cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fsd@unm.ac.id
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Imajinasi
ISSN : 16933990     EISSN : 2550102X     DOI : 10.26858
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Imajinasi FSD UNM diterbitkan oleh Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Artikel dikelola dengan proses Double Blind Peer Review dengan akses terbuka atau dapat didowload secara fullpaper. Jurnal Imajinasi menerbitkan artikel pada bidang Seni, Pendidikan Seni dan Desain, diterbitkan dua kali dalam setahun. Kami menerima naskah melalui online system. Penulis dapat mengunggah file naskah (teks, gambar, dan informasi tambahan, termasuk video) dan memeriksa proses peninjauan naskah yang telah dikirimkan.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Pembuatan Noken Serat Daun Nanas (Ananas Sp) oleh Suku Mee di Kaliharapan Nabire-Papua Wahyudi Wahyudi; Novita Yogi; Donny Aristoe Djitmau
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.31912

Abstract

Noken ialah tas tradisional dari anyaman atau rajutan serat tumbuhan, diakui sebagai warisan budaya asli dari tanah Papua. Serat alami noken bervariasi tergantung kondisi habitat dan kearifan lokal, sehingga noken dari dataran tinggi berbeda bahan, teknik dan motif dengan dari dataran rendah atau pesisir. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan praktek tradisional pembuatan noken dari serat daun Nanas (Ananas sp.) oleh masyarakat suku Mee di kampung Kaliharapan Nabire. Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi lapang. Variabel penelitian meliputi seleksi dan pengambilan daun nanas, jenis nanas, pemisahan serat daun, pengeringan, pewarnaan, dan penganyaman serat nanas menjadi rajutan noken, serta ukuran dan harga noken. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat noken suku Mee berasal dari dua jenis nanas, yaitu Abicaxi dan Red Spanish. Daun nanas tua dipetik dengan intensitas tidak lebih dari 25% dan 35 % per tanaman setelah buahnya dipanen, dikumpulkan, diikat dan diangkut kerumah, diseleksi dan dihilangkan durinya dengan pisau. Daun segar, digaruk-garuk dari pangkal ke ujung satu arah menggunakan alat sederhana, pengaris besi yang dibengkokkan menyerupai garpu tala, guna menghancurkan kutikula daun. Serat disatukan dan ditarik dengan tangan, kemudian serat di jemur (digantung) dibawah sinar matahari, selama 12 jam, sampai kering (berwarna terang). Serat dipilin manual diatas paha dengan tangan sampai menjadi serat benang nanas, kemudian dirajut menggunakan jarum payung menjadi noken.  Kunyit untuk warna kuning, daun bayam untuk hijau dan biji binahong untuk merah adalah pewarna alami dan kusumba untuk pewarna sintetis. Ukuran noken dikelompokkan menjadi tiga, besar, sedang dan kecil, dengan harga dari Rp 50.000 – 200.000, tergantung ukuran dan motif, polos dan bermotif. Noken memberikan pekerjaan informal dan penghasilan tambahan bagi perempuan masyarakat suku Mee.
Pencegahan Penipuan dalam Transaksi Jual-Beli Game Online dengan Media Animasi Romilanio Markiseldy Pratama; Widyasari Widyasari; Diana Aqidatun Nisa
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.32861

Abstract

Kemajuan teknologi informasi selalu berkembang, sehingga transaksi jual beli online meningkat, jumlah kasus penipuan transaksi online turut meningkat pula. Untuk itu diperlukan media penyampai informasi yang menarik dan mudah dipahami berupa animasi 2d. Animasi ini bertujuan menginformasikan ke pelaku jual beli akun game online cara transaksi jual beli akun game online sebagai upaya pencegahan penipuan. Perancangan animasi ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif lalu data diolah secara deskriptif. Konsep desain dengan keyword "Safety dynamical transaction" telah dihasilkan dengan metode tersebut. Animasi ini dirancang sebagai media penyampai informasi yang efektif dan informatif cara transaksi jual beli akun game online yang aman.
Perempuan Pengukir Kayu Tradisional Toraja di Kete’kesu Sofyan Salam; Tangsi Tangsi; Muh. Saleh Husain
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.32293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai aspek tentang perempuan pengukir kayu tradisional Toraja yang bermukim di Kete’Kesu.  Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif yang dilaksanakan di lapangan, yakni di Kete’Kesu, Toraja Utara. Sumber data penelitian ini adalah: (1) perempuan pengukir kayu tradisional Toraja yang bermukim di Kete’Kesu yang berjumlah 33 orang; (2) tokoh dan warga masyarakat Kete’ Kesu yang berjumlah 12 orang; dan (3) artefak berupa ukiran kayu yang dihasilkan oleh para perempuan pengukir tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan model analisis interaktif dari  Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perempuan pengukir kayu tradisional yang bermukim di Kete’Kesu memiliki latar belakang yang beragam dari segi usia, pendidikan formal, serta status sosial; (2) Karya ukiran kayu yang dihasilkan oleh perempuan pengukir tersebut bersifat ukiran non sakral berupa benda fungsional untuk cinderamata; (3) Hal yang melatarbelakangi eksistensi perempuan pengukir kayu tradisional Toraja adalah kebutuhan finansial dan adanya dukungan masyarakat; (4) Perempuan pengukir mengawali pengalamannya dalam mengukir atas dasar ajakan dari orang tua atau teman yang sekaligus mengajarkan pembuatan ukiran kayu secara informal.  Dalam menjalani karier mengukir perempuan pengukir umunya memandang bahwa kegiatan mengukir merupakan pengalaman yang menyenangkan karena mereka mendapatkan dukungan dan apresiasi dari masyarakat.Kata kunci:  Perempuan pengukir, ukiran kayu tradisional Toraja, dan Kete’Kesu. WOMEN WORKING AS TORAJA TRADITIONAL WOODCARVERS IN KETE’KESUABSTRACTThis research is aimed at describing several aspects of women working as Toraja traditional woodcarvers in Kete’Kesu.  This research is classified as qualitative research carried out in the field, namely Kete’Kesu of North Toraja Regency. The data sources of this research are (1) women carvers who live in Kete Kesu totaling 33 persons; (2) community members of Kete’Kesu totaling 12 persons; and (3) artifacts in the form of Toraja traditional wood carvings produced by the women carvers.  Data collection techniques used area: observation, in-depth interviews, and documentation. The collected data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The results showed that; (1) women carvers who live in Kete Kesu have a very diverse background in terms of age, formal education, and social status; (2) woodcarvings produced by women carvers in Kete Kesu are nonsacred carvings in the form of functional objects for souvenirs; (3) The reasons for the existence of women carvers in Kete’ Kesu are financial needs and community support; (4)  Women carvers started their experience in wood carving because they were invited by their parents or friend who also taught them carving informally. In their careers, women carvers generally view carving as a pleasant experience because they get support and appreciation from society. Keywords: Women carver, Toraja traditional wood carving, Kete’Kesu.
Penggunaan Model 4D dalam Pembuatan Video Tutorial Menggambar Alam Benda di SMP Negeri 1 Tonra A Rafida; Abd Aziz Ahmad; Ali Ahmad Muhdy
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.30307

Abstract

This research aims to describe the development of video tutorials for learning to draw natural objects for students of class VII SMPN 1 Tonra. This research is a type of research and development (R&D). Development models use 4D models consisting of Define (definition), Design (design), Develop (development), Dissemination (dissemination). But in this study it only reached the stage of Develop. From the results of assessments or validations conducted by material experts and media experts on the resulting video tutorial media, obtained a rating score of 95.15% from material experts, and 89.7% from media experts. Based on the results obtained, it can be concluded that the video tutorial media for learning to draw nature is worth using and developing, and is expected to help teachers and students in the learning process.Keywords: learning media, video tutorials, drawing natural objects. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan video tutorial untuk pembelajaran menggambar alam benda bagi peserta didik kelas VII SMPN 1 Tonra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan menggunakan model 4D yang terdiri dari Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), Dissemination (penyebarluasan). Namun pada penelitian ini hanya sampai pada tahap Develop. Dari hasil penilaian atau validasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media terhadap media video tutorial yang dihasilkan, diperoleh skor penilaian sebesar 95,15% dari ahli materi, dan 89,7% dari ahli media. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa media video tutorial untuk pembelajaran menggambar alam benda ini layak digunakan dan dikembangkan, serta diharapkan dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran.Kata kunci : media pembelajaran, video tutorial, menggambar alam benda.
Pengelolaan Koleksi Museum Wayang Kekayon Sebagai Ruang Pelestarian Seni Budaya Fariz Al Hazmi; Herdina Rizki Damayanti
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.32734

Abstract

Museum Wayang Kekayon merupakan salah satu museum yang berperan penting dalam pelestarian kesennian wayang. Sebagai ruang publik yang menyimpan wayang-wayang dari berbagai daerah khususnya dari jawa, Museum Wayang Kekayon mengelola koleksinya sebagai bagian dari perawatan dan pengarsipan karya. Pengelolaan terhadap koleksi karya seni sangat penting dilakukan untuk menjaga kualitas karya yang dipamerkan dalam museum. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Museum Wayang Kekayon sebagai museum pelestarian budaya mengelola koleksi kesenian wayang mereka dan menjadi warisan budaya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dan observasi lapangan untuk mendapatkan data secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi yang dimiliki oleh Museum Wayang Kekayon beragam yang berasal dari 90% koleksi pribadi dan sebagian lainnya berasal dari hibah dan titipan. Perawatan dilakukan secara tradisional tanpa perawatan dengan bahan-bahan khusus dan menggunakan proses Mutrani apabila koleksi wayang sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki. Kemudian pengelolaan lainnya dilakukan pencatatan dan pendokumentasian bahan, ukuran dan keterangan lainnya secara jelas. Sehingga data tersebut dapat digunakan di berbagai aspek seperti arsip pribadi, sarana informasi, edukasi, penelitian dan lain-lain.
Aplikasi Penjualan Produk Meubel Ukir UD. Barokah Meubel sebagai Sistem Penjualan Online Ahmad Dahlan; Widyasari Widyasari; Aileena SCREC
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.33002

Abstract

Warisan budaya pada setiap daerah akan memiliki focus tersendiri dalam perubahan global yang terjadi. Budaya dipaksa beradaptasi agar tetap mempunyai eksistensi serta masih bisa di lestarikan keberdaannya. Sudah banyak usaha yang dilakukan masyarakat untuk melestarikannya dengan memadupadankan bidang budaya dan bidang ekonomi. Sentra ukir desa Karduluk sudah berdiri sejak zaman kerajaan majapahit. Kesenian ukir yang ada di karduluk dilestarikan secara turun temurun. Serta menyisipkan kesenian ukir pada kebutuhan sekunder, seperti Kursi, meja, lemari dll. Kerajinan seni ukir di desa karduluk mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat. UD Barokah Meubel salah satunya, usaha yang telah berdiri sejak tahun 80an, mampu bertahan sampai saat ini. Mampu bertahan di masa sekarang merupakan tantangan yang besar diperlukan inovasi. Aplikasi merupakan media yang massif digunakan masyarkat luas sebagai media jual beli yang efektif dan efisien
Barazanji Asaraka: Musik Iringan dalam Acara “Menre Mola Baru” di Dusun Tinco, Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Andi Ihsan; M. Padil
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.32929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan secara deskriptif pertunjukan dan fungsi barzanji pada prosesi acara “Menre Mola Baru” sebagai salah-satu musik tradisional masyarakat bugis di dusun Tinco, kecamatan Lalabata, kabupaten Soppeng. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan cara mereduksi data, display dan selanjutnya verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan prosesi pelaksanaan upacara barazanji dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap yakni : (1)Persiapan, (2) Pembacaan doa dan Arrawi, (3) Pembacaan Assaraka. Tahap persiapan dilakukan dengan berdiri yang dilakukan oleh imam diikuti oleh seluruh anggota barazanji dengan membentuk posisi memanjang dan saling berhadapan. Pembacaan doa dan Arrawi dipimpin  oleh imam sebagai tanda dimulainya barzanji. Selanjutnya pembacaan arrawi yang dilakukan tanpa melodi (seperti membaca biasa). Bacaan berisi riwayat singkat keseharian Rasulullah SAW. Selanjutnya tahap pembacaan Assaraka. Pembacaan assaraka dimulai dengan Imam sendiri yang melantunkan kalimat “falamma ana awanu maulidihil”. Lantunan lafadz ini dinyanyikan dengan pola melodi khas barazanji yang selanjutnya dilantungkan secara bersama-sama (unisono). Pembacaan assaraka ini dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan penyajian yakni: (1)dinyanyikan secara bersama-sama, (2)dinyanyikan secara bergantian, (3) doa penutup. Tahap dinyanyikan secara bersama-sama dilakukan pada bait awal syair barazanji awal, sedangkan di bagian pertengahan syair dinyanyikan secara bergantian oleh pelaku barzanji. Terakhir doa penutup yang dipimpin oleh imam dengan doa yang dilantungkan dalam bahasa bugis.   Adapun fungsi barzanji pada acara  menre bola baru di dusun Tinco meliputi: sistem proyeksi, sebagai alat pengesahan antara pranata-panata dan lebaga kebudayaan, sebagai alat pendidikan, sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya, fungsi yang berkaitan dengan norma sosial, kesinambungan budaya, serta fungsi hiburanKata kunci : Barazanji, Musik Iringan, Fungsi, Menre Bola Baru
Perancangan Interface Website Akumuralin Devasya Wahyu Sudiono; Widyasari Widyasari; Aphief Tri Arianto
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i1.32999

Abstract

Website dipilih dibandingkan media lain karena dapat menampung dan memberikan informasi terkait layanan yang lengkap, meningkatkan kredibilitas usaha layanan jasa, mampu memperluas jaringan dan jangkauan yang luas, meningkatkan traffic dan popularitas di google, media untuk menampilkan katalog produk maupun jasa. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah perancangan desain website dengan studi kasus Akumuralin yang bersifat efektif dan efisien. Akumuralin merupakan salah satu pelaku UMKM di Surabaya yang menyediakan jasa desain atau gambar mural. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yakni memberikan gambaran serta deskripsi mengenai keadaan. Data yang digunakan tersusun atas data primer yang bersumber dari hasil wawancara terhadap pemilik Akumuralin terkait informasi yang dibutuhkan untuk dimuat dalam website. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan maka didapatkan rancangan interface website Akumuralin. Rancangan didapatkan dengan mempertimbangkan beberapa informasi serta perkembangan yang ada di masyarakat. Berdasarkan hasil yang kuisioner yang dilakukan kepada 100 responden, sebanyak 46 orang (46%) memilih alternatif 3. Pada opsi alternatif ketiga gaya visual lebih cenderung keaarah kartun dengan teknik vector yang lebih memberikan gambaran dari kata asik dan santai yang ingin ditampilkan. Sehinga tidak hanya digunakan foto saja, yang akan membuat tampilan terlihat lebih kaku.
PERANCANGAN BOARD GAME “GIGIKU SEHAT” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR KELAS 1 - 3 Badzlin Syarafina; Diana Aqidatun Nisa; Mahimma Romadhona
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i2.38033

Abstract

Masalah kesehatan gigi yakni karies gigi merupakan penyakit yang dialami banyak orang di seluruh  dunia khususnya anak anak. Di Kabupaten Bojonegoro, kasus karies gigi anak usia 6-9 yakni  kelas 1 – 3 Sekolah Dasar masih tinggi. Hal ini didapatkan dari Laporan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Anak di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2019, 2020 dan 2021. Para guru mengatakan anak sekolah dasar sudah  diajarkan dasar - dasar cara menjaga kesehatan gigi karena berkaitan dengan mata pelajaran namun kasus karies masih tetap tinggi. Hal ini dikarenakan anak tidak menerapkan menjaga  kesehatan gigi di dalam kehidupan sehari hari. Hal ini terjadi karena anak cenderung merasa  bosan jika materi pembelajaran disampaikan hanya dengan lisan. Media pembelajaran menggunakan board game merupakan media pembelajaran edukasi yang efektif, karena bermain  merupakan kegiatan yang menyenangkan dan tidak bisa dipisahkan dari perkembangan anak. Tahapan perancangan ini menggunakan metode design thinking yang didapat melalui observasi langsung, wawancara, kuesioner, lalu menganalisis hasil data yang telah diperoleh dan disesuaikan dengan target audiens. Analisis tersebut menghasilkan keyword yakni “healthy teeth, happy life” yang akan menjadi acuan dalam perancangan. Hingga saat ini belum terdapat board game edukasi yang bertema menjaga kesehatan  gigi untuk media pembelajaran Sekolah Dasar di Bojonegoro. Perancangan board game  ini ditujukan untuk menjaga kesehatan gigi sehingga diharap anak - anak, orang tua, guru maupun masyarakat mampu  memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi. Kata Kunci: kesehatan gigi; karies gigi; board game; anak
KARAKTER ANTROPOMORFIK SENYAWA SEBAGAI MEDIA EDUKASI TEORI DASAR ASAM BASA Azis Mahmuddin; Widyasari Widyasari; Aditya Rahman Yani
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i2.38401

Abstract

Pendidikan adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia. Teori dasar asam basa adalah salah satu materi yang penting dalam Pendidikan jenjang SMA jurusan IPA, untuk itu, diperlukan inovasi pembelajaran efektif tentang teori dasar asam basa berupa animasi 2D. Perancangan ini bertujuan untuk memperlihatkan proses kreatif dalam pembuatan karakter antropomorfik dari senyawa pada animasi teori dasar asam basa. Perancangan karakter antropomorfik ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data kualitatif dan kuantitatif berupa wawancara, kuesioner dan observasi yang dilanjutkan dengan metode produksi tekstual sebagai dasar konsep desain karakter berdasarkan data tersebut. Melalui metode tersebut dihasilkan konsep cerita fiktif berdasarkan teori dasar asam basa yang mendasari konsep karakter. Perancangan karakter antropomorfik pada animasi ini dibuat sebagai inovasi baru dalam menyampaikan materi teori dasar asam basa.

Page 9 of 17 | Total Record : 162