cover
Contact Name
Heri Saptadi Ismanto
Contact Email
psikoedukasia@upgris.ac.id
Phone
+628157649969
Journal Mail Official
psikoedukasia@upgris.ac.id
Editorial Address
https://journal2.upgris.ac.id/index.php/pedu/about/editorialTeam
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikoedukasia
ISSN : -     EISSN : 30258014     DOI : https://doi.org/10.26877/2bkjcs93
Core Subject : Education,
JOURNAL OF PSIKOEDUKASIA is a scientific journal of ideas and research results in the field of Guidance and Counseling, published by the Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Education, Universitas PGRI Semarang. The purpose of this journal publication is to disseminate research results and ideas that have been achieved in the fields of Psychology and Education.
Articles 128 Documents
HUBUNGAN ANTARA EMPATI  DENGAN PERILAKU AGRESIF VERBAL PADA REMAJA SMP Roja Shafsiradj Hidayat
Jurnal Psikoedukasia Vol. 4 No. 1 (2026): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v4i1.3139

Abstract

Penelitian ini didorong oleh meningkatnya prevalensi perilaku agresif verbal di sekolah, seperti penggunaan kata-kata kasar, mengejek, menghina, dan berteriak, yang dapat mengganggu kenyamanan belajar dan hubungan sosial siswa. Salah satu kemampuan yang dianggap esensial adalah empati dalam kehidupan sosial. Empati berperan dalam perkembangan perilaku prososial, yang meliputi membantu dan mendukung orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara empati dan perilaku agresif verbal pada siswa kelas delapan di SMP Negeri 10 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi 222 siswa dan sampel 160 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi skala empati dan skala perilaku agresif verbal. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil analisis korelasi product-moment menunjukkan koefisien korelasi -0,440 dengan signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara empati dan perilaku agresif verbal. Artinya, semakin tinggi empati siswa, semakin rendah perilaku agresif verbal mereka. Sebaliknya, semakin rendah empati siswa, semakin tinggi perilaku agresif verbal mereka. Hasil ini menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai empati sebagai upaya pencegahan perilaku agresif di sekolah.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Media Video Unttuk Meningkatkan Pemahaman Bahaya Narkoba Siswa Kelas VIII SMP N 9 Semarang Jocelin Atmaranti Pujiati
Jurnal Psikoedukasia Vol. 4 No. 1 (2026): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v4i1.3140

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan rendahnya pemahaman siswa tentang bahaya narkoba. Penelitian bertujuan menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan media video untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Semarang, menggunakan metode kuantitatif pra-eksperimental dengan 10 siswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test. Hasil analisis Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000, yang berarti H₀ ditolak dan H₁ diterima. Rata-rata skor pemahaman siswa meningkat dari 83,6 pada pre-test menjadi 104,2 pada post-test, menunjukkan efektivitas metode bimbingan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dan peneliti untuk mengembangkan program bimbingan yang lebih efektif.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK TALKING CHIPS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN BAHAYA ROKOK nofita
Jurnal Psikoedukasia Vol. 4 No. 1 (2026): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v4i1.3144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik talking chips terhadap peningkatan pengetahuan tentang bahaya rokok siswa SMA N 1 Kaliwungu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif jenis True Experimental dengan desain Pretest–Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 1 Kaliwungu. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik simple random sampling, yaitu kelas X2 yang dipilih secara acak tanpa melihat strata tertentu. Instrumen yang digunakan adalah skala guttman pengetahuan bahaya rokok yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Berdasarkan nilai output pair 1 diperoleh nilai sig. (2 tailed) sebesar 0,001<0,05 maka dapat disimpulkan ada perbedaan signifikan antara variabel awal (pre-test) dengan variabel akhir (post-test) dengan kata lain, Ha diterima dan Ho ditolak. Atas dasar perhitungan tersebut maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik takling chips dalam meningkatkan pengetahuan bahaya rokok siswa SMA N 1 Kaliwungu”.
Hubungan Efikasi Diri dengan Perilaku Menyontek Siswa XI Jurusan RPL SMKN 10 Semarang Raisha Rachma Dwitaputri
Jurnal Psikoedukasia Vol. 4 No. 1 (2026): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v4i1.3145

Abstract

Latar belakang penelitian ini dikarenakan banyak siswa yang memiliki perilaku ketidakjujuran. Dalam konteks ini siswa sering bekerja sama untuk melakukan hal curang yaitu menyontek. Dalam hal ini dikarenakan efikasi diri yang rendah. Tujuan dalam penelitian ini adlaah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku menyontek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. populasi yang menjadi objek penelitian berjumlah 70 siswa. Seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil uji kolerasi menggunakan Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0.001 (<0.05) yang mengidentifikasi adanya hubungan yang signifikan anatara variabel yang diteliti. Dengan nilai r hitung > r tabel adalah -0.377 > 0.231. Artinya semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki oleh individu maka akan semakin rendah pula kemungkinan perilaku untuk menyontek.  
Pengaruh Interaksi Sosial di Smk Negeri 10 Semarang Septi Amaranayanti
Jurnal Psikoedukasia Vol. 4 No. 1 (2026): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v4i1.3162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi sosial terhadap perilaku Bullying siswa Smk Negeri 10 Semarang. Masalah Bullying di sekolah masih menjadi perhatian, dan interaksi sosial antar siswa diduga memengaruhi munculnya perilaku tersebut.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 74 siswa kelas XII yang dipilih melalui Random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala likert dan dianalisis dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku Bullying (signifikansi 0,000 < 0,05) diperoleh hasil F hitung lebih besar dari F tabel atau 30.783 >0,396.dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh Interaksi sosial terhadap Bullying Smk Negeri 10 Semarang Temuan ini menunjukkan pentingnya membangun interaksi sosial yang baik untuk menekan perilaku Bullying. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi guru dan pihak sekolah dalam merancang strategi pengembangan interaksi sosial guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif..
Hubungan Dukungan Sosial dengan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Kota Semarang Dewi Mar’atussa’adah
Jurnal Psikoedukasia Vol. 4 No. 1 (2026): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v4i1.3163

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya dinamika psikologis yang dialami mahasiswa tingkat akhir di Kota Semarang, khususnya yang berkaitan dengan quarter life crisis seperti kecemasan terhadap masa depan, perasaan tertinggal, serta tekanan sosial dan akademik. Kondisi tersebut menuntut adanya faktor pelindung yang mampu membantu mahasiswa menghadapi fase transisi menuju kedewasaan, salah satunya melalui dukungan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 100 responden mahasiswa tingkat akhir yang dipilih melalui pengambilan data secara daring. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan quarter life crisis dengan nilai koefisien korelasi r = -0,615 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialami. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting sebagai faktor pelindung psikologis dalam membantu mahasiswa tingkat akhir menghadapi tekanan dan ketidakpastian pada masa transisi menuju kedewasaan.
PENGALAMAN KORBAN CYBERBULLYING: STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWA alif
Jurnal Psikoedukasia Vol. 4 No. 1 (2026): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v4i1.3308

Abstract

Perkembangan teknologi digital menjadikan ruang daring sebagai bagian penting dalam kehidupan mahasiswa, namun juga memunculkan fenomena cyberbullying yang berdampak pada kesejahteraan psikologis. Penelitian ini penting dilakukan karena cyberbullying pada mahasiswa sering kali dipahami secara umum, sementara pengalaman subjektif korban belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa memaknai pengalaman mereka sebagai korban cyberbullying. Secara konseptual, penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa cyberbullying merupakan pengalaman hidup yang bermakna dan memengaruhi cara mahasiswa memandang diri dan relasi sosialnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan penelitian terdiri dari tiga mahasiswa yang pernah mengalami cyberbullying, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan tahapan IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberbullying dimaknai sebagai pengalaman emosional yang menyakitkan, mendorong penarikan diri, serta membentuk pemaknaan ulang terhadap diri dan relasi sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman berbasis pengalaman korban dalam upaya pencegahan dan penanganan cyberbullying di perguruan tinggi.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC BURNOUT PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 29 SEMARANG Fibrina Maulida Eka Sari Sari; Eka Sari
Jurnal Psikoedukasia Vol. 4 No. 1 (2026): Psikoedukasia
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/psikoedukasia.v4i1.3482

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya gejala academic burnout pada peserta didik, seperti kelelahan belajar, sikap sinis, dan penurunan motivasi. Burnout diduga berkaitan dengan rendahnya self-efficacy, yaitu keyakinan peserta didik terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-efficacy dan academic burnout pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 29 Semarang tahun ajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 156 peserta didik yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy dan skala academic burnout, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara self-efficacy dan academic burnout, yang berarti semakin tinggi self-efficacy, semakin rendah burnout peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan self-efficacy dalam layanan bimbingan dan konseling untuk mencegah burnout akademik. Kata kunci: Self-efficacy, Academic burnout, Peserta didik SMP

Page 13 of 13 | Total Record : 128