cover
Contact Name
Mohammad Sholehuddin
Contact Email
sholepasopati@gmail.com
Phone
+6285130334282
Journal Mail Official
Jurnalsirojuddin@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/sirajuddin/Home
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Sirajuddin: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam
ISSN : 28096134     EISSN : 28096606     DOI : https://doi.org/10.55120/sirajuddin.v4i2
Core Subject : Religion, Education,
Sirajuddin : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang. Jurnal ini memuat naskah hasil kajian dan penelitian para peneliti dan akademisi Pendidikan Islam; bidang-bidang ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan Kepesantrenan. Penerbitan Jurnal Sirojuddin dilakukan dua kali setahun, yaitu pada bulan Desember dan Juni.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022" : 9 Documents clear
DIFUSI DAN DISEMINASI INOVASI, PROSES KEPUTUSAN INOVASI, PROSES INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN PAI Wasik
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.938

Abstract

Setiap melakukan perubahan selalu identik dengan inovasi secara konsisten dalammengharapkan perubahan yang sesuai dengan apa yang di harapkan dan bisaselaras dalam perkembangan zaman yang sedang di hadapai atau menyiapkansesuatu dalam menghadapi tantangan yang aka di alami. Gerakan inovasi akanmudah tercapai seiring dengan perkembangan manusia itu sendri jika bisamemahami arti dari inovasi itu sendri terlebih dalam dunia pendidikan maka akansama –sama memikirkan dan bersama-sama mencari solusi dengan melakukaninovasi untuk merespon apa yanga akan dihadapi, untuk bisamengimplementasikan inovasi sangat di perlukan difusi, diseminasi serta keputusaninovasi. Inovasi. Difusi berarti melakukan proses bersama dalam sama-samamemikirkan inovasi dari berbagai aspek dalam target yang di tentukan, kemudianmelakukan diseminasi yang merupakan sebuah proses meng aplikasikan inovasiyang telah di rencanakan bersama, mengarahkan, dan dikelola sedangkanselanjutnya proses inovasi yaitu penialain personal yang dikelola, kemudian di putuskan secara kolektif. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalahpendekatan kualitatif dengan jenis diskriptip informan yang memiliki peran pentingdalam lembaga pendidikan dalam keterlibatan sebuah pendidikan dalam rangkameng implemntasikan sebuah inovasi pendidikan yang selaras dengan tantanganzaman dan sesuai dengan era yang di hadapi dan yang akan di hadapi dalammenguatkan pendidikan terhadap peserta didik dan jugak pendidik.
DAMPAK PENGASUHAN ORANG TUA ATAU KELUARGA LINGKUNGAN PESISIR TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI DESA BESUKI Wiwin warliah; Moh Akhul Mu’min
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.939

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan kepribadian anak, karenaorang tua merupakan individu yang dikenal anak pertama kali. Oleh karena itumestinya anak senantiasa dijaga , dirawat, dilindungi sehingga anak tumbuhmenjadi pribadi yang mandiri. Pola asuh yang paling tepat adalah menyesuaikandengan situasi kondisi anak. Seperti selalu memberikan perhatian terhadap anak,selalu meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan anak, terbuka dengan anak,mengarahkan anak agar dapat bertingkah laku secara rasional, dengan memberikanpola asuh demikian maka kepribadian anak akan berkembang dengan baik.Tujuan Penelitian yaitu Menggambarkan pengaruh lingkungan dan kebiasaanorangtua terhadap perilaku dan sikap moral anak di Desa Pesisir Besuki. Metodedigunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dan metode deskriptif yangbertujuan untuk melakukan penelusuran dan memperoleh deskripsi terhadapfenomena yang diteliti. Hasil kajian menunjukkan terdapat pengaruh dariPengasuhan Orang Tua / Keluarga Dan Lingkungan Terhadap Pendidikan KarakterAnak Di Desa Pesisir Besuki.
PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA MASYARAKAT KECAMATAN SUMBERSARI DAN DESA SERUT Sulaiman; Fathan Fihrisi; Muhammad Masykur Abdillah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.940

Abstract

Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersamadan dapat ditunjukkan dalam sikap tasamuh (toleransi), tawazun (berkeseimbangan), syura(musyawarah), dll. Masyarakat Indonesia memiliki keragaman mencakup beraneka ragam etnis,bahasa, agama, budaya, dan status sosial. Keberagaman dapat menjadi pengikat masyarakatnamun juga dapat menjadi penyebab terjadinya benturan antara perbedaan tersebut. Penelitianini menggunakan jenis penelitian pendekatan kuantitatif yang menekankan analisis data-datanumerik dan diolah dengan metode statistika. Dalam metode penelitian ini diharapkan dapatmemperoleh signifikansi perbedaan pemahaman moderasi beragama antara penduduk DesaSerut dan Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan,pendekatan kuantitatif digunakan dalam melaksanakan tindakan kepada objek agar didapatkanpenjelasan secara mendetail dan numerik sehingga lebih untuk diukur. Dari data 73.33%masyarakat Desa Serut yang memahami konsep moderasi beragama, 40% berasal darimasyarakat 25 tahun ke atas dan sisanya yaitu 33.33% berasal dari pelajar dengan rentang usia 12-25 tahun. Disisi lain, untuk masyarakat Kecamatan Sumbersari 83.3% mengaku memahamikonsep moderasi beragama dan sisanya 16.7% menyatakan belum pernah mendengarnya. Dataini menunjukkan persentase pemahaman moderasi beragama masyarakat kota tepatnyaKecamatan Sumbersari lebih tinggi daripada masyarakat Desa Serut. Untuk masyarakat desaSerut yang belum memahami konsep moderasi beragama mengaku bahwa mereka kekuranganpemaparan pengetahuan mengenai moderasi beragama. Sedangkan untuk masyarakatKecamatan Sumbersari mengaku bahwa mereka kurang familiar dengan istilah moderasiberagama.
RELEVANSI KURIKULUM 2013 DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA (STUDI HAMBATAN DAN TANTANGAN GURU PAI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0) Erlin Indaya Ningsih
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.941

Abstract

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan negara seperti yang tertuang di dalam pembukaan UUD 1945. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan. Satu modal untuk mencapai banyak hal adalah pendidikan. Prof. H. Mahmud Yunus mengatakan bahwa pendidikan merupakan langkah untuk mempengaruhi seseorang agar penguasaan ilmu pengetahuan bertambah. Namun tidak hanya itu pendidikan diharapkan mampu meningkatkan akhlak seseorang juga. Pendidikan pada anak dan orang dewasa memiliki beberapa perbedaan di prosesnya. Namun sama-sama teratur dan sistematis. Pendidikan yang diberikan meliputi ilmu pengetahuan umum dan agama. Pendidikan agama wajib diberikan baik untuk anak yang normal ataupun berkebutuhan khusus. Tuna grahita bisa disebut dengan mental retardation. Dimana seorang yang berusia kurang dari 18 tahun mengalami kondisi yang mengakibatkan rendahnya intelegensi dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari. Maka penelitian ini mendeskripsikan mengenai strategi guru PAI selama proses pendidikan keagamaan khususnya dalam meningkatkan kemandirian salat anak berkebutuhan khusus tuna grahita. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tiga metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti mendapatkan tiga informasi mengenai proses pelaksanaan pembelajaran yang terdiri dari beberapa poin. Lalu terkait tiga metode inti yang digunakan serta mengenai faktor pendukung dan penghambat guru PAI selama proses pembelajaran.
MENJADIKAN AL-QUR’AN SEBAGAI PENDIDIKAN WAJIB BAGI SANTRI ANAK USIA DINI DI PONDOK PESANTEN TAHFIDH AL-QUR’AN MIFTAHUL ULUM SERUT PANTI JEMBER Hafid
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.942

Abstract

:Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diwariskan Rasulullah SAW. bagi kaummuslimin. Al-Qur’an tidak hanya sekedar kitab suci yang harus diagungkan,dihormati dan menjadi simbol ajaran Islam, namun lebih dari itu Al- Qur’anmerupakan petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh manusia yang mengakudirinya muslim. Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting tidak dapatdipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Pendidikan untuk manusia ialahmelibatkan semua unsur dalam kehidupannya, baik unsur dari dalam dirinya yangtelah mempunyai potensi juga melibatkan unsur lain di luar dirinya yaitulingkungan keluarga, masyarakat dan alam sekitarnya. manusia mengetahui danmemahami keberadaannya, maka manusia perlu dididik agar berkembang sesuaidengan fitrahnya. Penelitian ini memfokuskan pada Al-Qur’an sebagai pendidikanwajib bagi santri di Pondok pesantren Tahfidh Al-Qur’an Miftahul Ulum Serut PantiJember. Pendidikan sebagai investasi manusia berperan dalam prosespembangunan dalam mendidik dan membangun karakter yang intelektual suatubangsa. Dalam artikel ini fokus membahas serta mengkaji terminologi subjekpendidikan dalam beberapa istilah, tujuan dan isi atau materi pendidikan dalamperspektif Al-Quran. Pendekatan deskriptif dan library research dalam penelitian inisangat perlu dilakukan untuk mencapai fakta dan realitas yang ada khususnyaperkembangan pada dunia pendidikan Islam. Sumber data primer dalam penelitianini adalah studi tafsir tafsir al-Qur’an, sedangkan untuk data sekunder menggunakanbuku-buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan subjek pendidikan dalamprespektif al-Qur’an antara lain Imaniyah, khuluqiyyah, Jismiyah, Al-aqliyah wa alnafsiyah dan Almihna. Tujuan pendidikan pada akhirnya adalah membentukmanusia menjadi insan kamil dan bermanfaat bagi lingkungannya.
PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN SISWA AKAN PENTINGNYA PENDIDIKAN FORMAL DI MTS SA ULIL ALBAB YOSOWILANGUN LUMAJANG Lukman Hakim
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.943

Abstract

Kurangnya tingkat kesadaran siswa akan pentingnya pendidikan formal di MTs SAUlil Albab Yosowilangun Lumajang karena: Faktor ekonomi yaitu: banyak dari siswasiswi tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi disebabkan karenatidak memiliki biaya. Faktor lingkungan yaitu: pesimisme masyarakat terhadap anaksekolah yang di anggap tidak mampu memperoleh pekerjaan yang layak setelahselesai pendidikannya, lebih mementingkan pekerjaan dari pada pendidikan,rendahnya jenjang pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat sekitar. Dengan fokusmasalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana tingkatkesadaran siswa terhadap pentingnya pendidikan formal di MTs SA Ulil AlbabYosowilangun Lumajang ?, 2). Bagaimana peran guru dalam menumbuhkankesadaran siswa akan pentingnya pendidikan formal di MTs SA Ulil AlbabYosowilangun Lumajang ? Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: 1). untukmengetahui tingkat kesadaran siswa akan pentingya pendidikan formal di MTs SAUlil Albab Yosowilangun Lumajang, 2). untuk mengetahui upaya guru dalammenumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya pendidikan formal di MTs SA UlilAlbab Yosowilangun Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitatif, dengan jenis pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan datamenggunakan, observasi, wawancara (Interviw), dan dokumentasi yang dianalisissecara deskriptif melalui proses editing. Sedangkan analisis data yang digunakanadalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yangterkumpul melalui ketiga teknik tersebut dianalisis secara berulang-ulang.Keabsahan data menggunakan tiga teknik yaitu, perpanjangan keikutsertaan,ketekunan pengamatan dan triangulasi.
ASPEK MORALITAS PEMBELAJARAN SISWA SISWI MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL ULUM LUMAJANG Mohammad Sholehuddin; Ahlam Musaydah; Ahmad Faqih
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.944

Abstract

Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan di dunia, di tengahterpuruknya peradaban bangsa ini, gencarnya informasi, dan lepasnya sekat antarbangsa lewat teknologi informasi, peran guru kian strategis untuk mengambil salahsatu peran yang menopang pada tegaknya peradaban manusia Indonesia di waktuyang akan datang, Di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Lumajang adalah salah satumadrasah yang selalu mengambil langkah-langkah inovatif dalam mengembangkankualitas lembaga, hal ini dibuktikan dengan segudang prestasi yang diraih oleh parasiswa dan siswi dalam perlombaan dan prestasi yang diraih oleh lembaga.penelitian ini memakai metode penelitian deskriptif kualitatif karena dalampenelitian ini akan menggambarkan dan menginterpretasi objek penelitian sesuaidengan apa adanya. Penelitian ini akan mengunakan pendekatan kualitatif.Pendekatan kualitatif ini dipilih karena objek penelitian ini berupa proses ataupembentukan moral siswa. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui wawancaradan pengamatan langsung dilapangan. Dalam strategi penerapan metode inkulkasinilai moral terhadap siswa-siswi Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Lumajang,ditemukan ada beberapa cara, antara lain: melalui program pembiasaan, kegiatanintrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, dan melalui keteladanan dari seorang gurukepada siswa-siswinya. Terkait dengan pelaksanaan 4 cara yang dilakukanmadrasah dalam penanaman nilai moral terhadap siswa sudah baik, akan tetapipada penerepan metode inkulkasi di dalam kelas, akan efektif bila diberlakukanbeberapa metode yang saling keterkaitan, lalu juga ditemukan fasilitas programekstrakurikuler masih ada yang kurang, jadi perlu dianggarkan dana untukmelengkapi fasilitas ekstrakurikuler yang masih kurang dan pemberian keteladananseorang guru dinilai masih perlu ditingkatkan lagi. Tentunya ini menjadi temuanbagi peneliti sebagai evaluasi madrasah untuk kedepannya
MEMPERKUAT MUTU PROFESI GURU MELALUI ORGANISASI PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) ; Christin Nur Aini; Lailatul Mukarromah
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.945

Abstract

Tantangan guru pada saat ini adalah perkembangan zaman. Sehingga guru perlumengembangkan mutu sesuai dengan perkembangan zaman. Mutu profesi seorang gurusangatlah penting dalam dunia Pendidikan. Karena dengan adanya guru yang mumpuni danberkualitas siswa bisa mengembangkan diri secara optimal. Sehingga peningkatan mutu profesiguru dianggap sangat penting. Apalagi dengan adanya tugas utama seorang guru adalahmendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik.Mutuseorang guru sangat berkaitan dengan profesionalisme guru. Guru harus bisa menjadi fasilitatoragar peserta didik mampu berpikir kreatif dan kritis. Selain itu, guru juga harus bisa menjadikatalisator untuk mendorong peserta didik mencapai minat dan kemampuan yang dimiliki.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (LibraryResearch), yaitu mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian yang berasal daribuku, jurnal, dan literatul lain yang layak untuk dijadikan sumber penelitian. Sehingga dengan adanya artikel ini bertujuan untuk menjadikan organisasi PGRI sebagai cara untuk memperkuatmutu profesi guru di Indonesia.
PENINGKATAN MUTU MADRASAH DINIYAH DI ERA DIGITAL Sarkowi
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Sirajuddin Desember 2022
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i1.1068

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang difokuskan pada kajian teoritis dan praktis tentang mutu madrasah diniyah di era digital. Objek kajiannya pada upaya merumuskan konsep manajemen mutu madrasah diniyah di era digital dengan pendekatan kajian kepustakaan (library research), sedangkan teknik analisis menggunakan metode content analysis terhadap sumber kepustakaan yang berisi teks/tulisan yang dijadikan sumber penelitian dalam rangka menarik kesimpulan Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan mutu di madrasah diniyah sangat diperlukan untuk menjadi Madrasah diniyah yang efektif (bermutu) . Adapun strategi pengelolaannya dengan (a) penguatan visi, misi, tujuan, sasaran, peningkatan mutu dan menghasilkan alumni yang bisa diandalkan (b) Peningkatan mutu madrasah (mengimplementasikan empat teknik madrasah review, benchmarking, quality assurance, dan quality control), dan (c) penguatan spiritual para pengabdi madrasah diniyah (spiritual principal, spiritual teacher, spiritual learner), serta (d) membangun budaya literasi digital. Dalam implementasinya dilaksanakan dengan melakukan penguatan sumber daya yang dimilikinya secara berkelanjutan, perluasan pengembangan kemitraan dalam bersinergi dan berkolaborasi. Semua upaya tersebut akan menjadi salah satu solusi yang mampu menciptakan keefektifan organisasi madrasah, berupa budaya organisasi madrasah yang kondusif, proses organisasi madrasah yang efektif dan inovasi-inovasi dalam pengelolaan mutu madrasah menuju madrasah yang mandiri, berdaya dan berdigdaya (unggul).

Page 1 of 1 | Total Record : 9