cover
Contact Name
Fadli
Contact Email
lppm.megabuana@gmail.com
Phone
+6285342707077
Journal Mail Official
fadli@umegabuana.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Mega Buana Palopo, Jalan Opu Tosappaile No.77, Lagaligo, Kec Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Mega Buana Journal of Public Health
ISSN : -     EISSN : 29859921     DOI : https://doi.org/10.59183/mbjph
Core Subject : Health,
Mega Buana Journal of Public Health (MBJPH) published since 2022 with ISSN Online: 2985-9921. Since July 2022 MBJPH publish by by LPPM Universitas Mega Buana Palopo. MBJPH Published 2 times a year in July and December. Contains writings raised from research results in the field of Public Health. Every article that goes to the editorial staff will be selected through Initial Review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewers and will go to the next selection by Blind Review Process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. For each manuscript, peer reviewers will rate the substantial and technical aspects, peer reviewers who collaborate with Mega Buana Journal of Public Health (MBJPH).
Articles 35 Documents
Hubungan Postur Kerja dan Durasi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) pada Pekerja Bengkel Motor di Malili Kabupaten Luwu Timur Tahun 2023 Amri, Muliyani; Asphina R. Djano, Nur; Furqani Hamdan, Dian; Suwandi
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 2 No. 1 (2023): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/hfzcx659

Abstract

Gangguan musculoskeletal adalah gangguan yang terjadi sebagai cedera pada otot, tendon, ligamen, saraf, tulang rawan, tulang atau pembuluh darah tangan, kaki, leher, dan punggung. Keluhan MSDs dirasakan pekerja bengkel disebabkan oleh posisi kerja yang sering membungkuk, menunduk, dan sebagainya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja bengkel motor di Malili tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja bengkel yang ada di Malili yang berjumlah 37 orang. Dan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling maka ditemukansampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pembagian lembar kerja REBA dan kuesioner NBM. Data yang sudah dikumpulkan selanjutnya diolah menggunakan program statistik SPSS dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara postur kerja, beban kerja, dan durasi kerja dengan keluhan MSDs yakni postur kerja dengan nilai (p=0,022) dan durasi kerja dengan nilai (p=0,014). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja bengkel motor di Malili tahun 2023.
Pengaruh Tehnik Relaksasi Napas Dalam dan Pemberian Aroma Terapi Lemon terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Eka Sari, Erni; Lindriani; Fadli, Fadli
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 2 No. 1 (2023): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/2cqtac02

Abstract

Nyeri pasca operasi caesar menimbulkan rasa tidak nyaman dan mempengaruhi sistem paru, kardiovaskular, gastrointestinal, endokrin, imunitas, dan stres, sehingga dapat menyebabkan depresi dan ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari Teknik relaksasi napas dalam merupakan pentalaksanaan nyeri non farmakologis. Relaksasi nafas dalam merupakan salah satu pengobatan non farmakologis yang dapat diberikan pada pasien pasca operasi Sectio Caesarea. Tindakan non farmakologis diantaranya ialah aromaterapi dengan menggunakan aromaterapi lemon, yang bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri pasien post operasi Caesarea. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Mega Buana Palopo. Metode penelitian quasy experiment dengan rancangan non-equivalent control group design. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling. Populasi klien post sectio caesarea. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi 0-10 Numeric Pain Intensity Scale. Penelitian dilakukan analisisdeskriptif dan uji normalitas kemudian dilakukan uji Paired Test dan uji T-independen. Hasil menunjukan rata-rata nyeri pada kelompok kontrol post intervensi 6,69. Sedangkan nyeri post intervensi kelompok intervensi 5,00. Didapat p-value 0,001 menunjukkan perbedaan skala nyeri kedua kelompok kontrol dan intervensi. Sehingga peneliti menyimpulkan teknik tarik napas dalam dan aromaterapi lemonberpengaruh terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea. Sample dipilih dengan menggunakan Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling, dengan total sampel 32 responden. Uji Statistik yang digunakan adalah Paired Sample TTest. Instrument penelitian menggunakan kuisioner berupa Wong Baker Pain Scale. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon dan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Mega Buana. Hal tersebut dibuktikan dengan Paired Sample T-Test diperoleh nilai p-value: 0,001 (p<0,05) Disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon dan relaksasi nafas dalam terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Mega Buanan Palopo yang dapat digunakan sebagai masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan mengenai pengaruh relaksasi nafas dalam dan aromaterapi lemon terhadap nyeri pada ibu post operasi sectio caesarea.
Efetivitas Penggunaan Kontrasepsi Implant Terhadap Kejadian Gangguan Fungsi Seksual Pada Wanita Pasangan Usia Subur Purnama Sari, Arini
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 2 No. 2 (2023): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/b6nw2536

Abstract

Masalah seksual dapat memberikan dampak negative terhadap kualitas hidup kesehatan emosional bagi seorang wanita. Kejadian gangguan fungsi seksual pada wanita dapat berdampak buruk bagi keharmonisan dan kelangsungan hidup berrumah tangga suami istri dan dapat berujung pada perceraian. Tujuan penelitian ini Untuk menganalisis pengaruh penggunaan kontrasepsi implant terhadap kejadian ganguan fungsi seksual. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor implant dan non implant yang terpilih menjadi anggota sampel yang berjumlah 83 orang. Uji analisis dengan menggunakan regresi logistic. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh umur penggunaan Kb terhadap kejadian gangguan fungsi seksual di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dengan nilai p value sebesar 0.013. ada pengaruh metode penggunaan Kb terhadap kejadian gangguan fungsi seksual di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dengan p-value =0.028. Ada pengaruh lama penggunaan KB terhadap kejadian gangguan fungsi seksual di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dengan p-value=0.006. Tidak ada pengaruh paritas terhadap kejadian gangguan fungsi seksual di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dengan p-value =0.583. Diharapkan Perlunya masyarakat agar datang dan mencari informasi yang sejelas-jelasnya sebelum menggunakan metode Kontrasepsi sehingga dapat mengetahui risiko dan efek samping ketika memutuskan untuk memilih suatu alat kontrasepsi.
Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Jajanan Sehat Siswa di SD Negeri 7 Ponjalae, Kota Palopo Asphina R Djano, Nur; Audyani, Yunhi
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 2 No. 2 (2023): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/qmw1kd42

Abstract

Jajanan sehat merupakan makanan atau minuman yang terhindar dari bahan pewarna buatan, pemanis buatan dan terhindar dari kontaminasi bakteri, disajikan. Jajanan anak sekolah yang kurang terjamin kesehatannya dapat berpotensi menyebabkan keracunan, gangguan pencernaan dan jika berlangsung lama akan menyebabkan status gizi yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Jajanan Sehat siswa di SD Negeri 7 Ponjalae Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri 7 Ponjalae Kota Palopo. Sebanyak 56 responden dipilih menjadi sampel dengan menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program microsoft exel dan program statistik (SPSS) versi 16. Hasil penelitian adalah mencari distribusi frekuensi, analisis univariat mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat mengguanakan uji chi square dan uji fisher didapatkan ada pengaruh antara peran orang tua terhadap konsumsi jajanan sehat siswa di SD Negeri 7 Ponjalae Kota Palopo dengan nilai (ρ = ,004), dan ada pengaruh antara peran kantin sekolah terhadap konsusmsi jajanan sehat siswa di SD Negeri 7 Ponjale Kota Palopo dengan nilai (ρ = ,001). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh faktor orang tua dan kantin sekolah terhadap konsumsi jajanan sehat siswa di SD Negeri 7 Ponjalae Kota Palopo. 
Determinan Yang Mempengaruhi Kunjungan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo Asphina R.Djano, Nur
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 2 No. 2 (2023): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/sas5mg95

Abstract

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko penyakit tidak menular yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap, pengetahuan, dukungan keluarga, kader kesehatan terhadap kunjungan Posbindu PTM di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah responden yang berusia 15 tahun ke atas di Kelurahan Salubulo Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo pada priode Juli-September 2018 berjumlah sebanyak 3327 orang. Sebanyak 97 responden dipilih menjadi sampel dengan mengunakan teknik random sampling. Pengumpulan data melalui data primer (lembar kuesioner). Analisis data dengan SPSS (Statistical Product And Service Solution) windows versi 16. Dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian adalah mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat didapatkan pengaruh terhadap kunjungan Posbindu PTM yaitu sikap (ρ =,000), pengetahuan (ρ =,000), dukungan keluarga (ρ =,000) dan kader kesehatan (ρ =,000). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh sikap, pengetahuan, dukungan keluarga, kader kesehatan terhadap kunjungan Posbindu PTM di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo.
Hubungan Masa Kerja Dan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Kejadian Kelelahan Mata Pada Pekerja Welding Logam Di Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara Suwandi
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 2 No. 2 (2023): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/4n55v395

Abstract

Bengkel las merupakan salah satu tempat kerja yang memiliki risiko dan bahaya kecelakaan serta timbulnya penyakit akibat kerja. Pekerja las memiliki risiko cedera mata yang tinggi akibat paparan radiasi, mekanik, suhu dan kimiawi. Penggunaan alat pelindung diri merupakan hal yang sangat penting bagi para pekerja untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja. Penggunakan Alat Pelindung Diri (APD) ini masih belum di terapakan, akan tetapi ada beberapa pekerja yang sadar akan pentingnya menggunakan alat pelindung diri dalam proses pengelasan dilakukan. Kelelahan mata merupakan stress intensif pada fungsi-fungsi mata seperti terhadap otot-otot akomodasi pada pekerjaan yang perlu pengamatan secara teliti atau terhadap retina akibat ketidak tepatan kontras Keluhan Kelelahan Mata ditandai dengan pengelihatan kabur, mata merah, mata terasa perih, dan berkurangnya keamampuan akomodasi. Tujuan penelitian ini untuk menhetahui hubungan masa kerja dan perilaku penggunaan alat pelindung diri dengan kejaidan kelelahan mata pada pekerja welding logam dikecamatan Sukamaju kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini mengunakan studi obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja pengelasan yang berada di kecamatansuakamaju kabupaten luwu utara tahun 2022. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yang dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi dan didapatkan sebanayak 37 responden.. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian kelelahan mata pada pekerja welding logam di kecmatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara dengan nilai p= 0,025, ada hubungan antara perilaku penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kelelahan mata pada perkeja welding logam di kecamatan Suakamaju Kabupaten Luwu Utara denagn nilai p=0,003.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI KOTA PALU TAHUN 2024 Angriani Kristianita Pamona, Wasti; Adam, Arlin; Sainuddin, Sudirman
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 1 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/hqgzzr49

Abstract

Implementasi kebijakan penanggulangan HIV dan AIDS selama ini masih jauh dari harapan akibat hanya dilihat sebagai masalah pada sektor kesehatan saja dan bagi sektor non kesehatan itu bukan menjadi masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi implementasi kebijakan penanggulangan HIV dan AIDS di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili Kota Palu Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan diambil dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling dengan informan sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, observasi. Teknik analisa data kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verification. Uji keabsahan data dimana peneliti menggunakan trianggulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa komunikasi lintas program dan lintas sektor sangat baik dan aktif dimana kegiatan dilakukan setiap 3 bulan. Sumber daya pendukung sangat baik seperti dokter, bidan, apoteker dan pemegang program yang sudah mengikuti pelatihan, petugas Analis yang terlatih. Puskesmas juga menggunakan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi sehingga pertukaran informasi yang cepat dan akurat antar lintas program dan lintas sektor. Struktur birokrasi dalam penanggulangan HIV dan AIDS sudah di atur dalam PERWALI dan PERDA di Kota Palu, petugas juga mengalami hambatan dilapangan karena koordinasi antar petugas yang belum optimal sehingga tidak mencapai hasil yang optimal. Dukungan masyakarat masih sangat kurang oleh karena petugas kesulitan dalam mengumpulkan masyarakat dalam waktu bersamaan dengan berbagai alasan bahkan kurangnnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanggulangan HIV dan AIDS. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa komunikasi lintas sektor dan lintas program, sumber daya pendukung, sikap pengelola HIV dan AIDS, struktur birokrasi sudah baik akan tetapi dukungan masyarakat masih sangat kurang.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI PUSKESMAS SULI KABUPATEN LUWU Radiansyah; Adam, Arlin; Sainuddin, Sudirman; Zamli
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 1 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/fqkmwa80

Abstract

Implementasi program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dalam meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) selama ini masih jauh dari harapan yang berdampak pada angka kematian ibu dan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Implementasi Program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA) Di Puskesmas Suli Kabupaten Luwu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan diambil dengan teknik snowball sampling dengan informan sebanyak 4 orang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, observasi. Teknik analisa data kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verification. Uji keabsahan data dimana peneliti menggunakan trianggulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa komunikasi Bantuan Program Operasional Kesehatan (BOK) dalam meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak dimana petugas membuat rancangan program terlebih dahulu dan fokus terhadap materi yang akan disampaikan kepada masyarakat dan menggunakan media seperti flip chart, LCD, sebaran kertas. Sumber daya pendukung dimana petugas yang kompeten di bidang kesehatan ibu dan anak dan didukung dengan tokoh masyarakat sebagai cara untuk mempermudah berkomunikasi dengan masyarakat. Sikap petugas merasa senang menerima insentif dan semakin rajin untuk mengemban tugasnya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan yang berhak menerima dana insentif adalah petugas kesehatan yang terlibat dalam kegiatan BOK. Struktur birokrasi sudah memiliki dasar yang kuat dalam hal kegiatan BOK, sedangkan fungsi antar instansi dengan puskesmas ibu sudah sesuai dalam hal peningkatan kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa implementasi program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang tepat maka dapat dalam meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA).
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA ANAK YANG MENGALAMI STUNTING Raya Senolinggi, Theresia; Alim, Andi; Zamli
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 1 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/2r6n3871

Abstract

Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan yang pada dasarnya adalah bagian yang taj terpisahkan dari pembangunan nasional secara keseliruhan. Anak balita, anak usia sekolah, dan ibu hamil merupakan kelompok rawan gizi yang sangat perlu mendapat perhatian khusus karena dampak negatif yang ditimbulkan apabila menderita kekurangan gizi salah satunya adalah stunting yang merupakan ganguan pertumbuhan anak secara linier akibat adannya kekurangan asupan zat gizi secara kronis. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian lapangan, pendekatan deskriptif dan dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Infomran terdiri dari 2 Orang yang merupakan Kepala Bidang kesehatan masyarakat dan juga seorang Nutrisionist yang merupakan pemegang program Gizi di salah satu puskesmas tertinggi stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan sasaran, sosialisasi, tujuan dan juga pemantauan saling berkaitan di dalam pelaksanaan program pemberian makanan ini. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ditemukan tidak adanya kesesuaian dengan tujuan utama program, yang muncul karena berbagai faktor, diantaranya Pola Asuh, PHBS, jarak tempuh yang cukup jauh saat pengambilan PMT, jangka waktu program yang cukup lama, serta biaya yang dikeluarkan untu transportasi ke tempat tujuan. Adapun saran dari peneliti adalah sebagai berikut: Anggaran untuk penanganan stunting sebisa mungkin semakin di tingkatkan, mengingat jumlah stunting yang terus bertambah. Petugas gizi semakin giat dalam melaakukan penyuluhan-penyuluhan stunting. Pemerintah lebih memfokuskan perhatian terhadap anak yang bermasalah dalam status gizinya.
ANALISIS HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KUNJUNGAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT Rangan, Natalia; Alim, Andi; Iskandar, Ishaq
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 3 No. 1 (2024): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/jwkj4920

Abstract

Penelitian ini membahas analisis hubungan dukungan sosial terhadap kunjungan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Sopai Kabupaten Toraja Utara. Jenis Penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional study, Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sopai Kabupaten Toraja Utara pada bulan Juni 2024. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Siswa SDN 2 Sopai Wilayah Kerja Puskesmas Sopai Kabupaten Toraja Utara yaitu sebanyak 101 Siswa.Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling.Analisa data menggunakan uji statistic Chi Square Test.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas sopai kabupaten toraja utara,tidak ada hubungan dukungan teman sebaya dengan kunjungan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas sopai kabupaten toraja utara,tidak ada hubungan dukungan orang tua dengan kunjungan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas sopai kabupaten toraja utara dan ada hubungan dukungan guru dengan kunjungan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas sopai kabupaten toraja utara. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk lebih sering ke sekolah SD untuk melakukan penyuluhan yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa dan pengetahuan guru, sehingga siswa bersedia melakukan kunjungan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ke Puskesmas sopai kabupaten Toraja Utara

Page 3 of 4 | Total Record : 35