cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Pengaruh Sindrom Premenstruasi terhadap Kejadian Insomnia Vina Zulfiani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom premenstruasi (PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi perempuan. Insomnia didefinisikan sebagai keluhan dalam hal kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur atau tidur non-restoratif yang berlangsung setidaknya satu bulan dan menyebabkan gangguan signifikan atau gangguan dalamfungsi individu. Pada penderita PMS biasanya didapatkan adanya ketidakseimbangan hormonal, kimiawi, dan ketidakseimbangan prostagladin yang diduga dapat menjadi penyebab terjadinya insomnia. [J Agromed Unila 2015;2(2):81-85]
Potensi Daun Pepaya (Carica papaya Sp.) sebagai Obat Anti Tuberkulosis Agam Anggoro
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis) masih menjadi suatu masalah utama. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2013, Indonesia memiliki prevalensi kejadian TB yaitu 272 per 100.000 populasi. Pengobatan tuberkulosis memerlukan terapi yang komprehensif dan berkelanjutan. Ketidakpatuhanterhadap pengobatan akan menyebabkan resistensi, tercatat sedikitnya satu dari 10 kasus resisten terhadap pengobatan yang diberikan. Di Afrika terdapat beberapa tanaman yang telah digunakan secara lokal untuk pengobatan tuberkulosis. Indonesia kaya akan salah satu dari tanaman yang memiliki banyak efekfitofarmaka tersebut yaitu pepaya.Dikembangkannya pepaya dengan ketahanan terhadap virus pepaya ringspot (PRSV) menunjukkan potensi pemanfaatan pepaya lebih jauh lagi salah satunya sebagai alternatif obat anti tuberculosis (OAT). Daun pepaya mengandung antioksidan dan berperan dalam sistem inflamasi tubuh. Sehingga secara tidak langsung daun pepaya memiliki potensi dalammemodulasi TB serta berperan dalam memperbaiki fungsi paru. [J. Agromed Unila 2015; 2(2):86-89]Kata kunci: daun pepaya, OAT, tuberkulosis
Buah Merah (Pandanus conoideus) terhadap Penyerapan Zat Besi (Fe) dalam Duodenum Anasthasia Francis Mineche Ayomi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBuah merah (Pandanus conoideus) merupakan jenis tanaman yang termasuk ke dalam famili pandanaceae dan ditemukan secara endemik di wilayah Papua. Buah ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber fitofarmaka Indonesia. Buah merah oleh masyarakat secara empiris telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Buah merah memiliki berbagai kandungan senyawa aktif yang penting bagi kesehatan di antaranya antikanker, penambah energi, kalsium, serat, protein, vitamin B1, vitamin C, asam miristat, asam linoleat, asam dekonoat, omega 3, omega 6, dan omega 9. Oleh karena buah merah memiliki banyak kandungan senyawa yang penting bagi kesehatan, masyarakat cenderung mengonsumsi buah ini secara berlebihan. Konsumsi buah merah yang berlebihan, dapat menimbulkan efek samping terhadap penyerapan zat besi (Fe) dalam duodenum. Hal tersebut didukung dengan penelitian beberapa tahun terakhir ini, yang membuktikan adanya kandungan tannin dalam biji buah merah dan berpengaruh terhadap penyerapan zat besi (Fe) dalam duodenum. Sehingga, apabila buah merah dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan dikonsumsi bersamaan dengan makanan pokok pada umumnya hal dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. [J Agromed Unila 2015; 2(2):90-93]Kata kunci: buah merah, efek samping, zat besi
Pemakaian Kontrasepsi Oral dalam Mencegah Kista Ovarium Anggun Chairunnisa Chrisna Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKista ovarium adalah tumor jinak yang diduga timbul dari bagian ovum yang normalnya menghilang saat menstruasi. Kista ini tidak diketahui asalnya dan terdiri atas sel-sel embrional yang tidak berdiferensiasi. Kista ini tumbuh lambat dan ditemukan selama pembedahan yang mengandung material sebasea kental berwarna kuning yang timbul dari lapisan kulit. Kista ovarium adalah bentuk atau jenis yang paling sering terjadi pada ovarium yang mempunyai struktur dinding yang tipis,mengandung cairan serosa dan sering terjadi selama masa menopause. Kista ovarium fungsional adalah masalah umum wanita usia reproduksi di seluruh dunia. Ketika kista mulai membesar dan terasa menyakitkan, kista ini mungkin memerlukan operasi, kadang-kadang menyebabkan pengangkatan ovarium. Diperkirakan 78 juta orang di seluruh duniasaat ini menggunakan alat kontrasepsi oral (14% dari pengguna kontrasepsi). Sebanyak 16 juta wanita menggunakan metode suntik atau implant (3% dari pengguna kontrasepsi). Total 220 juta wanita pernah menggunakan kontrasepsi hormonal. Sejak awal kontrasepsi oral dikaitkan dengan penurunan kejadian kista ovarium fungsional, banyak dokter menyimpulkan bahwa pil KB dapat digunakan untuk mengobati kista juga. [J Agromed Unila 2015; 2(2):94-98]Kata kunci: kista ovarium, kontrasepsi oral, siklus menstruasi
Aktifitas Antibakteri Buah Makasar (Brucea javanica) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Alfan Tammi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Staphylococcus sp. merupakan sebagian dari flora normal pada kulit manusia, saluran pernafasan dan pada pencernaan manusia. Bakteri ini juga terdapat di udara dan lingkungan. Patogenesisnya adalah efek gabungan dari metabolit yang dihasilkannya. Bakteri paling patogen dari Staphylococcus sp. adalah Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus bersifat infasif, penyebab hemolisis, menghasilkan koagulase, mencairkan gelatin, membentuk pigmen kuning emas dan meragi manitol. Bakteri ini dapat menyebabkan sistitis, pielitis, meningitis, septikemia, endokarditis, osteomielitis, dan lain-lain. Secara empiris buah makasar memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah sebagai antibakteri. Sifat Antibakteri buah makasar berasal dari Antimicrobial Peptides (AMPs) yang terdapat pada buah makasar. AMPs yang telah diketahui adalah brucin, tanin, saponin,alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. [J Agromed Unila 2015; 2(2):99-103]Kata kunci: buah makasar, staphylococcus aureus
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Efektivitas Biolarvasida Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Larva Aedes aegypti Andini Winda Yati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue. Pemberantasan vektor menggunakan bahan larvasida alami telah banyak digunakan, karena banyaknya kekurangan yang dimiliki oleh larvasida kimia seperti sifat resisten pada nyamuk serta tercemarnya lingkungan sekitar. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan adalah daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang mengandung zat limonoida yang dapat bersifat toksik terhadap larva nyamuk Aedes aegypti yang bekerja dalam mengganggu pertumbuhan kutikula, sebagai racun perut yang dapatmengganggu metabolisme tubuh larva serta dapat menyebar dalam jaringan saraf yang menyebabkan larva kejang. [J. Agromed Unila 2015; 2(2):104-107]Kata kunci: Aedes aegypti, Citrus aurantifolia, larvasida
Talas (Colocasia esculenta [L.] Schott) sebagai Obat Herbal untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Muhammad Ridho Ansori
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLuka atau vulnus merupakan suatu bentuk trauma yang sering terjadi. Penyebab luka sendiri sangatlah bervariasi sehingga membuat jenis luka yang juga memiliki banyak variasi. Pada umumnya luka akan sembuh dalam kurun waktu kurang lebih selama 21 hari. Waktu penyembuhan luka ini dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya adalah jenis luka, luas dan keparahan luka, kondisi fisik penderita luka, infeksi dan faktor-faktor pembekuan yang terdapat di dalam darah seperti trombosit, trombin dan fibrinogen. Sehingga kecepatan penyembuhan luka juga dapat menjadi lebih cepat atau bahkan menjadi lebih lambat. Talas merupakan tumbuhan tropis yang banyak tumbuh baik dipelihara maupun liar di alam Indonesia. Tanaman ini lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai pakan ternak babi pada bagian daunnya dan dapatdikonsumsi pada bagian umbinya. Namun di beberapa daerah di Indonesia talas memiliki fungsi kesehatan lain, yaitu menggunakan getahnya sebagai ramuan yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Diketahui bahwa didalam getah talas mengandung flavonoid dan saponin. Flavonoid dan saponin merupakan senyawa fenol, antibakterial dan antifungal yang dapat membantu mempercepat terjadinya penyembuhan luka. [J Agromed Unila 2015; 2(2):108-112]Kata kunci: flavonoid, saponin, talas, vulnus
Aktivitas Buah Makasar (Brucea javanica (L.) Merr.) sebagai Antikanker Christopher P.P Pandiangan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Kanker paru, kanker hati, kanker perut, kanker kolorektal, dan kanker payudara adalah penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya. Penggunaan ramuan tumbuh-tumbuhan sebagai pengobatan tradisional saat ini mulai banyak peminatnya. Dalam hal ini, ekstrak buah Makasar (Brucea javanica (L) Merr.) memiliki kandungan yang bermanfaat yang berpotensi sebagai antikanker. Ekstrak buahMakasar mengandung alkaloid brucamarine, yatanine, glikosida, brucealin, yatanoside A dan B, kosamine, fenol brucenol, dan bruceolic acid. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa buah Makasar mempunyai kandungan fitokimia yang mempunyai aktivitas kemopreventif maupun antiproliferatif dengan mekanisme pemacuan diferensiasi sel dan apoptosis. Dari mekanisme tersebut, dimungkinkan bahwa senyawa-senyawa tersebut berpotensi untuk dikembangkan dalam terapipendamping (kombinasi) obat antikanker konvensional untuk meningkatkan sensitivitas sel kanker, menghindari resistensiobat, serta menurunkan resiko toksisitas. [J Agromed Unila 2015; 2(2):113-117]Kata kunci: antikanker, antiproliferatif, Brucea javanica, kemopreventif
Acanthosis Nigricans Terkait dengan Resistensi Insulin pada Anak Obesitas Zsa Zsa Febryana
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi insulin merupakan tanda awal penyakit diabetes mellitus tipe 2. Pada anak obesitas terdapat tanda khas pada kulit yang menidentifikasi terjadinya resistensi insulin yaitu Acanthosis nigricans (AN). Acanthosis nigricans merupakan kelainan kulit berupa penebalan dan kehitaman pada kulit. Pada sindrom resistensi insulin, AN terjadi karena kadar insulinyang tinggi mengaktifkan fibroblas dermal dan keratinosit melalui reseptor insulin-like growth factor yang ada pada sel-sel tersebut sehingga menyebabkan papilomatosis dan hiperkeratosis. Acanthosis nigricans dilaporkan sebagai salah satu faktor prediktor resistensi insulin yang cukup baik sehingga skrining Acanthosis nigricans menjadi indikator resistensi insulin yang efektif dan efisien. Tujuan terapi pada Acanthosis nigricans adalah untuk mengkoreksi penyakit yang mendasarinya. [J. Agromed Unila 2015; 2(2):118-122]Kata kunci: acanthosis nigricans, anak obesitas, resistensi insulin

Page 2 of 57 | Total Record : 565