cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fsd@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Imajinasi
ISSN : 16933990     EISSN : 2550102X     DOI : 10.26858
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Imajinasi FSD UNM diterbitkan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Artikel dikelola dengan proses Double Blind Peer Review dengan akses terbuka atau dapat didowload secara fullpaper. Jurnal Imajinasi menerbitkan artikel pada bidang Seni, Pendidikan Seni dan Desain, diterbitkan dua kali dalam setahun. Kami menerima naskah melalui online system. Penulis dapat mengunggah file naskah (teks, gambar, dan informasi tambahan, termasuk video) dan memeriksa proses peninjauan naskah yang telah dikirimkan.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
KERAJINAN TANGAN DAN KESENIAN DI SEKOLAH DASAR: Metode Pembelajaran dan Penilaian Hasil Belajar Arsyad, Muhammad Zakariah
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 6 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v3i6.9523

Abstract

Pendidikan Kerajinan Tangan dan Kesenian (KTK) di SD berfungsi untuk mengembangkan keterampilan siswa sebagai bekal untuk berkarya serta, menumbuhkembangkan cita rasa keindahan dan kemampuan menghargai Seni Rupa di SD dan penerapannya dalam kelas. Pada umumnya ada tiga metode yang biasa digunakan dalam mengajarkan mata pelajaran. KTK di SD, yaitu: (1) Metode mencontoh, (2) Metode ekspresi bebas, (3) Metode kerja kelompok. Metode mencontoh sangat tepat digunakan untuk materi pelajaran kerajinan tangan, karena melatih kecakapan teknik/keterampilan tangan siswa untuk berkarya, namun unsur kebebasan mengekspresikan ide-ide siswa tetap ada. Metode ini lebih mengutamakan keterampilan, dan meniru bentuk-bentuk karya. Sebaliknya metode ekspresi bebas, justru lebih mengutamakan kebebasan penuh dibandingkan dengan meniru bentuk yang sudah jadi. Sedangkan metode kerja kelompok mengutamakan  kerja sama antara siswa dalam kelompok sehingga terwujud suatu hasil karya kelompok yang utuh. Penilaian dalam pendidikan KTK seni rupa didasarkan pada pemikiran pendidikan melalui seni, meliputi proses (sikap, teknik, dan kepuasan). Aspek hasil karya dapat dinilai adalah: goresan, warna, komposisi, dan keutuhan.
KARAKTERISTIK GAMBAR BEBAS SISWA KELAS IV DAN KELAS IV SD NEGERI PARANGTAMBUNG 1 Mutmainnah, Mutmainnah
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.621 KB) | DOI: 10.26858/i.v3i1.14113

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk memperoleh data  yang akurat tentang  karakteristik gambar bebas siswa kelas  IV dan kelas V SD Negeri  Parangtambung 1. Populasi  yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas IV dan kelas V dengan jumlah 51 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari teknik pengamatan dan dokumentasi dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian terhadap gambar bebas siswa SD Negeri Parangtambung 1 yang diperoleh dari jumlah siswa sebanyak 51 siswa. Dari seluruh jumlah siswa yang diteliti, diperoleh beberapa macam karakteristik yang timbul dari gambar bebas yang diciptakan yaitu karakteristik berdasarkan tema/objek  pemandangan  dengan jumlah sebanyak 32 siswa, berdasarkan tema bangunan dengan jumlah sebanyak 12 siswa, berdasarkan objek kartun dengan jumlah sebanyak 2 orang. Berdasarkan objek tanaman dengan jumlah sebanyak 4 siswa. Berdasarkan dari aspek warna lebih dominan menggunakan warna hijau untuk pewarnaan gunung dan biru untuk pewarnaan laut.Berdasarkan dari aspek garis yang lebih sering digunakan adalah garis horizontal. Berdasarkan dari aspek form atau bentuk, pada penggambaran objek gunung ada dua bentuk yaitu dibuat runcing seperti segitiga, dan digambarkan seperti setengah lingkaran. Diperoleh 7 siswa yang memasuki tahap perkembangan masa prabagan, 39 siswa yang memsuki tahap perkembangan masa bagan, dan 2 siswa yang memasuki tahap perkembangan awal realisme semu.
PERANAN KRITIK DALAM PENINGKATAN KUALITAS KARYA TARI Wahira, Wahira
JURNAL IMAJINASI Vol 1, No 4 (2004)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v1i4.213

Abstract

Abstrak Seni dalam kaitannya dengan dunia pendidikan secara luas berperan untuk meningkatkan kebudayaan manusia.Dengan kritik, orang akan belajar dan tahu tentang kelebihan dan kekurangannya, termasuk dalam bidang kesenian. Dari pengetahuannya tentang kritik berarti akan menambah pengetahuannya tentang peningkatan kualitas sebuah karya seni. Kesenian (estetika) merupakan perwujudan nilai rasa dalam arti luas. Seseorang dalam memberikan kritik, tidak bisa terlepas dari akal murni saja. Ungkapan kritik yang keluar dari intuisi yang bukan kritikus akan menghasilkan kritikan yang bersifat tidak rasional, namum demikian bukan berarti seni bersifat irasional, sebab di dalam seni direalisasikan nilai-nilai yang tak mungkin tidak diliputi oleh akal. Kata kunci: kritik, kritikus, kualitas karya, seni tari.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA BEBASIS KOMPUTER PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Adlin, Adlin
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.206 KB) | DOI: 10.26858/i.v3i2.12961

Abstract

Guru dalam menyampaikan materi memerlukan alat bantu perantara agar proses penyampaian materi   lebih mudah dan tepat sasaran. Adapun cara tersebut yaitu dengan menggunakan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran yaitu media berbasis komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan dan pengetahuan guru dalam menerapkan media pembelajaran berbasis komputer, kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam menerapkan media tersebut.  Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Nusaharapan Permai, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar. Kemudian teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan     observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Hasil penelitian ini menggambarkan guru-guru sudah mampu menerapkan media berbasis komputer. Guru sudah terampil dalam memanfaatkan sarana teknologi dan mengembangkan materi menjadi produk media berbasis komputer yang menarik, dan mudah diaplikasikan dalam pembelajaran. Tidak ada hambatan yang berarti bagi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis komputer. Upaya yang dilakukan guru yaitu dengan pengembangan diri melalui pelatihan dan pemanfaatan sarana dan prasarana teknogi yang sudah disediakan oleh sekolah.
STRUKTURALISME SEBAGAI PENDEKATAN KAJIAN SENI PERTUNJUKAN Hidayat, Robby
JURNAL IMAJINASI Vol 1, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v1i3.141

Abstract

Abstrak: Pendekatan strukturalisme dimungkinkan dapat mengetahui secara mendalam akar budaya yang di ekspresikan pertunjukan dalam masyarakat tertentu. Karena pendekatan ini sangat populer di gunakan oleh Claude Levi-Strauss untuk menganalisis mitos, dalam hal ini seni pertunjukan mempunyai unsur mitologinya. Pendekatan ini menekankan bagaimana pola pikir dari masyarakat pemangku pertunjukan, bahkan lebih mendalam pola pikir tersebut akan melahirkan sejumlah relasi yang sistemik dari ketidak sadaran tindakan. Tingkah laku, dan putusan-putusannya dalam wujud sajian pertunjukan.  Relasi sistemik ini kemudian disebut sebagai “struktur”, struktur inilah yang membimbing berbagai pola yang diekspresikan dalam pertunjukannya. Pendekatan ini menggunakan sistem analisis hermeneutik. Diharapkan mampu mengungkap adanya tanda-tanda yang tampak pada penyajian pertunjukan. Dalam konteks ini pertunjukan dipandang sebagai “teks”, sementara pemahaman yang diungkap adalah aspek “kontestualnya”, yaitu budaya setempat yang memberikan semangat pada pertunjukan, dalam hal ini adalah seni pertunjukan. Kata kunci: strukturalisme, seni pertunjukan, pertunjukan tradisional, metodologi.
ILUSTRASI KREATIF PAPER CUTTING: INTERPRETASI PUISI FAISAL ODDANG Arsy, Nur Syahida; Sukarman, Sukarman; Irfan, Irfan
JURNAL IMAJINASI Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.583 KB) | DOI: 10.26858/i.v1i1.9886

Abstract

Puisi adalah kata-kata yang terindah dari susunan terindah. Namun penggunaan kata-kata pada puisi bukanlah kata-kata yang biasa dipakai dalam kegiatan sehari-hari menyebabkan puisi menjadi lebih sulit untuk dimengerti. Oleh sebab itu dibutuhkan ilustrasi yang bertujuan untuk membantu pembaca memahami puisi dengan lebih baik, menciptakan sebuah kolaborasi yang baik antara puisi dengan ilustrasi, serta memberikan pengayaan imajinasi pada pembaca. Perancangan ilustrasi kreatif interpretasi puisi Faisal Oddang ini menggunakan teknik paper cutting pada ilustrasisnya. Proses perancangan meliputi interpretasi puisi, penjabaran makna tulisan menjadi visual, pengolahan ilustrasi (pemilihan objek, proses sketsa, proses cutting), dan perancangan buku puisi berilustrasi. Hasil cutting disandingkan dengan teks puisi sehingga menghasilkan buku puisi berilustrasi. Buku puisi berilustrasi ini dapat memberikan pengalaman yang lebih dari sekedar kata-kata dari puisi kepada pembacanya.
EKSISTENSI SENI GRAFITTI DI KOTA MAKASSAR (SUATU KAJIAN SOSIOLOGI SENI TENTANG SENI JALANAN SEBAGAI FENOMENA SOSIAL) Mappalahere, Moh Thamrin
JURNAL IMAJINASI Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.62 KB) | DOI: 10.26858/i.v2i2.9548

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menelusuri  perkembangan Seni rupa khususnya seni Grafitti yang berkembang di Kota Makassar. Tujuannya adalah menemukan secara ilmiah motivasi pembuat graffitti (bomber) serta menemukan keinginan bomber dan argumentasi ilmiah  dalam berkarya di Kota Makassar sebagai  kepentingan kota. Hal yang menarik adalah bahwa Seni Grafiti sebagai suatu fenomena sosial dalam pandangan masyarakat selama ini dianggap sebagai vandalisme atau mengotori tembok tembok ruko, bangunan ataupun jembatan. Adapun metode yang digunakan adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Wilayah penelitian di Kota Makassar Hasil penelitian: (1) Eksistensi seni Grafitti di Kota Makassar merupakan sesuatu yang harus diakui keberadaannya di Kota Makassar sebagai karya seni yang terdapat pada  dinding tembok perumahan, ruko, bengkel, lorong bahkan kampus. Seni Grafitti di Kota Makassar merupakan ajang perebutan ruang publik bagi bomber grafitti dan berusaha mengaktualisasikan diri mereka agar dikenal atau populer.(2) Perkembangan seni Grafitti di Kota Makassar sangat baik bahkan bisa  disejajarkan dengan seni grafitti yang ada di kota besar  lainnya di Indonesia. Seni Grafitti yang ada di Kota Makassar  baik teknik maupun cara pewarnaan sudah memiliki kualitas dengan bomber grafitti yang ada di Indonesia. Hal tersebut ditandai dari keberadaan grafitti tidak hanya pada dinding tembok saja tetapi sudah merambah ke cafe, distro, sepatu, Mobil, motor dan sebagainya (3) Faktor yang menghambat adalah tidak tersediannya tempat atau fasilitas ruang yang mereka jadikan ajang popularitas seni grafitti dan sebahagian masyarakat  belum menerima seni grafitti sebagai karya seni. Masyarakat secara umum masih menganggap vandalisme atau mengotori dinding dan seni graffiti dianggap hanya sebagai coretan tembok belaka yang tidak mempunyai makna termasuk instansi pemerintah belum memberikan fasilitas ruang sebagai sesuatu karya seni.
Transit dan Transisi Lipa' Sabbe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan Fatimah, Andi Fauziyah Hijrina
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i1.11894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas proses perubahan sosial yang terjadi pada lipa’ sabbe (sarung sutera) yang merupakan warisan budaya masyarakat Bugis di Kabupaten Wajo yang memiliki nilai, makna, dan fungsi tertentu. Paradigma dari penelitian ini menggunakan konsep dari Maruska Svasek yaitu proses transit dan transisi. Proses transit ialah pergeseran melalui ruang dan waktu yang melewati batas geografi (lokasi) atau batas sosial, sedangkan proses transisi adalah pergeseran terkait makna, nilai, dan status suatu objek. Metode yang digunakan adalah metode penelitian etnografi yang mendeskripsikan suatu kebudayaan dari sudut pandang penduduk asli. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lipa’ sabbe mengalami proses transit terkait perpindahan lokasi yaitu dari Tosora ke Sengkang dan pergeseran sosial yang awalnya hanya digunakan oleh bangsawan hingga saat ini dapat digunakan secara umum, sehingga lipa’ sabbe turut mengalami proses transisi yaitu pergesran nilai, fungsi, dan makna, baik makna sarung, makna motif, cara penggunaan, dan aspek lainnya.
OPINI KESENIAN TRADISI: Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatannya AJ., Andi Agussalim
JURNAL IMAJINASI Vol 3, No 5 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v3i5.9518

Abstract

Eksistensi suatu jenis musik dalam konteks yang lebih luas sangat ditentukan oleh empat komponen penting, yaitu: pelaku, musik, kegiatan, dan pendukung. Musik tradisional sebagai bagian dari kesenian Nusantara, lahir, dari, oleh, dan untuk masyarakat pemiliknya yang kini tersebar di berbagai wilayah Nusantara dengan, karakter, khas, dan fungsi yang beraneka ragam. Keberagaman musik tradisional itulah yang menjadikan Nusantara adalah khas tersendiri bagi masyarakat di luarnya. Kini, musik tradisional, khususnya musik tradisonal Sulawesi Selatan oleh banyak kalangan dipandang telah mengalami depresi menuju ambang kepunahan, namun sebagian lainnya masih tetap memperlihatkan eksistensinya di tengah masyarakat. Pertanyaan yang muncul, mengapa ada yang mengalami depresi menuju punah sementara lainnya masih bisa tegar kokoh melintasi dimensi ruang dan waktu yang panjang ? Atas pertanyaan tersebut, penulis mengajak para pembaca untuk bersama-sama saling menawarkan pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan moral berdasarkan pengalaman faktual yang pernah dilintasi.
PERANCANGAN ANIMASI 3D UNTUK KAMPANYE MAKASSAR BERSIH Mauliana Camda; Agussalim Djirong; Alimuddin Alimuddin
JURNAL IMAJINASI Vol 2, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.64 KB) | DOI: 10.26858/i.v2i1.13778

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang animasi 3D bertemakan sadar akan lingkungan bersih berjudul “Makassar ta’ Tidak Rantasa” yang diperuntukan untuk anak-anak pada usia Sekolah Dasar. Animasi 3D mengunakan konsep visual Lowpoly. Konsep Lowpoly merupakan konsep sederhana, terkesan lucu dengan menggunakan warna-warna yang lembut (soft). Konsep tersebut bertujuan menarik perhatian anak-anak agar mempunyai keinginan untuk menyaksikan film pendek animasi 3D yang dibuat. Dalam penelitian dan perancangan ini menggunakan metode penelitian dengan teknik observasi, dokumentasi, studi kepustakaan, dan analisis data yang dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan komunikatif secara visual dan verbal untuk merancangan animasi 3D. Penelitian ini menghasilkan film animasi 3D dengan durasi 5 Menit, film animasi 3D yang dihasilkan adalah merupakan media kampanye layananan masyarakat yang dibuat secara menarik dan kumunikatif. Selain itu film animasi 3D ini merupakan media pembelajaran mengenai lingkungan yang menanamkan sifat-sifat kesadaran hidup bersih di kehidupan sehari-hari bagi anak-anak usia Sekolah Dasar. 

Page 6 of 17 | Total Record : 167