cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fsd@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Imajinasi
ISSN : 16933990     EISSN : 2550102X     DOI : 10.26858
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Imajinasi FSD UNM diterbitkan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Artikel dikelola dengan proses Double Blind Peer Review dengan akses terbuka atau dapat didowload secara fullpaper. Jurnal Imajinasi menerbitkan artikel pada bidang Seni, Pendidikan Seni dan Desain, diterbitkan dua kali dalam setahun. Kami menerima naskah melalui online system. Penulis dapat mengunggah file naskah (teks, gambar, dan informasi tambahan, termasuk video) dan memeriksa proses peninjauan naskah yang telah dikirimkan.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
PEMANFAATAN KULIT BATANG PISANG SEBAGAI KARYA KERAJINAN PADA IBU-IBU RUMAH TANGGA DESA KALIANG KECAMATAN DUAMPANUA KABUPATEN PINRANG Aziz, Baso Indra Wijaya; Rasyid, Rusman; Gawarti, Gawarti
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21563

Abstract

Dari hasil survei yang telah dilakukan pada kelompok mitra sasaran, khususnya di diperoleh informasi bahwa ibu ibu rumah tangga di Desa Kaliang Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang usaha kerajinan batang kulit pisang perajin mitra tersebut sebenarnya sudah pernah mendapatkan pelatihan, namun mereka masih terus memerlukan pembinaan untuk lebih mengembangkan usaha mereka. Secara rinci permasalahan utama yang dialami oleh kelompok industri kecil mitra selama ini antara lain: Para ibu ibu rumah tangga tidak memiliki wawasan pengetahuan tentang pentingnya pengembangan desain kerajinan dan peningkatan kualitas produk. Pengabdian ini bertujuan meningkatan keterampilan ibu ibu rumah tangga dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dan potensi SDA yang tersedia secara optimal, tidak tertutup kemungkinan ekonomi perajin dapat ditingkatkan.Pemberdayaan ibu ibu rumah tangga  merupakan salah satu hal penting yang patut mendapat perhatian dalam rangka membangun perekonomian nasional yang adil dan merata, termasuk di Desa Kaliang dengan pertimbangan bahwa usaha kerajinan batang pisang tersebut suatu saat merupakan salah satu andalan daerah setempat yang diharapkan mampu terus menyokong pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Metode yang dilakukan adalah ceramah, demonstrasii dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari pengabdian iini adalah ibu ibu Desa Kaliang dapat meningkatkan keterampilan serta pengetahuan utamanya pemanfaatan kulit batang pisang dengan membuat tempat tissue dan erang erang. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan PKM ini, maka dapat dirumuskan kesimpulan bahwa pelaksanaan pelatihan pemanfaatn kult batang pisang di Desa Kaliang Kabupaten Pinrang ini dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan para peserta dalam membuat Tempat tissue dan tempat erang erang sebagai suatu kerajinan yang dapat memberikan penghasilan tambahan bagi rumah tangga di Desa Kaliang yang dibuktikan dengan dihasilkannya produk berupa tempat tissue dengan aneka bentuk dasar, komposisi, estetika, dan warna.
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL DESTINASI WISATA KAWASAN TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA Karunia, Anita; Alimuddin, Alimuddin; Nurabdiansyah, Nurabdiansyah
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i2.17289

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan identitas visual baru yang menarik, konsisten dan sesuai dengan citra yang ingin dibangun Teluk Youtefa sebagai salah satu cara dalam pengembangan destinasi wisata di Kota Jayapura serta diterapkan pada graphic standard manual, stationery, dan gifts/merchandise agar dapat digunakan sebagai media identifikasi media promosi wisata. Data yang digali dalam penelitian ini mencakup teori desain terkait merancang logo serta teori warna, tipografi, brand, branding, identitas visual, brand awareness, serta data teluk youtefa berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Data diperoleh diteliti menggunakan metode kualitatif, analisis SWOT, dan analisis STP. Logo dari Teluk Youtefa menampilkan visualisasi yang memperkenalkan  nilai budaya dan keindahan alam kepada para wisatawannya, oleh karena itu identitas visual di desain agar memiliki kesan menyenangkan, dan tidak terlepas dari unsur alam dan budaya suku tobati dan enggros. Hasil perancangan identitas visual ini adalah logo dengan menggunakan media utama berupaGraphic Standard manual sebagai buku panduan yang berisi aturan serta penggunaan identitas visual Youtefa dan mencakup logo, warna dan tipografi, juga penerapannya pada media. Logo dari hasil Perancangan Identitas Visual Kawasan Teluk Youtefa kemudian diaplikasikan ke dalam media pendukung sebagai media promosi, media komunikasi pendukung terdiri dari Stationary dan Gift/ Merchandise.
PRINSIP MONTESSORI PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA BAGI PESERTA DIDIK KATEGORI INKLUSIF Muhaemin, Muhammad
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i1.21676

Abstract

Tujuan pendidikan Indonesia menekankan kualitas iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pengalaman belajar dalam pendidikan seni rupa memberikan kesempatan kepada siapapun yang menempuh jalur pendidikan mendapatkan esensi dalam pendidikan kesenirupaan yang disebut pengalaman estetis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prinsip Montessori pada pembelajaran seni rupa dengan peserta didik kategori inklusi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan penelusuran dokumen terkait pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman estetis dalam pendidikan seni rupa dengan prinsip Montessori memberikan kesempatan kepada peserta didik kategori inklusif untuk memiliki gaya belajar yang santai namun memiliki tujuan sesuai kurikulum yang ada.Tujuan pendidikan Indonesia menekankan kualitas iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga  negara  yang  demokratis  serta  bertanggung  jawab.  Pengalaman  belajar  dalam pendidikan seni rupa  memberikan kesempatan kepada siapapun  yang menempuh  jalur pendidikan  mendapatkan  esensi  dalam  pendidikan  kesenirupaan  yang  disebut pengalaman  estetis.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  melihat  prinsip  Montessori  padapembelajaran seni rupa dengan peserta didik kategori inklusi.  Metode yang digunakan adalah  studi  pustaka  dengan  penelusuran  dokumen  terkait  pendidikan  inklusif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman estetis  dalam  pendidikan  seni rupa  dengan prinsip Montessori memberikan kesempatan kepada peserta didik kategori inklusif untuk memiliki gaya belajar yang santai namun memiliki tujuan sesuai kurikulum yang ada.
KARAKTERISTIK KARYA SKETSA KOMUNITAS INDONESIA SKETCH MAKASSAR (ISM) Basuki Setiawan; Agussalim Djirong; Jalil Jalil
JURNAL IMAJINASI Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v4i2.14303

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana karakteristik karya sketsa komunitas Indonesia Sketch Makassar (ISM). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karateristik karya sketsa komunitas Indonesia Sketch Makassar (ISM). Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis konten dengan desain deskripstif atau analisis yaitu memberikan gambaran tentang karakteristik karya sketsa komunitas Indonesia Sketch Makassar (ISM). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sampel dalam berjumlah 7 orang dengan 2 karya sketsa dengan jumlah 14 karya. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan desain deskriptif atau analisis. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik karya sketsa komunitas Indonesia Sketch Makassar (ISM) berbeda-beda dimana terletak pada tema, garis dan warna, yang menampilkan berbagai macam karakter dan beragam khasnya, yang berdasarkan dalam bentuk 2 dimensi yang menghasilkan karya terkesan 3 dimensi.
MEDIA PEMBELAJARAN INFOGRAFIS DENGAN MATERI UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA Mario, Galang; Muhdy, Ali Ahmad; Ahmad, Abd Aziz
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i2.22726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari rancangan media pembelajran infografis pada materi unsur dan prinsip seni rupa bagi peserta didik kelas X SMAN 3 Makassar dan respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbentuk infografis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan. Metode penelitian media yang digunakan terdiri dari 7 tahap, yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data dan informasi, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan produk akhir. Produk akhir dari rancangan media pembelajaran ini yaitu media pembelajaran infografis pada materi unsur dan prinsip seni rupa yang didalamnya terdiri dari kata pengantar, daftar isi, materi unsur, materi prinsip dan daftar pustaka. Media pembelajaan dikemas dengan bentuk hard copy sebanyak 30 halaman. Pendistribusian media pembelajaran kepada peserta didik dikemas dalam bentuk soft copy karena penelitian yang dilakukan bertepatan dengan kondisi pandemi covid 19, sekolah melaksanakan pembelajaran sistem daring. Hasil penilaian kelayakan media pembelajaran infografis memperoleh skor 85,3% dengan kategori sangat layak. Selain itu respon peserta didik dengan skor persentasi sebesar 93% tertarik dengan media pembelajaran berbentuk infografis.
STUDI KERAJINAN UKIRAN KAYU DI MUSEUM NEGERI SUMATERA SELATAN SEBAGAI MANIFESTASI BUDAYA MASA LAMPAU Mubarat, Husni; Ilhaq, Muhsin
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i2.24305

Abstract

Penelitian terhadap seni ukiran kayu di Museum Negeri Sumatera Selatan sebagai manifestasi budaya masa lamapu bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis produk ukiran yang berhubungan dengan aktivitas kehidupan masyarakat di masa lampau. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untukmengunkapkan teknik dan motif hias yang diterapkan pada ukiran tersebut. Penelitian tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik analisis data melalui proses mengorganisasikan data dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis. Adapun pendekatan teori yang digunakan yaitu perwujudan artefak budaya. akni idea, activities, and artefact. Adapun hasilpenelitian yang dapat disajikan diantaranya penerapan ukiran kayu sebagai peralatan tenun songket, meja permainan, dan peraltan kehidupan masyarakat sehari-sehari yang mencerminkan manifestasi aktivitas pola kehidupan masyarakat Sumatera Selatan, khsusnya di Palembang di masa lampau.
KARAKTERISTIK 9 KARYA SENI ILUSTRASI KRITIK SOSIAL OLEH DARMAWAN EKA Ridha, Andi Ahmad; Muhdy, Ali Ahmad; Hasnawati, Hasnawati
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i2.24310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai karakter karya seni ilustrasi pop art oleh Darmawan Eka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis konten yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan membuat perbandingan terhadap isi media. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah Darmawan Eka beserta karyanya. Jumlah karya yang di jadikan sampel dalam penelitian ini ada 9 karya. Adapun teknik pengambilan sampel ialah Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan informasi dalam penelitian adalah (1) Observasi, (2) Wawancara dan (3) Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik karya seni  ilustrasi pop art oleh Darmawan Eka lebih dipusatkan pada empat aspek yaitu (1) aspek ide, (2) aspek bentuk dan gaya (3) aspek warna (4) aspek simbol. Pada aspek ide Darmawan Eka menuangkan ide tersebut melalui ungkapan perasaan, keresahan, sindiran, dan tanggapannya terhadap keadaan sosial. Sedangkan pada aspek warna Darmawan Eka menggunakan warna merah dan hitam yang memiliki makna tegas, dingin dan semngat. Sedangkan pada aspek simbol sendiri digunakan sebagai tanda yang mewakili atau menjelaskan tentang sebuah bentuk atau sebuah tanda bagi sebuah objek. Darmawan Eka menampilkan tema-tema kritik sosial dalam karyanya. Dan dari segi karakter, karya seni ilustrasi kritik sosial oleh Darmawan Eka cenderung mengacu pada gaya ilustrasi editorial. Kata Kunci : ilustrasi, kritik sosial. This study aims to obtain accurate data regarding the character of the pop art illustration artwork by Darmawan Eka. The type of research used is content analysis wich aims to describe and make comparisons with media content. The data source in this study is Darmawan Eka and his work. The number of works sampled in this study were 9 works. The sampling technique is purposive sampling. Data collection techniques used to obtain information in research are (1) Observation, (2) Interviewing and (3) Documentation. The results of this study indicate that the characteristics of pop art illustration by Darmawan Eka are more focused on three aspects, namely (1) aspects of ideas, (2) aspect of shape and style (3) aspects of color and (4) aspects of symbols. On the aspect of the idea, Darmawan Eka expressed the idea through expressions of feelings, anxiety, satire, and responses to social conditions. Meanwhile, in the color aspect, Darmawan Eka uses red and black, which have a firm, cold and warm meaning. Whereas in the symbol aspect itself is used as a sign that represents or describes a form or a sign for an object. Darmawan Eka presents social criticism themes in his work. And from the character point of view, Darmawan Eka's social criticism illustration tends to refer to a editorial illustration style.  Keywords: illustration, social criticism.
UNSUR VISUAL PADA LUKISAN DINDING SMA NEGERI 2 MAJENE SULAWESI BARAT Haris, Nur Iskandar; Salam, Sofyan; M, Yabu
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i2.29580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lukisan dinding pada SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Barat yang difokuskan unsur-unsur visualnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara dengan guru seni budaya dan beberapa siswa SMA Negeri 2 Majene. Data penelitian ini adalah lukisan yang terdapat pada dinding SMA Negeri 2 Majene. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) lukisan dinding karya siswa SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Barat menampilkan tema-tema budaya lokal, pemandangan alam, dan pendidikan yang dirangkum dalam beberapa tema khusus. Tema budaya lokal dapat dilihat pada lukisan dengan tema khusus “Perahu Bercadik”, “Pemain Musik” pada lukisan dengan khusus “Alat Musik Tradisional Mandar”, tema pendidikan dapat dilihat pada lukisan dengan tema khusus “Perjuangan Menuju Sukses” dan pada lukisan dengan tema khusus “Belajar Tak Kenal Usia”; (2) dari segi gaya, lukisan dinding karya siswa SMA Negeri 2 Majene cenderung mengacu pada gaya realis-naturalis dan gaya ilustratif. Gaya realis-naturalis dapat dilihat dari bentuk-bentuk objek yang ditampilkan serta teknik pewarnaannya. Diharapkan: (1) kepada guru mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri 2 Majene Sulawesi Barat terus menggalakkan kegiatan melalui pembuatan mural bagi siswa, baik dalam kegiatan intrakulikuler maupun ekstrakulikuler; (2) tema lukisan dinding perlu dipilih dengan cermat, terutama tema yang berkaitan dengan pendidikan maupun tema budaya; (3) agar lukisan mural tersebut lebih menarik, selain memperhatikan nilai akademik juga harus memperhatikan nilai keindahan (estetis) agar tetap mencirikan sebuah produk kesenian.Kata Kunci : karakteristik, unsur visual, lukisan dinding ABSTRACT This study aims to paint a wall at SMA Negeri 2 Majene, West Sulawesi, which describes its visual elements. This type of research is qualitative research. Sources of data were obtained from observations and interviews with art and culture teachers and several students of SMA Negeri 2 Majene. The data for this research are paintings on the walls of SMA Negeri 2 Majene. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that: (1) wall paintings by students of SMA Negeri 2 Majene, West Sulawesi show the themes of local culture, natural scenery, and education which are summarized in several specific themes. The theme of local culture can be seen in the painting with a special theme "Boats with Vessels", "Music Player" in the painting with a special "Mandar Traditional Musical Instruments", the educational theme can be seen in the painting with the special theme "The Struggle to Success" and in the painting with a special theme. “Learning knows no age”; (2) in terms of style, wall paintings by students of SMA Negeri 2 Majene tend to refer to the realist-naturalist style and the illustrative style. Realist-natural style can be seen from the shapes of objects displayed and their coloring techniques. It is hoped that: (1) teachers of arts and culture subjects at SMA Negeri 2 Majene, West Sulawesi, continue to promote activities through the creation of murals for students, both in intracurricular and extracurricular activities; (2) the theme of the wall painting needs to be chosen carefully, especially themes related to education and cultural themes; (3) to make the mural more attractive, in addition to paying attention to academic value, it must also pay attention to the value of beauty (aesthetics) so that it still characterizes an artistic product. Keywords: characteristics, visual elements, wall painting
Eksistensi Kesenian Wayang Sasak Ajar Wali di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Arfa; Sunardy Kasim
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.32621

Abstract

Wayang sasak merupakan kesenian tradisi suku sasak yang berbetuk wayang kulit. Seperti kesenian pertunjukan pada umumnya, kesenian ini kerap kali ditampilkan pada acara-acara adat suku sasak baik pernikahan, hitanan, dan acara syukuran lainnya. Semenjak hadirnya wabah covid-19 di tahun 2019 sampai sekarang membuat tatanan kehidupan manusia diseluruh dunia berubah dengan dibatasinya aktivitas social secara langsung sehingga berdampak pada berhentinya kegiatan seni pertunjukan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana eksistensi kesenian wayang sasak dimasa pandemic covid-19 dengan studi kasus di sanggar wayang sasak Ajar Wali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, mendiskripsikan informasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumen. Sumber data didapatkan melalui wawancara langsung dan observasi di dukung dengan data-data kegiatan pementasan yang mengambil studi kasus di kesenian wayang Ajar Wali.
Eksplorasi Bentuk Tulisan Kaligrafi Arab dalam Lukisan Masbuchin Haryono Haryono; Sasih Gunalan; Bayu Aji Pamungkas
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.33275

Abstract

Eksplorasi bentuk tulisan Arab dalam lukisan kaligrafi merupakan usaha menemukan sesuatu bentuk tulisan baru yang diekspresikan dalam lukisan kaligrafi Masbuchin tentu berbeda dengan tulisan klasik. Kebaruan bentuk tulisan ini berfokus pada tulisan kaligrafi Arab yang di ambil dalam Al-Qur’an dan di ekspresikan melalui lukisan. Ekspresi bentuk tulisan yang dicapai oleh seniman tentu sangat dipengaruhi oleh faktor lain yang dapat membentuk tulisan yang baru juga dalam lukisan. Bentuk tulisan Kaligrafi Arab oleh Masbuchin merupakan hasil eksplorasi dari  bentuk tulisan yang ada dalam Al-Qur’an disebut dengan tulisan klasik. Lalu diekspresikan dalam bentuk lukisan dengan gaya yang berbeda dari sebelumnya. penelitian ini berakar dari sebuah pertanyaan masalah yaitu faktor apa saja yang mendorong terjadinya eksplorasi bentuk tulisan dalam lukisan kaligrafi Masbuchin. Tulisan adalah faktor utama yang selalu dipersoalkan dalam dunia seni kaligrafi melalui seni lukis kaligrafi yang sedang berkembang di kalangan masyarakat saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sudut pandang semiotika Pierce sebagai alat analisis. Adapun jenis metode yang digunakan yaitu metode observasi analisis berdasarkan prinsip yang berlaku pada umumnya yang dapat mengungkapkan hasil yang semestinya. Hasil penelitian ini menunjukan beberapa faktor dalam penelitian, seperti faktor keindahan atau estetis dan faktor makna instrinsik yang terkandung pada ayat yang ada dalam Al-Qur’an, tentu sangat berdampak pada lain. Dampak dari faktor inilah yang membentuk sebuah bentuk baru yang diekspresikan oleh seniman dalam tulisan kaligrafi Arab yang ada pada lukisan kaligrafi Masbuchin.

Page 8 of 17 | Total Record : 162