cover
Contact Name
Malida Fatimah
Contact Email
dinamikapsikologis@mercubuana-yogya.ac.id
Phone
+62881023174907
Journal Mail Official
dinamikapsikologis@mercubuana-yogya.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/JurnalDinamikaPsikologi/about/editorialTeam
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis
ISSN : -     EISSN : 30638216     DOI : https://doi.org/10.26486/jdp.v1i1.3883
Core Subject : Science,
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Universitas Mercu Buana Yogyakarta adalah Jurnal akses terbuka untuk penyebaran informasi review metaanalisa, referensi keilmuwan, dan pengembangan empiris dalam beberapa macam aspek psikologi, dengan minat khusus pengembangan kekhasan pemahaman dinamika psikologi dalam ilmu perilaku di konteks masing-masing subjek dan lingkungan penelitian. Target audiens utama jurnal ini adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, ilmuwan psikologi, dan profesional lainnya dengan minat dalam psikologi. Dinamika Psikologis menerima naskah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fokus dan Scope Jurnal psikologi mengundang manuskrip di bidang : Psikologi Industri dan Organisasi Psikologi Pendidikan Psikologi Perkembangan Psikologi Kognitif Psikologi Sosial Psikologi Klinis Target audiens utama jurnal ini adalah akademisi, mahasiswa pascasarjana, ilmuwan psikologi, dan profesional lainnya dengan minat dalam psikologi. Proses Peer Review
Articles 19 Documents
DINAMIKA PSIKOLOGIS PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN Fatimah, Alya; Pertiwi, Ratih Eka
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4269

Abstract

Kehamilan biasanya terjadi pada wanita dewasa yang sudah menikah ketika mereka merasa bahwa perkembangan fisik dan psikologisnya sudah cukup untuk mengambil peran baru sebagai seorang ibu dengan semua tanggung jawab yang melekat padanya. Fenomena kehamilan tidak diinginkan pada remaja perempuan mengakibatkan beragam dampak pada remaja perempuan itu sendiri maupun relasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika psikologis remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan akibat hubungan seksual pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Keabsahan data dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi metode dan triangulasi antar-peneliti. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dan sedang mengajukan permohonan dispensasi kawin di pengadilan agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika psikologis yang kompleks pada subjek. Selain mengalami berbagai emosi seperti kaget, ketakutan, kecemasan, penyesalan, frustasi, kesedihan, dan satu dari tiga subjek mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, subjek juga menunjukkan pola pikir yang cenderung negatif, seringkali menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang terjadi. Pemikiran dan perasaan negatif ini mendorong subjek untuk berperilaku pasif terhadap kondisi kehamilan. Meski demikian, ada keinginan untuk dapat beradaptasi dengan peran baru sebagai calon ibu dengan dukungan keluarga dekat dan calon suami. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi konselor atau pendamping remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan. Pendampingan dapat dilakukan melalui program kerjasama lintas Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) misalnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pendampingan kesehatan dan psikologis bagi remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan, misalnya melalui program Puspaga, PIK-R, atau Posyandu. Kata Kunci: dinamika psikologis, kehamilan tidak diinginkan, remaja perempuan, seks pranikah
Pelatihan Kebermaknaan Kerja Untuk Meningkatkan Work Engagement Pada Perawat Rumah Sakit X Hiskia, Miranda; Yuniasanti, Reny
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4450

Abstract

Abstrak Memberikan perawatan pasien yang luar biasa oleh perawat yang terlibat kemungkinan akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit. Perawat rumah sakit yang tidak termotivasi kurang menyenangkan bagi pasien, sehingga menimbulkan keluhan. Pelatihan kerja yang relevan dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Penelitian ini meneliti bagaimana pelatihan kerja yang relevan memengaruhi kepuasan kerja perawat Rumah Sakit X. Penelitian ini meneliti apakah pelatihan kerja yang relevan meningkatkan keterlibatan perawat Rumah Sakit X. Perawat rawat inap Rumah Sakit X dipisahkan antara kelompok eksperimen dan kontrol untuk penyelidikan ini. Kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing mencakup 10 orang. Individu dalam penelitian ini memiliki gelar keperawatan minimal D3, bekerja setidaknya selama 2 tahun, dan memiliki keterlibatan kerja sedang dan rendah berdasarkan skor pra-tes. Kontrol pra-tes pasca-tes digunakan dalam penyelidikan ini. Penelitian ini menggunakan skala keterlibatan kerja reliabilitas 0,93 untuk mengumpulkan data. Studi menemukan bahwa kebermaknaan pelatihan kerja meningkatkan keterlibatan kerja pada perawat rawat inap Rumah Sakit X. Selain itu, uji Mann-Whitney mengungkapkan nilai Z sebesar -3,791 dengan signifikansi 0,000 (p <0,05). Nilai posttest rata-rata 37,4 dibandingkan dengan pretest 22,1. Skor Work Engagement posttest kelompok kontrol dan eksperimen bervariasi. Skor kelompok eksperimen 15,50, sedangkan skor kelompok kontrol 5,50. Sebagai kesimpulan, kelompok eksperimen memiliki skor work engagement yang lebih besar daripada kelompok kontrol. Perbedaan rata-rata adalah 10,5. Temuan uji Wilcoxon mengungkapkan nilai Z sebesar -2,810 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05). Keterikatan kerja kelompok eksperimen berubah sebelum dan sesudah kebermaknaan pelatihan kerja. Studi ini diharapkan dapat membantu perawat meningkatkan keterikatan kerja dan menginspirasi penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: pelatihan kebermaknaan kerja, perawat, work engagement Abstract Providing outstanding patient care by engaged nurses is likely to boost public confidence in hospitals. Unmotivated hospital nurses are less pleasant to patients, resulting in complaints. Relevant job training may boost employee engagement. This research examined how relevant work training affects Hospital X nurses' job satisfaction. This research examines whether relevant job training improves Hospital X nurses' engagement. Hospital X inpatient nurses were separated between experimental and control groups for this investigation. The experimental and control groups each included 10 persons. The individuals in this research had a minimum D3 nursing degree, worked for at least 2 years, and had medium and low work engagement based on pretest scores. Pre-test post-test control was employed in this investigation. This research used a 0.93-reliability work engagement scale to gather data. Study found that meaningfulness of job training increased work engagement in Hospital X inpatient nurses. Additionally, the Mann-Whitney test revealed a Z value of -3.791 with a significance of 0.000 (p <0.05). Posttest values ​​averaged 37.4 compared to 22.1 pretest. The posttest Work Engagement scores of the control and experimental groups vary. Experimental group scores 15.50, while control group scores 5.50. In conclusion, the experimental group had a greater work engagement score than the control group. Average difference is 10.5. Wilcoxon test findings revealed a Z value of -2.810 with a significance of 0.005 (p <0.05). The experimental group's work engagement changes before and after meaningfulness of job training. This study should help nurses enhance job engagement and inspire further research. Keyword: engagement, meaningfulness, training, work
HOPELESSNESS DAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN TUGAS AKHIR Devi Helmalia Putri; Santi Esterlita Purnamasari
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4756

Abstract

Abstrak Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir banyak mengalami hambatan yang dapat memicu kondisi terpuruk, namun harus segera bangkit karena tugas akhir harus diselesaikan untuk menyelesaikan pendidikannya. Bangkit dari keterpurukan disebut dengan resiliensi dan untuk berhasilnya hal tersebut maka dibutuhkan hopelessness yang rendah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji hubungan antara hopelessness dengan resiliensi pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. harapannya dari hasil penelitian yang diperoleh dapat diketahui secara pasti bagaimana hubungan hopelessness dengan resiliensi. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negative.  Partisipan terdiri dari 214 mahasiswa berusia 18-25 tahun dari beberapa program studi dan universitas di Indonesia, dengan 84,6% Perempuan dan 15,4% laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan skala resiliensi (Resilience Quotient (RQ)) dengan reliabilitas sebesar 0,856 dan skala hopelessness (Beck Hopelessness Scale) dengan reliabilitas sebesar 0,855. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistic korelasi product moment yang hasilnya Hasil menunjukkan antara hubungan negative dan signifikan dengan resiliensi (rxy=-0,725 (p<0,01)),artinya  bahwa  semakin tinggi tingkat hopelessness maka cenderung semakin rendah tingkat resiliensi mahasiswa, sebaliknya jika semakin rendah resiliensi maka cenderung semakin tinggi hopelessness pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.   Kata Kunci: Hopelessness, Mahasiswa, Resiliensi   Abstract Final year students who are preparing their final assignments often face obstacles that can trigger a depressed state, but they must immediately recover because the final assignment must be completed to complete their education. Rising from adversity is called resilience, and to succeed, low hopelessness is needed. The purpose of this study is to examine the relationship between hopelessness and resilience in students who are working on their final assignments. It is hoped that the results of the study can be known precisely how hopelessness relates to resilience. Based on this description, the proposed hypothesis is that there is a negative relationship. Participants consisted of 214 students aged 18-25 years from several study programs and universities in Indonesia, with 84.6% female and 15.4% male. The data collection technique used a resilience scale (Resilience Quentient (RQ))) with a reliability of 0.856 and a hopelessness scale (Beck Hopelessness Scale) with a reliability of 0.855. Hypothesis testing in this study used the product moment correlation statistical analysis method, the results of which showed a negative and significant relationship with resilience (rxy = -0.725 (p <0.01)), meaning that the higher the level of hopelessness, the lower the level of student resilience, conversely, the lower the resilience, the higher the hopelessness in students who are working on their final assignment. Keywords: : Hopelessness, Students, Resilience
KESEIMBANGAN PEKERJAAN-KELUARGA DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI BEKERJA Salsabila, Syifa; Maya Khairani; Kartika Sari; Zaujatul Amna
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4723

Abstract

Istri yang bekerja menjadi salah satu isu dalam rumah tangga yang berpotensi menimbulkan konflik dan dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam pernikahan. Oleh karena itu dibutuhkan strategi dalam menyeimbangkan karier dan keluarga agar terbentuk keharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi keseimbangan pekerjaan-keluarga dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Penelitian korelasional ini menggunakan Work-Family Balance Scale dan ENRICH Marital Satisfaction Scale untuk mengumpulkan data. Sebanyak 101 istri yang bekerja terlibat dalam penelitian dengan kriteria berstatus menikah, berusia 20-40 tahun, memiliki anak, bekerja lima hari dalam satu minggu dan delapan jam dalam sehari. Pemilihan partisipan dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik pemilihan sampel purposif. Data kemudian dianalisis dengan teknik korelasi Spearman Rho melalui aplikasi JASP 0.16.4.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif dan signifikan antara keseimbangan pekerjaan-keluarga dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Kata Kunci: keseimbangan pekerjaan-keluarga, kepuasan pernikahan, istri yang bekerja
KESEPIAN DAN IDE BUNUH DIRI PADA MAHASISWA BROKEN HOME Agustin Yulistiyah, Eka; Verasari, Metty
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4798

Abstract

Mahasiswa yang berasal dari keluarga broken home cenderung mengalami permasalahan yang beragam, baik pada kehidupan maupun pada bidang akademik. Risiko dari permasalahan tersebut menyebabkan mahasiswa broken home sering merasa kesepian dan memerlukan perhatian lebih, dikarenakan adanya risiko permasalahan yang dapat berujung pada depresi hingga ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Menggunakan subjek penelitian yaitu 107 mahasiswa broken home dengan rentang usia 18-25 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Skala yang digunakan adalah Scale for Suicide Ideation (SSI) dan UCLA Loneliness Scale (Version 3). Menggunakan teknik analisis data korelasi product moment dengan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) = 0,303 dengan p = 0,002 (p = < 0,050) yang diartikan bahwa hipotesis yang dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada mahasiswa broken home. Didapatkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,092 yang berarti variabel kesepian berkontribusi sebesar 9,2% terhadap ide bunuh diri dan sisanya sebesar 90,8% dipengaruhi variabel eksternal. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat ide bunuh diri dan dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan kesehatan mental pada mahasiswa broken home, serta digunakan oleh tenaga profesional dan lembaga pendidikan untuk merancang program pendampingan dan intervensi yang tepat guna mencegah risiko tersebut. Kata kunci: Mahasiswa broken home, kesepian, ide bunuh diri
ANALISIS TEKNIK TIME OUT DALAM MENGONTROL EMOSI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD): STUDI KASUS DI RUMAH LAYANAN AUTISM KOTA SEMARANG El-Fikri, Dewi Nabela Sofya; Tri Wahyuni Timurwati; Lucky Ade Sessiani; Wening Wihartati; Tri Hening Asgyantini
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i2.4649

Abstract

Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) sering mengalami kesulitan regulasi emosi yang menampakkan diri dalam perilaku agresif, sehingga diperlukan intervensi behavioral yang tepat seperti teknik time out. Penelitian studi kasus ini menganalisis efektivitas teknik time out dalam mengontrol emosi anak ASD di Rumah Layanan Autis Kota Semarang. Partisipan adalah anak laki-laki berusia 8 tahun 5 bulan dengan diagnosis ASD. Data dikumpulkan melalui observasi, anamnesis, dan psikotes dengan analisis kualitatif deskriptif. Hasil asesmen dengan menggunakan alat ukur CARS menunjukkan skor 34 (autis tingkat sedang). Penerapan teknik time out berhasil menurunkan frekuensi perilaku agresif secara signifikan seperti memukul meja atau membanting barang dari 5-6 kali menjadi 2-3 kali per sesi, dan memukul orang sekitar dari 4-5 kali menjadi 1-2 kali per sesi. Klien juga menunjukkan perkembangan komunikasi dengan memahami kosakata baru dalam bahasa Indonesia. Kombinasi non-exclusionary time out untuk perilaku agresif ringan-sedang dan isolation time out untuk perilaku berbahaya terbukti efektif dalam memberikan struktur pembelajaran dan mengontrol emosi pada anak ASD dengan komorbiditas epilepsi. Kata Kunci: Autism Spectrum Disorder, Teknik time out, Emosi
DIBESARKAN DALAM KEKANGAN, TUMBUH DENGAN KECEMASAN: STUDI TENTANG POLA ASUH OTORITER DAN KECEMASAN SOSIAL PADA MASA DEWASA AWAL Husnul Khatimah; Santi Esterlita Purnamasari
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i2.4848

Abstract

Individu pada fase dewasa awal (18–25 tahun) kerap menghadapi tantangan dalam berinteraksi sosial yang dapat memicu munculnya kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan kecemasan sosial pada individu dalam fase tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis korelasi spearman dari Charles Spearman. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 168 individu yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala psikologis dengan model Likert untuk mengukur pola asuh otoriter dan kecemasan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kecemasan sosial. Hal ini berarti semakin tinggi pola asuh otoriter yang dialami individu, semakin tinggi pula kecenderungan individu mengalami kecemasan sosial. Meskipun kekuatan hubungan yang ditemukan berada pada kategori lemah, temuan ini menegaskan bahwa pola asuh otoriter memiliki kontribusi terhadap munculnya kecemasan sosial pada dewasa awal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pentingnya pola asuh yang lebih mendukung, terbuka, dan responsif untuk membangun komunikasi yang sehat dan memperkuat kelekatan emosional sejak dini guna mendukung perkembangan kepercayaan diri dan keterampilan sosial anak di kemudian hari agar dapat mengurangi potensi munculnya kecemasan sosial dan membantu individu dalam fase transisi menuju dewasa untuk mengembangkan keterampilan sosial yang sehat. Kata Kunci : pola asuh otoriter, kecemasan sosial, dewasa awal  
TRAIT KEPRIBADIAN OPENNES TO EXPERIENCE DAN DIGITAL CITIZENSHIP PADA FRESH GRADUATE Andriani, Ika Noviana; Ricca Angreini Munthe; Harmaini; Putri Miftahul Jannah
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital kerap kali menuntut individu untuk memiliki kemampuan digital citizenship yang memadai, terutama bagi para fresh graduate yang sedang memasuki dunia karier dan kehidupan sosial yang lebih kompleks. Namun, masih banyak fresh graduate yang belum bisa memanfaatkan teknologi digital dengan baik, yang menandakan rendahnya digital citizenship. Digital citizenship dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah trait kepribadian openness to experience. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan openness to experience dengan digital citizenship pada fresh graduate di Indonesia. Sampel penelitian diambil dengan teknik snowball sampling dan melibatkan 300 partisipan. Instrumen yang digunakan yaitu skala digital citizenship (27 item, α = 0,913) dan skala openness to experience dari IPIP-BFM-50 versi Indonesia (10 item, α = 0,768). Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan koefisien r = 0,399 dengan p < 0,01, artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara openness to experience dan digital citizenship. Variabel openness to experience berkontribusi sebesar 15,9% terhadap variasi digital citizenship, sementara 84,1% dijelaskan oleh faktor lain. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa karakteristik kepribadian openness to experience berperan penting dalam meningkatkan kemampuan digital citizenship fresh graduate. Kata Kunci : digital citizenship, fresh graduate, trait openness to experience Abstract The development of digital technology often requires individuals to have adequate digital citizenship skills, especially for new graduates entering a more complex career and social life. However, there are still many new graduates who are unable to utilize digital technology properly, indicating a low level of digital citizenship. Digital citizenship is influenced by several factors, one of which is the personality trait of openness to experience. This study aims to determine the relationship between openness to experience and digital citizenship among new graduates in Indonesia. The research sample was taken using the snowball sampling method and involved 300 participants. The measuring instruments used were the digital citizenship scale (27 items, α = 0.913) and the openness to experience scale from the Indonesian version of IPIP-BFM-50 (10 items, α = 0.768). The results of Pearson's correlation analysis showed a coefficient of r = 0.399 with p < 0.01, meaning that there was a significant positive relationship between openness to experience and digital citizenship. The variable of openness to experience contributed 15.9% to the variation in digital citizenship, while 84.1% was explained by other factors. This study provides empirical evidence that the personality characteristic of openness to experience plays an important role in improving the digital citizenship skills of new graduates. Keywords : digital citizenship, fresh graduate, trait openness to experience
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): PERILAKU CYBERLOAFING KARYAWAN Supriyani, Ani; Astuti, Kamsih
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji perilaku cyberloafing karyawan dalam perspektif teori psikologis kognitif Albert Bandura. Perilaku cyberloafing merupakan tantangan nyata dalam organisasi modern yang memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan menggunakan systematic literature review (SLR) untukmerangkum hasil-hasl penelitian yang relevan, mengidentifikasi faktor dan dampak perilaku cyberloafing karyawan, dan menyoroti pentingnya praktik manajemen sumber daya yang responsif. Data base yang digunakan meliputi google scholar, sciencedirect, researchgate, dan indeks lainnya. Hasil artikel yang ditemukan berjumlah 150 artikel dalam rentang publikasi tahun 2019-2025. Berdasarkan pendekatan psikologis kognitif dari Albert Bandura, perilaku ini tidak semata-mata disebabkan oleh kemalasan atau niat buruk karyawan, namun merupakan hasil dari interaksi dinamis antara kognisi individu, perilaku, dan lingkungan kerja (reciprocal determinism cyberloafing. Faktor pemicu utama cyberloafing dalam kerangka Bandura meliputi observasi terhadap model perilaku, modeling sosial, reiforcement, self-efficacy tinggi, lemahnya kontrol lingkungan, dan justifikasi moral. Kerangka teori Bandura menciptakan efek pembelajaran sosial negatif yang menurunkan produktivitas, membentuk budaya permisif, dan melemahkan moral kerja melalui proses observasi, modeling, dan reinforcement berulang. Solusi strategis tidak cukup hanya bersifat teknis atau hukuman, namun perlu mencakup penguatan kognisi positif, pembelajaran sosial yang konstruktif, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung regulasi diri. Pendekatan ini lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan dan menciptakan budaya kerja yang sehat. Kata Kunci:cyberloafing, kinerja karyawan, psikologis kognitif. Abstract This study examines employee cyberloafing behavior from the perspective of Albert Bandura's cognitive psychology theory. Cyberloafing behavior is a real challenge in modern organizations that utilize digital technology. This study employed a systematic literature review (SLR) approach to summarize relevant research findings, identify the factors and impacts of employee cyberloafing behavior, and highlight the importance of responsive human resource management practices. The databases used included Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and other indexes. The results found 150 articles published between 2019 and 2025. Based on Albert Bandura's cognitive psychology approach, this behavior is not solely caused by employee laziness or bad intentions, but rather the result of a dynamic interaction between individual cognition, behavior, and the work environment (reciprocal determinism cyberloafing). The main triggers for cyberloafing in Bandura's framework include observing behavioral models, social modeling, reinforcement, high self-efficacy, weak environmental control, and moral justification. Bandura's theoretical framework creates a negative social learning effect that reduces productivity, forms a permissive culture, and weakens work morale through repeated observation, modeling, and reinforcement. Strategic solutions are not simply technical or punitive; they need to include strengthening positive cognitions, constructive social learning, and creating a work environment that supports self-regulation. This approach is more effective in encouraging sustainable behavioral change and creating a healthy work culture. Keywords:cognitive psychology, cyberloafing, employee performance.

Page 2 of 2 | Total Record : 19