cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Profesi Kependidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Upaya Pemberian Motivasi Dalam Pembelajaran Motorik Halus Di TK Al- Hikmah Wiwin Indriyati; Andi Wahed; Susilawati Susilawati
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep belajar siswa aktif memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara luas dalam proses pembelajaran,partisipasi anak dalam pembelajaran menjadi ciri adanya cara belajar siswa aktif. Namun menciptakan suasana dan kondisi seperti itu tidaklah mudah.Guru lebih dominan dan pegang kendali dalam aktivitas pembelajaran. Penelitian ini mengkaji empat hal,yaitu upaya pemberian motivasi dalam pembelajaran motorik halus, hasil upaya pemberian motivasi dan faktor yang menghambat pemberian motivasi dalam pembelajaran motorik halus dengan lokasi penelitian di TK AL HIKMAH Desa Babakan Losari Lor Kecamatan Pabedilan Kabupaten CirebonKata kunci: Motivasi, Motorik Halus
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Memancing ‘Ikan’ Suku Kata Rifka Irfainy; Muhammad Akil Musi; Andi Syahriah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini ialah kemampuan bahasa anak pada kelompok B (usia 5-6 tahun) di TK Taman PAUD Doa Ibu. Ditemukan permasalahan yaitu banyak anak yang belum mampu memenuhi indikator kemampuan bahasa serta masih ada beberapa anak yang kesulitan mengenal huruf. Hal ini disebabkan oleh penyebab awal berupa proses belajar yang cenderung konservatif dan pengaplikasian metode mengajar hanya satu arah serta terlalu banyak ‘ceramah’ sehingga membuat anak kurang tertarik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan secara umum penelitian ini adalah mengetahui penerapan kegiatan bermain memancing ‘ikan’ suku kata untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak pada kelompok B (usia 5-6 tahun) di TK Taman PAUD Doa Ibu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B sebanyak 5 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi dan dokumentasi. Kemampuan bahasa anak setelah diberikan kegiatan memancing ‘ikan’ suku kata mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan setiap siklusnya. Anak dapat menebak huruf dengan baik dan anak juga dapat mengenal dan menyebutkan suku kata. Rekomendasi bagi guru dan peneliti selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bermain memancing ‘ikan’ suku kata yang disarankan dan media pendukung yang variatif sehingga membuat anak antusias dalam pembelajaranKata Kunci : Kemampuan Bahasa, Anak Usia Dini, Pengembangan Bahasa, ikan suku kata
Peningkatan Kreativitas Melalui Media Loose Parts Kelompok A TK ABA Moronyamplung Dwi Fitriana Ramawati Ananda; Wahira Wahira; Kahrul Alam
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas merupakan bidang pengembangan yang sangat penting diimplimentasikan pada anak usia dini. Media loose parts merupakan media yang dapat menciptakan kreasi tanpa batas dalam aktivitas pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah peningkatan kreativitas melalui media Loose Parts anak kelompok A TK ABA Moronyamplung tahun pelajaran 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan selama tiga siklus, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Loose Parts dapat meningktakan kreativitas, hal ini terbukti dari hasil pada penelitian yaitu: siklus I 33%, siklus II 67%. Sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran siklus III menunjukkan persentase ketuntasan kelas sebesar 86%.Kata Kunci : Pengembangan Kreativitas, Media Loose Parts
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggunting di TKIT Ihyaussunnah Bontang Maryam Maryam; Herman Herman; Widya Praningrum
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik halus anak kelompok B TKIT Ihyaussunnah, dalam menggunting masih rendah dan belum sesuai tahapan perkembangannya, dikarenakan perasaan takut/kurang berani dalam menggunakan gunting. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dan pemberian tugas. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan guru sebagai peneliti, menggunakan sistem spiral refleksi dini sebanyak dua putaran. Dari hasil analisis didapatkan bahwa melalui kegiatan menggunting, dapat meningkatkan kemampuan motorik halus peserta didik, yaitu pada siklus I sebesar 27%, dan pada siklus II menjadi 87%. Simpulannya bahwa melalui kegiatan menggunting dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dikelompok B TKIT Ihyaussunnah.Kata Kunci : kemampuan motorik halus, menggunting, metode demonstrasi, pemberian tugas
Penerapan Pembelajaran (Project Based Learning) PjBL Dalam Meningkatkan Metode Eksperimen pada Anak Usia Dini Suharti Suharti; Muhammad Yusri Bachtiar; Indrawati Indrawati
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar anak secara aktif mengembangkan potensi yang dimiliki. Hasil belajar merupakan tahap pencapaian aktual yang ditampilkan dalam bentuk perilaku yang meliputi aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik serta dapat dilihat dalam bentuk kebiasaan.Metode eksperimen merupakan metode pembelajaran dimana guru dan anak didik bersama-sama mengerjakan sesuatu sebagai latihan praktis dari apa yang telah dipelajari. Menurut Djamrah metode eksperimen merupakan cara penyajian pelajaran, dimana anak didik melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang di pelajari.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui ada pengaruh model PjBL terhadap kemampuan berpikir kreatif anak di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Tuwuhrejo Kesamben. Eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainya dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Metode eksperimen merupakan kegiatan sistematis untuk membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat.Jadi dapat di simpulkan bahwa tujuan dari metode eksperimen untuk menilai pengaruh suatu tindakan perlakuan/treatmean pendidikan terhadap tingkah laku anak atau menguji hipotesis tentang ada tidaknya pengaruh tindakan jika dibandingkan dengan tindakan yang lain. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan presentase pengetahuan anak pada kegiatan eksperimen yang dilakukan yaitu pada siklus pertama 56,37% dan pada siklus ke dua menjadi 84,50 % melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.Kata Kunci : Eksperimen, Project Based Learning, Anak Usia Dini.
Upaya Meningkatkan Pengenalan Geometri dengan Permainan Puzzle Bervariasi pada Anak Kelompok B TK Kartika XX – 10 Yonif 700 Raider Kecamatan Tamalanrea Bahariah Bahariah; Rusmayadi Rusmayadi; Ainun Marhama
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu program kegiatan yang dilakukan oleh pihak mahasiswa PPG Universitas Negeri Makassar sebagai suatu kegiatan latihan kependidikan yang bersifat intrakurikuler. Kemampuan kognitif anak kelompok B TK KARTIKA XX - 10 Masih rendah atau belum berkembang secara maksimal hal ini disebabkan dalam kegiatan mengenal bentuk geometri masih kurang menarik sehingga anak kurang antusias dan kurang memberikan respon yang pasif salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dngan mengguganakan media mengenal bentuk geometri dengan tehnik menggunting dalam pembelajaran. Tujusn penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif dengan tehnik menggunting anak kelompok B TK KARTIKA XX-10 tahun ajaran 2021-2021. Jenis penelitian ini menggunkan penelitian tingkat kelas (PTK) dengan tiga siklus, subyek penelitian anak kelompok B TK KARTIKA XX-10 berjumlah 6 orang anak instrument yang digunakan berupa RPPH, lembar penilaian, Lembar observasi guru. Hasil penelitin ini adalah 1. Kemampuan mengenal bentuk geometri pada pratindakan dengan ketuntasan sebesar 26,32 % dapat dikatakan kemampuan kognitif anak masih rendah (2) pelaksanaan siklus 1 hasil ketuntasan sebesar 36,84 % dan siklus ke II sebesar 57,89 %, (3) hasil siklus ketiga mencapai ketuntasan sebesar 89,47. sehingga mencapai ketuntasan minumum yaitu75 % (4) terdapat peningkatan kemampuan kognitif anak sebelum dan sesudah penggunaan media dengan tehnik menggunting dapat sebesar 63,15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dengan teknik melukis dapat meningkatkan kemampuan seni pada anak kelompok B TK Kartika XX 10 kecamatan Tamlanrea Tahun Ajaran 2020/2021.Kata Kunci: Kemampuan kognitif, Geometri, Menggunting
Meningkatkan Kemampuan Seni Melalui Kegiatan Kolase, Finger Painting, dan Mencap Kelompok B di TK ABA XIII Wates Samirah Samirah; Muhammad Akil Musi; Rahmatiah Rahmatiah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 3, No 2 OKT (2022)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan seni dalam hal menggambar dan mewarnai pada kelompok B TK ABA XIII Wates melalui penggunaan media bahan alam yang ada disekitar lingkungan anak. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam 3 siklus dengan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, tindakan pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 5 anak. Data diperoleh dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengurutkan dan menulis angka mulai dari pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III. Pada prasiklus hanya mencapai 20% yang berkembang sesuai harapan, siklus I menjadi 40%, siklus II meningkat sebesar 60%, dan pada siklus III meningkat sebesar 100%. Hasil penelitian ini sudah melebihi indikator keberhasilan sebesaar 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan kolase, finger painting dan mencap dapat meningkatkan kemampuan seni anak pada kelompok B TK ABA XIII Wates Undaan Kudus.Kata Kunci: Kolase, finger painthing dan mencap, Perkembangan Seni.
Kemampuan Kognitif Anak Melalui Pembelajaran Sains Pemula dengan Metode Proyek Kelompok B TK Negeri Pertiwi Letta Fatima Fatima; Rusmayadi Rusmayadi; Ainun Marhamah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 4, No 1 APR (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan perkembangan kognitif melalui pembelajaran sains pemula dengan metode proyek pada anak usia 5-6 tahun Taman Kanak-Kanak ‘Negeri Pertiwi Letta,Kecamatan Bantaeng,kabupaten Bantaeng . Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini bersifat deskriptif. Terdapat peningkatan perkembangan kognitif pada indikator mengenal perbedaan berdasarkan warna, bentuk, ukuran di kondisi awal 0%, meningkat menjadi 7,69% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 92,31%. Menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam kegiatan yang baru di kondisi awal 0%, meningkat menjadi 65,38% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 92,31% dan menunjukkan aktifitas yang bersifat menyelidik di kondisi awal 0%, meningkat 15,39% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 88,46%. Dengan demikian perkembangan kognitif anak pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dan dikategorikan Tinggi.Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Pembelajaran Sains, Metode Proyek
Meningkatkan Kreativitas Motorik Halus Pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Finger Painting Diaz Imaniar; Muhammad Yusri Bachtiar; Indrawati Indrawati
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 4, No 1 APR (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan anak yang masih kurang kreatif mengenai motorik halus. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreatifitas motorik halus pada anak usia dini melalui kegiatan Finger Painting. Dari hasil pengamatan dan analisis serta perbaikan pembelajaran diketahui bahwa kegiatan Finger Painting anak meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil Siklus 1 mencapai 20% dikategorikan kurang, Siklus 2 mencapai 60% yang dikategorikan cukup, dan Siklus 3 mengalami peningkatan mencapai 90% yang dikategorikan baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Finger Painting dapat meningkatkan kreatifitas motorik halus pada anak 5-6 tahun melalui kegiatan Finger Painting di TK Aisyiyah Bustanul Athfal.Kata Kunci : Motorik halus,Finger painting
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Kolase Pada Kelompok B TK Madinah Zami Maulidah; Hajerah Hajerah; Isnawati Zainuddin
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 4, No 1 APR (2023)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap individu anak usia dini memiliki potensi untuk mengalami masalah. Salah satu masalah individu tersebut adalah perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik halus ini berkaitan dengan pengembangan kemampuan dalam menggunakan jari untuk menggunakan berbagai kegiatan, seperti melakukan gerakan (motion), menempel, mencubit, memotong, melukis, dan lain-lain. Masalah perkembangan motorik halus ini ditemukan pada anak usia 5-6 tahun di TK Madinah.. Salah satu solusi dari mengatasi masalah pada perkembangan motorik halus adalah dengan mengadakan kegiatan kolase dengan media kapas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas kolase dengan media kapas pada perkembangan motorik halus anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrument penelitian berupa lembar observasi, dokumentasi dan wawancara. Total sampel sejumlah 11 anak. Hasil dari penelitiannya adalah, sejumlah 9 anak memiliki perkembangan yang sangat baik dan 2 orang belum berkembang dengan baik. Penyebab anak yang belum berkembang dipengaruhi oleh perundungan secara verbal oleh anak lain, karena anak ini selalu ingin membantu orang lain menurut persepsinya, tetapi menurut persepsi anak lain hal ini dianggap mengganggu.Kata Kunci : Motorik Halus, Kolase