cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fsd@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Imajinasi
ISSN : 16933990     EISSN : 2550102X     DOI : 10.26858
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Imajinasi FSD UNM diterbitkan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Artikel dikelola dengan proses Double Blind Peer Review dengan akses terbuka atau dapat didowload secara fullpaper. Jurnal Imajinasi menerbitkan artikel pada bidang Seni, Pendidikan Seni dan Desain, diterbitkan dua kali dalam setahun. Kami menerima naskah melalui online system. Penulis dapat mengunggah file naskah (teks, gambar, dan informasi tambahan, termasuk video) dan memeriksa proses peninjauan naskah yang telah dikirimkan.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SENI Satriadi, Satriadi; Akmal, Muhammad Syafruddin; Sahabuddin, Romansyah; Bado, Basri
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.78012

Abstract

Pendidikan kewirausahaan tradisional seringkali terfokus pada aspek teknis bisnis, sehingga mengabaikan pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir inovatif yang krusial di era modern. Artikel ini mengusulkan model Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Seni sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan antara pemahaman teori dan kemampuan inovasi nyata. Melalui kajian literatur dan analisis konseptual, artikel ini menemukan bahwa integrasi seni dalam kurikulum secara signifikan mampu meningkatkan kompetensi kunci seperti berpikir kreatif, inteligensi emosional, kemampuan bercerita (storytelling), dan resiliensi. Seni mengajarkan proses iteratif, penerimaan ketidakpastian, dan nilai estetika—semua merupakan fondasi bagi seorang wirausahawan sukses. Konsep ini menawarkan kerangka kerja bagi pendidik dan lembaga untuk merancang pembelajaran yang lebih holistik, yang tidak hanya menghasilkan pebisnis yang kompeten, tetapi juga pencipta dan inovator sejati yang mampu melukis masa depan mereka sendiri.
PENGEMBANGAN PENGGUNAAN KAIN SARUNG TAPIS LAMPUNG MELALUI INOVASI DESAIN BERDASARKAN KETERTARIKAN GENERASI Z Fajrianingtyas, Aulia; Widiawati, Dian
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.66337

Abstract

Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional dari Lampung yang umumnya digunakan sebagai busana bawahan (sarung). Berkembangnya zaman dan teknologi saat ini telah mempengaruhi perubahan pada kain tapis baik dari segi ragam hias maupun penggunannya. Penggunaan kain tapis sekarang tidak lagi hanya untuk acara adat/sakral saja. Penggunaannya juga sudah dapat digunakan oleh berbagai kalangan. Namun, pada kenyataannya penggunaan kain tapis masih didominasi penggunaan formal saja. Di era digital ini, keunikan yang khas pada kain tapis memiliki potensi untuk dikembangkan agar kain tradisional tapis dapat terus terjaga keberadaanya. Pengembangan dapat dilakukan melalui inovasi desain untuk mengembangkan penggunaan kain tapis secara kasual. Generasi Z merupakan kelompok demografi yang sangat dipengaruhi oleh tren dan media sosial, sehingga cocok untuk menjadi target konsumen pada produk pengembangan kain sarung tapis. Data penelitian ini didapatkan melalui survei kuesioner pada Generasi Z umur 19-27 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dianalisis menggunakan metode ATUMICS. Hasil dari penelitian ini merupakan pembahasan mengenai penggunaan kain sarung tapis secara kasual dan referensi desain-desain pengembangan berdasarkan analisis kuesioner ketertarikan Generasi Z.
KONSEP WAHYU TUMURUN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA DESAIN BATIK TULIS UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Sugianto, Herman; Patriani, Sepbianti Sangga
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.77605

Abstract

Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui konsep wahyu temurun sebagai ide penciptan karya desain batik pada elemen baju toga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Peneliti menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), untuk menghasilkan produk berupa motif yang diaplikasikan dalam sebuah karya desain batik tulis. Berbagai ikon atau kekhasan hewan dan berbagai macam tumbuhan langka menjadikan ide dasar dari proses penciptaan karya desain batik tulis, dimana dapat diaplikasikan dalam bentuk karya batik tulis baju, sarung dan baju toga yang akan dipakai waktu acara wisuda Universitas Adi Buana Surabaya. Pada penelitian ini tidak semua ikon yang diambil sebagai pengembangan motif, hanya bunga matahari dan burung merak sebagai dasar pengembangan motif dalam berbagai bentuk motif. Bentuk estetika motif dari ide penciptakan karya desain batik tulis terbagai menjadi 2 bentuk motif yaitu motif flora dan motif fauna. Konsep wahyu temurun yang merupakan salah satu motif klasik jawa yang secara harfiah “wahyu” memiliki arti anugrah atau petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dan “tumurun” yang memiliki arti turun. Berdasarkan analisis yang dilakukan dari konsep wahyu tumurun menjadi dasar penyusun motif-motif flora fauna menjadi penciptaan karya desain batik dalam beragam jenis desain batik tulis.
ANALYSIS OF REGIONAL BATIK MOTIF CHARACTERISTICS AS A BASIS FOR REVITALIZATION AND DEVELOPMENT OF LEARNING MODELS Kholis, Achmad Nur; Hertati, Elvani
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.77771

Abstract

The Indonesian education system currently implements the centralized Merdeka Curriculum, which, despite its intention to provide flexibility in learning, faces significant challenges, particularly in terms of unequal access to educational infrastructure across regions. To address this issue, it is essential to develop adaptive learning models that reflect the diverse local contexts. A strategic approach involves analyzing the sociocultural characteristics of communities in various areas. Batik Nusantara, a cultural heritage rich in symbolic meaning, illustrates these regional distinctions, primarily categorized into coastal and inland batik, each representing different societal values and worldviews. Coastal batik tends to reflect openness, boldness, and external cultural influences, while inland batik is deeply rooted in philosophical and symbolic traditions. These distinctions offer valuable insights for integrating local wisdom into curriculum design. This study adopts a qualitative methodology with a descriptive approach, utilizing literature review techniques from academic journals, articles, catalogs, and other scholarly sources. The analysis of batik motifs provides a foundation for contextualized learning through Problem-Based Learning and Project-Based Learning approaches. Such models have the potential to enhance students’ cultural identity, character development, and engagement by aligning learning experiences with the realities and values of their respective communities.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM POKOK BAHASAN TARI KREASI Qamariah, Nur; Salam, Sofyan; Syakhruni, Syakhruni
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.71054

Abstract

The objectives of this study are: (1) to understand and describe the planning of cooperative learning method in class IX of SMP PPM Al-Ikhlas Lampoko, Polewaali Mandar district, (2) to identify and describe the implementation of dance creation cooperative learning methods in class IX of SMP PPM Al-Ikhlas Lampoko, Polewali Mandar district, and (3) know and describe the assessment of  dance creation cooperative learning methods in class IX of SMP PPM Al-Ikhlas Lampoko, Polewali Mandar district. The aim of this research is to explore and describe the planning, implementation, and assessment enhances the learning process, making it more effective compared to conventional methods. Therefore, it can be concluded that the Jigsaw Cooperaative Learning Approach supports the success of the learning process in achieving the subject of arts and culture education at clas IX PPM Al-Ikhlas Lampoko Junior High School, Polewali Mandar district.   Keywords: Application; cooperative learning method; creation dance.
DIALEKTIKA TEATER KONDOBULENG MAKASSA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ANTAR GENERASI Salsabillah, Devalia Wahid; Malarsih, Malarsih; Sugiarto, Eko
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.77113

Abstract

This study aims to understand the role of Kondobuleng Theater in Makassar as a medium for intergenerational education through the dialectic of past and present values. This study is motivated by the ever-evolving changes in presentation forms and meanings, necessitating an in-depth analysis of the function of traditional theater in strengthening cultural identity amidst the currents of modernization. The study uses a qualitative approach with a phenomenological design and an interdisciplinary study of cultural sociology, obtained through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that Kondobuleng Theater functions not only as entertainment, but also as a space for dialogue between the old and new generations. The older generation emphasizes historical, spiritual, and sacred values, while the younger generation articulates them critically, contextually, and participatoryly. This dialectic gives rise to new forms of performance that remain rooted in tradition, while also relevant to the needs of modern society. The novelty of this research lies in mapping the role of Kondobuleng Theater as a means of cross-age education with a dialectical framework that demonstrates cultural continuity and negotiation, thus having implications for traditional art preservation strategies based on presentation innovation, strengthening cultural literacy, and empowering local arts communities.
IMPLEMENTING THE TALKING CHIPS LEARNING MODEL TO IMPROVE STUDENT ACHIEVEMENT IN CULTURAL ARTS (ART THEORY) Thahrim, Muhammad Zul; Syahrir, Nurlina; B, sukarman
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.65252

Abstract

The purpose of this study was to examine: (1) teacher activity, (2) student activity, (3) student responses, and (4) student learning outcomes following the implementation of the Talking Chips learning model in art appreciation (visual arts) instruction. This research employed a classroom action research design. Data were collected through classroom observations, interviews, questionnaires, and multiple-choice achievement tests. The results demonstrated notable improvements across two instructional cycles. Teacher activity increased from 70% in Cycle I to 93% in Cycle II. Student activity likewise improved from 81% to 89%. Student responses toward the Talking Chips model were predominantly positive, with 93.60% categorized as good and only 6.38% categorized as low. Furthermore, the average student achievement score increased substantially from 58.66% in Cycle I to 79.75% in Cycle II. These findings indicate that the Talking Chips learning model in art appreciation effectively enhances both student motivation and learning outcomes among Grade XI Science students at MA DDI Kanang.