cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fsd@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Imajinasi
ISSN : 16933990     EISSN : 2550102X     DOI : 10.26858
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Imajinasi FSD UNM diterbitkan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Artikel dikelola dengan proses Double Blind Peer Review dengan akses terbuka atau dapat didowload secara fullpaper. Jurnal Imajinasi menerbitkan artikel pada bidang Seni, Pendidikan Seni dan Desain, diterbitkan dua kali dalam setahun. Kami menerima naskah melalui online system. Penulis dapat mengunggah file naskah (teks, gambar, dan informasi tambahan, termasuk video) dan memeriksa proses peninjauan naskah yang telah dikirimkan.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
MODERNISME DALAM ARSITEKTUR TRADISIONAL BUGIS-MAKASSAR Djirong, Agussalim
JURNAL IMAJINASI Vol 1, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v1i3.145

Abstract

Abstrak Arsitektur tradisional merupakan salah satu identitas dari pendukung suatu kebudayaan. yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pertumbuhan suku bangsa ataupun bangsa itu. Demikian pula halnya dengan arsitektur tradisional bagi suku bangsa Bugis-Makassar. Pengaruh modernisme (non fisik) telah ikut berpengaruh pada arsitektur tradisional. Pola hidup dan perilaku akan terpengaruh, rumah tempat tinggal bukan sekedar hunian saja, akan tetapi tersirat simbolisasi dari pemiliknya. Arsitektur tradisional Bugis Makassar yang kebanyakan berupa bangunan rumah tinggal, hingga sekarang masih banyak kita jumpa. Di sisi lain, tampak semakin lama semakin berkurang karena rusak ataupun diganti dengan bangunan baru dengan mempergunakan material modern. Upaya untuk mempertahankan core-culture pada saat ini mengalami kesulitan karena arus globalisasi yang demikian deras. Pengaruh modernisme pada zaman sekarang membuat aspek sosial budaya semakin tampak memudar. Arsitektur tradisional berkaitan dengan cara pandang masyarakat terhadap makrokosmos dan mikrokosmos, juga erat dengan cara pandang hakekat hidup dan kehidupan (filsafat). Ada pendapat bahwa rumah adalah refleksi dari kondisi lingkungan fisik, sosial dan budaya. Pendapat lain mengatakan bahwa arsitektur dan lingkungan itu dipengaruhi oleh budaya, arsitektur (bentuk rumah) dipengaruhi oleh kondisi fisik (iklim dan geografi); dan juga dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya. Kata kunci: modernisme, arsitektur, tradisional
PERANCANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DRAMA RADIO/ TELEVISI BERBASIS CERITA RAKYAT SULAWESI SELATAN Prusdianto, Prusdianto; Samad, Hamrin; Faisal, Faisal
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.282 KB) | DOI: 10.26858/i.v3i2.10390

Abstract

Pendidikan secara praktis tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan. Cerita rakyat menjadi ciri khas setiap daerah yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing–masing daerah. Cerita rakyat yang masih banyak terdapat di masyarakat akan punah jika tidak segera diteliti dan dibukukan. Pendokumentasian cerita-cerita rakyat itu semakin penting dan mendesak untuk segera dilakukan. Salah satu alternatif pendokumentasiannya adalah melalui media drama radio.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk; mengetahui cara mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pelestarian cerita rakyat Sulawesi Selatan dengan model 4-D, mengetahui validitas, praktisan, efektivitas perangkat pembelajaran berbasis pelestarian cerita rakyat Sulawesi Selatan pada mata kuliah Drama Radio/ Televisi materi penulisan naskah drama radio yang dikembangkan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Developmen). Produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Rencana Tugas Mahasiswa (RTM) yang berbasis pelestarian cerita rakyat Sulawesi Selatan. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 3 yaitu analisis kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Pembelajaran menggunaka media disertai dengan RTM dilaksanakan sesuai dengan RPS dan diperiksa berdasarkan instrumen penilaian yang telah disusun. Setelah implementasi perangkat pembelajaran yang dilakukan.
Penerapan Zat Pewarna Alami Limbah Organik Kulit Rambutan (Nephelium Lappaceum) Pada Bahan Katun Dengan Teknik Shibori (Tie Dyes) Dan Batik Oetopo, RA. Ataswarin; Suprabanindya, Caecilia Tridjata; Despriliani, Ririn; Hazmi, Fariz Al
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.20322

Abstract

Kulit Rambutan merupakan salah satu limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam permasalahan lingkungan, sampah organik juga menjadi permasalahan saat ini. Meskipun sampah organik merupakan limbah yang dapat terurai, akan tetapi limbah organik juga perlu dikelola agar penumpukannya dapat terkendali dan tidak mencemari lingkungan. Tujuan Penlitian yaitu untuk menganalisis hasil formula zat warna alami yang dihasilkan dari limbah kulit rambutan terhadap penerapannya pada kain dengan teknik Shibori (Tie dye) dan Batik. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan mengeksplorasi warna yang dihasilkan oleh larutan limbah organik kulit rambutan pada karya tekstil, dengan melakukan uji coba tehadap bahan kain katun dan berbagai larutan fiksasi yang digunakan, seperti larutan tawas (KAI(SO4)212H2O), kapur (Ca(OH)2) dan Tunjung (FeSO4). Uji coba juga dilakukan terhadap teknik dalam membuat motif, seperti shibori (tie dye) dan batik. Hasil menunjukan bahwa limbah kulit rambutan menghasilkan larutan yang dapat digunanan sebagai pewarna alami dan dapat diaplikasikan kedalam beragam teknik shibori (tie dye)  dan batik dengan fiksasi tawas yang memiliki nilai kualitas lebih baik dibanding menggunakan fiksasi tunjung dan kapur, sehingga dapat menjadi sebuah media  dalam berkreasi seni khususnya pada bidang tekstil.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH KAJIAN SENI RUPA LOKAL PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Yunus, Pangeran Paita
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan bahan ajar seni rupa lokal dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan memahami, menghargai, dan menganalisis mahasiswa pada aspek latar belakang sejarah, konsep, dan karya seni di daerah Sulawesi Selatan 2) Mengukur kelayakan bahan ajar seni rupa lokal pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini mengacu pada prosedur pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall yang terdiri dari sepuluh langkah yang disusun secara sistematis, dengan penjelasan yang mudah dipahami, dan dapat mengarahkan pengembang dari awal hingga akhir penelitian. Dalam penelitian tentang pengembangan bahan ajar, hanya dilakukan hingga sembilan langkah, diseminasi produk atau kegiatan distribusi tidak dilakukan karena keterbatasan dana dan waktu peneliti. Komponen paket pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah buku teks, media presentasi, dan tes apresiasi. Tahapan dalam penelitian dan pengembangan paket instruksional ini terdiri dari empat fase: fase studi awal dan fase pengembangan, fase implementasi, fase pengujian dan evaluasi. Paket pembelajaran Kajian Seni Rupa Lokal berupa bahan ajar, media presentasi dan lembar tes apresiasi yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah paket yang layak digunakan dalam proses pembelajaran pada mata kuliah Kajian Seni Rupa Lokal pada Program Studi Magister Pendidikan Seni Rupa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Hal ini dikarenakan paket yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Seni Rupa LokalThis study aims to 1) Develop local art teaching materials with the aim of knowing the ability to understand, appreciate, and analyze students in aspects of historical background, concepts, and artwork in South Sulawesi 2) Measuring the feasibility of local art teaching materials in the Postgraduate Program in Arts Education Study Program Universitas Negeri Makassar. This research refers to the development procedure developed by Borg & Gall which consists of ten steps that are arranged systematically, with easy-to-understand explanations, and can direct the developer from the beginning to the end of the study. In research on the development of teaching materials, it was only carried out up to nine steps, product dissemination or distribution activities were not carried out due to limited funds and time of the researcher. The components of the learning package developed in this study are textbooks, media presentations, and appreciation tests. The stages in research and development of this instructional package consist of four phases: the initial study phase and the development phase, the implementation phase, the testing and evaluation phase. Learning packages for Local Art Studies in the form of teaching materials, media presentations and appreciation test sheets produced in this study are feasible packages to be used in the learning process in the subject of Local Art Studies at the Universitas Negeri Makassar Postgraduate Program in Fine Arts Education. This is because the package developed has fulfilled the validity criteria, practicality, and effectiveness.Keywords: Development, Teaching Materials, Local Art
ANALISIS KRIYA KERAMIK KARYA PESERTA DIDIK KELAS XI JURUSAN DESAIN DAN PRODUK KRIYA KREATIF KERAMIK SMK NEGERI 3 GOWA Lestari, Sri Ayu
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i2.14106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriya keramik karya peserta didik kelas XI keramik 2 pada  jurusan desain dan produk kriya kreatif keramik di SMK Negeri 3 Gowa. fokus permasalahan pada 4 aspek yaitu: 1) kualitas kriya keramik karya peserta didik kelas XI ditinjau dari aspek intelektualitas ide, 2) kualitas kriya keramik peserta didik kelas XI ditinjau dari aspek kreativitas, 3) kualitas kriya keramik karya peserta didik kelas XI ditinjau dari aspek estetika, 4) kualitas kriya keramik karya peserta didik kelas XI ditinjau dari aspek penguasaan teknik. Berdasarkan hasil penelitian terhadap karya peserta didik kelas XI jurusan kriya kreatif keramik masih perlu banyak ditingkatkan, Dari 12 sampel yang diteliti hanya beberapa mendapat nilai baik, dan selebihnya mendapat nilai cukup, dari aspek intelektualitas/ide 3 karya mendapat nilai baik, dan 9 karya mendapat nilai cukup, dari aspek kreativitas hanya 1 karya mendapat nilai baik selebihnya 11 karya mendapat nilai cukup, dari aspek estetika 2 karya mendapat nilai baik dan 10 karya mendapat nilai cukup sedangkan dari aspek penguasaan teknik 4 karya mendapat nilai baik 8 karya mendapat nilai cukup.
ANALISIS KARYA BATIK A. MATTAROPURA HUSAIN Nurdin, Aulia Evawani
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21378

Abstract

Batik merupakan salah satu unsur budaya bangsa Indonesia yang masih bertahan dan mengalami perkembangan yang sangat pesat dewasa ini. Selama ini batik telah menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, dengan berbagai motif dan ragam batik yang tumbuh seiring dengan ciri khas setiap daerah yang mengembangkannya. Sulawesi Selatan memiliki keanekaragaman ragam hias yang dapat diterapkan menjadi karya batik. Batik di Sulawesi Selatan sudah cukup dikenal, namun masih sedikit yang dapat menerangkan proses pembuatannya sehingga perkembangan pembuatan batik di masyarakat Sulawesi Selatan masih dikatakan sangat sedikit. A. Mattaropura Husain merupakan pembatik yang berasal dari Sulawesi Selatan yang menerapkan berbagai macam ragam hias, beberapa karya beliau bermuatan motif Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penciptaan karya batik A. Mattaropura Husain. dan motif pada karya batik A. Mattaropura Husain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dukomentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan kecintaan beliau terhadap Sulawesi Selatan terlihat pada karya batik yang diciptakannya bermuatan lokal Sulawesi Selatan. Setiap motif yang tercipta cenderung terlahir secara spontan dari hati dan pikiran beliau. Karya yang beliau ciptakan terbuat dari bahan kain sutera dan katun dengan teknik batik tulis. Karya yang diciptakan tersebut bermuatan motif Sulawesi Selatan yaitu motif Bugis, Makassar dan Toraja. Motif tersebut antara lain Sulapa Appa, Paqbombo Uai, Paq Don Lambiri, Swastika, Paqtedong dan lain-lain.
DESAIN GRAFIS PADA PRODUKSI SABLON T-SHIRT Lugis, M. Muhlis
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dalam merancang desain T-shirt pada produksi sablon yang harus diketahui oleh desainer. Merancang desain T-shirt untuk kebutuhan produksi sablon tidak cukup hanya memahami dan mampu menggunakan aplikasi desain grafis. Merancang desain T-shirt untuk produksi sablon harus memahami beberapa hal yang saling berhubungan antara lain proses desain grafisnya, proses film output, dan prinsip teknik produksi sablon. Merancang desain T-shirt untuk produksi sablon perlu mengetahui bentuk dasar format desain yang dibuat yaitu vector atau bitmap agar tidak salah dalam memilih atau menggunakan aplikasi (software) desainnya.  Desainer harus memahami pendekatan dalam proses film output agar desain yang dibuat dapat diproduksi dengan tekhnik cetak sablon dan dapat menyesuaikan dengan kualitas karakter visual hasil cetakan yang dinginkan. Desainer grafis T-shirt perlu memahami prinsip teknik produksi sablon agar dalam merancang desain dapat menyesuaikan dengan pendekatan pada proses film output yang dilakukan.
PEMBUATAN KERAJINAN DENGAN MOTIF BUNGA DARI LIMBAH BOTOL PLASTIK OLEH WARGA DESA BAJIMINASA KECAMATAN GANTARANG KEKE KABUPATEN BANTAENG Wiwi Sukarsih; Sofyan Salam; Tangsi Tangsi
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i2.14304

Abstract

ABSTRAKWIWI SUKARSIH, 2020. Pembuatan Kerajinana dengan Motif Bunga dari  Limbah Botol Plastik oleh Warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Skripsi; Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Sofyan Salam dan Tangsi.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan hasil karya kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengrajin. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pembuatan kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik menggunakan  bahan dan alat, dimana bahannya yaitu botol plastik ukuran besar dan kecil dari berbagai bentuk, cat, pasir, semen dan air, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, pisau pemotong (cutter), kuas, gergaji, pipa, pot, ember dan sendok semen. Proses pembuatan kerajinan dari limbah botol plastik melalui beberapa tahap yaitu peroleh bahan, pengolahan bahan, proses pembuatan batang dan tahap akhir (finishing). kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng adalah salah satu contoh proses dari daur ulang palstik (recycle) yang bertujuan untuk mengubah penggunaan barang plastik supaya tetap bermanfaat. Proses pembuatannya dikerjakan dengan tangan serta menggunakan alat-alat yang sederhana dan melakukan usaha-usaha produktif dengan prinsip kebersamaan. Hasil karya kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng ini merupakan benda hias yang kreatif. Secara visual produk ini berbentuk dasar bunga dengan berbagai pola dan ukuran yang berbeda. Warna-warna yang digunakan cerah dan menarik perhatian seperti warna merah, kuning, biru, merah jambu dan kuning emas, polanya ada yang bergelombang seperti daun dan juga lancip. Motifnya ada yang berbentuk lingkaran kecil dan garis. Karya kerajinan ini selain memiliki nilai keindahan juga nilai ekonomis.
MOTIF RAGAM HIAS SAO RAJA LA PAWAWOI KARAENG SIGERI Muqadas, Andi Baetal
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21513

Abstract

Salah satu bentuk arsitektur yang memiliki ciri tersendiri adalah bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, dengan tiga permasalahan pokok yaitu: (1) Bagaimana bentuk motif ragam hias, (2) Apakah fungsi dan makna yang terkandung dalam motif ragam hias dan (3) Bagaimana ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk memperoleh data yang akurat, tentang bentuk ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, (2) Untuk memperoleh data yang akurat tentang fungsi dan makna yang terkandung dalam motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, (3) Untuk memperoleh data yang akurat mengenai ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan tiga metode yaitu teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Manfaat hasil penelitian ini diharapkan (1) Menjadi referensi bagi peneliti-peneliti pemula yang mengkaji dari permasalahan yang berkaitan dengan motif ragam hias, (2) Agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat tentang motif ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri yang ada di Watampone, (3) Dapat menambah wawasan seni bagi masyarakat, khususnya mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan. Dari hasil penelitian ini penulis dapat menarik kesimpulan (1) Bentuk motif ragam hias yang ada pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone antara lain bentuk tumbuh-tumbuhan yang terdiri atas jenis “bunga parenreng” (bunga matahari), “colli paku” (tumbuhan paku), “bunga tunggal”, motif nangka serta gubahan daun. Bentuk geometris yang terdiri atas jenis swastika, dan jenis tumpal. Bentuk Lawa Suji, bentuk Kaligrafi. Fungsi ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone yaitu: (1) Berfungsi sebagai ragam hias murni yang hanya sebagai hiasan semata, dan (2) Berfungsi sebagai ragam hias simbolis yang memiliki beberapa makna. Ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone adalah pada ragam hias jenis “colli paku” (tumbuhan paku), lawasuji, “bunga parenreng” (bunga matahari), bunga tunggal, buah nangka serta ragam hias kaligrafi.
PENGGAMBARAN MATAHARI PADA KARYA GAMBAR MURID SDI TAMANNYELENG BAROMBONG admianty, nurafiah
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i2.14306

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujan untuk memperoleh data dan informasi yang lebih jelas dan benar atas masalah yang dirumuskan, sehingga dapat memberikan keterangan yang akurat mengenai pola penggambaran matahari pada karya gambar murid SDI Tamannyeleng Barombong. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, pendekatan kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari hasil karya murid SDI Tamannyeleng Barombong. Popolasi dalam penelitian ini adalah gambar karya murid SDI Tamannyeleng Barombong kelas 1 hingga kelas 6 yang dikoleksi sekolah. Sampel dari penelitian ini adalah 291 gambar karya murid SDI yang menampilkan objek matahari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dikelompokkan dengan 5 pembagian kelompok pola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran matahari pada karya gambar murid SDI Tamannyeleng Barombong menunjukkan bahwa 12 gambar (2,245) menggunakan pola bulatan utuh sebagaimana bentuk dasar matahari dengan variasi warna (pola A), 10 gambar (1,895) menggunakan pola bulatan tidak utuh dengan variasi warna (pola B), 122 gambar (23,01%) menggunakan pola bulatan yang dideformasikan (diubah bentuknya) dengan variasi warna (pola C), 144 gambar (21,50%) menggunakan pola bulatan yang dilengkapi dengan unsur visual lain dengan variasi warna (pola D), dan 35 gambar (6,60%) menggunakan pola lainnya (pola E). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggambaran matahari pada karya gambar murid SDI Tamannyeleng Barombong banyak menggunakan pola bulatan utuh yang dideformasikan (diubah bentuknya) dengan variasi warna (pola C).

Page 7 of 17 | Total Record : 162