cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
n4nggr03@gmail.com
Phone
+6285277736534
Journal Mail Official
n4nggr03@gmail.com
Editorial Address
Jl. Medan - Banda Aceh KM. 1,5 Desa Batee Iliek, Kec. Samalanga Kab. Bireuen, Aceh | Kode POS: 24264
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Scientific Journal for Nation Building
ISSN : -     EISSN : 30905427     DOI : -
Fokus (Focus): Jurnal Scientific Journal for Nation Building ini memfokuskan diri pada publikasi artikel ilmiah berkualitas yang menyoroti isu-isu strategis dan aktual, khususnya dalam konteks pembangunan negara-negara di kawasan Asia. Penekanan diberikan pada pendekatan yang bersifat interdisipliner dan multidisipliner. Lingkup (Scope): Jurnal ini terbuka untuk berbagai kajian yang berkaitan dengan pembangunan bangsa dalam dimensi ekonomi, politik, sosial-budaya, dan pendidikan. Ruang lingkup bidang kajian meliputi: Pendidikan: Inovasi kurikulum, metode pengajaran dan pembelajaran, pendidikan Islam, teknologi pendidikan, psikologi pendidikan, konseling, manajemen pendidikan, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, pendidikan khusus, penelitian pendidikan, evaluasi pembelajaran, serta pendekatan pendidikan berbasis sosial. Bahasa, Linguistik, Komunikasi & Media: Inovasi dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa (Bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan bahasa daerah), linguistik, literasi media, serta komunikasi dalam pendidikan. Politik: Hubungan internasional, birokrasi pemerintahan, kebijakan pembangunan, dinamika sosial-politik, peran negara dan organisasi masyarakat sipil, politik Islam, administrasi publik, serta transformasi kelembagaan. Hukum: Isu hak asasi manusia, penanggulangan terorisme, keadilan sosial, hukum pidana dan perdata, hukum Islam, hukum tata negara, hukum internasional, serta hukum adat sebagai bagian dari living law. Humaniora dan Studi Budaya: Kajian budaya, filsafat, etika, studi lintas agama dan lintas budaya, sejarah, teologi, kesadaran dan spiritualitas, geografi manusia, antropologi, kearifan lokal, kesetaraan gender, linguistik, serta teknologi informasi dan komunikasi dalam dinamika sosial serta Pengembangan Masyarakat Islam. Sosial: Analisis terkait kesejahteraan sosial, bantuan sosial (bansos), pemberdayaan masyarakat, isu kependudukan, ketahanan keluarga, mobilitas sosial, dan transformasi sosial kontemporer. Ekonomi: Kajian bisnis dan kewirausahaan, manajemen modern, akuntansi, keuangan negara, pembangunan ekonomi, serta pendekatan ekonomi Islam (ekonomi syariah) dalam mendukung kemandirian dan keadilan ekonomi.
Articles 45 Documents
Anti Kekerasan Sebagai Pilar Moderasi Beragama Dalam Membangun Kehidupan Sosial Yang Harmonis Munzirwan; Nur Zahratun; Fauza Salsabila; Putri Nanda Amelia Erdi; Dinda Naila Azzuhra; Zumaira Zumaira; Dara Julina; Marwati yunus; Mozayana Abdul munir
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/2182hv39

Abstract

Moderasi beragama merupakan pendekatan strategis dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang plural. Namun, dalam praktiknya moderasi beragama sering dipahami secara umum sebatas toleransi formal, sehingga beberapa unsur penting di dalamnya belum dikaji secara mendalam. Salah satu unsur yang masih kurang mendapat perhatian adalah prinsip anti kekerasan sebagai pilar utama yang menentukan keberhasilan moderasi beragama dalam mencegah konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran anti kekerasan sebagai pilar moderasi beragama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, serta menjelaskan bentuk internalisasi nilai anti kekerasan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang relevan terkait konsep moderasi beragama, konflik sosial, serta nilai anti kekerasan dalam perspektif sosial-keagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa anti kekerasan merupakan elemen fundamental dalam moderasi beragama karena berfungsi sebagai kontrol moral yang mencegah lahirnya tindakan ekstremisme dan intoleransi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga mencakup kekerasan verbal seperti ujaran kebencian, diskriminasi, serta tindakan merendahkan kelompok lain yang berpotensi memicu konflik sosial. Selain itu, internalisasi nilai anti kekerasan dapat dilakukan melalui pendidikan karakter, dialog lintas agama, serta pembiasaan sikap saling menghormati dalam ruang sosial. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa moderasi beragama akan lebih efektif apabila prinsip anti kekerasan diposisikan sebagai inti utama, bukan sekadar nilai pelengkap. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan perspektif bahwa anti kekerasan harus menjadi orientasi utama dalam pengembangan moderasi beragama agar mampu membentuk budaya damai dan relasi sosial yang berkelanjutan dalam masyarakat plural.
Nilai-Nilai Akhlak Dalam Hubungan Edukatif Guru Dan Murid Perspektif Al-Ghazali Dan Al-Zarnuji Serta Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Kontemporer Sulaiman
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 2 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/vgaked28

Abstract

This study aims to examine the concept of morality in teacher–student interactions from the perspectives of Imam Al-Ghazali and Shaykh Burhanuddin Al-Zarnuji, as well as its relevance to the development of contemporary Islamic education. This research employs a qualitative approach using library research by examining Al-Ghazali’s major works, namely Ihya’ ‘Ulum al-Din and Bidayat al-Hidayah, as well as Al-Zarnuji’s Ta‘lim al-Muta‘allim Tariq al-Ta‘allum, supported by various related scholarly sources. The data were analyzed using content analysis through the processes of identifying, classifying, and comparing the educational concepts of both scholars. The findings reveal that Al-Ghazali and Al-Zarnuji equally regard morality and proper conduct as the fundamental foundations of educational success. Al-Ghazali emphasizes spiritual dimensions through the purification of the soul (tazkiyat al-nafs), educators’ exemplary conduct, sincerity, and character formation, while Al-Zarnuji places greater emphasis on practical ethics in seeking knowledge, such as intention, respect for teachers, discipline, and perseverance in learning. Their ideas complement each other in developing an Islamic educational system that integrates intellectual, moral, and spiritual dimensions. The relevance of their thoughts is reflected in efforts to strengthen students’ character, foster an academic culture, and establish humane teacher–student relationships in modern education.
Moderasi Beragama Sebagai Fondasi Penguatan Indonesia Rukun Dan Damai di Tengah Keberagaman Fauzan; Maulidya Safira; Intan Elfira; Hairani Hairani; Sarmida Sarmida; Selpita Selpita; Elsa Liana; Aida Rauzhatun; Isna Maya; Wahyu Linda; Mozayani Mozayani
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 2 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/zbvvtr34

Abstract

Indonesia is a pluralistic nation endowed with high ethnic, cultural, and religious diversity. Behind this narrative of harmony, the implementation of religious moderation often remains trapped as a theoretical discourse at the elite level, lacking practical guidelines at the grassroots where social tensions occur. Consequently, a gap persists between macro peace rhetoric and the reality of local sociological interactions. This study aims to bridge this gap by formulating applicable steps to transform the concept of religious moderation into concrete action within a heterogeneous society. The methodology employed is library research, with data collection conducted through a comprehensive review of primary and secondary literature concerning moderation, conflict resolution, and social psychology, which was subsequently examined using content analysis. The principal results indicate that conventional religious moderation strategies are heavily dominated by top-down, normative-legalistic approaches, thereby failing to engage the citizens' emotional aspects. As a solution, this study formulates a harmony-strengthening model based on inclusive dialogue, the utilization of local wisdom, and a practical guide for basic-level conflict resolution. The major conclusion asserts that the internalization of the middle-way values operates effectively and sustainably only when grassroots communities are actively engaged as primary actors rather than mere policy objects. The primary contribution to the field is providing a concrete-conceptual bridge that aligns government macro-regulations with the psychosocial realities of society to achieve robust social integration. Through this humanistic and contextual approach, diversity at the grassroots level can be managed into social capital that reinforces the unity of the Republic of Indonesia.
Integrasi AI Dalam Pengembangan Pembelajaran Di Madrasah: Perspektif Pendidikan Islam Rachmat Tullah
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 2 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/5225ca51

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan global, termasuk pada lembaga pendidikan Islam seperti madrasah. Artificial Intelligence (AI) sebagai inovasi teknologi mutakhir menghadirkan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui personalisasi materi, evaluasi adaptif, analisis perkembangan peserta didik, serta efisiensi manajemen pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Artificial Intelligence dalam pengembangan pembelajaran di madrasah melalui kajian berbasis nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, dan literatur akademik relevan yang diterbitkan. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pembelajaran madrasah, khususnya dalam pembelajaran adaptif, serta penguatan keterlibatan peserta didik. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kompetensi teknologi pendidik, tantangan etika penggunaan AI, dan perlunya harmonisasi dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pendidik, pengembangan kebijakan kelembagaan, dan integrasi literasi AI dalam kurikulum madrasah.
Sinergi Pemerintah, Lembaga Pendidikan, dan Masyarakat dalam Penguatan Moderasi Beragama di Indonesia Helmi; Muhammad Zam Zami; Muhammad Azzurqani; Ilham Arifin; Fairuz Fatin
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 2 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66155/xmb7j457

Abstract

Indonesia is a country with religious, cultural, and ethnic diversity that requires tolerance and harmony in social life. In facing various social challenges, religious moderation has become an important effort to maintain national unity and prevent intolerance and extremism. Strengthening religious moderation cannot be carried out by only one party, but requires synergy between the government, educational institutions, and society. This study aims to analyze the form of synergy among the government, educational institutions, and society in strengthening religious moderation in Indonesia and to identify factors influencing the effectiveness of its implementation. This research uses a library research method with a qualitative descriptive approach through collecting and analyzing various written sources, such as books, journals, scientific articles, and previous studies relevant to the research topic. The results show that the government plays an important role in formulating policies and programs related to religious moderation, educational institutions contribute to instilling tolerance and moderate attitudes in students, while society implements moderation values in daily social life. The study also finds that coordination and communication among various parties are still not optimal, causing the strengthening of religious moderation to be not fully implemented comprehensively and sustainably. Therefore, more integrated cooperation, effective communication, and active participation from all elements of society are needed to support the strengthening of religious moderation in Indonesia. This study contributes to expanding research on cross-sector synergy in supporting religious moderation and maintaining social harmony in Indonesian society.