cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Nalar Pendidikan
ISSN : 23390794     EISSN : 24770515     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Nalar Pendidikan merupakan wadah publikasi hasil karya penelitian yang bersifat kependidikan yang diterbitkan oleh LPM Penalaran UNM. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, terdiri atas 10 karya yang berasal dari dosen, guru, dan mahasiswa. Karya tulis yang diterbitkan dalam jurnal ini belum pernah diterbitkan dimedia cetak. Format penulisan artikel yang diterima sesuai dengan draft pedoman penulisan dan gaya selingkung jurnal nalar pendidikan LPM Penalaran UNM.
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Evaluasi Self-Directed Learning Berdasarkan Model, Durasi, dan Instruksi Belajar Mandiri Mahasiswa Yusran Yusran; Martina Ismayanti; Wahyuddin Wahyuddin
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 10, No 2 (2022): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v10i2.38158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui durasi belajar mandiri mahasiswa berdasarkan Sistem Kredit Semester. Selain itu, penelitian ini mengungkap model belajar mandiri atau self-directed learning (SDL) mahasiswa dan instruksi dosen dalam model belajar tersebut. Sebanyak 144 mahasiswa FKIP Universitas Tomakaka dan STAIN Majene berpartisipasi sebagai responden dengan mengisi survei Google Form yang memuat pertanyaan tertutup dan terbuka. Data kuantitatif dianalisis dengan metode statistik deskriptif sedangkan data kualitatif dianalisis dengan bantuan aplikasi NVivo 12. Penelitian ini menemukan bahwa durasi belajar mandiri mahasiswa baik pada satu atau secara keseluruhan mata kuliah yang mereka program tidak sesuai dengan standar SKS dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020. Selain itu, ditemukan bahwa membaca materi yang berkaitan dengan mata kuliah merupakan model SDL yang paling umum dilakukan; disusul oleh pengerjaan tugas menulis, diskusi, dan menyelesaikan soal. Mendengarkan audio dan menonton video materi meskipun tidak begitu populer juga biasa diberikan dosen khususnya pada program Pendidikan Bahasa Inggris. Instruksi dosen agar mahasiswa belajar mandiri di luar kelas juga nampak pada tren yang baik, tetapi dosen terkendala dalam memastikan mahasiswa benar-benar telah memenuhi durasi dan instruksi dalam.mengerjakan tugas secara mandiri.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pada Materi Mengkreasikan Puisi Rakyat Kelas VII SMP Negeri 06 Jeneponto Meri Hariratul Jannah; A. Fitriani Suryadi; Besse Nurul Hikmah
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 10, No 2 (2022): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v10i2.40385

Abstract

This study aims to train students in critical, reflective, metacognitive, and creative thinking through the development of student worksheets (LKPD) on the learning process and the quality of learning outcomes. The type of research used is research and development (R&D) which is valid and practical. The research and development stage refers to the 4-D model (Define, Design, Development, Disseminate). The data instrument in this study was a student response questionnaire. The questionnaire was developed with 4 assessment categories, namely strongly agree (score 4), agree (score 3), disagree (score 2), strongly disagree (score 1). Data analysis techniques. This development research used quantitative descriptive analysis through assessment sheets, observation sheets and response questionnaires and student learning outcomes. Data analysis techniques start from data validation results of student worksheets (LKPD) and data on practical results of LKPD. The results of the study consisted of two, namely (1) the validity of the LKPD validity assessment instrument and the questionnaire validity assessment instrument, (2) practicality in the form of a questionnaire of educator responses and students' responses to LKPD. The results of the research from the two aspects carried out include aspects of validity and practicality that meet the criteria and are suitable for use.
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Tema 1 Subtema 2 Pembelajaran 1 di Kelas IV SDN Indah Ratih Sirait; Yanti Arasi Sidabutar; Sunggul Pasaribu
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 10, No 2 (2022): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v10i2.37357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran discovery berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV. Penelitian kuantitatif dengan teknik Quasi Experimental Design inilah yang disebut dengan bentuk penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh model discovery learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 091428 Siligason mengenai tema pertama, subtema kedua, dan tujuan pembelajaran pertama. Hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata post-test 74,43 ketika menerapkan model pembelajaran discovery, sedangkan kelompok kontrol memperoleh skor 57,09 ketika menerapkan model pembelajaran kontekstual. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat disparitas antara nilai rata-rata yang diperoleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. karena nilai kelompok eksperimen lebih besar dari nilai kelompok kontrol, dan hasil perhitungan uji-t menunjukkan bahwa (4,463) lebih besar dari (2,014) hal ini menunjukkan bahwa hipotesis Ha diterima dalam penelitian, sedangkan hipotesis Ho ditolak. Oleh karena itu, terdapat pengaruh model discovery learning terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 091528 Siligason tentang tema 1 subtema 2 pembelajaran 1.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Basic Learning Berbasis Higher Order Thinking Skills Sitti Marlina; Sapinah Sapinah; Muh. Hadir Multi Partai
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 10, No 2 (2022): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v10i2.38455

Abstract

This research is a classroom action research that uses a learning model of basic learning problems based on hinger order thinking skills to determine the effect on student learning outcomes in Class XI Economics at SMA Yaspib Bontolemngan. This type of research is an experimental research form of One Group Pretest Posttest Design. The research was carried out in the Odd Semester 2020/2021. The research subjects totaled 19 people. The research instruments used were tests, observations and documentation. The data analysis technique used was descriptive and inferential analysis and then analyzed using the t-test through the SPSS program which previously went through the normality and homogeneity test stages. Based on the hypothesis testing that has been done, it was found that student learning outcomes in Economics class XI SMA Yaspib Bontolemngan were influenced by the use of problem basic learning learning models based on hinger order thinking skills. This is proven after looking at the significance value of the data processing result tie which is 0.000 <0.05, which means that student learning outcomes in Economics Class XI SMA Yaspib are influenced by the use of a basic learning problem learning model based on hinger order thinking skills.
Mengukur Rasa Ingin Tahu Siswa Kelas VII SMP Dian Harapan Daan Mogot Anastasia Sri Suyati; Risma Dearni Saragih; Samuel Lukas; Whitney Mega Talahtu
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 10, No 2 (2022): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v10i2.37655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan instrumen yang valid dan reliabel yang dapat diandalkan untuk mengukur rasa ingin tahu siswa. Metode penelitian ini adalah metode kuantitiatif. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan 5 jenis pilihan jawaban. Pilihan jawabannya adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Populasi pada penelitian ini adalah SMP Dian Harapan kelas VII. Sampel ditentukan secara random sampling yang mana seorang peneliti membagi populasi menjadi beberapa grup yang terpisah pada unit- unit tanpa mendata dengan jelas jumlah unit individual yang disebut sebagai cluster. Instrumen ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dari siswa kelas VII Sekolah Dian Harapan Daan Mogot, Jakarta sebanyak 184 responden, dengan 171 sampel. Tingkat rasa ingin tahu siswa dihitung berdasarkan lima Skala Likert, yaitu; sangat tidak setuju hingga sangat setuju dan untuk mengujinya digunakan cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat rasa ingin tahu siswa sebesar 3,75. Ditemukan juga, koefisien determinasi menunjukan indikator bertanya dan diskusi dapat menjelaskan rasa ingin tahu sebesar 99%.
Hubungan Self Regulated Learning Terhadap Motivasi Berprestasi Mahasiswa Rukiana Novianti Putri; Ana Fitriani
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 10, No 2 (2022): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v10i2.37821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self regulated learning terhadap motivasi berprestasi mahasiswa pengurus Organisasi Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis uji statistik korelasi product moment. Subjek penelitian sebanyak 103 mahasiswa yang terbagi kedalam beberapa organisasi kemahasiswaan di lingkup Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pada variabel self regulated learning terdapat 15% subjek yang berada pada kategori tinggi, 72% subjek yang berada pada kategori sedang, 13% subjek yang berada pada kategori rendah. Selanjutnya pada variabel motivasi berprestasi data menunjukkan terdapat 19% subjek yang berada pada kategori tinggi, 63% subjek yang berada pada kategori sedang, 18% subjek yang berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil uji hipotesis terdapat hubungan positif antara self regulated learningdengan motivasi berprestasi mahasiswa pengurus lembaga kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar dengan nilai signifikansi 0,001 dimana nilai p < 0,05. Hal ini berarti, semakin semakin tinggi self regulated learning mahasiswa maka semakin tinggi motivasi berprestasinya. 
IMPOSTER SYNDROME DI KALANGAN SANTRI PESANTREN X (DISAMARKAN) DAN PERAN PESANTREN DALAM PENANGGULANGAN Akhmad Saputra Syarif; Muh. Wahyu Al Fadly; Fathinah Mardhatillah; Faiz Asrori Abdullah
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2023): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v11i1.45812

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan bagaimana impostor syndrome di kalangan santri/santriwati penghafal Al-Qur’an dan juga untuk mengetahui bagaimana kesiapan pesantren untuk menangani kasus impostor syndrome. Penelitian dilakukan di sebuah pesantren di Makassar (Pesantren x). Seringkali para penghafal Al-Qur’an dianggap sebagai orang-orang pilihan yang memutuskan untuk melestarikan ayat-ayat Tuhan sehingga mereka dianggap masyarakat sebagai orang paling baik diantara manusia. Namun untuk berada di posisi tersebut tidaklah mudah karena harus menghafal Al-Qur’an dengan kuantitas yang cukup banyak. Hal inilah yang mengharuskan penghafal memforsir dirinya untuk melakukan pengulangan secara terus-menerus.Kondisi tersebut, menghantarkan banyak siswa pada burnout phenomenon, yang membuat mereka lebih memilih bolos, berhenti atau bahkan stres.Sering kali kondisi yang memiliki hubungan dengan burnout phenomenon adalah impostor syndrome yang juga sekarang mendapat banyak ulasan dan menjadi perbincangan populer dibanyak penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mix method research. Peneliti menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui impostor syndrome di kalangan santri/santriwati penghafal Al-Qur’an di pesantren x. Sementara itu untuk mengetahui kesiapan pesantren x untuk menangani kasus impostor syndrome, peneliti menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan angka fantastis mengenai para santri yang mengalami impostor syndrome, tidak satupun di antara subjek penelitian yang berjumlah 33 orang yang memiliki pengalaman imposter yang ringan. Sebagian besar berada pada kategori “sedang (15 Responden) dan sering (17 responden) bahkan ada satu orang di antara mereka teridentifikasi memiliki gejala impostor syndrome yang intens. Sementara itu dalam wawancara ditemukan pesantren x tidak cukup memiliki kesiapan yang baik dalam menanggulangi impostor syndromedi kalangan santri/santriwati. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA TERHADAP TEKS WACANA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF SCRIPT DI KELAS X MERDEKA SMA NEGERI 14 JENEPONTO Marhani Marhani; Sitti Rabiah; Nurfathana Mazhud
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2023): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v11i1.45918

Abstract

This study aims to describe the improvement of students' ability to exposition discourse texts using a script cooperative learning model in grade X Merdeka A UPT SMA Negeri 14 Jeneponto students. This research is a type of classroom action research that has four stages including: planning, implementation, observation and reflection. The results of this study are based on observations made in the precycle, cycle I to cycle II the attitudes shown by students from the activities carried out show different attitudes. The results of observations in cycle I showed a percentage of 79.3% while in cycle II it was seen that students became more active and enthusiastic in learning. This is also based on the results of cycle II observations which show a percentage of 90.6%. Student responses from cycle I to cycle II actions have increased very significantly. The results of student test scores during precycle activities of students who achieved KKTP were 4 people or 11.76%, in cycle I activities students who reached KKTP as many as 12 people or 0.37% and in cycle II activities students who achieved KKTP as many as 32 people or 100%. Therefore, it can be concluded that the script cooperative learning model is stated to be able to improve students' ability to discourse texts. 
PERAN TINDAK TUTUR KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI DI KELAS XI SMAN 1 BANTAENG Nurfaizah Nurfaizah; Muliadi Muliadi; Andi Puspitasari
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2023): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v11i1.45913

Abstract

This study aims to: 1) describe the form of interaction of politeness speech acts in learning Indonesian using the discussion method in class XI IPA 2 at SMAN 1 Bantaeng and 2) describe the role of politeness speech acts in learning Indonesian using the discussion method in class XI IPA 2 in SMAN 1 Bantaeng. This research was conducted in class XI IPA 2 SMAN 1 Bantaeng with a total of 32 students consisting of 18 female students and 14 male students. Data collection techniques used interviews, recording and recording techniques which were analyzed using a qualitative descriptive research type. Using the discussion method in classroom learning with the results of the research showing that the student discussion method is more active and increases politeness in speaking. It can be seen that the results of the data on compliance with the maxims of tact show that there are 21 utterances that are in accordance with the principles of politeness maxims. Each utterance with its respective maxims has the role of speech act such as locutionary, illocutionary and perlocutionary. Researchers found that there were 34 speeches to be analyzed in accordance with the adherence to the principle of politeness.
PENGARUH METODE JIGSAW BERBASIS DISCOVERY LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (STUDI PADA MATERI POKOK ASAM BASA) Ahmad Fudhail Majid; Army Auliah; Aulia Annur
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2023): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v11i1.44590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode jigsaw pada model pembelajaran discovery learning terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 11 Makassar. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI MIA 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik sebanyak 26 orang dan XI MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 29 orang yang ditentukan secara simple random sampling. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan angket motivasi belajar dan tes hasil belajar pada materi pokok asam basa yang dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan statistik inferensial. Uji statistik deskriptif motivasi belajar peserta didik diperoleh, nilai rata-rata kategori tinggi. Untuk uji deskriptif hasil belajar peserta didik diperoleh, nilai rata-rata kelas signifikan. Pengujian hipotesis dari motivasi dan hasil belajar dilakukan dengan menggunakan uji statistik non parametrik (uji Mann-Whitney). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metodejigsaw pada model pembelajaran discovery learning terhadap motivasi belajar peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 11 Makassar pada materi pokok asam basa. Untuk pengujian hipotesis hasil belajar Zhitung = 6,48 pada taraf signifikan, α = 0.05 diperoleh Ztabel= 1,64. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh metode jigsaw pada model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 11 Makassar pada materi pokok asam basa