cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
ISSN : 14116502     EISSN : 27228649     DOI : -
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Perbandingan Strategi Konflik Kognitif dengan Strategi Konvensional terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar (Studi pada Materi Pokok Stoikiometri Larutan) Muh. Yunus
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.786 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v9i2.416

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh strategi konflik kognitif dengan strategi konvensional terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang terdiri dari tujuh kelas dengan jumlah siswa 315 orang. Sampel diambil dengan random sampling yaitu mengambil dua kelas dari tujuh kelas secara acak. Sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI IPA 7 dan sebagai kelas pembanding adalah kelas XI IPA 5. Data tes hasil belajar diolah dengan statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan Uji-t. Rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah 15,02 dengan standar deviasi 3,78. Sedangkan rata-rata hasil belajar siswa kelas pembanding adalah 12,25 dengan standar deviasi 3,74. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 63% dan pada kelas pembanding adalah 32%. Dari hasil perhitungan statistik inferensial diperoleh nilai thitung 3,474 dan harga ttabel 1,665 pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini berarti hipotesis diterima sehingga disimpulkan bahwa pengaruh strategi konflik kognitif lebih besar daripada pengaruh strategi konvensional terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar. Kata kunci: konflik kognitif, hasil belajar ABSTRACT This research aimed to know the comparison of cognitive conflict and the conventional strategy to learning achievement of the student of Class XI IPA SMA Negeri 1 Makassar. Populations this research are all student of XI IPA class of SMA Negeri 1 Makassar consist of seven classes with the student amount 315 people. Sample is takes by random sampling to have two classes. As experiment class is XI IPA 7 class and comparator class is of XI IPA 5 class. Data of study result processed by descriptive statistically and analysis processed statistically inferential by T-test. Mean of study result of l of experiment class is 15.02, witch the deviation standard is 3.7 and mean of study result of comparator class is 12.25, witch the deviation standard is 3.74. The percentage completing of study of experiment class is 63% and comparator class is 32%. From inferential statistic calculation result obtained thitung is 3,474 and ttabel is 1,665 at significant level is 0.50. Matter of this means indicated the hypothesis value are accepted, so that concluded that influence of cognate conflict strategy bigger than conventional strategy form study the student of class of XI IPA SMA Negeri 1 Makassar. Key words: konflik kognitif, learning achivement
Analisis Kandungan Mineral dalam Tanah Liat Alam Sulawesi Selatan sebagai Bahan Dasar Sintesis Keramik Suriati Eka Putri; Diana Eka Pratiwi
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.65 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v18i1.4668

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral dalam tanah liat alam Sulawesi Selatan sebagai bahan dasar keramik yang dilakukan menggunakan XRF. Prinsip dasarnya adalah interaksi antara material dengan sinar X pada instrument. Hasil penlitian menunjukkan bahwa kandungan terbesar dalam tanah liat adalah silika dan besi oksida. Hal ini menunjukkan bahwa tanah liat alam Sulawesi Selatan dapat digunakan sebagai bahan dasar sintesis keramik.Kata kunci: Keramik, Pori, GelcastingABSTRACTThis study aims to determine the mineral content in the natural clay of South Sulawesi as a ceramic base material that is done using XRF. The basic principle is the interaction between material with X-rays on the instrument. The results showed that the largest content in clay was silica and iron oxide. This shows that the natural clay of South Sulawesi can be used as the basic material of ceramic synthesis.Keywords: Ceramics, Pores, Gelcasting
Penguasaan Pengetahuan Deklaratif dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa Prodi. Pendidikan Kimia Tabrani Gani; Army Auliah; Sitti Faika
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.234 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v12i2.493

Abstract

Penguasaan pengetahuan deklaratif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah dua konsep kunci dalam mencapai keberhasilan dalam belajar, terutama di Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan pengetahuan deklaratif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa prodi Pendidikan Kimia. Penentuan  sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling, yaitu yang mengikuti perkuliahan Review Kurikulum. Data dikumpulkan melalui tes tertulis penguasaan pengetahuan deklaratif dan kemampuan berpikir kompleks kemudian dianalisis secara deskriptif dan infrensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa (i) penguasaan pengetahuan deklaratif hanya 65 % yang didominasi oleh penguasaan nama dan lambang unsur. (2) penguasaan nama dan lambang unsur tidak memberikan pengaruh terhadap penguasaan nama dan rumus senyawa (3) kemampuan berpikir tingkat tinggi termasuk kategori rendah hanya mencapai 12,61 persen untuk untuk soal yang lebih rumit (memerlukan 6 langkah), dan 48,65 persen untuk soal kurang rumit (memerlukan 4 langkah). Kata kunci : pengetahuan deklaratif, berpikir tingkat tinggi, ilmu kimia.ABSTRACT Mastery of declarative knowledge and higher-order thinking skills are key concepts in achieving success in learning, particularly in Higher Education. This study aims to determine the extent to which mastery of declarative knowledge and higher-order thinking skills of students Chemical Education. The sample study was conducted in purposive sampling, ie attending Curriculum Review. Data were collected through a written test of declarative knowledge and higher order thinking skills and then analyzed descriptively and infrensial. The analysis showed that (1) mastery of declarative knowledge only 65 % are dominated by the mastery of the element name and symbol (2) the mastery knowledge of the name and symbol of the element does not give effect toward mastery compound name and formula (3) higher-order thinking skills is low category only reached to about 12.61 percent for the more complicated (requires 6 steps), and 48.65 percent to matter less complicated (requires 4 steps) Keywords: declarative knowledge, higher-order thinking, chemistry.
Penerapan Metode Pembelajaran Drill terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X ATPH 1 SMK Negeri 4 Gowa Ramlah Ramlah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.957 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v19i1.6633

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk menerapkan metode pembelajaran Drill yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X  ATPH  1 SMK Negeri  4  Gowa yang terdaftar pada tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa 38 orang. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Siklus I dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan proses belajar mengajar dan satu kali pertemuan untuk tes siklus I dan siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan proses belajar mengajar dan satu kali pertemuan untuk tes siklus II. Peningkatan ketuntasan belajar siswa yaitu 34,21% pada siklus I menjadi 71,05% pada siklus II.Kata kunci: Metode Drill, Hasil belajar ABSTRACTThis research is a Class Action Research which aims to apply the Drill learning method which is able to improve student learning outcomes. The subjects of this study were students of class X ATPH 1 of SMK Negeri 4 Gowa registered in the 2017/2018 school year with a total of 38 students. This research was conducted in 2 cycles, where each cycle consisted of planning, action, observation / evaluation, and reflection stages. Cycle I was held three times a meeting of the teaching and learning process and one meeting for the first cycle test and the second cycle was carried out two times the teaching and learning process meetings and one meeting for the second cycle test. The increase in student learning completeness is 34.21% in the first cycle to 71.05% in the second cycle.Keywords: Drill Method, Student’s  Achievement
Studi Pemisahan Emas dari Batuan Bijih Emas Asal Daerah Poboya (Sulawesi Tengah) dengan Menggunakan Teknik Flotation and Sink dengan Media Tetrabromoetana (TBE) Ila Israwaty
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.203 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v14i1.796

Abstract

Teknik flotation and sink merupakan salah satu teknik pemisahan emas ramah lingkungan. Pada penelitian ini dibuat beberapa variasi ukuran partikel batuan yaitu pada ukuran (177- 231 µm), ( 88-177 µm), (53- 88 µm), dan <53 µm. Sampel digunakan masing-masing sebanyak 20 gram dan TBE sebanyak 15 mL. Terbentuk dua fasa yaitu fasa tenggelam dan fasa terapung. Analisis kandungan emas dilakukan dengan menggunakan AAS GBC Avanta. Kondisi pemisahan terbaik pada variasi ukuran 88-177µm. Pemekatan konsentrasi emas sebesar 34 kali (fasa tenggelam : 6592,69 ppm, sampel : 204,14 ppm). Persen rendemen sebesar 2,84 % dan persen loss sebesar 27,58 %. Persen recovery TBE sebesar 76,67 % (ukuran 177-231 µm). Hasil XRD menunjukkan bahwa batuan sebagian besar terdiri dari SiO2 dan CaCO3. Hasil XRF diketahui kandungan emas sebesar 0,036 %. Hasil analisis pada fasa terapung tidak ditemukannya lagi keberadaan emas. Kata Kunci: Emas, pemisahan emas, Flotation and Sink, tetrabromoetana (TBE). ABSTRACK Flotation and sink techniques is one of the gold separation environmentally friendly techniques. In this study made ​​several variations of the particle size of rock that is the size (177-231 μm), (88-177 μm), (53-88 μm), and <53 μm. Each sample is used as much as 20 grams and as many as 15 mL TBE. Formed two phases, sinking phase and floating phase. Gold content analysis performed using GBC Avanta AAS. The best separation conditions on the variations of size 88-177μm. Concentration of gold concentration by 34 times (phase sinks: 6592.69 ppm, sample: 204.14 ppm). Percent yield of 2.84% and the percent loss of 27.58%. Percent recovery of 76.67% TBE (size 177-231 μm). XRD results indicate that the rock consists mainly of SiO2 and CaCO3. Results XRF known to gold content amounting to 0.036%. The analysis on the floating phase is no longer finding the existence of gold. Key Words : Gold, gold separation, flotation and sink, tetrabromoethane (TBE).
Kapasitas Adsorpsi Arang Aktif Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L) terhadap Kromium (Cr) Total Radiyawati Radiyawati; Diana Eka Pratiwi; Muh. Yunus
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.287 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v20i1.13620

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu kontak optimum, dan kapasitas adsorpsi arang aktif kulit buah kakao terhadap Cr total. Penentuan kadar air dan kadar abu arang aktif kulit buah kakao menggunakan metode gravimetri, waktu kontak optimum menggunakan metode batch dengan variasi waktu yaitu 10, 20, 40, 60 dan 120 menit dan penentuan kapasitas adsorpsi menggunakan pola isotherm Freundlich dan Langmuir dengan variasi konsentrasi Cr 10, 25, 50, 75, dan 100 ppm. Banyaknya konsentrasi Cr total yang terserap diukur menggunakan Spektrofotometer Serepan Atom (SSA). Hasil penelitian yang diperoleh berupa kadar air sebesar 7,74%, dan kadar abu sebesar 8,76%. Waktu kontak optimum tercapai pada menit ke-40 dengan mengikuti pola isotherm Freundlich dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,0129 mg/g. Kata kunci: Adsorpsi, Arang aktif, Cr total, Kapasitas adsorpsi ABSTRACT The aims of this study was to know optimum contact time and adsorption capacity of cacao shell (Theobroma cacao L) activated charcoal towards total chromium (Cr). Determination of water and ash content use gravimetric method, optimum contact time use batch method with variation time of 10, 20, 40, 60 and 120 minutes, and adsorption capacity by use isotherm absorption of Freundlich and Langmuir with metal variation concentration of 10, 25, 50, 75, and 100 ppm. The amount of Cr total adsorpted was measured by using Atomic Absorption Spectrophotometers (AAS). The results of research obtained water content of 7.74% and ash content of 8,76%. The optimum contact time achieved in 40 minutes which follow isotherm absorption of Freundlich with adsorption capacity of 0,0129 mg/g. Keywords: Adsorption, Active charcoal, Cr total, Adsorption capacity
Pengembangan Model Pembelajaran Inquiri Dinterferensi Pendekatan Scientific untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Ilmiah Siswa SMA Jusniar Jusniar; Sumiati Side
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.44 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v16i1.4583

Abstract

ABSTRAKTujuan utama yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menghasilkan buku model pembelajaran Scientific – Inquiri serta perangkat pendukungnya berupa RPP, LKS dan perangkat penilaian yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir ilmiah siswa. Materi pembelajaran yang dijadikan fokus dalam penelitian ini adalah Larutan elektrolit dan non-elektrolit yang disajikan di kelas X semester genap. Kegiatan menyajikan masalah nyata di Kelas merupakan langkah awal pembelajaran, sehingga diharapkan siswa mampu menganalisis masalah, berhipotesis, mengumpulkan data dan menyimpulkan melalui kegiatan eksperimen. Hal ini tidak terlepas dari kegiatan 5 M (Mengobservasi, Menanya, Menalar, Mencoba dan Mengkomunikasikan) yang merupakan kegiatan-kegiatan berpikir ilmiah siswa. Metode pengembangan yang digunakan adalah Plomp (1997) yang terdiri dari empat tahapan yaitu; 1) pengkajian awal dengan melakukan observasi awal di sekolah mengenai kurikulum, sylaby keadaan siswa serta model pembelajaran yang sesuai; 2) perencanaan draft dari model scientific – inquiry serta materi yang cocok untuk dikembangkan, 3) realisasi & Konstruksi dengan mengembangkan buku model scientific – inquiry beserta perangkat pembelajaran yaitu RPP, LKS dan perangkat penilaian keterampilan berpikir ilmiah siswa sedangkan tahapan 4) implementasi belum dilakukan untuk penelitian tahun I. Hasil uji kevalidan dari tiga orang ahli untuk buku model dan perangkatnya diperoleh masing-masing (buku model = 3,23; RPP = 3,29; LKS = 3,19 dan perangkat assesment = 3,10) total rata-rata 3,20 dengan koefisien indeks judment of expert sama dengan satu kategori valid. Uji kepraktisan model dan perangkat Scientific – Inquiry melalui angket persepsi diperoleh rata-rata 89,47% siswa (dari 32 siswa) yang merespon positif terhadap penerapan model dan perangkatnya dan dari tiga guru kimia di SMAN 1 Bajeng rata-rata 90,05% memberikan respon positif terhadap model dan perangkatnya. Uji keefektifan terlihat dari hasil tes menunjukkan ketuntasan kelas sebesar 81,25% (26 siswa tuntas). Keterlaksanaan pembelajaran dapat dilihat dari observasi aktivitas siswa terkait dengan merumuskan masalah, mengobservasi, bertanya, memberikan argimen, merumuskan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis data, berdiskusi, kerjasama kelompok dan menyimpulkanrata-rata 75,83%. Berdasarkan dua indikator ini menunjukkan bahwa model dan perangkat ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir ilmiah.Kata kunci: Keterampilan berpikir ilmiah, Model scietific-inquiryABSTRACTThe main objectives to be achieved from this research is to produce books Scientific learning model - Enquiry and supporting devices such as lesson plans, worksheets and valid assessment tools, practical and effective in improving students' scientific thinking skills. Instructional material used as the focus of this research is the solution of electrolyte and non-electrolyte that is presented in class X semester. Activity presents a real problem in the class is the first step of learning, so it is expected that students are able to analyze problems, hypothesize, collect the data and concluded through experimentation. This is not apart of the activities 5 M (Observe, ask, reasoning, Tried and Communicate) which is the scientific thinking activities of students. The development method used is Plomp (1997), which consists of four stages, namely; 1) The initial assessment by observation early in the school curriculum, the students and the state sylaby appropriate learning model; 2) planning draft of the model scientific - inquiry and materials suitable for development, 3) realization & Construction to develop the book model of scientific - inquiry together with learning devices namely lesson plans, worksheets and assessment tools skills of scientific thinking of students, while stage 4) implementation has not been done for I. year study the validity of test results from three experts to book models and devices obtained by each (book model = 3.23; RPP = 3.29; LKS = 3.19 and assessment tools = 3.10) total mean with a 3.20 average coefficient of expert judment index equal to one category is valid. Test the practicality of the model and the Scientific - Inquiry through perception questionnaires gained an average of 89.47% of students (32 students) who respond positively to the application of models and tools, and of the three chemistry teacher at SMAN 1 Bajeng average of 90.05% giving a positive response to the model and the device. Test the effectiveness evident from the test results show class completeness of 81.25% (26 students completed). Feasibility study can be seen from the observation of student activity associated with formulating problems, observe, ask questions, give argimen, formulate hypotheses, collect and data analyze, discuss, cooperation and conclude group average of 75.83%. Based on these two indicators show that the model and the device is effective to improve learning outcomes and scientific thinking skills.Keywords: Scientific thinking skills, Scietific model-inquiry
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numberead Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Aktivitas Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas X6 SMA Negeri 1 Ajangale Kabupaten Bone Marwah Marwah; Maryono Maryono; Army Auliah
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 20, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.992 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v20i2.13636

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui cara menerapkan langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) untuk meningkatkan aktivitas Belajar Peserta Didik kelas X6 SMA Negeri 1 Ajangale Kabupaten Bone. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Data hasil penelitian menunjukkan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 54.36% dengan kategori kurang aktif dan siklus II sebesar 81.32% dengan kategori aktif. Berdasarkan data hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan pada model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik kelas X.6 SMA Negeri 1 Ajangale Kabupaten Bone. Adapun langkah-langkahnya, yaitu: (1) Fase penomoran (Numbering), Guru membagi peserta didik kedalam 6 kelompok secara heterogen berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan akademik, membagikan nomor kepala peserta didik. Guru menyampaian tujuan pembelajaran dan apersepsi. Meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan cara guru menunjuk langsung peserta didik yang akan menjawab pertanyaan .(2) Fase pengajuan pertanyaan (Questioning) dan penyajian informasi. Guru menyajikan materi pelajaran dan guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, dengan menyebut nomor kepala peserta didik secara random untuk menjawab. Guru menyebut nomor kepala peserta didik secara acak untuk mengajuka pertanyaan tentang materi yang belum dipahami. (3) Fase berpikir bersama (Head Together). Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok untuk didiskusikan. Guru berkeliling melihat pekerjaan kelompok peserta didik dan membantu menjelaskan kepada peserta didik ketika ada yang tidak dimengerti. Menyebut langsung nomor kepala peserta didik untuk bertanya. (4) Fase pemberian jawaban (Answering). Guru menyebut secara random nomor kepala peserta didik untuk mengerjakan soal, menanggapi dan berpendapat. (5) Fase evauasi,guru menunjuk peserta didik secara random untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Kata kunci: N-Gain NHT, aktivitas belajar, reaksi reduksi dan oksidasi. ABSTRACT This research the classroom action the research, which is aims to determine how to implement steps of the cooperative learning Numbered Head Together (NHT) model to increase the activities of students in grade X6 of SMA Negeri 1 Ajangale Kabupaten Bone. This research was conducted for two cycles. The research data indicates that the average percentage of students learning activities in the first cycle is 54.36% with a less active categories and the second cycle is 81.32% in the active categories. Based on the data from these studies indicate that, the cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) can increase the activities learning of students in X6 class SMA Negeri 1 Ajangale Kabupaten Bone. The steps of NHT cooperative learning model are: (1) Phase numbering, teacher divides the students into six groups are heterogeneous by gender and academic ability, distributing the head a number of learners. Teacher communication of learning objectives and apperception. Ask learners to answer the questions given by the teacher with the teacher pointing directly learners who will answer the question, (2) Phase asking questions and presentation of information. The teacher presents the subject matter and the teacher asked a question to the students, citing the head a number of students as a random to answer. Teachers call numbers randomly head learners to submit questions about the subject that is not understood, (3) Phase thinking together. Teachers dividing LKPD to each group for discussion. Teachers the go around to see the work of groups of learners and help explain to students when there are not understood. Call the number direct learners to ask the head, (4) Phase giving answers, teachers call the random head learners numbers to answer the question, respond and argue, (5) Phase of evaluation, the teacher pointed the student as a random to concludes the subject learners have been studied. Keywords: N-Gain NHT, learning activities, reduction oxidation reactions.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Lingkungan di Pemukiman Sekitar Muara Sungai Tallo Kota Makassar Firdaus Daud
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.281 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v10i1.392

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan frekuensi informasi dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di pemukiman sekitar muara sungai Tallo makassar. Jenis penelitian ini adalah survei dengan besaran sampelnya sebanyak 100 orang yang bermukim di kelurahan Buloa, Tallo, Parangloe dan Tamalanrea Indah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proposional random sampling dari 1000 KK besaran populasi. Data dikumpul dengan memakai kuesioner, observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif berupa tabulasi, persentase dan analisis inferensial berupa analisis korelasi ganda. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa: (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan tingkat pendidikan dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan termasuk kategori sedang, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan tingkat pendapatan dengan partisipasi masyarakat, termasuk kategori rendah, (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan rrekuensi informasi dengan partisipasi masyarakat, termasuk kategori rendah, dan (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan frekuensi informasi dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di pemukiman sekitar muara sungai Tallo, termasuk dalam kategori rendah. Kata Kunci: Pengelolaan Lingkungan, ABSTRACT The purpose of this research is to know the relation of education degree, income and information frequency to society participant in managing the environment in the residence around the estuary of Tallo river Makassar. This is survey research that involve one hundred people as a sample who are lived at Buloa, Tallo, Parangloe villages and Tamalanrea Indah. The sampling is done by proportional random sampling from one thousand KK population. Data’s are collected by questioner, observation, interview, and documentation. The data’s are analyzed by qualitative description, theses are tabulation, percentage, and inferential analyzes as multiple correlation. The result of analyzes. The results giving information about (I) There are signifikan relation among education with communication participation in managing the housing environment low category, (2) There are signifikan relation among income with communication participation, in low category, (3) There is signifikan relation among frekuensi information with communication participation, in low category and (4) There is signifikan relation education, income and frekuensi information with communication participation in Managing environment in the estuary of Tallo river, very low category. Kata Kunci: Environmental Management
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Kulit Batang Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) Rahmi Rahmi; Netti Herawati; Iwan Dini
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.391 KB) | DOI: 10.35580/chemica.v17i1.4575

Abstract

ABSTRAKPenelitian eksplorasi ini bertujuan untuk mengisolasi danmengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalamekstrak etil asetat kulit batang belimbing wuluh (Averrhoa bilimbiLinn). Isolasi dilakukan dalam beberapa tahap yaitu ekstraksi,fraksinasi, pemurnian dan identifikasi. Hasil penelitian diperolehisolat berupa kristal berbentuk jarum berwarna putih dengan titikleleh 110-112oC. Isolat menunjukkan respon positif terhadap ujireagent Lieberman Burchard. Spektrum FTIR menunjukkan bilangangelombang (cm-1) yakni: 1051,20 (C-O); 1463,97 dan 1377,17 (CH2dan CH3); 1645,28 (C=C); 2935,66 (C-H); 3425,65 (OH alkohol).Berdasarkan uji pereaksi dan data spektra FTIR disimpulkan bahwaisolat merupakan senyawa golongan sterol.Kata kunci: Isolasi, A. bilimbi Linn, FTIR, SterolABSTRACTThis research aims to isolate and identify the secondarymetabolit compound contained in the ethyl acetate extract of bark ofAverrhoa bilimbi Linn. Isolation is done in several stages; extraction,fractionation, purification, and identification. The result was obtainedas pure an isolate in white needle crystal with a melting point of 110-112 . The isolate gives a positive respond to Lieberman-Burchardreagent test. Isolate was identified by analyzing the infra red spectrumwhich showed the wave number (cm-1) are: 1051,20 (CO); 1463.97and 1377.17 (CH2 and CH3); 1645.28(C = C); 2935.66 (C-H);3425,28 (OH alcohol). Base on reagent test and FTIR datas, it issuggested, that isolate is sterol compound.Keywords: Isolation, A.bilimbi Linn, FTIR, Sterol