cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 760 Documents
PROSES PRODUKSI DAN INOVASI RASA MAKANAN RINGAN LEKKER DALAM BISNIS SALTY LEKKER Charlene Gabriella; Henny Wirianata
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37296

Abstract

Through this activity, Untar Team developed an innovative snack under the brand Salty Lekker. This product innovation emerged as a response to the market’s monotony, where lekker products are mostly sweet, dominated by chocolate, cheese, or fruit sauces, causing market saturation and reduced competitiveness. The project aimed to introduce savory and spicy flavors, using wheat and gluten-free flour as healthier alternatives. The process involved planning, execution, evaluation, and reporting. Three new variants were created, which are Spicetoon Lekker (spicy shredded tuna), Chezzy Lekker (bolognese sauce with mozzarella), and Mozzaroni Lekker (bolognese sauce, mozzarella, and beef pepperoni). Challenges arose from dough consistency, limited sales locations, and lower second pre-order demand. Still, the first pre-order, on 27–30 September 2025, achieved over 60 orders, with positive feedback praising the savory innovation. Overall, this project proved that introducing savory-spicy flavors, using gluten-free ingredients, and applying sustainability strategies can boost competitiveness, create business opportunities, and promote healthier consumption habits. Pada kegiatan kali ini, salah satu tim kewirausahaan Untar menghasilkan sebuah inovasi produk makanan ringan dengan merek Salty Lekker. Inovasi ini dilakukan karena varian rasa lekker yang beredar di pasaran umumnya masih bersifat monoton, yaitu didominasi oleh rasa manis seperti cokelat, keju, dan saus dari buah-buahan, sehingga menyebabkan kejenuhan pasar serta menurunnya daya saing produk sejenis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan lekker dengan varian rasa asin dan pedas yang masih jarang dijumpai di masyarakat, serta memanfaatkan dua jenis bahan dasar, yaitu tepung terigu dan tepung bebas gluten sebagai alternatif yang lebih sehat. Tahapan dalam kegiatan ini terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan laporan. Melalui kegiatan ini, berhasil diciptakan tiga varian rasa baru dalam makanan ringan lekker, yaitu Spicetoon Lekker (tuna suwir pedas), Chezzy Lekker (saus bolognese dan keju mozzarella), dan Mozzaroni Lekker (saus bolognese, keju mozzarella, dan potongan pepperoni sapi), yang memberikan alternatif cita rasa asin dan pedas yang masih jarang dijumpai di pasaran. Selama proses produksi, tim menghadapi beberapa kendala, antara lain ketidakseimbangan komposisi adonan, keterbatasan lokasi penjualan, serta penurunan jumlah pesanan pada periode pre-order kedua. Meskipun demikian, capaian positif ditunjukkan melalui pre-order pertama pada 27-30 September 2025, yang berhasil memperoleh lebih dari 60 pesanan, dan terdapat beberapa konsumen yang memberikan pendapat bahwa inovasi varian rasa pada makanan ringan lekker cukup lezat dan gurih. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan inovasi rasa asin dan pedas, pemanfaatan bahan bebas gluten, dan penerapan strategi keberlanjutan mampu meningkatkan daya saing produk, membuka peluang usaha, serta mendorong pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.
EDUKASI KEUANGAN BAGI JEMAAT PEMUDA DI GEREJA KRISTEN INJILI INDONESIA Elsa Imelda; Stanley; Jennifer
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37297

Abstract

Healthy financial management is an important factor in achieving economic stability and prosperity. However, many individuals still face challenges in managing their finances due to a lack of understanding about investment and financial risk. In the digital era, smart investing has become key to managing finances effectively. To achieve better financial goals, it is essential to understand proper investment management. Young generations also need to have well-planned financial strategies. By applying the right financial strategies, each individual can build a strong financial foundation for a more stable and prosperous future. This research aims to analyze various investment strategies that individuals can apply to achieve sustainable financial goals. Additionally, this study discusses the concept of financial risk and how to manage it so that it does not negatively impact an individual’s economic condition. Financial education plays a crucial role in increasing public financial literacy, thus helping them make wiser and more strategic decisions regarding investment and overall financial management. The results of this financial education are expected to provide a better understanding of investment management and financial risk, as well as encourage individuals to improve their financial literacy to achieve better economic well-being. Pengelolaan Keuangan yang sehat menjadi faktor penting dalam mencapai stabilitas dan kesejahteraan ekonomi. Namun, masih banyak individu yang menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan mereka akibat kurangnya pemahaman mengenai Investasi dan Risiko Finansial. Di era digital, investasi cerdas menjadi kunci dalam mengelola keuangan secara efektif. Untuk mencapai tujuan finansial yang lebih baik, diperlukan pemahaman tentang manajemen investasi yang tepat. Generasi muda juga perlu memiliki perencanaan keuangan yang matang. Dengan menerapkan strategi finansial yang tepat, setiap individu dapat membangun fondasi keuangan yang kuat demi masa depan yang lebih stabil dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi investasi yang dapat diterapkan oleh individu mencapai tujuan finansial yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga membahas konsep Risiko Finansial serta bagaimana cara mengelolanya agar tidak berdampak negatif terhadap kondisi ekonomi seseorang. Edukasi keuangan memiliki peran krusial dalam meningkatkan literasi finansial masyarakat, sehingga dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang lebih bijak dan strategis terkait Investasi serta Pengelolaan Keuangan secara keseluruhan. Hasil dari edukasi keuangan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai Pengelolaan Investasi dan Risiko Finansial serta mendorong individu untuk meningkatkan literasi keuangan mereka demi mencapai kesejahteraan ekonomi yang lebih baik.
PELATIHAN PENYAJIAN LAPORAN POSISI KEUANGAN UNTUK PERUSAHAAN JASA DAN DAGANG PADA SISWA SMA ST. TARSISIUS Ferry Adang; Hannah Lowena; Riyanti Teresa; Tannia
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37298

Abstract

The presentation of financial statements is essential for companies in carrying out their activities which require functions to play a role in processing transactions, capturing and compiling economic events that occur and then documenting them in the form of financial statements according to applicable Financial Accounting Standards. Accounting knowledge is important for high school students in preparation for higher education. This activity is a Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) that provides benefits in the form of basic knowledge and skills about accounting, especially the presentation of financial position reports of trading and service companies provided to Tarsisius 1 High School students located in the Hasyim Ashari area, Central Jakarta. The form of activities is in the form of theoretical exposure, discussion of case questions as a simulation of the accounting process, and offline interactive discussions to help schools improve literacy in understanding the basics of accounting for St. Tarsisius 1 High School students. St. Tarsisius I High School needs additional basic accounting knowledge to foster interest in continuing education to a higher level. Therefore, the PKM Untar Team proposed basic accounting themed training as an extracurricular activity for classes X - XII. This activity is planned for Wednesday, October 29, 2025 offline at the school, including material presentation, discussion of sample problem simulations, and question and answer sessions. The output of this activity is mandatory output in the form of proceedings or journals that will be included in seminars organized by Untar, as well as additional output in the form of potential Intellectual Property Rights (IPR) Copyright. Penyajian laporan keuangan merupakan hal esensial bagi perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya yang memerlukan fungsi untuk berperan dalam memproses transaksi, menangkap dan menyusun peristiwa ekonomi yang terjadi kemudian mendokumentasikannya dalam bentuk laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. Pengetahuan akuntansi penting bagi siswa SMA sebagai persiapan menempuh pendidikan tinggi. Kegiatan ini merupakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang memberikan manfaat berupa pengetahuan dan keahlian dasar tentang akuntansi, khususnya penyajian laporan posisi keuangan perusahaan dagang dan jasa yang diberikan kepada siswa SMA Tarsisius 1 yang berlokasi di daerah Hasyim Ashari, Jakarta Pusat. Bentuk kegiatan berupa pemaparan teori, pembahasan soal kasus sebagai simulasi proses akuntansi, serta diskusi interaktif secara luring untuk membantu sekolah meningkatkan literasi pemahaman dasar-dasar akuntansi bagi siswa SMA St. Tarsisius 1. SMA St. Tarsisius I membutuhkan tambahan pengetahuan akuntansi dasar guna menumbuhkan minat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Oleh karena itu, Tim PKM Untar mengusulkan pelatihan bertema akuntansi dasar sebagai kegiatan ekstrakurikuler kelas X - XII. Kegiatan ini direncanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025 secara luring di sekolah, meliputi pemaparan materi, pembahasan simulasi contoh soal, dan sesi tanya jawab. Luaran kegiatan ini adalah luaran wajib berupa prosiding atau jurnal yang akan diikutsertakan dalam seminar yang diselenggarakan oleh Untar, serta luaran tambahan berupa Potensi Hak kekayaan Intelektual (HKI) Hak Cipta.
PERBANDINGAN NILAI DAYA DUKUNG TIANG PANCANG SISTEM HIDROLIK DENGAN UJI PDA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEREJA Angeline Valance; Mega Waty
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37299

Abstract

Pile foundations are an important component in building construction, their function is to transfer loads to hard soil layer to increase the stability of the building. In addition, piles also function to withstand lateral forces due to earthquakes and strong winds. One method of installing piles is the jack-in pile driving system, using Hydraulic Static Pile Driver (HSPD), a piling method with hydraulic pressure that minimizes vibration, and more precise pile installation. In piling work, evaluation of the pile bearing capacity is required to ensure that the piles that have been driven meet construction requirements. One method of testing the bearing capacity is the Pile Driving Analyzer (PDA), which is a dynamic test of the pile foundation bearing capacity carried out directly on the tested pile. This paper aims to analyze the effectiveness of piling with the HSPD tool and compare the pile bearing pressure obtained by PDA. The implementation method of this PKM uses literature studies, field observations, and assistance from PKM supervisors. From the results of the field work, piling with HSPD has proven to be effective, safe, and successful in meeting the bearing capacity pressure according to construction design requirements. PDA testing produces a higher bearing capacity value than the pressure provided by HSPD, because the value of the pile friction bearing capacity increases with the age of the pile after being embedded in the ground. Thus, piling using HSPD is recommended because it has proven to be effective and has a high success rate. Pondasi tiang pancang merupakan komponen penting dalam konstruksi bangunan, fungsinya untuk menyalurkan beban ke lapisan tanah keras untuk meningkatkan stabilitas bangunan. Selain itu, tiang pancang juga berfungsi menahan gaya lateral akibat gempa bumi dan angin kencang. Salah satu metode pemasangan tiang pancang adalah sistem pemancangan jack-in pile menggunakan Hydraulic Static Pile Driver (HSPD), metode pemancangan dengan tekanan hidraulik yang minim getaran, dan pemasangan tiang yang lebih presisi. Dalam pekerjaan pemancangan, evaluasi kapasitas daya dukung tiang diperlukan untuk memastikan tiang yang telah dipancang memenuhi persyaratan konstruksi. Salah satu metode pengujian kapasitas daya dukung adalah Pile Driving Analyzer (PDA), yaitu pengujian dinamik daya dukung pondasi tiang yang dilakukan langsung pada tiang yang diuji. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisa efektivitas pemancangan dengan alat HSPD serta membandingkan tekanan daya dukung tiang yang diperoleh dengan pengujian PDA. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan studi literatur, pengamatan di lapangan, dan bantuan pembimbing PKM. Dari hasil pekerjaan di lapangan, pemancangan dengan HSPD terbukti efektif, aman, dan berhasil memenuhi tekanan daya dukung sesuai dengan persyaratan desain konstruksi. Pengujian PDA menghasilkan nilai daya dukung yang lebih tinggi dari tekanan yang diberikan oleh alat HSPD, karena nilai daya dukung gesek tiang meningkat seiring dengan bertambahnya umur tiang pasca tertanam dalam tanah. Dengan demikian, pemancangan menggunakan HSPD direkomendasikan karena terbukti efektif dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.
PENGARUH PENERAPAN HARGA POKOK PENJUALAN TERHADAP HARGA JUAL DONAT MOCHI “DONAÉ” Della Puspita Sari; Herni Kurniawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37300

Abstract

The culinary industries is a promising sector increasingly pursued by younger generations. In Indonesia the industries has grown quite rapidly and was overwhelmed with new start-up businesses in the industry. In the culinary industry, innovation can be achieved on the products by implying on product innovation, packaging, marketing strategies, and operational management. Through the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program, students are given the opportunity to contribute fully to community service activities in order to enlarge culinary business ideas through practical experience. This activity emphasizes guidance in determining the right selling price using the Cost of Goods Sold (COGS) approach, product innovation, and simple financial management. Setting the right selling price is one of the main challenges in entrepreneurship. The application of Cost of Goods Sold (COGS) as the basis for determining selling prices, taking into account raw material costs, production processes, and the desired profit margin, not only affects product competitiveness but also plays a vital role in maintaining business sustainability and profitability. This community service project focuses on assisting the development of a donut business under the brand “Donae” as a build of student entrepreneurship in the culinary sector as well as emphasizing the importance of integrating financial and entrepreneurial aspects in establishing effective selling prices in the mochi donut business. Through mentoring and direct application, students will expand their knowledge of the balance between affordable prices for consumers and sustainable profits for businesses. Kewirausahaan di bidang kuliner merupakan sektor yang menjanjikan dan semakin diminati oleh generasi muda. Di Indonesia, industri ini telah berkembang dengan cukup pesat dan dibanjiri oleh bisnis startup baru di bidang kuliner. Di industri kuliner, inovasi dapat dicapai melalui inovasi produk, kemasan, strategi pemasaran, dan manajemen operasional. Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa diberikan kesempatan untuk berkontribusi penuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat guna mengembangkan ide bisnis kuliner melalui pengalaman praktis. Kegiatan ini menekankan pendampingan dalam penentuan harga jual yang tepat menggunakan pendekatan Harga Pokok Penjualan (HPP), inovasi produk, serta pengelolaan keuangan sederhana. Menentukan harga jual yang tepat adalah salah satu tantangan utama dalam kewirausahaan. Penerapan Harga Pokok Penjualan (COGS) sebagai dasar penetapan harga jual dengan mempertimbangkan biaya bahan baku, proses produksi serta tingkat persentase laba yang diinginkan, tidak hanya mempengaruhi daya saing produk tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan dan keuntungan usaha. Pengabdian ini berfokus pada pendampingan pengembangan usaha donat dengan merek “Donae” sebagai bentuk implementasi kewirausahaan mahasiswa di sektor kuliner serta menekankan pentingnya mengintegrasikan aspek keuangan dan kewirausahaan dalam menetapkan harga jual yang efektif dalam usaha donat mochi. Melalui pendampingan dan penerapan langsung, mahasiswa akan memperluas pengetahuan tentang keseimbangan harga antara harga terjangkau bagi konsumen dengan keuntungan berkelanjutan bagi pelaku usaha.
MENCIPTAKAN DIFERENSIASI DALAM INDUSTRI KAFE YANG KOMPETITIF DI LOMBOK Al-Fathir Rizky Pradifa; Luqman Arziqi; Ida Puspitowati
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37301

Abstract

Éclair Coffee is a local cafe business located in the heart of Mataram City, carrying the concept of quality coffee combined with a creative community space. In the highly competitive cafe industry in Lombok, Éclair faces significant challenges from established brands, requiring an aggressive differentiation strategy to build a strong brand image and reach a wider market. This Community Service (PKM) activity was carried out to assist partners in formulating and implementing a differentiation strategy based on customer experience, which is crucial in industry competition The method of implementing this activity uses a descriptive qualitative approach focusing on strategic intervention and assistance directly in the field. The solution applied in this PKM began with assistance in compiling the Business Model Canvas (BMC) and SWOT Analysis. This analysis served as the basis for strategy formulation to comprehensively map the internal weaknesses and external opportunities of the business. Based on this mapping, the PKM team implemented three main differentiation strategies through the Community Involvement Program (via collaborative talkshows and workshops) and the provision of a Mini Corner Business for the empowerment and promotion of local MSMEs.The result of this PKM activity shows that Éclair Coffee successfully strengthened its Value Proposition as a center for collaboration and a creative space, which is evidenced by an increase in community interaction and the creation of a unique brand image, aligning with the theory of differentiation and positioning. This contribution positions Éclair not merely as a place to drink coffee, but as an ecosystem that grows together with the community. Éclair Coffee merupakan usaha kafe lokal yang berdiri di jantung Kota Mataram, mengusung konsep kopi berkualitas yang dipadukan dengan ruang komunitas kreatif. Dalam industri kafe yang sangat kompetitif di Lombok, Éclair menghadapi tantangan besar dari brand yang sudah mapan dan memerlukan strategi diferensiasi agresif untuk membangun brand image yang kuat serta menjangkau pasar yang lebih luas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk mendampingi mitra dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi diferensiasi berbasis pengalaman pelanggan, yang krusial dalam kompetisi industry, Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada intervensi dan pendampingan strategis secara langsung di lapangan. Solusi yang diterapkan dalam PKM ini diwali dengan pendampingan penyusunan Business Model Canvas (BMC) dan Analisis SWOT. Analisis tersebut menjadi dasar perumusan strategi untuk memetakan kelemahan internal dan peluang eksternal bisnis secara komprehensif. Berdasarkan pemetaan ini, tim PKM mengimplementasikan tiga strategi diferensiasi utama dengan Program Keterlibatan Komunitas melalui talkshow dan workshop kolaborasi dan Penyediaan Mini Corner Business untuk pemberdayaan dan promosi UMKM lokal Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa Éclair Coffee berhasil memperkuat Value Proposition-nya sebagai pusat kolaborasi dan ruang kreatif, yang terbukti dengan peningkatan interaksi komunitas dan menciptakan citra merek yang unik, selaras dengan teori diferensiasi dan positioning. Kontribusi ini menjadikan Éclair bukan hanya tempat ngopi, tetapi ekosistem yang tumbuh bersama masyarakat
PERAN ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) DALAM MENINGKATKAN PROFITABILITAS USAHA DONAT MOCHI “DONAÉ” Michelle Paramitha Erawan; Herni Kurniawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37302

Abstract

The culinary sector is one of the business fields that continues to show significant growth and has promising profit opportunities. However, in order to survive and thrive in the midst of increasingly fierce competition, business actors are required to have the ability to manage finances carefully and efficiently. One method that can be used as a tool in the financial decision-making process is Break Even Point (BEP) analysis. This analysis has an important role in helping business people understand the relationship between costs, sales volume, and profit levels, so that the minimum sales limit needed so that the business does not experience losses can be determined.This research focuses on the application of BEP analysis to the Donaé culinary business, which offers a mainstay product in the form of mochi donuts. Through the application of this analysis, business owners can gain a deeper understanding of the production cost structure, appropriate pricing strategies, and expected profit projections. The results show that the proper use of the BEP method can support the financial planning process, cost control, and increase business profitability. In addition, this study also discusses relevant managerial strategies to strengthen competitiveness and maintain business sustainability. Thus, the results of this study not only contribute to the management of Donaé, but can also be a reference for other culinary businesses in optimizing financial performance and making more strategic decisions. Sektor kuliner merupakan salah satu bidang usaha yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan memiliki peluang keuntungan yang menjanjikan. Meskipun demikian, agar mampu bertahan dan berkembang di tengah kompetisi yang semakin ketat, pelaku usaha dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara cermat dan efisien. Salah satu metode yang dapat dijadikan alat bantu dalam proses pengambilan keputusan keuangan adalah analisis Break Even Point (BEP) atau titik impas. Analisis ini memiliki peranan penting dalam membantu pelaku bisnis memahami keterkaitan antara biaya, volume penjualan, serta tingkat laba, sehingga dapat diketahui batas minimum penjualan yang diperlukan agar usaha tidak mengalami kerugian. Penelitian ini menitikberatkan pada penerapan analisis BEP pada usaha kuliner Donaé, yang menawarkan produk andalan berupa mochi donat. Melalui penerapan analisis tersebut, pemilik usaha dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai struktur biaya produksi, strategi penetapan harga yang sesuai, serta proyeksi keuntungan yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode BEP secara tepat mampu mendukung proses perencanaan keuangan, pengendalian biaya, serta peningkatan profitabilitas bisnis. Selain itu, kajian ini juga membahas strategi manajerial yang relevan untuk memperkuat daya saing serta menjaga keberlanjutan usaha. Dengan demikian, hasil studi ini tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengelola Donaé, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha kuliner lainnya dalam mengoptimalkan kinerja keuangan dan pengambilan keputusan yang lebih strategis.
PENGARUH KUALITAS BAHAN BAKU TERHADAP PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DONAT MOCHI DONAÉ Febrianeva Xarisa; Herni Kurniawati
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37303

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program in the field of Entrepreneurship is a platform for students to hone their skills and potential through direct experience in running business activities. This activity supports the implementation of the Student Creativity Program (PKM), particularly in the Entrepreneurship category, which is one of the driving forces for students to produce valuable and innovative products. One form of implementation is the creation of mochi donuts, a culinary innovation that combines the softness of traditional donuts with the chewiness of Japanese mochi. The purpose of this study is to examine how the quality of raw materials affects the cost of goods manufactured (COGM) and the quality of mochi donuts. This study uses a combined method, namely a qualitative approach through direct observation of the production process and a quantitative approach by calculating and comparing the COGM between the use of retail raw materials and premium materials. The analysis results show that the use of premium ingredients causes an increase in COGS of 10.63%, from IDR 488,213 to IDR 540,097 for 60 pieces of product, or from IDR 8,138 to IDR 9,001 per piece. Although production costs increased, the mochi donuts produced were of better quality, with a softer texture, natural aroma, and more stable taste. With a selling price of Rp15,000 per piece, premium products still provide greater profits and increase business competitiveness. Therefore, the use of high-quality raw materials has been proven to provide economic added value while strengthening the product's position in market. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang Kewirausahaan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dan potensi melalui pengalaman langsung dalam menjalankan kegiatan usaha. Kegiatan ini juga mendukung pelaksanaan Program Kretivitas Mahasiswa (PKM), khususnya dalam kategori Kewirausahaan, yang menjadi salah satu pendorong bagi mahasiswa dalam menghasilkan produk bernilai dan inovatif. Salah satu bentuk pelaksanaannya adalah pembuatan donat mochi, sebuah inovasi kuliner yang memadukan kelembutan donat tradisional dengan kekenyalan mochi khas Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah bagaimana kualitas bahan baku memengaruhi harga pokok produksi (HPP) serta mutu dari produk donat mochi. Penelitian ini menggunakan metode gabungan, yaitu pendekatan kualitatif melalui observasi langsung terhadap proses produksi, dan pendekatan kuantitatif dengan melakukan perhitungan serta perbandingan HPP antara penggunaan bahan baku eceran dan bahan premium. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahan premium menyebabkan peningkatan HPP sebesar 10,63%, yaitu dari Rp488.213 menjadi Rp540.097 untuk 60 potong produk, atau dari Rp8.138 menjadi Rp9.001 per potong. Walaupun biaya produksi meningkat, donat mochi yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik, dengan tekstur yang lebih lembut, aroma alami, dan rasa yang lebih stabil. Dengan harga jual Rp15.000 per buah, produk berbahan premium tetap memberikan keuntungan yang lebih besar serta meningkatkan daya saing usaha. Oleh karena itu, penggunaan bahan baku berkualitas tinggi terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat posisi produk di pasar.
STRATEGI INOVASI PRODUK DAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN PADA PRODUK UMKM BITESCAPE-LLONI Aurelia Janet Kwelju; Viriany
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37304

Abstract

MSMEs play a crucial role in the national economy as they absorb a large workforce, drive the growth of the creative industry, and contribute significantly to Gross Domestic Product (GDP). However, in the era of digitalization and increasingly fierce market competition, MSMEs are required to innovate to remain relevant and competitive. This study aims to examine the effectiveness of implementing product innovation and digital marketing strategies in increasing sales at BITESCAPE-LLONI MSMEs. Through PKM activities, BITESCAPE-LLONI developed an innovative product called Cannelloni Dessert Roll, an adaptation of pasta dishes, which are generally main dishes, into sweet desserts with various contemporary flavors such as Matcha, Cookies & Cream, Taro, Klepon, and Yogurt & Honey. This strategy is combined with the implementation of digital marketing through the use of social media Instagram and WhatsApp to build brand awareness, introduce products, and expand market reach efficiently. The implementation methods include market research, product development, digital promotional content creation, and a pre-order sales system. The results of the activity showed a 137.5% increase in sales compared to the initial target, demonstrating the effectiveness of combining product innovation and digital marketing in strengthening the market position of MSMEs. Therefore, businesses need to continue to innovate sustainably and optimize digital media to maintain business sustainability and increase competitiveness in the digital industry era. UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mendorong pertumbuhan industri kreatif, serta berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di era digitalisasi dan persaingan pasar yang semakin ketat, UMKM dituntut untuk berinovasi agar tetap relevan dan berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan strategi inovasi produk dan digital marketing dalam meningkatkan penjualan pada UMKM BITESCAPE-LLONI. Melalui kegiatan PKM, BITESCAPE-LLONI mengembangkan produk inovatif bernama Cannelloni Dessert Roll, yaitu adaptasi hidangan pasta yang umumnya merupakan makanan utama menjadi dessert manis dengan berbagai varian rasa kekinian seperti Matcha, Cookies & Cream, Taro, Klepon, serta Yogurt & Honey. Strategi ini dikombinasikan dengan penerapan digital marketing melalui pemanfaatan media sosial Instagram dan WhatsApp untuk membangun brand awareness, memperkenalkan produk, dan memperluas jangkauan pasar secara efisien. Metode pelaksanaan mencakup riset pasar, pengembangan produk, pembuatan konten promosi digital, dan sistem penjualan pre-order. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 137,5% dari target awal, yang membuktikan bahwa kombinasi inovasi produk dan pemasaran digital efektif dalam memperkuat posisi UMKM di pasar. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu terus melakukan inovasi berkelanjutan serta optimalisasi media digital guna menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan daya saing di era industri digital.
HUBUNGAN INOVASI RASA DENGAN DAYA SAING UMKM BAKSO DI DALAM DUNIA KULINER LOKAL Liana Susanto; Kerin Trivena
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37305

Abstract

The local culinary industry represents a business sector with strong growth potential and profitability. In this context, flavor innovation and consumer preferences play a crucial role in shaping competitiveness and long-term sustainability. This article examines the role of flavor innovation and the product differentiation in a culinary enterprise specializing in beef and fish meatballs filled with cheese and offered in unique flavor variations, namely original broth and laksa broth. By aligning the product development with consumer preferences, the business seeks to create added value that distinguishes its offerings in the competitive local culinary industry. Drawing on sales data and consumer feedback, this discussion highlights the relationship between innovative flavor choices and the perceived value of bakso products in the market. The result discussion highlights that continuous flavor innovation, combined with a deep understanding of local consumer preferences, can enhance market appeal and strengthen business positioning. In addition, this article explores various strategies that culinary entrepreneurs can apply to develop flavor innovations and create added value, thereby improving competitiveness and profitability. It is hoped that through this article, both new and existing entrepreneurs in the local culinary industry can adopt innovation-based strategies to meet consumer needs while promoting sustainable business growth. Industri kuliner lokal merupakan sektor usaha yang memiliki potensi pertumbuhan dan profitabilitas yang tinggi. Dalam konteks ini, inovasi rasa dan preferensi konsumen menjadi faktor penting dalam membentuk daya saing serta keberlanjutan usaha. Artikel ini membahas peran inovasi rasa dan diferensiasi produk pada sebuah usaha kuliner yang berfokus pada bakso sapi dan ikan isi keju dengan varian kuah unik, yaitu kuah kaldu original dan kuah laksa. Dengan menyesuaikan pengembangan produk terhadap preferensi konsumen, usaha ini berupaya menciptakan nilai tambah yang mampu membedakan produknya di tengah ketatnya persaingan industri kuliner lokal. Berdasarkan pada data penjualan dan umpan balik konsumen, pembahasan ini menunjukkan adanya hubungan antara inovasi rasa dengan nilai yang dirasakan pada produk bakso di pasar. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa inovasi rasa yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan memahami selera dan preferensi konsumen lokal, mampu meningkatkan daya tarik pasar serta memperkuat posisi usaha. Selain itu, artikel ini juga membahas berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan inovasi rasa dan menciptakan nilai tambah, sehingga dapat meningkatkan daya saing sekaligus profitabilitas. Diharapkan melalui artikel ini, para wirausahawan baru maupun yang sudah berjalan di industri kuliner lokal dapat menerapkan strategi berbasis inovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.