cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsa@untar.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara Kampus 1 Jl. Letjen S. Parman No.1 Jakarta 11440 021-5671747 Ext. 215
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Serina Abdimas
ISSN : 29866065     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24912/jsa.v3i3.35256
Jurnal Serina Abdimas adalah wadah publikasi hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Dosen, Mahasiswa, maupun Praktisi dan telah didesiminasikan pada Seri Seminar Nasional (SERINA) dan SENAPENMAS yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tarumanagara.
Articles 785 Documents
PELAKSANAAN SEMINAR EDUKATIF MENGENAI PERSIAPAN DUNIA KERJA KEPADA SISWA SMAK TUNAS BANGSA CAKUNG Diah Ayu Candraningrum; Cecilia Jesse Chandra; Evelyn Natasha
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37160

Abstract

The teenage years are an important period in individual development marked by various changes, both physically, emotionally, and socially. For high school students, this phase coincides with the preparation process for life outside the school environment. Amidst the increasing competition in entering the workforce, the reality is that many teenagers, especially high school students, still lack access and a sufficient understanding of these stages. The lack of information and preparation can decrease their competitiveness in the job market. Therefore, the socialization of seminars related to preparation for entering the workforce becomes an initiative in the effort to build better and more ready human resources. This research aims to provide understanding and preparation for students of SMAK Tunas Bangsa Cakung regarding the importance of preparing themselves for the job market from the outset, in order to create superior human resources that are ready to compete in an increasingly developing era. The activity was done using a seminar method to provide material, attended by around 80 students, with results showing that the student’s active participation indicates that they have an interest in knowledge about the working world and early awareness of their future. ABSTRAK Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan individu yang ditandai dengan berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Bagi siswa SMA, fase ini juga bersamaan dengan proses persiapan menuju kehidupan di luar lingkungan sekolah. Di tengah meningkatnya persaingan dalam memasuki dunia kerja, kenyataannya masih banyak remaja, khususnya siswa SMA, yang belum memiliki akses serta pemahaman yang memadai tentang tahapan tersebut. Kurangnya informasi dan pembekalan ini dapat menurunkan daya saing mereka di pasar kerja. Maka dari itu, sosialisasi seminar terkait persiapan memasuki dunia kerja menjadi bentuk inisiatif dalam upaya membangun sumber daya manusia yang lebih baik dan siap. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pembekalan kepada siswa/i SMAK Tunas Bangsa Cakung mengenai pentingnya mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sejak awal, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di era yang semakin berkembang. Kegiatan dilakukan dengan metode seminar pembekalan materi yang diikuti oleh sekitar 80 siswa, dengan hasil menunjukkan keaktifan siswa/i menunjukkan bahwa mereka memiliki minat terhadap pengetahuan tentang dunia kerja serta kesadaran awal mengenai masa depan mereka.
BELAJAR INVESTASI SAHAM UNTUK PEMULA, EDUKASI LITERASI KEUANGAN UNTUK SISWA SMK SANDIKTA BEKASI Rini Tri Hastuti; Gilbert Wibisono; Angel Virgiani
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37161

Abstract

Financial literacy is a key factor in shaping an individual's ability to make informed financial decisions, including in investment. For Vocational High School students, early understanding of financial literacy especially stock investment can be valuable preparation for future economic challenges. As an educational institution, SMK Sandikta holds a strategic role in equipping students with both theoretical and practical knowledge. This PKM (Pengabdian kepada Masyarakat) activity focused on developing a structured financial literacy education program tailored for SMK Sandikta students, aiming to improve their knowledge of stock investment and overall financial management. The program was conducted by lecturers from the Faculty of Economics and implemented in three stages: planning, implementation, and review. At the planning stage, the team visited the school to conduct a preliminary survei through interviews with teachers and the principal. The findings were used to determine the relevant literacy topics, followed by a proposal submission to LPPM. In the implementation stage, a one-day training session was held using prepared modules distributed to students during face-to-face sessions. The training was designed to be practical, interactive, and directly aligned with students' needs. In the review stage, quizzes and questionnaires were given to measure students' understanding and engagement with the material. The results helped assess the program’s effectiveness and identify areas for improvement. The main outputs of this PKM activity were a publication in the Serina journal, the development of educational modules, and intellectual property rights (HKI). Overall, the program successfully enhanced students’ financial literacy in a focused and applicable way ABSTRAK Literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kemampuan individu dalam mengambil keputusan keuangan, termasuk hal investasi. Bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pemahaman mengenai literasi keuangan, khususnya investasi saham, menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. SMK Sandikta sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membekali siswa dengan pengetahuan praktis dan teoritis, termasuk pemahaman mengenai literasi keuangan. Pendidikan literasi keuangan mencakup investasi saham dapat membantu siswa memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak sejak dini. Kegiatan PKM ini merekomendasikan pengembangan program literasi keuangan yang terstruktur untuk siswa SMK. Edukasi literasi ini berfokus pada pengembangan program edukasi literasi keuangan yang dirancang khusus untuk siswa SMK Sandikta, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mereka terhadap investasi saham dan pengelolaan keuangan secara umum. Untuk itu kami, para dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, akan memberikan edukasi literasi yang rencananya akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap review. Pada tahap perencanaan, kami datang ke pihak mitra untuk melakukan survei pendahuluan dengan cara wawancara dengan guru-guru dan kepala sekolah. Dari survei ini, kami menemukan topik edukasi literasi yang cocok dengan kebutuhan mitra dan kami pun menyusun proposal ke LPPM. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan, kami melakukan pelatihan dengan menyiapkan materi pelatihan dalam bentuk Modul yang akan dibagi pada saat tatap muka pelatihan. Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama satu hari. Terakhir pada tahap review, kami akan memberikan kuis dan membagikan kuesioner kepada siswa-siswi untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka atas topik ini. Luaran kegiatan PKM ini berupa publikasi pada jurnal Serina, HKI dan modul
PELATIHAN PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN AKHIR TAHUN SESUAI DENGAN PP NOMOR 58 TAHUN 2023 Viriany; Amadeus Melvin Suteja; Vinsensius Sevio Sanjaya
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37210

Abstract

Taxes are a crucial source of revenue used to fund both routine and non-routine government expenditures. The financial development and sustainability of a country are greatly influenced by effective tax collection. In recent years, the government has actively introduced and revised various tax regulations to improve efficiency and optimize revenue. One of the most significant recent updates is related to Article 21 Income Tax (PPh 21), which concerns income earned by individuals. Companies are obligated to withhold PPh 21 from employees’ salaries or wages and report it accordingly. At the beginning of 2024, the government issued Peraturan Pemerintah (PP) No. 58 of 2023, which regulates the calculation and withholding of PPh 21. This new regulation introduces a more straightforward mechanism by applying a Tingkat Efektif Rata-rata (TER) or Average Effective Rate table for monthly income. The use of TER aims to simplify tax calculations, improve compliance, and ensure fairer tax obligations for individual taxpayers. In response to this regulatory change and the need for a deeper understanding among businesses, we conducted a training session in October 2024 for our PKM (Community Service Program) partner. This initiative aims to enhance tax literacy and ensure accurate implementation of the new rules. The project also produces two key outcomes: a publication in the Serina proceedings and an Intellectual Property (HKI) filing. ABSTRAK Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang sangat penting dalam membiayai pengeluaran rutin maupun non rutin pemerintah. Pembangunan dan kemajuan pada suatu negara sangat dipengaruhi oleh pemasukan dari sektor pajak. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus berupaya mengoptimalkan penerimaan negara melalui revisi dan penerbitan berbagai peraturan perpajakan baru. Salah satu regulasi terbaru yang cukup signifikan adalah terkait Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21. PPh pasal 21 merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan orang pribadi, seperti gaji, upah, honorarium, dan pembayaran lainnya. Setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memotong PPh Pasal 21 dari penghasilan karyawannya. Pada awal tahun 2024, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023 yang mengatur tarif pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima melalui pekerjaan, jasa, atau kegiatan lain oleh wajib pajak orang pribadi. Peraturan ini memperkenalkan metode penghitungan baru menggunakan tabel TER (Tarif Efektif Rata-rata) yang diterapkan per bulan. Penggunaan TER bertujuan untuk menyederhanakan perhitungan pajak serta meningkatkan kepatuhan dan efisiensi administrasi perpajakan. Untuk membantu mitra PKM memahami perubahan ini, kami menyelenggarakan pelatihan pada bulan Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang tepat tentang skema penghitungan baru. Proyek PKM ini menghasilkan dua luaran: publikasi dalam prosiding Serina dan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
PELATIHAN AKUNTANSI APLIKASI PROGRAM ACCURATE DALAM MENGINPUT TRANSAKSI PERSEDIAAN PADA TOKO ASIA RELOAD Nastasya Cindy Hidajat; Tanya Edwina Abigail; Wieleycia Terence
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37211

Abstract

In today's digital era, the use of software has become commonplace in supporting various daily activities, including in the field of accounting. Trading companies, as a type of business that deals with a large amount of merchandise inventory, require the assistance of digital programs to make their work more effective and efficient. The purpose of this PKM (Community Service Program) is to provide additional skills related to the use of accounting software, particularly Accurate, to entrepreneurs. This initiative also serves as an embodiment of the Tri Dharma of Higher Education to deliver benefits to the community. The training activity was conducted for the owner of the Asia Reload Shop, located in North Jakarta, in April 2025. The activity lasted for 60 minutes over the course of three online sessions. It began with a material presentation by the Tarumanagara University PKM Team and was followed by hands-on practice in inputting inventory transactions. Overall, the activity ran smoothly, and participants were actively engaged throughout the sessions. The students showed great enthusiasm as the material presented was relatively new and practical. Feedback collected through questionnaires revealed positive responsses, with most students expressing appreciation for the training and its relevance to real-world business practices. ABSTRAK Pada era digital saat ini, penggunaan software menjadi hal yang lumrah dalam menunjang berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk dalam bidang akuntansi. Perusahaan dagang sebagai jenis usaha yang berkaitan dengan persediaan barang dalam jumlah besar memerlukan bantuan program digital agar pekerjaan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan tambahan keterampilan dalam penggunaan program akuntansi, khususnya Accurate, kepada para pelaku wirausaha. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kompetensi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam memberikan solusi atas permasalahan di dunia usaha. Kegiatan pelatihan ini diberikan kepada pemilik Toko Asia Reload yang berlokasi di Jakarta Utara. Pelaksanaan dilakukan secara daring selama tiga sesi, yaitu pada hari Rabu, 30 April 2025 sampai dengan Jumat, 2 Mei 2025. Setiap sesi berdurasi 60 menit dan dimulai dengan pemaparan materi oleh Tim PKM dari Universitas Tarumanagara, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung berupa penginputan transaksi persediaan menggunakan software Accurate. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan antarmuka Accurate, cara mencatat transaksi pembelian dan penjualan, serta pembuatan laporan keuangan sederhana. Secara keseluruhan, kegiatan PKM berjalan dengan lancar. Peserta mengikuti pelatihan dengan antusias karena materi yang diberikan tergolong baru dan aplikatif. Respons dari peserta pun sangat positif, sebagaimana terlihat dari hasil kuesioner yang dibagikan setelah pelatihan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang dalam peningkatan efisiensi usaha dan pemahaman akuntansi digital bagi pelaku UMKM.
REVOLUSI AKUNTANSI MODERN DENGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Agustin Ekadjaja; Maria Bernadet Pek; Florence Delvina
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37238

Abstract

This Community Service Activity (PKM) is one of the implementations of the Tri Dharma of Higher Education, especially in making a real contribution to society. This program is intended for high school students and students. The implementation of the activity was carried out through face-to-face direct training. The activity began with an initial meeting this was to identify the needs of the school in order to establish cooperation. The theme raised in this activity was "Modern Accounting Revolution with Artificial Intelligence (AI)", which was aimed at high school students and teachers. In this learning activities, participants will be introduced to the understanding and roles of AI in the field of accounting, including how this technology can automate routine work such as data entry and report creation. Thus, accountants will be more focus on data analysis and strategic decision-making. AI also contributes to improving operational efficiency and reducing costs through real-time data processing and error detection capabilities. While AI does not completely replace the role of accountants, it expands the scope of their role as strategic advisors. Challenges such as budget constraints and lack of technological skills still need to be addressed. With this understanding, It is expected that students will be better prepared to face the dynamics of modern accounting and be able to utilize AI-based solutions. The results of this activity are in the form of scientific articles for the publication and registration of Intellectual Property Rights (IPR). As a final stage, a report on the implementation of this PKM activity will be prepared which will be submitted as a form of accountability to DPPM Untar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah suatu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan bagi siswa-siswi tingkat SMA. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pelatihan langsung secara tatap muka. Kegiatan dimulai dengan pertemuan awal untuk mengidentifikasi kebutuhan pihak sekolah dalam rangka menjalin kerja sama. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah "Revolusi Akuntansi Modern dengan Artificial Intelligence (AI)", yang ditujukan kepada siswa-siswi serta para guru SMA. Dalam pelatihan ini, peserta akan diperkenalkan pada konsep dan peran AI dalam bidang akuntansi, termasuk bagaimana teknologi ini dapat mengotomatisasi pekerjaan rutin seperti entri data dan pembuatan laporan. AI juga berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi operasional melalui pemrosesan data secara real-time dan kemampuan mendeteksi kesalahan. Meskipun AI tidak menggantikan peran akuntan sepenuhnya, teknologi ini memperluas cakupan peran mereka sebagai penasihat. Tantangan seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya keterampilan teknologi masih perlu diatasi. Dengan pemahaman ini, diharapkan para siswa lebih siap dalam menghadapi dinamika akuntansi modern dan mampu memanfaatkan solusi berbasis AI. Hasil dari kegiatan ini berupa artikel ilmiah untuk publikasi dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sebagai tahap akhir, akan disusun laporan pelaksanaan kegiatan PKM ini yang akan diserahkan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada DPPM Untar.
WORKSHOP MAKET 15 MENIT DI SMA PERMAI: KOREK API DAN KETERBANGUNAN Nina Carina; Keira Edeline; Jason Christian Adam
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37239

Abstract

Public knowledge regarding the Architecture study program remains limited. As a discipline predominantly housed under the Faculty of Engineering, Architecture is often perceived as a field strongly associated with technical calculations, while at the same time requiring creativity and drawing skills. Consequently, many high school students assume that proficiency in mathematics and manual drawing is a prerequisite for entering an architecture program. However, recent developments in architectural education in Indonesia—where the discipline is no longer dominated by engineering approaches and where computational design tools increasingly reduce the reliance on manual drawing—remain largely unfamiliar to the wider public, particularly to grade X and XI students at SMA Permai, North Jakarta. In response, the Community Service Team of Universitas Tarumanagara designed an outreach activity to introduce students to basic architectural thinking and practice. Considering the characteristics of Generation Z and the limited time available, the team implemented a “15-Minute Model Workshop.” Using simple wooden matchsticks as the primary material, students were encouraged to collaborate in groups, an essential skill for succeeding in higher architectural education. The workshop further provided opportunities to quickly search for precedents, experiment under time and resource constraints, and make design decisions to produce multiple creative alternatives. Each group concluded with a brief presentation of their work. Through this process, participants gained valuable experiences in teamwork, information seeking, experimentation, creative production, and public presentation—skills that constitute key success factors in architectural education. Ultimately, the 15-Minute Workshop broadened students’ understanding of architecture as a dynamic field of higher education. Pengetahuan Masyarakat mengenai Program Studi Arsitektur masih terbatas. Arsitektur sebagai program studi yang sebagian besar berada di bawah naungan Fakultas Teknik masih dikonotasikan dalam ilmu teknik yang penuh dengan pelajaran hitungan namun disatu sisi dituntut untuk kreatif dan berbakat menggambar. Hal ini membuat banyak siswa SMA mengira bahwa untuk menjadi mahasiswa arsitektur, keahlian menghitung dan menggambar menjadi syarat mutlak. Perubahan dunia pendidikan arsitektur Indonesia yang saat ini tidak lagi didominasi ilmu Teknik serta hadirnya beragam program komputasi desain yang membuat keahlian menggambar manual tidak lagi mutlak, belum banyak diketahui masyarakat luas, khususnya siswa kelas X dan XI di SMA Permai, Jakarta Utara. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Untar berusaha menghadirkan pengetahuan dan pengalaman singkat berarsitektur kepada siswa-siswi SMA Permai. Melalui pemahaman mengenai karakter generasi Z serta adanya batasan waktu yang diberikan, Tim merencanakan dan melaksanakan workshop maket 15 menit. Melalui Workshop 15 menit dengan bahan dasar korek api kayu, siswa-siswi peserta workshop mendapatkan pengalaman bekerjasama dalam kelompok. Bekerjasama dalam kelompok merupakan salah satu syarat keberhasilan dalam menempuh pendidikan tinggi arsitektur. Peserta workshop juga mendapatkan pengalaman mencari preseden secara cepat, bereksperimen dalam keterbatasan waktu dan alat hingga membuat keputusan desain guna menghasilkan beberapa alternatif karya kreatif yang dapat terbangun. Workshop diakhiri dengan presentasi singkat setiap kelompok. Pada akhir workshop peserta mendapatkan pengalaman bekerjasama, mencari informasi, bereksperimen, berkreasi kreatif serta keberanian berpresentasi yang kesemuanya merupakan kunci keberhasilan menjalankan pendidikan tinggi arsitektur. Melalui workshop 15 menit siswa-siswi SMA Permai memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai pendidikan tinggi Arsitektur.
PEMBELAJARAN KOMUNIKASI LINGKUNGAN YANG BERTANGGUNG JAWAB PADA GENERASI Z Lydia Irena; Michelle Augustine
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37244

Abstract

Today’s global environmental challenges call for a fundamental shift in mindset and behavior toward more sustainable patterns of consumption and production. The Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 12, emphasize the importance of responsible consumption and production as the foundation of sustainable development. In this context, the younger generation—especially Generation Z—holds a strategic role as agents of change, particularly through their influence in digital spaces. This Community Service Program (Program Pengabdian kepada Masyarakat or PKM) is designed to equip Generation Z with the knowledge and skills necessary for responsible environmental communication, as part of efforts to achieve SDG 12. This program is grounded in environmental communication theory, which views communication as a vital tool in fostering awareness, critical attitudes, and collective action toward ecological issues. Through an educational approach combining seminars and workshops, participants are encouraged to understand current environmental challenges and to develop message strategies that promote behavioral change regarding consumption. Seminars serve as Platforms for delivering material and facilitating discussion, while workshops provide participatory spaces for developing media-based communication initiatives. This PKM represents an academic contribution to fostering sustainable environmental awareness among young people through a transformative communication approach, aligned with global sustainable development objectives. After the implementation of the interactive seminar and workshop, there was a significant increase in the understanding of the participants. Overall, the average increase in participants' insight rose from 3.6 to 4.6. These results reflect the effectiveness of interactive learning methods that are relevant to the characteristics of generation Z in improving environmental literacy communicatively Permasalahan lingkungan hidup global saat ini menuntut adanya perubahan pola pikir dan perilaku terhadap konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan. Agenda Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan ke-12 menekankan pentingnya pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, generasi muda—khususnya Generasi Z—memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, terutama melalui pengaruh mereka di ruang digital. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk membekali generasi Z dengan pemahaman dan keterampilan dalam komunikasi lingkungan yang bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya mencapai SDG ke-12. Kegiatan ini mengacu pada teori komunikasi lingkungan yang memandang komunikasi sebagai instrumen penting dalam membangun kesadaran, sikap kritis, dan tindakan kolektif terhadap isu-isu ekologi. Melalui pendekatan edukatif berbasis seminar dan lokakarya, peserta diajak untuk mengenali tantangan lingkungan masa kini serta bagaimana membingkai pesan yang mampu mendorong perubahan perilaku konsumtif. Seminar digunakan sebagai wadah penyampaian materi dan diskusi, sedangkan lokakarya berfungsi sebagai ruang partisipatif untuk mengembangkan inisiatif komunikasi berbasis media. PKM ini merupakan bentuk kontribusi akademik dalam membentuk kesadaran lingkungan yang berkelanjutan di kalangan generasi muda melalui pendekatan komunikasi yang transformatif, sejalan dengan tujuan global pembangunan berkelanjutan. Setelah pelaksanaan seminar dan lokakarya interaktif  terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman para peserta. Secara keseluruhan, rerata peningkatan wawasan peserta naik dari 3,6 menjadi 4,6. Hasil ini mencerminkan efektivitas metode pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi Z dalam meningkatkan literasi lingkungan secara komunikatif.
PELATIHAN JURNAL PENYESUAIAN DAN PEMBALIK KEPADA SISWA/I SMP KRISTEN YUSUF JAKARTA Amin Wijoyo; Adrian Martinus Hartono; Clara Felixa Tridian
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37246

Abstract

The dense Indonesian education curriculum, which must be completed within three years, necessitates extracurricular activities to support students' academic development. Therefore, I, as a lecturer at the Faculty of Economics and Business (FEB) of Universitas Tarumanagara (Untar), propose conducting accounting training for students on special journals, specifically adjusting and reversing journals. This Community Service Program (PKM) will involve material presentations and practice exercises, followed by discussions led by FEB Untar lecturers and assisted by two students. SMP Kristen Yusuf Jakarta currently faces time constraints due to the extensive curriculum content. Consequently, the Untar PKM team suggests organizing extracurricular training on adjusting journals for ninth- grade students. The training is scheduled for April 2025 and will be held face-to-face at SMP Kristen Yusuf Jakarta. The PKM activities will include material presentations by the Untar PKM team, followed by simulation exercises, problem discussions, and a Q&A session. The expected outcomes of this activity include mandatory outputs such as proceedings or journals to be submitted to seminars organized by Untar, and additional outputs in the form of posters to be registered for Intellectual Property Rights (IPR). Kurikulum pendidikan Indonesia yang padat dan harus diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun. Sehingga diperlukan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat mendukung perkembangan kemampuan akademik siswa/i. Maka, saya selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (Untar) mengusulkan untuk diadakan pelatihan akuntansi bagi siswa/i mengenai jurnal khususnya jurnal penyesuaian dan jurnal pembalik. Pelaksanaan kegiatan PKM ini mencakup materi dan latihan-latihan soal beserta pembahasan oleh dosen FEB Untar dibantu oleh 2 mahasiswa. SMP Kristen Yusuf Jakarta saat ini mengalami keterbatasan waktu karena banyaknya materi yang disampaikan sesuai dengan kurikulum yang ada. Oleh karena itu, kami selaku tim PKM Untar mengusulkan untuk diadakan pelatihan jurnal penyesuaian sebagai kegiatan ekstrakurikuler bagi kelas IX. Kegiatan ini akan dilakukan pada bulan April 2025 secara tatap muka di sekolah SMP Kristen Yusuf Jakarta. Pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi pemaparan materi oleh tim PKM Untar dan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan simulasi contoh soal dan tanya jawab. Luaran dari kegiatan ini adalah luaran wajib berupa prosiding atau jurnal yang diikutsertakan dalam seminar yang diselenggarakan oleh Untar, dan luaran tambahan berupa poster yang di HKI-kan.
PELATIHAN DESIGN THINKING UNTUK PENGEMBANGAN IDE USAHA DAN PRODUK DI KALANGAN SISWA SMA Ahmad; Rafael JP; Sandy Satria; Cantika Dian Farhana
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37250

Abstract

Design thinking training is a strategic approach to fostering creative and innovative thinking skills among the younger generation. This activity aims to introduce the concept of entrepreneurship and the stages of product development to high school students through interactive and practical methods. Forty-two participants from SMAN 87 Jakarta attended the training, and the material covered business idea development, consumer needs analysis, and understanding the product design process. Evaluation results showed that 67% of participants rated the implementation team's explanations as excellent, and 95.2% stated that the training provided significant benefits. Eighty-one percent demonstrated a very good understanding of identifying consumer needs and the general design process. Meanwhile, 62% of participants rated their overall understanding of entrepreneurship concepts as good. This training had a positive impact on increasing participants' knowledge and awareness of the importance of creative thinking, understanding market needs, and designing solutions based on design and economic value. These findings indicate that the design thinking approach is effective in fostering innovative and sustainable business ideas among high school students. Pelatihan design thinking merupakan pendekatan strategis dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif di kalangan generasi muda. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep kewirausahaan dan tahapan pengembangan produk kepada siswa SMA melalui metode interaktif dan aplikatif. Pelatihan diikuti oleh 42 peserta dari SMAN 87 Jakarta, dengan materi yang mencakup penggalian ide usaha, analisis kebutuhan konsumen, serta pemahaman proses design produk. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 67% peserta menilai penjelasan dari tim pelaksana sangat baik, dan 95,2% menyatakan pelatihan memberikan manfaat yang signifikan. Sebanyak 81% peserta menunjukkan pemahaman yang sangat baik dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan memahami proses design secara umum. Sementara itu, 62% peserta menilai pemahaman mereka terhadap konsep kewirausahaan secara menyeluruh sudah baik. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya berpikir kreatif, memahami kebutuhan pasar, serta merancang solusi berbasis design dan nilai ekonomis. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan design thinking efektif dalam mendorong lahirnya ide usaha yang inovatif dan berkelanjutan di kalangan siswa sekolah menengah.
ASISTENSI MENGAJAR PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN JASA DI SMA BUNDA HATI KUDUS Gracia Agatha Widjaja; Merry Susanti
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37251

Abstract

Accounting learning in secondary schools still faces persistent obstacles, especially students’ low interest and limited mastery of concepts. These challenges are largely related to the perception that accounting has little relevance to their field of study and the reliance on conventional lecture-based approaches. To respond to this problem, the Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) program organized a teaching assistance activity at SMA Bunda Hati Kudus from August to November 2025. The primary goal was to strengthen students’ understanding of basic accounting for service companies by applying Project-Based Learning (PjBL). This learning model was carried out through contextual projects that combined theoretical concepts with practical applications, beginning with transaction recording and continuing to the preparation of simple financial statements. Data collection relied on ongoing evaluations, classroom observations, and project outputs. The findings indicated clear improvements in conceptual comprehension, precision in completing accounting cycles, and students’ motivation to learn. Furthermore, the MBKM Teaching Assistance Program created a more engaging classroom atmosphere and fostered essential soft skills such as teamwork and communication among university student mentors. In conclusion, the MBKM teaching assistance program proved effective in enhancing accounting literacy at the high school level, while also highlighting PjBL’s role as an innovative instructional strategy and strengthening collaboration between schools and universities. Pembelajaran akuntansi di sekolah menengah masih menghadapi berbagai kendala, khususnya rendahnya minat serta keterbatasan pemahaman siswa terhadap konsep dasar. Hal ini berkaitan dengan anggapan bahwa akuntansi kurang relevan dengan bidang mereka serta pola pengajaran yang masih didominasi metode ceramah teoretis. Untuk menjawab tantangan tersebut, program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) melaksanakan kegiatan asistensi mengajar di SMA Bunda Hati Kudus pada Agustus hingga November 2025. Tujuan utamanya adalah memperkuat pemahaman siswa terhadap akuntansi dasar perusahaan jasa melalui penerapan Project-Based Learning (PjBL). Model ini dilaksanakan dengan proyek kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. Data diperoleh melalui evaluasi berkelanjutan, observasi kelas, serta hasil proyek yang dikerjakan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang nyata dalam pemahaman konsep, ketelitian dalam menyelesaikan siklus akuntansi, serta motivasi belajar. Selain itu, program Asistensi Mengajar turut menciptakan suasana kelas yang lebih partisipatif dan mendorong pengembangan keterampilan komunikasi maupun kolaborasi mahasiswa pendamping. Kesimpulannya, program asistensi mengajar MBKM terbukti efektif dalam meningkatkan literasi akuntansi di tingkat sekolah menengah, sekaligus menegaskan potensi PjBL sebagai pendekatan pembelajaran inovatif serta memperkuat sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi.