cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Identifikasi Senyawa Bioaktif Tumbuhan Mangrove Sonneratia alba Netti Herawati
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.62 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v12i2.501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa yang terkandung dalam kulit batang Sonneratia alba. Serbuk kulit batang S. alba dimaserasi dengan metanol menghasilkan ekstrak coklat pekat yang selanjutnya difraksinasi dengan n-heksan, kloroform, dan etil asetat. Serangkaian proses kromatografi kolom dilakukan pada fraksi etil asetat yang dilanjutkan dengan  rekristalisasi, dan penentukan titik leleh. Senyawa diperoleh sebagai serbuk berwarna coklat yang terdekomposisi pada 325 ºC, dan positif terhadap uji fenolat. Spektrum UV(MeOH) menunjukkan serapan maksimum pada  248 nm. Spektrum IR menunjukkan puncak serapan yang kuat pada 3277, 3232, 2953, 1730, 1612, dan 1354 cm-Berdasarkan data tersebut, maka senyawa yang diperoleh termasuk senyawa golongan fenolik dengan cincin lakton.Kata Kunci : Sonneratia alba, senyawa bioaktif, isolasi, mangroveABSTRACT This research aimed at isolating and identifying compounds in the stem bark of Sonneratia alba. The stem bark powder of S. alba was macerated with methanol to yield a dark brown extract which was then fractionated with n-hexane, chloroform, and ethyl acetate. Several colom chromatoghrafi processes was carried out on ethyl acetate fraction that was continued by furification with crystallization and melting point  determination. Compound was obtained as a brown amorphous powder decomposed at 325 ºC and gave a positive respon to fenolic assay. UV(MeOH) spectrum showed maximum absorbance at 248 nm. IR spectrum presents several peaks at 3277, 3232, 2953, 1730, 1612, dan 1354 cm-1. Base from datas, it concluded that the compound  is fenolic with lactone ring. Key Word: Sonneratia alba, bioactive compound, isolation, mangrove
Kapasitas Adsorpsi Arang Aktif dari Kulit Singkong terhadap Ion Logam Timbal Diana Eka Pratiwi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.093 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i2.5898

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mensintesis karbon aktif dari limbah kulit singkong dan menentukan kapasitas adsorpsi maksimum karbon aktif hasil sintesis terhadap ion logam timbal. Sintesis karbon aktif dilakukan dalam beberapa tahap, meliputi preparasi kulit singkong, karbonisasi, dan aktivasi karbon dengan H3PO4 10 %. Adsorpsi ion logam timbah oleh karbon aktif dilakukan dengan metode batch pada pH 6 dan waktu kontak selama 210 menit, dengan variasi konsentrasi ion logam timbal sebesar  1,2,3,4, dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi ion logam timbal oleh karbon aktif kulit singkong mengikuti pola isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 0.198 mg/g.Kata kunci: Kulit singkong, Karbon aktif, Adsorpsi, Logam timbal ABSTRACTThis study aims to synthesis the activated carbon from cassava peel and utilize the activated carbon as adsorbent for lead ion. The synthesis of activated carbon consists of several stages, i.e : preparation of cassava peel, carbonization process, and activation process using H3PO4 10 %. Adsorption of lead ion by activated carbon using batch method at pH 6 and contact time of 210 minutes, with the variation of lead ion concentration of 1, 2, 3, 4, and 5 ppm. The result shows that the adsorption of lead ion by activated carbon from cassava peel follows the Langmuir isotherm with the maximum adsorption capacity of 0.198 mg/g.Keywords: Cassava peel, Activated carbon, Adsorption, Lead ion
Pengaruh Perbandingan monomer AM dan Crosslinker MBAM pada Pembuatan Keramik Berpori Secara Gelcasting Dengan Bahan Dasar Lumpur Lapindo Suriati Eka Putri
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.27 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.791

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan keramik berpori secara gelcasting dengan bahan dasar Lumpur Lapindo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode gelcasting dapat digunakan untuk membuat keramik berpori dengan bahan dasar lumpur Lapindo dengan mengkaji pengaruh perbandingan monomer AM dan crosslinker MBAM. Keramik berpori dengan bahan dasar Lumpur Lapindo (clay A) dibandingkan dengan clay yang pada umumnya digunakan dalam proses pembuatan keramik (clay B).Bahan dasar clay A yang digunakan diekstraksi terlebih dahulu menggunakan akuades. Adonan keramik terdiri dari 3 jenis yaitu keramik mentah gelcasted bahan dasar clay A, keramik bahan dasar clay B, dan keramik dengan variasi perbandingan AM:MBAM bahan dasar clay A. Serbuk keramik dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam larutan premix yang berisi campuran AM dan MBAM, kemudian dihomogenkan dan ditambahkan inisiator APS dan katalis TEMED. Setelah itu adonan dimasukkan ke dalam cetakan dan dikeringkan di udara bebas kemudian disintering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode gelcasting dapat digunakan dalam pembuatan keramik berpori dengan bahan dasar lumpur Lapindo, namun menghasilkan badan keramik yang retak. Warna keramik yang dihasilkan merah kecoklatan sedangkan clay B berwarna kuning kecoklatan. Kata kunci: keramik berpori, gelcasting, lumpur Lapindo ABSTRACT The research on synthesis of porous ceramic by gelcasting method using Lapindo mud as raw material has been done. The aim of this research was to determine whether gelcasting method can be used to make porous ceramics using Lapindo Mud as raw material reviewing the influence of monomer and crosslinker ratio AM:MBAM. Porous ceramic using Lapindo mud (clay A) compared with the clay that generally used in the manufacture of ceramics (clay B). The clay A raw material is extracted with aquadest. The ceramic dough consist of clay A gelcasted ceramic, clay B ceramic, and clay A ceramic with AM:MBAM variation. Powder ceramic is dispersed dropwise into premix solution containing the AM and MBAM mixture, homogenized and inserted with APS initiator and TEMED catalyst. The dough is then molded, dried and sintering. The results showed that gelcasting method can be used on synthesis of porous ceramic using Lapindo mud as raw material but produces a cracked ceramic body. The resulting ceramic color brownish red while clay B brownish yellow. Keywords: porous ceramic , gelcasting , Lapindo mud
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea coromandelica (Houtt.) Merr) Jumriati Syam; Muharram Muharram; Maryono Maryono
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.417 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v20i1.13613

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak metanol Kulit Batang Kayu Jawa. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu maserasi dengan metanol, partisi dengan n-heksan, fraksinasi, pemurnian, dan identifikasi. Hasil penelitian berupa isolat murni berbentuk serbuk berwarna putih. Isolat memeberikan hasil positif terhadap pereaksi Wagner dan Meyer. Berdasarkan hasil uji pereaksi serta analisa data spektrum IR menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh merupakan golongan senyawa alkaloid dengan titik leleh 138,1oC. Kata kunci : lannea coromandelica (Houtt) Merr, senyawa alkaloid ABSTRACT This study is exploratory research that aimed to isolate and identifie the secondary metabolite compound from methanol extract of Kayu Jawa bark. This research was carried out in several steps, they were maceration with methanol, partition with n-hexane, fractination, purification and identification. The result was pure isolate in white powder. The isolate gave positive result to both wagner and meyer reagent test. Based on reagent test and IR spectral data analysis showed that isolate is group of alkaloid compounds with a melting point 138,10C. Keywords : lannea coromandelica (Houtt) Merr, alkaloid compound
Analisis Kandungan Formalin pada Ikan Asin Katamba (Lethrinus lentjan) yang Beredar Di Kota Makassar Baihaqi Zakaria; Taty Sulastry; Sudding Sudding
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.729 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v15i2.4588

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan formalin pada ikan asin Katamba (Lethrinus lentjan) yang beredar di kota Makassar. Sampel ikan asin katamba diperoleh dari 14 pasar, masing-masing sampel mewakili satu kecamatan yang ada di kota Makassar. Terdapat beberapa tahap pada penelitian ini. Pertama, menyiapkan sampel. kedua, pengujian adanya kandungan formalin pada sampel. Penelitian menunjukkan,10 dari 14 sampel teridentifikasi mengandung formalin.Kata kunci :Formalin, Ikan Asin Katamba (Lethrinus lentjan) ABSTRACTThis research was an experimental study aimed to determine the presence of formalin in Katamba salted fish (Lethrinus lentjan) circulated in the city of Makassar. Katamba salted fish samples obtained from 14 markets, each market represented one subdistricts in Makassar. There wereseveralstagesin this study. I.e sample preparation, qualitative test on the samples. The research shows, 10 of the 14 samples contained formalin.Keywords: Formalin, Katamba Salted Fish (Lethrinus lentjan)
Penyalahgunaan Obat Kodein dan Tahapan Pembuktiannya: Tiga Laporan Kasus Ainun Jaryah Bahrir
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.305 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v20i2.13631

Abstract

ABSTRAK Kodein adalah alkaloid terkandung dalam opium sebesar 0,7- 2,5%, selain itu alkaloid kodein juga ditemukan dalam opioid sekitar 0,3- 3,0%. Kodein merupakan obat analgesik golongan opium yang biasa digunakan untuk penghilang rasa nyeri dari sedang hingga berat. Kodein merupakan obat yang paling banyak digunakan dikalangan praktisi kesehatan. Kodein yaitu sejenis obat batuk, namun dapat menyebabkan ketergantungan/efek adiksi sehingga peredarannya dibatasi dan diawasi secara ketat. Dalam menggunakan suatu obat, tidak hanya manfaat terapi dari obat itu yang dipertimbangkan tetapi juga efek samping yang ditimbulkannya. Kodein merupakan salah satu jenis NAPZA golongan depresan. Depresan adalah senyawa yang dapat menekan sistem tubuh. Depresan Sistem Syaraf Pusat (SSP) adalah senyawa yang dapat menurunkan aktivitas fungsional dari Sistem Syaraf Pusat (SSP). Akibatnya yaitu menurunnya fungsi beberapa organ tubuh. Depresan Sistem Syaraf Pusat (SSP) bekerja dengan menekan pusat kesadaran, rasa nyeri, denyut jantung dan pernafasan. Telah dilaporkan beberapa kasus penyalahgunaan kodein hingga menyebabkan kematian. Maka dari itu tujuan dari artikel ini untuk memaparkan tentang kodein dan bagaimana tahapan pembuktian kasus penyalahgunaan dengan menggunakan tiga laporan kasus yang telah ada. Kata kunci: kodein, analgesik, penyalahgunaan obat, studi kasus ABSTRACT Codeine is an alkaloid contained in opium of 0.7-2.5%, besides that codeine alkaloids are also found in opioids around 0.3-3.0%. Codeine is an opium analgesic drug commonly used for moderate to severe pain relief. Codeine is the most widely used drug among health practitioners. Codeine is a type of cough medicine, but can cause addiction so that circulation is limited and closely monitored. In using a drug, not only the therapeutic benefits of the drug are considered but also the side effects it causes. Codeine is one type of drug depressant group. Depressants are compounds that can suppress body systems. Central nervous system (CNS) depressants are compounds that can decrease the functional activity of the central nervous system (CNS). The result is a decrease in the function of several organs of the body. Central nervous system (CNS) depressants work by suppressing the center of awareness, pain, heart rate and breathing. Several cases of codeine abuse have been reported to cause death. Therefore the purpose of this article is to explain about codeine and how the stages of evidence of abuse are used by using three existing case reports. Keywords: codeine, analgesic, drug abuse, study case
Pengaruh Kemasan Terhadap Lama Penyimpanan Makanan Khas Tradisional Bugis-Makassar ”BAJE” Sitti Faika; Muhammad Syahrir; Muhammad Danial
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v11i1.387

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di laboratorium dengan menggunakan uji organoleptik, berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa  makanan Baje yang dikemas dengan plastik memiliki lama penyimpanan lebih lama dibanding dengan lama penyimpanan makanan yang dikemas dengan daun pisang kering dan daun jagung kering serta  kertas minyak. Makanan yang dikemas dengan plastik memiliki umur simpan selama 5 hari dengan kondisi rasa manis, warna, aroma, dan tekstur cenderung stabil. Sedang makanan yang dikemas dengan daun pisang kering, daun kulit jagung, dan kertas minyak hanya dapat dilakukan penyimpanan makanan khas Bugis-Makassar ”Baje’  masing-masing  4 dan 5 hari dan cenderung menjadi tidak stabil. Kelebihan dari Baje yang dikemas dengan daun jagung dan daun pisang kering cukup digemari atau disukai warnanya oleh panelis dengan masing-masing 57,14 % suka dan  64,29 % sangat suka pada hari pertama uji coba tetapi sudah mulai berkurang tingkat kesukaan panelis pada hari ketiga dan kelima uji coba. Kata kunci; Baje, kemasan makanan, makanan tradisional ABSTRACT This research is a laboratory experiment using sensory test, according to the research results that Baje foods  are packed with plastic  has a longer storage time compared with the old food storage is packed with dried banana leaves and dry corn leaves  and paper oil. Foods that are packaged with plastics have a shelf life of over five days with the condition of the sweet taste, color, flavor, and texture tend to be stable. The food was packed with dried banana leaves, corn leaves, bark, paper oil can only be carried out larder typical Bugis-Makassar "Baje 'respective fourth and fifth days and tends to become unstable. Baje excess of maize leaves are packed with dried banana leaves and seemed very popular, or preferred color by each panelist with 57.14% and 64.29% prefer really like on the first day of trial, but had begun to decrease the level of the panelist's favorite on the third day and fifth trials. Key words; Baje, packaged food, traditional food
Perbandingan Metode Pemberian Tugas Kerja Kelompok dengan Kerja Individu pada Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MIA SMAN 1 Tondong Tallasa Kab.Pangkep (Studi pada Materi Pokok Termokimia) Amru Ichwan Luthfi; Muhammad Danial; Mohammad Wijaya
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.612 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v17i1.4570

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen semu(quasi eksperimen) yang bertujuan mengetahui ada tidaknyaperbedaan hasil belajar peserta didik yang dibelajarkandengan metode pemberian tugas kerja kelompok denganmetode pemberian tugas kerja individu pada modelpembelajaran discovery learning pada peserta didik kelas XIMIA SMA Negeri 1 Tondong Tallasa Kab. Pangkep (padamateri pokok termokimia). Desain penelitian ”Posstest-onlyControl Desaign”. Sampel dalam penelitian ini adalah kelasXI MIA SMA Negeri 1 Tondong Tallasa Kab. Pangkep,dengan kelas XI MIA1 sebagai kelas eksperimen I yangterdiri dari 25 peserta didik dan XI MIA2 sebagai kelaseksperimen II yang terdiri dari 24 peserta didik. Pengambilandata dilakukan dengan pemberian tes hasil belajar. Data hasilbelajar yang diperoleh dianalisis secara deskriptif daninferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilaiposttest kelas eksperimen I lebih tinggi yaitu 73,80dibandingkan nilai posttest kelas eksperimen II yaitu 67,71serta persentase ketuntasan kelas eksperimen I yaitu 64,00 %dan persentase ketuntasan kelas eksperimen II yaitu 37,50%.Hasil analisis inferensial dengan uji Mann-Whitney (U-test)menunjukkan nilai signifikan < α (0,05) yaitu 0,033<0,05dengan kriteria pungijian tolak Ho dan terima H1. Demikiandapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajarpeserta didik yang dibelajarkan dengan metode pemberiantugas kerja kelompok dengan metode kerja individu padamodel pembelajaran discovery learning.Kata kunci: Kerja kelompok¸ Kerja individu, discoverylearning, Hasil belajarABSTRACTThis is a quasi experiment research to find outwheather the learning results of students that were give teamwork assignments are different to srudents that were givenindividual assignments during the application of thediscovery learning model. This study was conducted usingstudents of year XI MIA SMAN 1 Tondong Tallasa Kab.Pangkep for thermochemistry topic. The research designposstest only control design. Two classes were used as thesamples XI MIA1 which consisted of 25 students as theExperimental Class and XI MIA2 which consisted of 24students as the Experimental Class II. The learning resultsdata was collected using an achievement test and the datawas analyzed inferential statistics test. The results showedthat the learning results of the Experimental Class 1 werebetter than the Experimental Class 2 (Mann-Whitney Testwas 0,033< α (0.05) where the post-test results were 73,80and 67,71 for the Experimental Class I and the ExperimentalClass II. The number of students who achieved completenesswas 64% for the Experimental Class I and 37,50% for theExperimental Class II. This giving group assignment wasbetter than individual assignment when applying theDiscovery Learning Model.Keywords : Team work, Individual work, Discoverylearning, Learning outcomes
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Kimia Melalui Kombinasi Metode Diskusi Dan Latihan Berstruktur (telaah pada pokok bahasan tata nama dan persamaan reaksi kimia) Murniaty .
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.609 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v11i2.492

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui pendekatan diskusi dan latihan berstruktur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang pelaksanaan meliputi tiga siklus. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas X-B SMA Negeri 1 Barru semester ganjil tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 40 orang siswa. Pengumpulan dan analisis data dilakukan secara kualitatif berupa hasil observasi dan angket, sedang secara kuantitatif  berupa  skor  tes  hasil belajar. Hasil penelitian diperoleh ; (1). kemampuan siswa kelas X SMA Negeri 1 Barru dalam penguasaan kimia, khususnya materi persamaan Tata nama dan persamaan reaksi kimia cukup baik, (2). pendekatan pembelajaran menggunakan kombinasi ”metode diskusi dan latihan berstruktur” sangat signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pelajaran Kimia. Namun demikian masih diperlukan berbagai variasi pendekatan yang lebih efektif untuk diterapkan demi peningkatan hasil belajar siswa. Kata kunci : metode diskusi, latihan berstruktur ABSTRACT Research has been done to improve the activity and student learning outcomes through a structured approach to discussions and exercises. This research is the implementation of a class action covering three cycles. Object of this study were senior high school students in grade 1 XB Barru odd semester of the academic year 2010/2011 which amounted to 40 students. Data collection and analysis carried out qualitative observations and questionnaires, were quantitatively studied the results of the test scores. The results obtained: (1). ability of class X in a SMA Negeri 1 Barru mastery of chemistry, especially the material equations and nomenclature of chemical reaction equation is quite good, (2). learning approach using a combination of "structured training methods and the discussion was" very significantly improve student learning outcomes, particularly the lessons of Chemistry. However, still required a variety of more effective approaches to be applied in order to improve student learning achivement. Keyword: learning, discussion method, practice to structure
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tamalatea Kabupaten Jeneponto ( Studi pada Materi Pokok Reaksi Reduksi Oksidasi ) St. Sulaeha; Muhammad Danial; Mohammad Wijaya
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.41 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v17i2.4689

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Desain penelitian Posttest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Tamalatea yang terdiri dari 6 kelas yang mana kelas X-1 sebagai kelas Eksperimen dan X-4 sebagai kelas Kontrol. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 61,8529 dan kelas kontrol sebesar 55,4117 dengan standar deviasi berturut-turut adalah 13,5778 dan 13,3805 dengan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 35,29% untuk kelas eksperimen dan 23,52% untuk kelas kontrol. Hasil pengujian hipotesis dengan uji-t pada taraf signifikan, α = 0,05 diperoleh nilai t hitung (1,97) > t tabel (1,66) menunjukkan hipotesis diterima.Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, reduksi dan oksidasiABSTRACTThis study was a quasi-experimental. The research design is Posttest - Only Control Design. The population was class X SMA Negeri Negeri 1 Tamalatea consisted of 6 classes, the smaple of this research consisted of two classes namely X-1 as an experimental class and Class X-4 as a control class. The results of descriptive analyzed showed that the average score of experimental class is 61,8529 and control class is 55,4117 with standard deviation are 13,5778 and 13,3805 while completeness is 35,29% for experimental class and 23,52% for control class. The results of hypothesis testing using t-test at significance level, α = 0,05 was obtained tcount = 1,97 > ttable = 1,66 suggests the hypothesis is accepted.Keyword: problem based learning, reduction and oxidation

Page 10 of 32 | Total Record : 317