Scientific Journal for Nation Building
Fokus (Focus): Jurnal Scientific Journal for Nation Building ini memfokuskan diri pada publikasi artikel ilmiah berkualitas yang menyoroti isu-isu strategis dan aktual, khususnya dalam konteks pembangunan negara-negara di kawasan Asia. Penekanan diberikan pada pendekatan yang bersifat interdisipliner dan multidisipliner. Lingkup (Scope): Jurnal ini terbuka untuk berbagai kajian yang berkaitan dengan pembangunan bangsa dalam dimensi ekonomi, politik, sosial-budaya, dan pendidikan. Ruang lingkup bidang kajian meliputi: Pendidikan: Inovasi kurikulum, metode pengajaran dan pembelajaran, pendidikan Islam, teknologi pendidikan, psikologi pendidikan, konseling, manajemen pendidikan, pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, pendidikan khusus, penelitian pendidikan, evaluasi pembelajaran, serta pendekatan pendidikan berbasis sosial. Bahasa, Linguistik, Komunikasi & Media: Inovasi dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa (Bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan bahasa daerah), linguistik, literasi media, serta komunikasi dalam pendidikan. Politik: Hubungan internasional, birokrasi pemerintahan, kebijakan pembangunan, dinamika sosial-politik, peran negara dan organisasi masyarakat sipil, politik Islam, administrasi publik, serta transformasi kelembagaan. Hukum: Isu hak asasi manusia, penanggulangan terorisme, keadilan sosial, hukum pidana dan perdata, hukum Islam, hukum tata negara, hukum internasional, serta hukum adat sebagai bagian dari living law. Humaniora dan Studi Budaya: Kajian budaya, filsafat, etika, studi lintas agama dan lintas budaya, sejarah, teologi, kesadaran dan spiritualitas, geografi manusia, antropologi, kearifan lokal, kesetaraan gender, linguistik, serta teknologi informasi dan komunikasi dalam dinamika sosial serta Pengembangan Masyarakat Islam. Sosial: Analisis terkait kesejahteraan sosial, bantuan sosial (bansos), pemberdayaan masyarakat, isu kependudukan, ketahanan keluarga, mobilitas sosial, dan transformasi sosial kontemporer. Ekonomi: Kajian bisnis dan kewirausahaan, manajemen modern, akuntansi, keuangan negara, pembangunan ekonomi, serta pendekatan ekonomi Islam (ekonomi syariah) dalam mendukung kemandirian dan keadilan ekonomi.
Articles
45 Documents
Pendidikan Bahasa Indonesia Kontekstual untuk Menguatkan Daya Nalar dan Identitas Kebahasaan
Nurfitri Nurfitri
Scientific Journal for Nation Building Vol. 1 No. 3 (2025): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/zv3p4280
Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berpikir dan identitas kebahasaan peserta didik. Namun, pembelajaran Bahasa Indonesia masih cenderung berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis bahasa dan kurang mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata peserta didik. Kondisi tersebut menyebabkan potensi bahasa sebagai sarana penguatan daya nalar dan pembentukan identitas kebahasaan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan Bahasa Indonesia kontekstual dalam menguatkan daya nalar dan identitas kebahasaan peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan, meliputi buku dan artikel ilmiah yang membahas pembelajaran Bahasa Indonesia, pendekatan kontekstual, daya nalar, dan identitas kebahasaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Bahasa Indonesia kontekstual mampu mendorong proses berpikir kritis melalui penggunaan bahasa yang terhubung dengan pengalaman sosial dan budaya peserta didik. Selain itu, pendekatan kontekstual juga berperan dalam menumbuhkan kesadaran identitas kebahasaan secara reflektif dan bermakna. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan daya nalar dan identitas kebahasaan dapat dicapai secara simultan melalui pendidikan Bahasa Indonesia kontekstual. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kerangka konseptual pembelajaran Bahasa Indonesia yang integratif dan berorientasi pada pembentukan nalar serta jati diri kebahasaan peserta didik.
Manajemen Pembelajaran melalui Program Privat Santri: Studi Kasus di Dayah Jamiah Al-Aziziyah
Miftahuddin Abu Bakar
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/32430m41
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan kemampuan akademik santri dalam memahami pembelajaran kitab kuning di Dayah Jamiah Al-Aziziyah Samalanga. Sistem pembelajaran klasikal yang selama ini diterapkan belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan belajar individual santri, khususnya dalam penguasaan nahwu, sharaf, dan pemahaman teks Arab klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran melalui program privat santri sebagai bentuk penguatan layanan akademik di lingkungan dayah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara dengan dewan guru, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program privat santri yang dikelola secara terencana, terjadwal, dan terintegrasi dengan sistem pembelajaran dayah mampu meningkatkan pemahaman materi, keberanian membaca kitab, serta motivasi dan kedisiplinan belajar santri. Secara kelembagaan, program ini berkontribusi dalam memperkuat fungsi pengawasan pembelajaran melalui layanan akademik tambahan yang lebih terstruktur. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran berbasis pendampingan privat dapat dijadikan model penjaminan mutu pembelajaran di dayah yang adaptif dan berkelanjutan.
Manajemen Pembelajaran melalui Program Privat Santri: Studi Kasus di Dayah Jamiah Al-Aziziyah
Sara Yulis
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas manajemen lingkungan pendidikan Islam berbasis gotong royong pasca banjir bandang di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Banjir bandang menyebabkan kerusakan lingkungan lembaga pendidikan Islam, seperti penumpukan lumpur dan sampah, yang mengganggu aktivitas pembelajaran dan kesehatan warga belajar. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan model konseptual manajemen lingkungan pendidikan Islam berbasis gotong royong sebagai strategi pemulihan pasca bencana. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menelaah literatur ilmiah terkait manajemen pendidikan Islam, modal sosial gotong royong, dan pemulihan lingkungan pasca bencana. Hasil kajian menunjukkan bahwa gotong royong merupakan aset sosial utama yang dapat memperkuat pemulihan apabila dikelola melalui tahapan manajemen yang sistematis, meliputi perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Lembaga pendidikan Islam juga memiliki potensi strategis sebagai pusat edukasi lingkungan dan pembentukan karakter peduli kebersihan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai gotong royong dan manajemen pendidikan Islam dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, berkelanjutan, serta meningkatkan ketahanan komunitas di wilayah rawan bencana. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model konseptual manajemen lingkungan pendidikan Islam berbasis komunitas yang relevan untuk pengembangan kajian pendidikan Islam dan kebencanaan.
Dampak Kebijakan Politik Otoritas Khusus Aceh Terhadap Pendidikan Islam Dan Transformasi PTKIN
Masrur Salamuddin;
Fuadi Mardatillah;
Helmi
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/9j096413
Kebijakan otonomi khusus Aceh melalui UUPA No. 11 Tahun 2006 memberikan dampak signifikan terhadap arah pendidikan Islam, terutama pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti UIN Ar-Raniry dan UIN Sultanah Nahrasiyah. Melalui kewenangan luas dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis syariat, Pemerintah Aceh mampu membentuk model pendidikan Islam yang terintegrasi dengan nilai keacehan, adat, dan tradisi ulama. Penelitian kepustakaan ini menganalisis hubungan antara kebijakan politik Aceh dengan transformasi kelembagaan PTKIN. Hasil kajian menunjukkan bahwa UUPA dan berbagai qanun pendidikan memperkuat kurikulum berbasis syariat, menghidupkan kembali sistem dayah melalui regulasi khusus, serta memperluas ruang kerja sama antara pemerintah daerah dan PTKIN. UIN Ar-Raniry berperan sebagai pusat studi Islam Aceh, penghasil riset kebijakan, dan mitra strategis Pemerintah Aceh dalam legislasi syariat. Sementara itu, UIN Sultanah Nahrasiyah memperkuat pendidikan Islam berbasis industri dan maritim. Kebijakan otonomi khusus juga memperluas akses beasiswa, riset kolaboratif, serta pembinaan ulama dan guru agama. Kajian ini menyimpulkan bahwa otonomi khusus tidak hanya memperkuat identitas keislaman Aceh, tetapi juga mendorong transformasi PTKIN menuju pusat keilmuan Islam yang relevan, modern, dan berkarakter lokal.
Implementasi Pendekatan Deep Learning Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Dwijendra Denpasar
Ni Komang Wiwin Nurhayati;
I Nyoman Alit Supandi;
I Made Nasib Mardika
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/xxxf3n87
The Importance of Implementing the Deep Learning Approach in Hindu Religious Education and Character Education at Dwijendra High School in Denpasar. This study aims to analyze the implementation of the Deep Learning approach in Hindu Religious Education and Character Education at Dwijendra High School in Denpasar, identify supporting factors and challenges encountered, and determine the impact of its implementation on students’ understanding. This study employs a qualitative approach using a descriptive phenomenological research design. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The research informants consisted of Hindu Religious Education and Character Education teachers, students at Dwijendra High School in Denpasar, as well as the Principal or Vice Principal in charge of the curriculum. The study utilized two theories: Constructivism and Deep Learning Theory. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validation achieved through triangulation of sources and techniques. The research findings indicate that the implementation of the Deep Learning Approach proceeded smoothly through the planning, implementation, and conclusion phases, supported by adequate facilities, the teacher’s role as a facilitator, and the use of a variety of interactive teaching methods. Despite facing challenges such as teacher adaptation and student perceptions, this approach has proven to have a positive impact on students’ understanding, motivation, learning outcomes, and ability to relate the material to daily life, as well as demonstrate an understanding of Hindu values. This approach is capable of creating learning that is more meaningful, joyful, and mindful.
Sejarah Perlindungan Anak Dalam Perkembangan Hukum Internasional dan Hukum Nasional Indonesia
Indra Pratama;
Faisar Ananda
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/zbyybz62
Child protection constitutes an integral part of the human rights system and has undergone significant development in response to social, political, and legal transformations across various countries. In the early development of legal systems, children were primarily regarded as objects under the authority of the family and had not yet been recognized as independent rights holders. As global awareness of the need to protect vulnerable groups increased, various international legal instruments began to regulate children's rights specifically. This study aims to examine the historical development of child protection in international law and Indonesian national law, as well as to analyze the paradigm shift in the concept of child protection. The research employs a normative legal method using both historical and statutory approaches. The findings indicate that the development of child protection at the international level began with the Geneva Declaration of the Rights of the Child (1924), continued through the Declaration of the Rights of the Child (1959), and reached a more comprehensive framework with the Convention on the Rights of the Child (1989). In Indonesia, the evolution of child protection has been marked by the strengthening of constitutional guarantees, the ratification of the Convention on the Rights of the Child through Presidential Decree No. 36 of 1990, and the enactment of various laws and regulations specifically governing children's rights and legal protection. These developments demonstrate a fundamental paradigm shift from a welfare-based approach to a rights-based approach that recognizes children as legal subjects possessing rights that must be respected, protected, and fulfilled.
Etika Bermedia Sosial dalam Perspektif Mazhab Fikih: Studi Komparatif Antara Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali
Maritza Verda Tsary;
Ramadhan Bayu Giriansyah;
Eka Putri Febryani;
Friend Jaya Sahaja;
Siyono
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/m2anwg16
The rapid development of digital media has significantly transformed patterns of communication, enabling instantaneous interaction without spatial or temporal limitations. However, this transformation has also generated ethical challenges, including the spread of misinformation, cyberbullying, hate speech, and violations of personal privacy, which increasingly undermine social harmony and moral responsibility. This article aims to analyze Islamic media ethics through the perspectives of the Shafi‘i and Hanbali schools of jurisprudence, focusing on communication, publication, and privacy in the digital sphere. Employing a qualitative normative approach, this study utilizes library research by examining classical fiqh texts, contemporary scholarly works, and relevant fatwas to construct a comparative analysis grounded in fiqh al-mu‘amalah and maqāṣid al-sharī‘ah. The findings reveal that both schools emphasize ethical communication rooted in truthfulness, protection of honor, and prevention of social harm. The Shafi‘i school prioritizes public welfare (maṣlaḥah ‘āmmah) and the prohibition of violating others’ rights through harmful speech or information disclosure, while the Hanbali school places stronger emphasis on tabayyun (verification), caution, and the avoidance of exposing private matters. Despite differences in emphasis, both schools converge on the obligation to prevent harm, safeguard dignity, and uphold moral responsibility in digital interactions. This study concludes that integrating Shafi‘i and Hanbali ethical frameworks provides a comprehensive Islamic model for ethical social media conduct, contributing to the development of normative Islamic discourse on digital ethics and offering practical guidance for contemporary Muslim societies.
Pemahaman Fiqh Dan Praktik Qunut Subuh Pada Masyarakat Awam Di Tengah Keberagaman Mazhab
Sri Ajizah Idhayani;
Feriska Amalia Putri;
Zuan Faza Sulistya;
Viki Karimatul Adlimah;
Siyono
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 2 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/jv3m7529
This study examines the understanding of fiqh and the practice of the Subuh qunut among lay Muslims in Indonesia amid diverse Islamic legal schools. Using library research and a philosophical approach, this paper analyzes classical and contemporary literature to explore how fiqh literacy, social environments, and religious authorities shape public perceptions and practices. The findings show that most lay Muslims perform the Subuh qunut based on local traditions and the authority of religious leaders rather than direct engagement with textual evidences. Variations in qunut practice are strongly influenced by exposure to different mazhab teachings, digital religious content, and socio-religious backgrounds. The differences among the four major Sunni schools Syafi‘i, Hanafi, Maliki, and Hanbali—also contribute to diverse ritual expressions in Indonesian communities. Despite these variations, all mazhab agree that the presence or absence of the Subuh qunut does not affect the validity of the prayer. The study concludes that enhancing fiqh literacy and promoting religious moderation are essential to prevent minor ritual differences from causing social tension. Strengthening tolerance and cross-mazhab understanding can help maintain harmony in Indonesia’s plural Muslim society.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Tipe Game Based Learning Berbantuan Platform Educaplay Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Murid Kelas VII SMP Sapta Andika Denpasar
I Komang Hari Vahyu Werdhi Putra;
Ni Made Anggreni;
Ida Ayu Gde Wulandari
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/ca1gc180
This classroom action research aimed to improve students' learning outcomes in Hindu Religious Education and Character Education through the implementation of Discovery Learning with a Game Based Learning approach supported by the Educaplay platform. The study was conducted at SMP Sapta Andika Denpasar involving seventh-grade students in the academic year 2025/2026. The research employed the Kemmis and McTaggart classroom action research model consisting of planning, action, observation, and reflection stages conducted in two cycles. Data collection techniques included observation, documentation, and learning achievement tests. The results indicated that the implementation of Discovery Learning integrated with Game Based Learning and Educaplay created a more interactive and enjoyable learning atmosphere. Students became more active, motivated, and involved during the learning process. Consequently, students' learning outcomes improved from one cycle to the next. Therefore, the application of Discovery Learning with a Game Based Learning approach assisted by Educaplay can effectively improve learning outcomes in Hindu Religious Education and Character Education.
Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Menguatkan Etika Tri Kaya Parisudha Murid Kelas XI Di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar
Dewi Asih;
I Nyoman Alit Supandi;
Ida Ayu Gde Wulandari
Scientific Journal for Nation Building Vol. 2 No. 1 (2026): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66155/n4paqe89
Hindu Religious Education plays an important role in shaping students’ ethics through the strengthening of religious values. One Hindu ethical teaching that is relevant to character formation is Tri Kaya Parisudha, which refers to good thoughts, good words, and good actions. However, school life still shows that some students have not fully reflected these values, such as using impolite language, lacking discipline, and showing low responsibility. This study aims to: (1) describe the strategies used by Hindu Religious Education teachers in strengthening Tri Kaya Parisudha ethics among grade XI students at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, and (2) describe the obstacles faced and the efforts made by teachers in strengthening Tri Kaya Parisudha ethics. This study used a descriptive qualitative approach with a phenomenological perspective. Informants were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature study. The data were analyzed through data collection and preparation, coding and data grouping, theme identification, thematic narrative construction, and conclusion drawing and verification. The results of the study showed that the strategies used by Hindu Religious Education teachers in strengthening Tri Kaya Parisudha ethics were carried out through ethical strengthening planning, teacher role modeling in learning, habituation of ethical attitudes and behavior, reinforcement through advice, reflection, and value discussion, as well as the teacher’s role as an educator, guide, and ethical model. The obstacles included diverse student characteristics, low awareness among some students in maintaining ethics, impolite speaking habits, lack of parental supervision, and the influence of technology and peer environment. The efforts made by teachers included personal approaches, continuous advice and guidance, habituation of positive behavior, providing good examples, using interesting learning methods, and cooperating with the school and parents.