cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Sel Punca Mesenkimal sebagai Terapi Lanjut pada Diabetes Mellitus Nadia Gustria Dini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dan mortalitas sedangkan terapi yang diberikan dilakukan secara terus menerus. Perbaikan jaringan menggunakan terapi sel punca menjadi terobosan baru dalam terapi diabetes mellitus. Penggunaan sel punca mesenkimal (MSC) berasal dari sel stroma manusia yang dapat berdiferensiasi menjadi sel apa saja termasuk jaringan yang mengalami kerusakan akibat diabetes. Sel punca mesenkimal bekerja dengan cara berdiferensiasi menjadi sel islet pankreas, memicu regenerasi sel pankreas, melindungi sel pankreas serta mengurangi resistensi insulin. Selain sel pankreas yang menjadi target terapi utama, MSC juga dapat digunakan dalam terapi komplikasi diabetes baik komplikasi kardiovaskular, neuropati, serta nefropati.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Komplikasi, Sel Punca Mesenkimal, Terapi
Penatalaksanaan Diare pada Anak di Puskesmas Gedong Tataan dengan Pendekatan Dokter Keluarga Aila Kayrus; Sofia Latifah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare adalah peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih lunak atau lebih cair dari biasanya, dan terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam. Untuk bayi dan anak-anak, diare didefinisikan sebagai pengeluaran tinja >10 g/kg/24 jam,sedangkan rata-rata pengeluaran tinja normal bayi sebesar 5-10 g/kg/24 jam. Kesehatan yang kurang dijaga, baik dari dalam diri anak maupun ibu, dapat memicu timbulnya penyakit diare. Oleh karena itu, penting untuk melakukan edukasi kepadapasien tentang kebersihan diri dan lingkungan, untuk menjaga kesehatan. Penatalaksanaan pada pasien diare, sangat penting agar dapat mencegah kekambuhan dan komplikasi. Tujuan penulisan ini adalah penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine, dengan mengidentifikasi penatalaksanaan secara holistik pada pasien. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan ke rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Pola hidup bersih dan sehat yang tidak diterapkan dengan baik, menjadi faktor utama penyebab terjadinya penyakit diare. Pelayanan dokter keluarga dalam terapi farmakologis dan nonfarmakologis mampu menyelesaikan masalah kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.Kata kunci: diare, pola hidup bersih dan sehat.
Diagnosis dan Penatalaksanaan Pasien Neurodermatitis dan Hipertensi dengan Konsep Kedokteran Keluarga Destika Sari; Merry Indah Sari; Sahab Sibuea
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan konsep kedokteran keluarga yang baik akan memiliki banyak manfaat seperti penanganan penyakit manusia yang seutuhnya, berkesinambungan, tindakan preventif dan efektifitas pelayanan kesehatan. Pada kasus ini dilakukan penegakan diagnosis dan penatalaksanaan dengan konsep kedokteran keluarga. Data primer didapat melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, dan data sekunder dari rekam medis pasien. Kasus pasien Tn. E usia 55 tahun dengan keluhan rasa gatal pada kulit kaki, terdapat perubahan warna kulit menjadi kehitaman, berbatas tegas dan likenifikasi, pada pemeriksaan tekanandarah150/90 mmHg. Faktor internal pada kasus pasien adalah kurangnya pengetahuan tentang penyakit yang dialami, pengobatan dan komplikasi yang dapat ditimbulkan, menggaruk lesi, penyangkalan terhadap penyakit hipertensi dan stress, kemudian faktor eksternal berupa lingkungan dan suhu. Setelah melakukan diagnosis holistik dan penatalaksanaan komprehensif didapatkan pasien telah mengalami perbaikan pada kepatuhan perawatan kulit, keluhan subjektif, tekanan darah, peningkatan pengetahuan dan pengobatan yang benar. Hal ini menunjukan bahwa metode pelayanan kesehatan dengan konsep kedokteran keluarga dapat memberikan hasil yang baik terhadap tingkat kesehatan pasien dan pada pasien ini terdapat perbaikan pada sikap pasien, walaupun belum dapat merubah seluruh perilaku pasien.Kata kunci: Hipertensi, holistik, kedokteran keluarga, neurodermatitis
Cover Agromedicine Admin Agromedicine
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Agromedicine
Faktor-Faktor Individu yang Berhubungan dengan Kejadian Keluhan Muskuloskeletal pada Petani di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu Aldo Fatejarum; Fitria Saftarina; Nurul Utami; Diana Mayasari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal merupakan penyakit akibat kerja yang menyebabkan rasa nyeri pada persendian. Keluhan ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu fakor pekerjaan, faktor lingkungan dan faktor individu. Termasuk dalam faktor individu adalah usia, lama kerja, masa kerja, jenis kelamin dan status gizi. Prevalensi tertinggi terjadinya keluhan muskulosketal ini adalah pada petani. Provinsi Lampung, merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani khususnya pada kabupaten Pringsewu Kecamatan Adiluwih di Pekon Srikaton. Desain penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu. Sampel penelitian berjumlah 78 petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini mempunyai nilai α=5%. Hasil penelitian menunjukan petani yang mengalami keluhan muskuloskeletal berjumlah 44 orang (56,4%), terdapat hubungan antara usia dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,003), terdapat hubungan antara lama kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,000), terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,035), terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,023) dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan muskuloskeletal (p=0.543). Terdapat hubungan antara usia, lama kerja, masa kerja, jenis kelamin dengan keluhan keluhan muskuloskeletal dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan muskuloskeletal.Kata Kunci: faktor individu, keluhan muskulosketal, petani.
Faktor Paparan Sinar Matahari dan Hiperkalsiuria sebagai Faktor Risiko Pembentukan Batu Ginjal pada Pekerja Agrikultur Diana Mayasari; Cakra Wijaya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu ginjal atau nefrolitiasis merupakan batu kristal yang terbentuk pada organ ginjal dan terdapat pada hampir 12% populasi dunia dengan jumlah terbanyak pada jenis kelamin laki-laki. Etiologi batu ginjal bervariasi dari tingginya materi mineral terlarut pada urin, infeksi saluran kemih berulang atau kronik hingga obat-obatan. Batu ginjal dibagi berdasarkan kandungan mineral pada batu dan patogenesis pembentukan batu menjadi batu kalsium, batu struvit, batu asam urat, batu sistin dan batu yang diinduksi obat-obatan. Salah satu faktor risiko terbentuknya batu ginjal adalah paparan sinar matahari yang menyebabkan peningkatan produksi keringat dan dehidrasi, sehingga terjadi penurunan volume urin dan peningkatan konsentrasi urin. Selain itu, paparan sinar matahari juga meningkatkan produksi 1,25-dihidroksi vitamin D yang menyebabkan peningkatan penyerapan kalsium oleh usus, sehingga meningkatkan ekskresi kalsium oleh ginjal. Kedua hal ini menjadi faktor risiko terjadinya nefrolitiasis, yang juga akan dipengaruhi oleh faktor risiko lain seperti usia, ras, pekerjaan, gaya hidup, dan latar belakang sosial ekonomi. Pekerja agrikultur dan pekerja di luar ruangan lain yang mendapat paparan sinar matahari lebih lama, memiliki risiko nefrolitiasis hingga dua kali lipat dibandingkan pekerja di dalam ruangan.Kata kunci: Batu ginjal, faktor risiko, sinar matahari.
ACETYLCHOLINESTERASE DAN BUTYRYLCHOLINESTERASE SEBAGAI PENANDA KERACUNAN PESTISIDA Atika Marcherya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pestisida merupakan bahan perawatan yang sangat penting di bidang pertanian untuk mencapai hasil pertanian yang memuaskan dan berkualitas. Akibatnya, pestisida terus digunakan sepanjang tahun, terutama oleh para petani. Sebagian besar pestisida memilik tingkat toksisitas yang tinggi bagi tubuh dan menyebabkan bahaya kesehatan. Organofosfat adalah salah satu pestisida yang paling banyak digunakan. Organofosfat bekerja secara aktif dengan menghambat enzim esterase, terutama acetylcholinesterase (AChE) pada sinapsis dan butyrylcholinesterase (BChE) dalam plasma. Hal ini menyebabkan penurunan kemampuan menghidrolisis asetilkolin yang dapat menghasilkan efek toksik bagi tubuh. Aktivitas AChE dan BChE dapat digunakan sebagai biomarker pengukuran untuk penghambatan AChE kolinergik pada kasus keracunan organofosfat.Kata Kunci: acetylcholinesterase, butyrylcholinesterase, pestisida
Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) terhadap Penyembuhan Luka Fidya Cahya Sabila; Muhartono Mihartono
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka adalah suatu keadaan hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Penyembuhan luka adalah suatu proses yang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada struktur jaringan kulit. Terdapat empat fase dalam proses penyembuhan luka yaitu fase koagulasi, fase inflamasi, fase proliferatif dan migrasi, serta fase remodelling. Saat ini, berbagai cara telah banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati luka dan membantu dalam proses penyembuhan luka. Terapi alternatif lain yang dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan luka dapat digunakan dengan penggunaan tanaman herbal seperti pegagan (Centella asiatica). Pegagan mengandung beberapa senyawa saponin, termasuk asiaticoside sebagai konstituen aktif, asam asiatat, dan madecassoside yang memacu produksi kolagen I, thankunside, isothankunside, brahmoside, brahmic acid, madasiatic acid, meso-inosetol, centellose, carotenoids, garam kalium, natrium, kalsium, besi, fosfor, vellarine, tannin, mucilago, resin, pektin, gula, vitamin B, sedikit vitamin C, minyak atsitri, kalsium oksalat, dan amygdalin. Asiaticoside berperan penting untuk menambah stimulasi kadar antioksidan yang dapat membantu dalam proses penyembuhan. Mekanisme kerja asiaticoside adalah dengan membantu proliferasi fibroblas dan matriks ekstraseluler (ECM), yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka, selain itu asiaticoside akan memfasilitasi proses penyembuhan luka dengan meningkatkan komponen peptic hydroxyproline, tensile strength, sintesis kolagen, angiogenesis, dan epitelisasi pada fase remodelling penyembuhan luka.Kata Kunci : ekstrak pegagan (Centella asiatica), luka, penyembuhan.
Potensi Nanopartikel dalam Agromedicine Elizabeth Ruttina Hutagaol; Nurul Utami
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agromedicine adalah hubungan antara profesional medis dan pertanian untuk mempromosikan kesehatan dan keselamatan keluarga petani, pekerja pertanian, dan konsumen produk pertanian. Salah satu fokus agromedicine adalah pada orang-orang yang terkena atau berpotensi terpapar pestisida. Hal ini diakibatkan masih banyaknya kesalahan yang terjadi dalam pertanian sehingga menyebabkan munculnya masalah kesehatan. Nanoteknologi merupakan ilmu dan rekayasa dalam penciptaan material, struktur fungsional, maupun piranti dalam skala nanometer. Nanoteknologi tidak hanya sebatas bagaimana cara menghasilkan material atau partikel yang berukuran nanometer, melainkan memiliki pengertian yang lebih luas termasuk bagaimana cara memproduksi serta mengetahui kegunaan sifat baru yang muncul dari material nano yang telah dibuat. Nanoteknologi berpotensi mengubah keseluruhan skenario industri pertanian dan makanan saat ini dengan bantuan alat baru yang dikembangkan untuk pengobatan penyakit tanaman, deteksi cepat patogen menggunakan kit berbasis nano, meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi. Pemberantasan hama hingga saat ini menggunakan pestisida dan agen biologis. Kesuburan karena kelebihan penggunaan dan pembunuhan mikroflora tanah yang bermanfaat membuat peneliti beralih ke pencarian agen potensial baru melawan hama serangga. Peneliti sudah membuktikan keefektifan nanopartikel dapat digunakan sebagai sistem pengiriman yang efisien dari pestisida yang larut dalam air. Nanoteknologi memiliki potensi merevolusi berbagai sektor industri pertanian dan makanan dengan alat modern untuk pengobatan penyakit, deteksi penyakit yang cepat dan meningkatkan kemampuan tanaman.Kata Kunci: agromedicine, hama, nanoteknologi, pestisida
Faktor Risiko Melasma pada Petani Almira Trihantoro Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melasma merupakan hipermelanosis yang sering terjadi pada wajah namun belum diketahui penyebab pastinya. Melasma biasanya dikaitkan karena paparan sinar matahari, hormon, penggunaan obat-obatan tertentu, penggunaan kosmetik dan juga faktor genetik. Melasma jarang terjadi pada remaja, biasanya terjadi pada rentang usia 20-49 tahun. Melasma bisa terjadi pada wanita dan pria, namun kasus pada wanita lebih sering dilaporkan. Penelitian sebelumnya menyebutkan juga paparan sinar matahari menjadi faktor risiko tersering untuk kejadian melasma yaitu sebesar 36,7% kasus. Salah satu pekerjaan yang sering terpapar matahari adalah petani. Untuk mengetahui faktor risiko apa yang dimiliki petani sehingga bisa mengalami melasma, maka harus ditinjau setiap faktor risiko yang memungkinkan. Petani sendiri dapat menghabiskan waktu rata-rata 33 jam perminggu atau bisa lebih untuk berada di lahan pertanian. Sinar matahari yang mengandung UV-A dan UV-B bisa menstimulasi terjadinya melanogenesis dan meningkatkan jumlah melanin di lapisan epidermis dan dermis kulit. Paparan sinar matahari secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang memungkinkan terjadinya hiperpigmentasi pada kulit dan menjadi melasma, terutama bagi petani yang tidak menggunakan alat pelindung diri seperti penutup wajah, ataupun tabir surya. Sehingga faktor risiko berupa paparan sinar matahari pada petani bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya melasma.Kata kunci: melasma, paparan sinar matahari, petani