cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
bionature@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar Jl. Daeng Tata Raya, Parang Tambung, 90224 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
bionature
ISSN : 14114720     EISSN : 26545160     DOI : 10.35580
BIONATURE adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori di bidang biologi. Diterbitkan dua kali setahun pada bulan april dan oktober oleh Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makasar
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2014): Oktober" : 10 Documents clear
Perbandingan Kesadaran Metekognitif Siswa yang Diajar Menggunakan Model Problem-based Instruction (PBI) dengan Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Arifin, Arifah Novia; Saenab, Sitti
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.822 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesadaran metakognitif siswa yang diajar menggunakan model Problem-Based Instruction (PBI) dengan kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Pada penelitian ini digunakan kelompok eksperimen I berupa model pembelajaran PBI dan kelompok eksperimen II berupa model pembelajaran kooperatif tipe TPS.Instrumen penelitian berupa angket MAI (Metacognitive Awareness Inventory) untuk mengukur kesadaran metakognitif. Data dianalisis statistik deskriptif dan inferensial (T-tes dengan α= 0,05) dengan bantuan program SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwatidak ada perbedaan yang signifikan kesadaran metakognitif siswa SMA yang diajarmenggunakanmodel PBI dengan kooperatif TPS (p> 0,05 dengan sig 0,063).
Keanekaragaman Vegetasi dan Satwa Liar Hutan Mangrove Haris, Risma
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.19 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1558

Abstract

Di Indonesia, hutan-hutan mangrove terbaik terdapat di pantai barat daya Papua sekitar Teluk Bintuni yang mencapai luas 1,3 juta ha, yang merupakan sepertiga dari luas hutan mangrove Indonesia, sedangkan sisanya terdapat di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Keberadaan hutan mangrove amatlah penting dikarenakan mempunyai peran ganda disamping memiliki potensi ekologis dan juga memberikan manfaat ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat disekitarnya. Salah satu Hutan Mangrove yang masih tersisa terdapat di kawasan konservasi Cagar Alam Teluk Apar Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Ekosistem Hutan Mangrove digambarkan sebagai biodiversitas dengan berbagai vegetasi dan satwa liar yang hidup dikawasan cagar alam. Berdasarkan data dan informasi Balai Konservasi Sumberdaya Alam bahwa terdapat 25 jenis mangrove sejati dan 13 famili dan 14 jenis mangrove ikutan dari 13 famili sebagai penyusun hutan mangrove. Terdapat 2 jenis langka secara global namun tidak secara lokal yaitu Tagal (Ceriops decandra) dan Perpat Merah (Schippyphora hidrophylaceae). Sedangkan Satwa Liar jenis mamalia yang terdapat di Area Konservasi Cagar Alam Teluk Apar yaitu Bekantan (Nasalis larvatus), Elang Bondol (Haliastur indus), Bangau Tongtong (Leptoptilus javanicus), Pecut Ular (Anhinga melanogaster) dan Buaya Muara (Crocodylus porosus).
Pengaruh Pemberian Minyak Mandar yang Ditambahkan Bubuk Daun Sukun (Arthocarpus altilis) terhadap Kadar Kolesterol pada Mencit (Mus musculus) ., Erni; Mu’nisa, A.; Arsal, A. Faridah
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.044 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak Mandar yang ditambahkan bubuk daun sukun (Arthocarpus altilis) terhadap penurunan kadar kolesterol mencit (Mus musculus). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, Kelompok 1 yaitu kelompok mencit hanya diberi pakan standar (kontrol negatif), kelompok 2 adalah kelompok mencit diberi pakan kolesterol (kontrol positif), kelompok 3 adalah kelompok mencit diberi pakan standar dan minyak mandar, dan kelompok 4 adalah kelompok mencit diberi pakan standar dan minyak ditambahkan bubuk daun sukun. Kadar kolesterol di ukur sebanyak 3 kali yaitu setelah masa adaptasi, 2 minggu setelah pemberian minyak, dan 2 minggu setelah pemberian pakan kolesterol. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tahap awal kadar kolesterol semua perlakuan tidak berbeda nyata terhadap kontrol negatif. Namun, pada tahap akhir menunjukkan minyak yang diberi bubuk daun sukun tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan bubuk daun sukun (Arthocarpus altilis) (0,9 gram) pada minyak goreng olahan tradisional asal Mandar memberikan pengaruh terhadap kadar kolesterol mencit (Mus musculus).
Uji Efek Anti-inflamasi Ekstrak n-Butanol dan Etil Asetat Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lamk.) De Wit) pada Mencit Jantan (Mus musculus) yang Diinduksi dengan Karagen Amirah, Sitti; Kosman, Rachmat; Novianti Y., Riany
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.807 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek antiinflamasi dari ekstrak n-butanol dan etil asetat daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit) berdasarkan penurunan volume radang pada telapak kaki mencit jantan. Penelitian ini menggunakan 24 ekor hewan uji dibagi menjadi 8 kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif, kelompok 2 diberi suspensi natrium diklofenak sebagai pembanding, kelompok 3 diberi ekstrak etil asetat 0,5%, kelompok 4 diberi ekstrak etil asetat 1%, kelompok 5 diberi ekstrak etil asetat 1,5%, kelompok 6 diberi ekstrak n-butanol 0,5%, kelompok 7 diberi ekstrak n-butanol 1% dan kelompok 8 diberi ekstrak n-butanol 1,5%. Induksi dilakukan dengan menyuntikkan 0,05 ml karagen 1% b/v secara subkutan pada telapak kaki mencit. Setelah 1 jam setiap kelompok diberi sediaan uji peroral sebanyak 1 ml/30gBB. Pengukuran volume radang dilakukan pada menit 0, 30, 60, 90, dan 120. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak n-butanol dan etil asetat daun petai cina dapat menurunkan volume radang pada telapak kaki mencit. Ekstrak n-butanol memberikan efek antiinflamasi pada konsentrasi 0,5% sedangkan ekstrak etil asetat pada konsentrasi 0,5 % dan 1 % yang tidak berbeda bermakna terhadap natrium diklofenak.
Manual Laboratorium untuk Mendukung Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Matakuliah Struktur Hewan ., Faisal
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.758 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1554

Abstract

Mengubah kegiatan praktikum ke dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing, bertujuan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan metode ilmiah dan keterampilan proses sains bagi mahasiswa. Selama pembelajaran inkuiri terbimbing, mahasiswa menggunakan manual laboratorium sebagai pedoman untuk melakukan aktivitas pengumpulan data. Prosedur kerja pada manual laboratorium, menguraikan secara jelas dan lengkap tahapan kegiatan membedah, mengamati, dan mengidentifikasi organ-organ tubuh, pada spesies tertentu yang mewakili lima kelas dari filum vertebrata. Pada tahap akhir pembelajaran, mahasiswa mengorganisasikan data yang telah mereka peroleh dan mengkomunikasikannya dalam bentuk laporan ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar kognitif, kuesioner respon mahasiswa terhadap manual laboratorium dan kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi dalam bentuk laporan ilmiah. Berdasarkan data hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manual laboratorium memudahkan mahasiswa dalam aktivitas pengumpulan data. Pembelajaran ikuiri terbimbing juga mendapat respon yang baik dari mahasiswa dan membantu mereka dalam mencapai tujuan pembelajaran.
EKSPLORASI TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI KECAMATAN PAMBOANG KABUPATEN MAJENE SULAWESI BARAT ., Syamsiah
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.861 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi tumbuhan obat tradisional di kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Eksplorasi  dilakukan terhadap jenis-jenis tumbuhan obat dan bagian yang digunakan dalam pengobatan di kabupaten Majene. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan identifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat 45 jenis tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat tradisional, diantaranya terdapat 37 ramuan pengobatan. Tanaman obat yang telah berhasil di eksplorasi umumnya berfungsi untuk mengobati beberapa jenis penyakit seperti; penyakit dalam, penyakit luar, infeksi, vitalitas pria, dan menjarangkan kehamilan (KB). Bagian tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan ada 9 yaitu:  akar, batang, kulit batang, daun, bunga, buah, kulit buah, biji, dan umbi. Bagian tumbuhan yang dominan digunakan adalah daun.
Performa Jumlah dan Diferensiasi Sel Hemosit Juvenil Udang Windu (Penaeus Monodon Fabr.) pada Pemeliharaan dengan Tingkat Teknologi Budidaya yang Berbeda ., Hartinah; La Sennung, La Paturusi; Hamal, Rimal
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.075 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa jumlah hemosit dan diferensiasi sel hemosit juvenil udang windu, pada pemeliharaan dengan tingkat teknologi yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel langsung ke lokasi tambak intensif dan tambak tradisional. Frekuensi pengambilan sampel 2 kali dengan interval waktu 15 hari pada saat juvenil udang windu berumur ± 2 bulan. Parameter hemolimfe yang diamati adalah jumlah hemosit, persentase diferensiasi hemosit berdasarkan tipe selnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah hemosit juvenil udang windu pada pemantauan pukul 16:30, masing-masing naik dari 30×106 sel/ml pada tambak tradisional, dan 34.8×106 sel/ml pada tambak intensif. Pada pemantauan pukul 12:00, menjadi 68.7×106 sel/ml tambak tradisional dan 64,8 ×106 sel/ml pada tambak intensif. Selanjutnya menurun menjelang pukul 4:30 menjadi 29,6×106 sel/ml pada tambak intensif dan 33.6×106 sel/ml pada tambak tradisional. Selanjtunya, persentase sel hyalin lebih tinggi (54-61%) pada tambak tradisional dibandingkan sel globular (33–35%) dan sel semiglobular (7-14%), namun pada tambak intensif sel globular lebih tinggi dibandingkan sel hyalin dan sel globular pada setiap pemantauan selama 24 jam. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kondisi vitalitas juvenil udang windu yang dipelihara pada tambak tradisional lebih prima dibandingkan pada tambak intensif yang diduga rentan terhadap stress terutama menjelang subuh (pukul 4:30).
Parameter Kualitas Limbah Padat Rumah Potong Hewan Tamangapa Kota Makasasar Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk Kompos ., Hartono; Hiola, St. Fatma; Nur, Surahman
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.014 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1561

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter kualitas limbah padat Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa. Sampel penelitian berupa isi rumen dan kotoran sapi diambil dari RPH Tamangapa. Data kuantitatif meliputi N-total (%) diukur dengan metode Kjeldahl, P-total (%) dengan metode Spektrofotometri, K-total (%) dengan metode AAS, C-Organik (%) dengan metode Chumies, rasio C/N dengan metode kalkulasi, kadar air (%) dengan metode oven dan bahan organik (%) dengan metode pengabuan. pH diukur dengan menggunakan pH meter. Data kualitatif berupa bentuk fisik dari limbah padat RPH Tamangapa dilakukan melalui pengamatan secara visual yang meliputi warna dan tekstur limbah. Kandungan C, rasio C/N dan bahan organik paling tinggi terdapat pada serbuk gergaji, Kandungan N dan P tertinggi terdapat pada isi rumen, sedangkan kandungan K paling tinggi terdapat pada kotoran ternak. Kandungan unsur C, N, P, K dan rasio C/N serta kadar air pada semua bahan baku ternyata memenuhi standar SNI 19­7030­2004 untuk kualitas pupuk kompos, kecuali kandungan bahan organik pada isi rumen dan kotoran ternak masih rendah dan pH yang lebih tinggi. Isi rumen tampak berwarna cokelat muda dengan tekstur yang kasar sedangkan kotoran ternak berwarna cokelat kehitaman, tekstur lebih halus dan berbentuk gumpalan menyerupai tanah.
Penerapan Model Pembelajaran Example Non Examples untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VIII.K SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa Djafar, Nur Asmah
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.463 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1551

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII.K SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa melalui penerapan model pembelajaran example non example. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VIIIK pada semester ganjil tahun 2013/2014 dengan jumlah peserta didik 44 orang, yang terdiri dari 21 orang peserta didik laki-laki dan 23 orang peserta didik perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi, angket, dan tes hasil belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, observasi, angket, dan tes. Data hasil observasi dan angket dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan tindakan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan peningkatan hasil belajar secara kuantitatif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Penerapan model pembelajaran example non examples dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII.K SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa, (ii) Hasil analisis observasi terhadap perilaku peserta didik selama berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran example non example untuk semua indikator mengalami peningkatan mulai dari siklus I, II, dan III yang berada pada kriteria baik dan baik sekali, dan (iii) Hasil angket peserta didik juga memperlihatkan adanya respon yang sangat positif dengan penerapan model pembelajaran example non example.
Efek Hipoglikemic Kombinasi Infusa Biji Alpukat (Persea americana Mill) dan Biji Pepaya (Carica papaya (L.) var. Bangkok) Asal Kab. Pinrang pada Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Rahman, Safriani; ., Rahmawati; ., Nurkhalifah
bionature Vol 15, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.798 KB) | DOI: 10.35580/bionature.v15i2.1557

Abstract

Secara empiris biji alpukat dan biji pepaya digunakan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi yang efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) dari kombinasi infusa biji alpukat  dan biji pepaya varietas Bangkok. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus yang dibagi dalam 8 kelompok yaitu 2 kelompok kontrol (normal dan negatif), 2 kelompok perlakuan yang diberikan infus biji alpukat dan biji pepaya, 3 kelompok perlakuan yang diberikan kombinasi infus biji alpukat dan biji pepaya konsentrasi 0,4% v/v, 0,6% v/v, dan 0,8% v/v, dan 1 kelompok pembanding yang diberikan glibenklamid. Semua kelompok perlakuan diberikan sediaan uji secara oral selama 14 hari. Sebelum perlakuan tikus terlebih dahulu diinduksi dengan aloksan 120 mg/kgBB secara intraperitonial. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke -1, -3, -7, -11, dan -14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi infus biji pepaya dan biji alpukat konsentrasi 0,4% v/v, 0,6% v/v , dan 0,8% v/v memberikan efek dalam menurunkan kadar glukosa darah  dan konsentrasi yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah adalah konsentrasi 0,6% v/v.

Page 1 of 1 | Total Record : 10