Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TINJAUAN ISLAM TERHADAP PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI ATAS TATA GUNA LAHAN (LAND USE) KOTA BANJARMASIN Rusdiyah, Rusdiyah; Dahliana, Difi; Maulina, Dessy
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.854 KB) | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i2.2013

Abstract

Abstract :This research suggests that increasing economic growth effect on land use Banjarmasin called the increasing needs of economic land, which in turn affects the conversion of agricultural land, swamp and bush into residential land, industry and trade. In Islamic view due to conditions that occur in Banjarmasin is like two poles masalih and mafasid mutual attraction between infltration needs such as paddy felds, swamps and thickets with the residential land needs which important for the beneft entirely. This condition can be minimized by the efforts of economic equality through justice and equitable development as well as economic growth in the Islamic concept.Abstract : Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap tata guna lahan kota Banjarmasin yakni meningkatnya kebutuhan lahan ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada alih fungsi lahan pertanian, rawa dan semak menjadi lahan pemukiman, industri dan perdagangan. Dalam pandangan Islam kondisi yang terjadi pada kota Banjarmasin ini ibarat dua kutub masalih dan mafasid yang saling tarik menarik antara kebutuhan lahan resapan seperti sawah, rawa dan semak dengan kebutuhan terhadap lahan pemukiman yang seluruhnya penting bagi kemaslahatan. Kondisi ini dapat diminimalisir dengan upaya pemerataan ekonomi melalui keadilan dan pemerataan pembangunan sebagaimana konsep pertumbuhan ekonomi dalam Islam.
TINJAUAN ISLAM TERHADAP PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI ATAS TATA GUNA LAHAN (LAND USE) KOTA BANJARMASIN Rusdiyah, Rusdiyah; Dahliana, Difi; Maulina, Dessy
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i2.2013

Abstract

Abstract :This research suggests that increasing economic growth effect on land use Banjarmasin called the increasing needs of economic land, which in turn affects the conversion of agricultural land, swamp and bush into residential land, industry and trade. In Islamic view due to conditions that occur in Banjarmasin is like two poles masalih and mafasid mutual attraction between infltration needs such as paddy felds, swamps and thickets with the residential land needs which important for the beneft entirely. This condition can be minimized by the efforts of economic equality through justice and equitable development as well as economic growth in the Islamic concept.Abstract : Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap tata guna lahan kota Banjarmasin yakni meningkatnya kebutuhan lahan ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada alih fungsi lahan pertanian, rawa dan semak menjadi lahan pemukiman, industri dan perdagangan. Dalam pandangan Islam kondisi yang terjadi pada kota Banjarmasin ini ibarat dua kutub masalih dan mafasid yang saling tarik menarik antara kebutuhan lahan resapan seperti sawah, rawa dan semak dengan kebutuhan terhadap lahan pemukiman yang seluruhnya penting bagi kemaslahatan. Kondisi ini dapat diminimalisir dengan upaya pemerataan ekonomi melalui keadilan dan pemerataan pembangunan sebagaimana konsep pertumbuhan ekonomi dalam Islam.
TINJAUAN ISLAM TERHADAP PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI ATAS TATA GUNA LAHAN (LAND USE) KOTA BANJARMASIN Rusdiyah Rusdiyah; Difi Dahliana; Dessy Maulina
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i2.2013

Abstract

Abstract :This research suggests that increasing economic growth effect on land use Banjarmasin called the increasing needs of economic land, which in turn affects the conversion of agricultural land, swamp and bush into residential land, industry and trade. In Islamic view due to conditions that occur in Banjarmasin is like two poles masalih and mafasid mutual attraction between infltration needs such as paddy felds, swamps and thickets with the residential land needs which important for the beneft entirely. This condition can be minimized by the efforts of economic equality through justice and equitable development as well as economic growth in the Islamic concept.Abstract : Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap tata guna lahan kota Banjarmasin yakni meningkatnya kebutuhan lahan ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada alih fungsi lahan pertanian, rawa dan semak menjadi lahan pemukiman, industri dan perdagangan. Dalam pandangan Islam kondisi yang terjadi pada kota Banjarmasin ini ibarat dua kutub masalih dan mafasid yang saling tarik menarik antara kebutuhan lahan resapan seperti sawah, rawa dan semak dengan kebutuhan terhadap lahan pemukiman yang seluruhnya penting bagi kemaslahatan. Kondisi ini dapat diminimalisir dengan upaya pemerataan ekonomi melalui keadilan dan pemerataan pembangunan sebagaimana konsep pertumbuhan ekonomi dalam Islam.
Persepsi Nasabah Terhadap Peran BMT Kota Banjarmasin Difi Dahliana
Al-Iqtishadiyah: Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah Vol 6, No 1 (2020): Jurnal al-Iqtishadiyah
Publisher : Fakultas Studi Islam Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.295 KB) | DOI: 10.31602/iqt.v6i1.3099

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kuantitatif untuk mengetahui bagaimana persepsi nasabah terhadap peran BMT Ummah dan BMT Amanah. Data kuantitatif yang terkumpul melalui angket dianalisis dengan teknik deskriptif persentase. Hasilnya indeks persentase yang diperoleh sebesar 65,4 diinterpretasikan tergolong baik. Artinya, menurut persepsi nasabah BMT Ummah dan BMT Amanah sudah menjalankan perannya dengan baik sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat lapisan bawah, sebagai ujung tombak pelaksanaan ekonomi syari’ah dan sebagai penghubung antara aghnia dengan dhuafa.
Pendekatan Balanced Scorecard dalam Mengukur Kinerja Baitul Mal wa Tamwil Amanah Kota Banjarmasin Difi Dahliana
Al-Iqtishadiyah: Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 1 (2021): Jurnal al-Iqtishadiyah
Publisher : Fakultas Studi Islam Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.83 KB) | DOI: 10.31602/iqt.v7i1.5006

Abstract

Performance measurement that only focuses on the financial health aspect as applied by most BMT, does not provide comprehensive results.  Contemporary performance measurement known as the Balanced Scorecard (BSC) is more comprehensive because it does not only focus on aspects of financial health but also non-financial aspects. This study aims to measure and evaluate the performance of BMT Amanah with approach BSC consisting of financial, customer, perspectives internal business processes, as well as growth and learning. After processing and quantitative descriptive analysis, the results show that: 1) the performance of the financial perspective has a score of 2.3, which means that it is not good; 2) the performance of the customer perspective has a score of 3.4 which means it is quite good; 3) the performance of the internal business process perspective has a score of 2.2 which means it is not good; 4) the performance of the growth and learning perspective has a score of 3.1 which means it is quite good. Thus, BMT Amanah's strategic objectives, which are too people-centric, resulting in the neglect of the business process and financial perspectives, must be evaluated. Pengukuran kinerja yang hanya fokus pada aspek kesehatan keuangan seperti yang diterapkan oleh kebanyakan BMT, tidak memberikan hasil yang komprehensif.  Pengukuran kinerja kontemporer yang dikenal dengan Balanced Scorecard (BSC) lebih komprehensif karena menekankan keseimbangan dan keterkaitan antar aspek keuangan dan non keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja BMT Amanah dengan pendekatan BSC yang terdiri dari perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran. Setelah dilakukan pengolahan dan analisis deskriptif kuantitatif, hasilnya menunjukkan bahwa: 1) kinerja perspektif keuangan skornya 2,3 artinya kurang baik; 2) kinerja perspektif pelanggan skornya 3,4 artinya cukup baik; 3) kinerja perspektif proses bisnis internal skornya 2,2 artinya kurang baik; 4) kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran skornya 3,1 artinya cukup baik. Dengan demikian, sasaran strategik BMT Amanah yang terlalu people-centric sehingga mengakibatkan perspektif proses bisnis dan perspektif keuangan menjadi terabaikan, harus dievaluasi.
Dampak Pengangguran dan Penyaluran Dana Zakat Infak Sedekah terhadap Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Ramadhani; Difi Dahliana
Ecoplan Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v5i2.604

Abstract

This study aims to determine the effect of unemployment and ZIS funds' distribution on South Kalimantan poverty. This is a quantitative study with secondary data in the form of time series data for 2012-2021 obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and the National Amil Zakat Agency (BAZNAS). Based on the results of statistical analysis using the Eviews 9 application, it is assumed that all the requirements in the classical assumptions are met so that multiple linear regression analysis can be carried out with t-test and f-test. The results of this study indicate that the unemployment rate and the distribution of ZIS funds simultaneously have a significant effect on the poverty level in South Kalimantan. However, partially, only the unemployment rate has a considerable effect. In contrast, the distribution of ZIS funds does not have a substantial impact because consumptive, not productive; programs still dominate the distribution pattern of ZIS funds. Therefore, this study resulted in a recommendation to increase the distribution of ZIS funds productively to impact poverty alleviation in South Kalimantan significantly.
Panic Buying as a Cause of Inflation According to al-Maqrizi's Perspective Dahliana, Difi
Al-Tijary Vol 8 No 1 (2022): AL-TIJARY VOL. 8, NO. 1, DESEMBER 2022
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/at.v8i1.4416

Abstract

The research was motivated by the phenomenon of panic buying that hit the whole world at the start of the COVID-19 pandemic, but studies on panic buying in Islamic economic discourse are still very limited, and no one has linked it to the theory of inflation from an Islamic perspective. Therefore, this study aims to classify panic buying as the cause of inflation from al-Maqrizi's perspective. This research uses qualitative methods with a literature study. The results showed that panic buying can be classified as "human error inflation." Finally, the government must be more agile in preventing panic buying, and individuals must prioritize rationality over being isrof or tabzir. Panic buying has all the criteria that can be used as a reference for classifying human error as inflation. Ultimately, this research provides valuable insights and the implication of that it is important for government to have a policy to be more responsive to avoid things that can trigger panic buying.
SOCIAL MEDIA INFLUENCER SEBAGAI INSTRUMEN PROMOSI PROGRAM STUDI BARU Difi Dahliana; Annisa Mahfuzah; Fahruddin Fahruddin; Muhammad Noval; Rimayanti Rimayanti; Nurhafiyanisa Nurhafiyanisa; Hafizah Aziza; Irsyad Khoiri
JEMMA (Journal of Economic, Management and Accounting) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jemma.v7i1.2681

Abstract

Along with the popularity of social media influencers as a promotional tool in digital marketing, the Faculty of Economics and Islamic Business (FEBI) UIN Antasari Banjarmasin promotes new study programs through social media influencer services to attract prospective new students in the 2023/2024 admissions. The effectiveness of social media influencers needs to be measured. However, measurements of the effectiveness of social media influencers in promoting the new FEBI UIN Antasari study program have never been carried out. For this reason, this study aims to measure the effectiveness. The design of this study is quantitative research, with engagement rate, conversion rate, and mini-survey approaches, where data analysis is carried out with percentage descriptive techniques.  This research found that influencer social media accounts are not an effective medium to promote study programs compared to the official websites and social media accounts of universities themselves. This finding contributes to consideration in formulating promotional strategies for new student admissions in the future.
DINAMIKA KESETARAAN GENDER RANAH DOMESTIK: PERSPEKTIF KYAI PESANTREN TRADISIONAL DAN MODERN DI KALIMANTAN SELATAN Huda, Nuril; Dahliana, Difi; Anwary, Ahmad Zacky
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.22618

Abstract

Kyai berperan sebagai agen perubahan sosial dalam mempromosikan kesetaraan gender di masyarakat, namun pandangan kyai pondok pesantren di Kalimantan Selatan belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan kyai pondok pesantren di Kalimantan Selatan terkait pembagian peran domestik antara laki-laki dan perempuan dalam konteks kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada dua kyai pesantren modern dan dua pesantren tradisional. Temuan penelitian ini adalah para kyai sepakat bahwa tugas domestik yang didentikkan kepada istri merupakan konstruksi sosial bukan ajaran agama. Kyai pesantren tradisional menempatkan suami sebagai penanggung jawab utama dalam tugas domestik, sedangkan kyai dari pesantren modern menekankan kerjasama antara suami dan istri. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman kesetaraan gender di pesantren dan menegaskan pentingnya peran kyai sebagai agen perubahan sosial dalam mempromosikan kesetaraan gender di masyarakat.
Child Education in the Family: Perspectives of Modern and Traditional Pesantren Kiai on Gender Equality Huda, Nuril; Dahliana, Difi
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 12 No 1 (2025): TARBIYAH WA TA'LIM March 2025
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/twt.v12i1.7414

Abstract

Penelitian ini mengkaji pandangan kiai dari pesantren modern dan tradisional di Kalimantan Selatan mengenai peran gender dalam pendidikan keluarga. Dengan pendekatan kualitatif dan metode penelitian lapangan, enam kiai terpilih menjadi informan utama, yang terdiri dari tiga kiai dari kelompok pesantren modern, dan tiga kiai dari kelompok pesantren tradisional. Data dikumpulkan dengan wawancara, yang kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa kedua kelompok kiai sepakat bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama, namun dengan pendekatan berbeda. Kiai pesantren modern menekankan pentingnya kolaborasi yang setara antara ayah dan ibu dalam pengasuhan dan pendidikan anak, sementara kiai pesantren tradisional lebih menonjolkan pembagian peran spesifik, dengan ayah sebagai pendidik utama dan ibu sebagai pengasuh utama. Pandangan kiai pesantren modern menunjukkan responsivitas yang lebih tinggi terhadap kesetaraan gender, sedangkan kiai pesantren tradisional masih berpegang pada norma patriarki, meskipun mulai mengakomodasi nilai-nilai kesetaraan secara selektif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur tentang responsivitas gender di pesantren dan memberikan rekomendasi praktis untuk menjadikan pesantren sebagai agen perubahan sosial. Integrasi nilai-nilai kesetaraan gender dapat meningkatkan peran setara antara ayah dan ibu, yang pada akhirnya mendukung kualitas pendidikan keluarga dan transformasi sosial yang inklusif.