cover
Contact Name
Fadli
Contact Email
lppm.megabuana@gmail.com
Phone
+6285342707077
Journal Mail Official
fadli@umegabuana.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mega Buana Palopo, Jalan Opu Tosappaile No.77, Lagaligo, Kec Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Mega Buana Journal of Public Health
ISSN : -     EISSN : 29859921     DOI : https://doi.org/10.59183/mbjph
Core Subject : Health,
Mega Buana Journal of Public Health (MBJPH) published since 2022 with ISSN Online: 2985-9921. Since July 2022 MBJPH publish by by LPPM Universitas Mega Buana Palopo. MBJPH Published 2 times a year in July and December. Contains writings raised from research results in the field of Public Health. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewers and will go to the next selection by Blind Review Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. For each manuscript, peer reviewers will rate the substantial and technical aspects, peer reviewers who collaborate with Mega Buana Journal of Public Health (MBJPH).
Articles 35 Documents
Hubungan Keberadaan Jentik Nyamuk dan Perilaku 3M Plus dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo Atika Darnah, Nurul; Ishak; Kasandra Marola, Mutmaina
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 2 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/sfpkz156

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, dan masih menjadi masalah kesehatan indonesia. Keberadaan jentik nyamuk sebagai indikator potensi penularan serta perilaku 3M Plus menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan pengedalian penyakit demam berdarah dengue. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara keberadaan jentik nyamuk dan perilaku 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 98 kepala keluarga dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara keberadaan jentik nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue dengan nilai p value = 0,011 (<0,05) serta terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue dengan nilai p value = 0,002 (<0,05). Pemerintah daerah di sarankan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaksanaaan program pemberantasan sarang nyamuk sangat diperlukan sebagai langkah preventif terhadap demam berdarah dengue.
Pengaruh Penggunaan Air Bersih dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Keluarga dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Lamasi Timur Wati Barakka, Agustiel; Ryadinency, Resty; Ba’ru, Periyent
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 2 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/janhgt90

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang singnifikan, ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari  standar usianya, dan seringkali diperparah oleh infeksi berulang. Kondisi ini menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak, serta dapat berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Di wilayah kerja Puskesmas Lamasi Timur, angka stunting menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dari tahun 2022 hingga 2024. Kualitas air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga diidentifikasi sebagai faktor kunci yang mempergaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh penggunaan air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) keluarga terhadap kejadian stunting pada wilayah kerja puskesmas lamasi timur. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 50 balita stunting sebagai sampel, dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisi menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Ditemukan pengaruh signifikan antara penggunaan air bersih (p = 0,015) dan PHBS keluarga (p = 0,003) dengan kejadian stunting pada balita. Intervensi yang berfokus pada peningkatan akses air bersih dan edukasi PHBS sangat krusial untuk pencengahan stunting di wilayah kerja puskesmas lamasi timur.
Efektivitas Media Leaflet Lokal Terhadap Pengetahuan dan Tindakan Penggunaan APD dalam Pencegahan Dermatitis Kontak Pada Petani Padi Di Wilayah Kerja Puskesmas Walenrang Timur Nirwanti, Dita; Amanah, Indra; Mustafa, Junaini
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 2 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/jk7wc956

Abstract

Dermatitis kontak merupakan salah satu penyakit kulit akibat kerja yang banyak dialami oleh petani padi akibat paparan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk. Berdasarkan data Puskesmas Walenrang Timur, kasus dermatitis kontak mengalami peningkatan signifikan dari 190 kasus tahun 2022 menjadi 291 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media leaflet lokal terhadap peningkatan pengetahuan dan tindakan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam pencegahan dermatitis kontak pada petani padi. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi tindakan penggunaan APD. Analisis data dilakukan menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan tindakan petani setelah diberikan edukasi melalui media leaflet lokal. Nilai uji McNemar pada pengetahuan menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 dan pada tindakan juga menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media leaflet lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan tindakan petani padi dalam penggunaan APD untuk pencegahan dermatitis kontak.
Hubungan Sanitasi Makanan dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Aisya Rahmi, Nurul; Ishak; Kasandra Marola, Mutamina
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 2 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/5bhsjv33

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan, Kota Palopo. Tingginya kasus dipengaruhi oleh sanitasi makanan yang kurang baik serta kebiasaan personal hygiene ibu yang belum optimal, seperti kurangnya kebiasaan mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan penyimpanan makanan yang tidak higienis. Memahami hubungan kedua faktor ini penting sebagai dasar perancangan upaya pencegahan yang lebih efektif. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi makanan dan personal hygiene dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan, Kota Palopo. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan responden sebanyak 95 ibu yang memiliki balita, dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sanitasi makanan dengan kejadian diare pada balita (p=0,005) serta antara personal hygiene dengan kejadian diare pada balita (p=0,002). Balita dengan ibu yang memiliki kebiasaan personal hygiene rendah dan yang mengonsumsi makanan dengan sanitasi kurang baik memiliki risiko lebih tinggi terkena diare. Oleh karena itu, upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta penerapan sanitasi makanan yang baik, perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan.
Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo Tahun 2025 Nirmala; Ishak; Kasandra Marola, Mutmainna
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 4 No. 1 (2025): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/2pq2ym20

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada balita di Indonesia. Faktor lingkungan seperti kepadatan hunian, ventilasi, kebiasaan merokok dalam rumah, dan penggunaan obat nyamuk bakar diketahui berkontribusi terhadap tingginya kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan kuantitatif. Sampel berjumlah 95 responden yang ditentukan melalui teknik stratified random sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner, lembar observasi, serta alat ukur berupa meteran untuk mengukur luas rumah dngan ventilasi rumah, kemudian dianaisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kepadatan hunian (p=0,000), ventilasi (p=0,000), kebiasaan merokok (p=0,000), dan penggunaan obat nyamuk bakar (p=0,000) dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor lingkungan rumah tangga memeiliki peran signifikan terhadap kejadian ISPA pada balita, sehingga upaya pencegahan memalui intervensi berbasis lingkungan dan perubahan perilaku keluarga diperlukan untuk menurunkan risiko ISPA pada balita.
Hubungan Pilar Ke-3 STBM Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga dengan Kejadian Penyakit Diare Aswan, Nur Fadillah; Furqani Hamdan, Dian; Anggreini, Faradiba
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 4 No. 1 (2025): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/yhgjk461

Abstract

Diare masih merupakan masalah kesehatan umum di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Luwu Utara. Memantau kualitas air minum dan makanan di rumah tangga adalah pilar ketiga dari STBM, yang digunakan untuk mencegah diare. Namun, penerapan telah diterapkan, kasus diare tetap masih terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara pengelolaan air minum dan pengelolaan makanan dengan jumlah kasus diare yang terjadi di Desa Bakka Kelurahan Marobo, Kabupaten Luwu Utara. Studi kasus dan kontrol (case control study) adalah desain yang digunakan dalam penelitian ini. Dua kelompok populasi adalah kelompok kontrol dan kelompok kasus. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan lembar kuesioner. Data di analisis secara univariat, dan bivariat menggunakan mann-whitney test. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara pengelolaan air minum rumah tangga dengan (p=,034) dengan nilai mann-whitney U sebesar 628,500 dan pengelolaan makanan rumah tangga (p=,044) nilai mann-whitney sebesar 637,500 dengan kejadian penyakit diare. Adapun saran senantiasa untuk mengurangi jumlah kasus diare, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pengawasan tentang cara mengelola air minum dan makanan di tingkat rumah tangga, sehingga hal tersebut didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengelolaan keduanya.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pengolahan Sampah Rumah Tangga Musrini, Musrini; Ishak; Kasandra Marola, Mutmainna
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 4 No. 1 (2025): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/1dhvjm58

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan di Kelurahan Lagaligo Kota Palopo akibat terbatasnya petugas kebersihan, sikap masyarakat yang kurang positif, serta sarana prasarana yang belum memadai. Kondisi ini menimbulkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran petugas, sikap masyarakat, dan sarana prasarana dengan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan sampel 80 responden yang dipilih secara purposive sampling dari 400 kepala keluarga. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara peran petugas dengan perilaku pengelolaan sampah (p = 0,027), sikap masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah (p = 0,002), serta sarana prasarana dengan perilaku pengelolaan sampah (p = 0,019). Sebagian besar responden menilai sarana prasarana tersedia dan layak (91,3%) dan 85% menunjukkan perilaku pengelolaan sampah yang baik. Kesimpulan: perilaku pengelolaan sampah rumah tangga dipengaruhi secara signifikan oleh peran petugas, sikap masyarakat, serta sarana prasarana. Upaya penguatan fungsi petugas, peningkatan edukasi, dan penyediaan fasilitas yang memadai diperlukan untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Masyarakat Nurul Fadila, Azisah
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 1 No. 1 (2022): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/adfc1t71

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku sehat yang mudah, murah namun efektif secara klinis dapat mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare dan ISPA. Penyakit-penyakit tersebut merupakan penyakit yang sering kita jumpai di masyarakat yang sebenarnya dapat kita cegah dengan membiasakan perilaku hidup bersih (cuci tangan pakai sabun). Namun meskipun sudah diketahui efek baiknya dalam menjaga kesehatan, masyarakat belum sepenuhnya memahami dan menerapkan CTPS ini dalam kehidupan sehari- hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada masyarakat di Dusun Lalangkoli Kec. Kamanre Kab. Luwu tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu Ibu rumah tangga sebanyak 88 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistic (spss). Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan nilai (p=,049) serta sikap dengan nilai (p=,002) sedangkan motivasi dengan nilai (p=0,010) terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun.
Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Rumah Tangga Dengan Kasus Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Chandra Montolalu, Freddy; Asphina R Djano, Nur; Eka Lestari, Astrit
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 1 No. 1 (2022): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi balita yang mengalami panjang dan tinggi badan yang kurang sesuai dengan umurnya. Salah satu penyebab terjadinya stunting dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sanitasi lingkungan, pengolahan makanan, serta pengetahuan ibu terhadap stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan personal hygine dan sanitasi rumah tangga dengan kasus stunting pada balita usia 12-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo tahun 2021. Penelitian inimenggunakan metode penelitian survey analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang punya balita di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, didapatkan 92 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar kuesioner dan microtoise untuk mengukur tinggi badan balita. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS versi 20 dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa ada hubungan personal hygine dan sanitasi rumah tangga dengan kasus stunting dilihat dari hasil uji chi square personal hygine menunjukkan bahwa nilai P (=0,043) dan hasil uji chi square sanitasi rumah tangga menunjukkan bahwa nilai P (=0,045). Kesimpulannya adalah ada hubungan personal hygine dan sanitasi rumah tangga dengan kasus stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesamas Wara Selatan Kota Palopo.
Faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Limbah Medis Padat Dwi Putri, Syahmi
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 1 No. 1 (2022): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah pelayanan kesehatan terutama limbah medis merupakan limbah yang apabila tidak dilakukan pengelolaan dengan benar akan menimbulkan potensi bahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Pencemaran lingkungan yang terjadi akibat limbah medis akan kembali berdampak terhadap kesehatan baik perorangan maupun masyarakat sekitar. Penumpukan limbah medis padat lebih dari 2 x 24 jam akan berdampak terhadap lingkungan. Tujua penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengelolaan limbah medis padat di puskesmas bajo barat tahun 2021. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu tenaga kerja di Puskesmas Bajo Barat sebanyak 74 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument berupa kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian di olah dan di analisis menggunakan program statistic (spss). Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan (0,05) Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dengan nilai (p=,004) serta sikap dengan nilai (p=,006) terhadap pengelolaan limbah medispadat.

Page 1 of 4 | Total Record : 35