dilakukan yaitu penerapan model PBL (Problem Based Learnin) yang dilakukan dalam tiga siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan pembahasan di atas, penerapan model PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan percaya diri siswa dalam proses pembelajaran hal ini ditunjukkan pada Siklus 1 sebesar 42,8% dengan kategori rendah. Siklus 2 sebesar 53,8% dengan kategori sedang dan Siklus 3 sebesar 81,8 dengan kategori Tinggi atau meningkat 27,7%,Kata Kunci : Problem Based Learning, Percaya diri, Peserta didik.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Tehnik 3M Boneka Tangan Kertas Siswa Kelompok B Agnes Tri Rahmanasanti; Muhammad Yusri Bachtiar; Indrawati Indrawati
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 Siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B TK Permata Ibu Surabaya. Metode pengumpulan data yang dipergunakan adlah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang adalah deskridtif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan menggunting, melipat dan menempel. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata hasil kemampuan motorik halus anak sebelum tindakan sebesar 36,7%, Siklus 1 sebesar 62,5% dan Siklus 2 sebesar 87,5%.Kata Kunci : motorik halus, menggunting, melipat, menempel
Meningkatkan Kemampuan Berfikir Logis Menggunakan Metode Exsperimen Anak Usia Dini 5-6 Tahun Sunarsih Sunarsih; Muhammad Akil Musi; Inneke Alriani
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berfikir logis sangat penting bagi anak untuk dapat mengembangkan sikap ingin tahu, mencerminkan sikap kreatif, mengetahui cara memecahkan masalah, mengenal benda dan lingkungan sekitar, menjadikan anak sebagai penyidik cilik, dan mengembangkan seluruh panca inderanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui ada pengaruh metode eksperimen terhadap kemampuan berfikir logis anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas berjumlah 6 anak pada lembaga TK Kartini Sooko, Ponorogo, Jawa Timur. Kemampuan berfikir logis pada anak usia 5-6 tahun yaitu memiliki pola berfikir yang disebut dengan penalaran hubungan sebab-akibat, mengenal sebab-akibat akan memberikan kesempatan pada anak untuk memahami hasil dari suatu proses suatu objek peristiwa. Penelitian ini dibuat karena berdasarkan observasi ada 3 anak dari 6 anak yang kurang semangat mengikuti kegiatan belajar dengan sering menggunakan lembar tugas saja. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus , siklus 1 meningkat 50%, siklus 2 menunjuk 65 %, siklus 3 menunjuk 83 %.Metode exsperimen menunjukkan pembelajaran sesuai tuntutan karakteristik anak abad 21.Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan aspek kognitif kemampuan berfikir logis anak kelompok B usia 5-6 tahun.Kata Kunci: metode eksperimen, kemampuan berfikir logis, abad 21, Anak Usia Dini
Penerapan Permainan Dadu Dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Mengenal Bilangan 1-10 Kelompok A Tk Negeri Pembina Mamuju Darmawati Syam; Rusmayadi Rusmayadi; Ainun Marhamah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk Mengembangkan Kemampuan Kognitif Mengenal Bilangan 1-10 pada Anak Kelompok A di TK Negeri Pembina Mamuju. Prosedur yang akan dilalui adalah observasi awal sebelum diadakannya tindakan dan serta refleksi diri guru terhadap pembelajaran awal yang telah dilakukan. Hasil observasi awal dianalisis dan diolah bersama-sama antar guru (peneliti) dan rekan sejawat (pengamat) untuk dibuat tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul pada siswa, guru dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi.. Dari hasil analis didapatkan bahwa capaian pembelajaran anak mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus satu 13 % , nilai anak dengan kategori BSH 20 %, dan nilai anak dengan kategori MB 27 % serta nilai anak dengan kategori BB 40%.. dan siklus kedua mencapai 73% nilai BSB, 13% nilai BSH, 7% nilai MB dan 7% saja yang nilainya buruk /BB.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Permainan Dadu dapat Mengembangkan Kemampuan Kognitif Mengenal Bilangan 1-10Kata kunci: permainan dadu, kemampuan kognitif
Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Pada Anak Di Kelompok B TK Ki Hajar Dewantara Sri Hartati; Hajerah Hajerah; Isnawati Zainuddin
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui penerapan metode eksperimen di kelompok B TK Ki Hajar DewantaraTahun Pelajaran 2019/2020. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran melalui tiga siklus yang mana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, hasil tindakan dan refleksi diperoleh hasil bahwa pada pra siklus 67% anak yang belum tuntas dan 33% anak yang sudah tuntas. Siklus 1 ada peningkatan 50% yang capaian perkembangan kognitifnya sudah pada tahap berkembang sesuai harapan dari kondisi awal yang hanya 33%. Kemudian pada siklus dua ada peningkatan lagi menjadi 83% yang capaian perkembangan kognitifnya ada pada tahap berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Keadaan makin membaik pada siklus tiga yakni dengan adanya peningkatan menjadi 100% yang ada pada tahap capaian perkembangan berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Adapun indikator pencapaian perkembangan kognitif anak dalam penelitian ini adalah 90%. Sehingga perbaikan kemampuan kognitif anak melalui pembelajaran metode eksperimen dikatakan berhasil karena sudah mencapai target yang ingin dicapai yakni 100% anak kelompok TK Ki Hajar DewantaraTahun Pelajaran 2019/2020 melalui pembelajaran dengan metode eksperimen meningkat kemampuan kognitifnya.Kata kunci: Metode Eksperimen, Kemampuan Kognitif
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dengan Menerapkan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Anak Kelompok A Nikmatul Luth Fiyah; Syamsuardi Syamsuardi; Andi St. Emeranda Ria
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukan untuk memecahkan permasalahan di kelompak A, yaitu masih banyaknya anak yang masih belum mampu berkomunikasi/menceritikan suatu peristiwa. Dengan model Project Based Learning (PjBL) ini kemampuan komunikasi anak bisa di kembangkan dengan baik. Model pembelajaran ini di pilih karena di anggap mampu merangsang kemampuan komunikasi anak, dari kegiatan anak membuat suatu project, anak akan mampu mengkomunikasikan apa yang baru saja mereka kerjakan. Hal ini dapat di lihat dari semakin meningkatnya kemampuan komunikasi anak. Ketuntasan belajar meningkat dari suklus I sampai siklus III. Pada siklus III telah tercapai ketuntasan belajar secara klasikal.Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi, Project Based Learning
Penerapan Model Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan (KDTK) SMK Negeri 1 Tembuku Ns. Dewa Ayu Made Ratna Dewi; Darmawang Darmawang; Nur Risnawati Kusuma
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Asisten Keperawatan dalam pembelajaran Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan di SMK Negeri 1 Tembuku melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus, setiap siklusnya dilaksanakan selama 14 hari dengan tahapan kegiatan berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI kompetensi keahlian Asisten Keperawatan SMK Negeri 1 Tembuku tahun pelajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa 9 orang. Data dari penelitian ini, diperoleh dari instrument penilaian hasil belajar siswa baik pada ranah pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat setiap siklusnya. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 70,56 dengan nilai KKM 65 dan ketuntasan klasikal sebesar 77,78%. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 76,67 dengan nilai KKM 65 dan ketuntasan klasikal sebesar 88,89%. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Keterampilan Dasar Tindakan Keperawatan.Kata kunci: problem-based learning, personal hygiene, hasil belajar
Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Menyusun Bentuk Geometri Dengan Berbagai Pola Hernawati Hernawati; Nurhaedah Nurhaedah; Rahmatiah Rahmatiah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A Melalui Kegiatan Menyusun Bentuk Geometri Dengan Berbagai Pola di TK AL – HIKMAH BBS Bogor. Kemampuan kognitif adalah salah satu bidang pengembangan dalam Pendidikan anak Usia Dini yang sangat penting, agar kelak anak dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian yaitu meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan menyusun bentuk geometri dengan berbagai pola pada kelompok A di TK AL- HIKMAH BBS Bogor. Penelitian dilakukan dibulan Agustus – September, Subyek penelitian adalah anak Kelompok A1 di TK AL – HIKMAH BBS Bogor yang berjumlah 14 orang anak, terdiri dari 5 anak laki-laki dan 9 anak perempuan, penelitian dilakukan melalui 2 siklus, prosedur perbaikan melalui perencanaan dan pelaksanaan, tehnik analisa data melalui observasi dan refleksi. Hasil penelitian dari Pra Siklus menunjukkan bahwa anak yang belum berkembang sebanyak 57%, kegiatan Siklus 1 anak yang berkembang sesuai harapan sekitar 50%, pada kegiatan Siklus II anak sudah berkembang sangat baik sebanyak 57 %. Kesimpulannya bahwa kegiatan menyusun bentuk geometri dengan berbagai pola pada kelompok A di TK AL – HIKMAH BBS Bogor dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, dan guru harus pandai memilih bahan sebagai media yang menarik bagi anak serta berinovasi memberikan pola yang termudah terlebih dahulu kepada anak secara bertahap sebelum ke tahap pola yang lebih sulit.Kata kunci: Kognitif, Bentuk Geometri, Menyusun Pola
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Melalui Pembelajaran PBL Fatmawati Fatmawati; Andi Asmawati Azis; Sitti Marliyah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi sistem peredaran darah melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada tanggal 31 mei 2021 s/d 13 Juli 2021. Subject penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPT SPF SMP Negeri 36 Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menggunakan perhitungan skor rata-rata. Hasil penelitian: (1) penerapan model pembelajaran problem based learning dengan tahap orientasi masalah, mengorganisasikan peserta didik, membimbing penyelidikan, mengembangkan dan manyajikan hasil, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. (2) Hasil belajar kognitif menunjukkan adanya peningkatan pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII UPT SPF SMP Negeri 36 Makassar menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Hasil belajar kognitif siswa pada skor rata-rata mengalami peningkatan dan jumlah peserta didik yang tuntas belajar atau memperoleh nilai di atas KKM juga mengalami peningkatan. Hasil evaluasi pada siklus 1 yang rata-ratanya 57,5 dengan persentase ketuntasan 40% meningkat pada siklus 2 dengan rata-rata yang diperoleh 66,67 dengan persentase ketuntasan 58% dan hasil evaluasi pada siklus 3 juga mengalami peningkatan dari siklus 2 dengan nilai dengan rata-rata 83,33 dengan persentase ketuntasan 89%.Kata Kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar, Pengetahuan, Sikap, Keterampilan

Page 1 of 3 | Total Record : 30