cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Identifikasi dan Uji Resistensi Staphylococcus aureus pada Ulkus Diabetik di Instalasi Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Rifda Khairunnisa; Tri Umiana Soleha; Muhammad Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang menyebabkan kerusakan jaringan disertai abses bernanah. Ulkus diabetik merupakan suatu ulserasi kronis pada kaki pasien diabetes melitus. Ulkus diabetik banyak disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya S. aureus pada pasien diabetes melitus yang mempunyai ulkus diabetik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan jenis consecutive sampling dan alat ukur menggunakan nutrient broth. Hasil penelitian diuji dengan SPSS. Penelitian dilakukan terhadap 21 responden dengan 14 (66,7%) pasien positif S. aureus dan 7 (33,3%) pasien tidak terdapat S. aureus. Pola kepekaan antibiotik amoksisilin 92,9% resisten dengan 7,1% intermediate terhadap bakteri S. aureus, vankomisin 57,1% resisten dengan 42,9% sensitif, sefotaksim 50% resisten dengan 21,4% sensitif dan 28,6% intermediate serta sefoksitin memiliki tingkat resisten sebesar 42,9% dengan 57,1% sensitif terhadap S. aureus. Antibiotik yang paling sensitif adalah sefoksitin dan antibiotik yang paling resisten adalah amoksisilin.Kata kunci: Antibiotik, diabetes melitus, ulkus diabetikum.
Paparan Sinar Matahari sebagai Faktor Risiko Pterigium pada Pekerja Sektor Agrikultur Nadia Eva Zahara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pterigium merupakan kelainan degeneratif berupa pertumbuhan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga pada limbus kornea. Etiologi pterigium bersifat multifaktorial dan kasusnya banyak ditemukan pada daerah antara lintang 40˚ utara dan selatan khatulistiwa, yang dikenal sebagai zona pterigium yang terkait dengan intensitas UV yang lebih tinggi. Paparan sinar matahari memediasi peningkatan jumlah sel stem limbus untuk membentuk pterigium dan menyebabkan peningkatan ekspresi berbagai macam sitokin proinflamasi, faktor-faktor pertumbuhan dan matriks metalloproteinase (MMPs) yang berperan dalam inflamasi, fibrogenesisis, vaksularisasi dan invasi dari pterigium. Penelitian oleh Yasemi et al yang dilakukan di Iran antara tahun 2004 sampai 2015 didapatkan tingkat prevalensi pterigium sebesar 11% dengan prevalensi pterigium ditemukan lebih tinggi di antara buruh tani dan petani dibandingkan dengan penduduk perkotaan lain.Tingginya prevalensi pterigium pada pekerja di sektor agrikultur tersebut berkaitan dengan lamanya durasi serta jumlah paparan sinar matahari yang tinggi selama bertahun-tahun selama kehidupan kerja mereka dibanding pekerja di dalam ruangan. Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan maka paparan sinar matahari dapat menjadi risiko terjadinya pterigium pada pekerjaan di sektor agrikultur.Kata kunci: agrikultur, petani, pterigium, sinar matahari
Penatalaksanaan Penyakit Dermatitis Kontak Alergi dan Hipertensi Grade I pada Pekerja Pembuatan Kerupuk dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Nisrina Afifah; Merry Indah Sari; Azelia Nusadewiarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak adalah inflamasi atau peradangan pada kulit yang diakibatkan oleh kontak langsung dengan substansi yang menyebabkan reaksi inflamasi atau alergi. Hipertensi merupakan penyakit yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah yang terjadi secara menetap. Dermatitis kontak dan hipertensi dapat terjadi bersamaan pada seseorang. Penulisan kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan masalah klinis yang terdapat pada pasien dengan penerapan pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif, serta melakukan penatalaksanaan berbasis Evidence Based Medicine (EBM). Pada kasus ini dilakukan penegakan diagnosis dan penatalaksanaan dengan konsep kedokteran keluarga. Data primer didapat melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah, dan data sekunder dari rekam medis pasien. Kasus pasien Tn. I, usia 35 tahun, dengan keluhan gatal pada betis hingga pergelangan kaki kanan dan kiri berwarna kemerahan, sebagian menghitam serta berbatas tegas. Pasien juga memiliki riwayat hipertensi. Setelah melakukan diagnosis holistik dan penatalaksanaan komprehensif, didapatkan pasien telah mengalami perbaikan pada kepatuhan perawatan kulit, keluhan subjektif, tekanan darah, peningkatan pengetahuan dan pengobatan yang benar.Kata kunci: Dermatitis kontak alergi, hipertensi, kedokteran keluarga.
Penatalaksanaan Hipertensi Derajat I Pada Wanita Usia 64 Tahun Di Puskesmas Natar Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Airlangga Damara; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg secara kronis. Insidensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah yang dilakukan pada penduduk usia >18 tahun di Indonesia adalah sekitar 34,1%. Tujuan studi kasus ini adalah untuk dapat menerapkan penatalaksanaan pasien hipertensi dengan pendekatan kedokteran keluarga secara holistik dan komprehensif sesuai evidence based medicine melalui pendekatan patient centered dan family approach. Studi kasus ini menyajikan kasus wanita berusia 64 tahun, didiagnosis dengan hipertensi derajat I, memiliki kekhawatiran akan kondisi kesehatan yang semakin menurun. Keterbatasan akan pengetahuan pasien terhadap penyakit yang diderita dan pola hidup yang tidak baik merupakan faktor penyebab masalah yang terjadi pada pasien dan keluarga. Dilakukan edukasi terhadap pasien dengan pemberian penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga terhadap penyakit serta intervensi diet sesuai kebutuhan kalori pasien. Setelah dilakukan evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan pasien mengenai penyakitnya dan perubahan gaya hidup.Kata Kunci : Hipertensi, Pendekatan Kedokteran Keluarga
Penatalaksanaan Asma dengan Faktor Risiko Debu Melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Nicholas Alfa; Diana Mayasari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GINA tahun 2011, diperkirakan terdapat 300 juta orang menderita asma di seluruh dunia. Terdapat sekitar 250.000 kematian yang disebabkan oleh serangan asma setiap tahunnya, dengan jumlah terbanyak di negara dengan ekonomi rendah-sedang. Prevalensi asma terus mengalami peningkatan terutama di negara-negara berkembang akibat perubahan gaya hidup dan peningkatan polusi udara. Penerapan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine pada pasien dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, serta penatalaksanaan pasien berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach, community oriented. Seorang wanita usia 59 tahun mengalami serangan asma. Diagnostik holistik pasien pada aspek personal ditemukan keluhan sesak napas semakin sering timbul dan memberat, serta khawatir tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari seperti sebelum sakit. Aspek klinik, pasien mengalami asma eksaserbasi persisten ringan (ICD X: J45.901). Aspek risiko internal pasien terdapat masih kurangnya pengetahuan. Aspek risiko eksternal, lingkungan yang cukup banyak debu yang dapat mencetuskan terjadinya asma. Dilakukan intervensi melalui farmakologis untuk serangan asma dan non farmakologi berupa edukasi dalam mencegah terjadinya serangan asma pada pasien. Intervensi yang diberikan pada pasien telah dilakukan secara holistik dan komprehensif. Telah terdapat perubahan perilaku pasien yang membuat penyakit asma pada pasien menjadi lebih terkontrol.Kata Kunci: asma, debu, pelayanan kedokteran keluarga
Penatalaksanaan Holistik Pada Penderita Gizi Buruk Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Sawah Dengan PendekatanDokter Keluarga Nadiya Dewi Kusnadi; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi buruk merupakan penyebab kematian 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) di dunia. Balita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi. Penyebab langsung terjadinya gizi kurang salah satunya dipengaruhi oleh asupan zat gizi. Gizi kurang masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Studi ini merupakan laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan kunjungan ke rumah untuk menilai lingkungan fisik. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Kasus An. A laki-laki 2,5 tahundengan keluhan sulit makan dan tubuh terlihat sangat kurus sejak 1,5 tahun yang lalu Pasien didiagnosis Gizi buruk didasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik di diagnosis oleh dokter di Puskesmas Kampung Sawah Pengetahuan keluarga pasien mengenai penyakit yang dideritanya kurang, serta pola berobat kuratif. Setelah dilakuan intervensi, diberikan menu makanan beserta takaran yang telah ditentukan, pasien telah menunjukkan perbaikan secara klinis, namun belum mengalami perubahan perilaku terhadap penyakit pasien. Hal ini menunjukkan bahwa dengan peningkatan pengetahuan, pengobatan yang benar dan beberapa kunjungan intervensi belum dapat mengubah perilaku pasien secara menyeluruh. Gizi buruk dengan pengetahuan yang kurang tentang faktor risiko, kepatuhan dalam konsumsi makanan dan kepatuhan dalam kontrol berkala ke puskesmas dapat menimbulkan komplikasi. Komplikasi dapat dicegah dengan pendekatan dokter keluarga. Kata kunci: gizi buruk, dokter keluarga
HUBUNGAN KADAR PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN (PSA) DENGAN DERAJAT HISTOPATOLOGI KANKER PROSTAT DI RSUD DR. H. ABDOEL 1 MOLOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE 2019-2020 Panca Bayu; Exsa Hadibrata; Ramadhan Triyandi; Rizki Hanriko
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker prostat adalah kanker terbanyak ke-2 yang terdiagnosis pada laki- laki di seluruh dunia dan merupakan urutan ke-5 kanker terbanyak dari seluruh kanker. Kadar PSA merupakan penanda tumor yang baik dalam mendiagnosa karsinoma prostat sementara derajat histopatologi kanker prostat dapat diniliai dengan sistem Gleason score yang merupakan prediktor prognostik yang bagus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi kanker prostat di RSUD Dr. H. Abdoel Moloek provinsi Lampung periode 2019-2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kategorik tidak berpasangan dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan data sekunder. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 85 sampel yang didapat menggunakan teknik Consecutive Sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: pasien adenokarsinoma prostat yang memiliki Low Grade Gleason Score dengan kadar PSA < 20 berjumlah 25 orang (29,4%) dan dengan kadar PSA ≥ 20 sebanyak 8 orang (9,4%). Sedangkan pasien dengan Moderate Grade GleasonScore yang memiliki kadar PSA < 20 berjumlah 8 orang (9,4%) dan yang memiliki kadar PSA ≥ 20 seba nyak 4 orang (4,7%), serta pasien dengan High Grade Gleason Score yang memiliki kadar PSA < 20 sebanyak 12 orang (14,1%) dan yang memiliki kadar PSA ≥ 20 sebanyak 28 orang (33%). Berdasarkan hasil analisis dengan uji chi square didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi Gleason Score pada penderitaadenokarsinoma prostat. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar PSA dengan derajat histopatologi Gleason Score pada penderita adenokarsinoma prostat.Kata kunci: Gleason Score, Kadar PSA, Kanker Prostat
erbedaan Kekuatan Otot Genggam Tangan Antara Tentara Nasional onesia Dengan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Salsania Tisno Nurladira; Dewi Nur Fiana; Liana Sidharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan otot genggam tangan dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, salah satunya aktivitas fisik. Jenis aktivitas fisik yang dilakukan secara terstruktur, terencana, dan teratur akan memicu pembentukan massa otot, kekuatan otot, dan daya tahan otot. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kekuatan otot genggam tangan antara Anggota TNI denganMahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui perbedaan kekuatan otot genggam tangan Anggota TNI dengan mahasiswa kedokteran. Pengukuran kekuatan otot genggam tangan menggunakan alat Camry Hand Digital Dynamometer. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 47 Anggota TNI dan 42 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sampel diambil dengan2 teknik yang berbeda, yaitu simple random sampling dan propotionated stratified random sampling. Pengolahan data menggunakan uji independent t-test. Dari hasil penelitian didapatkan 18 (38.3%) Anggota TNI dan 23 (54.8%) mahasiswa kedokteran dengan kekuatan otot genggam rendah. Anggota TNI dengan kekuatan genggam normal terdiri atas 28 (59.6%) responden, sedangkan mahasiswa kedokteran terdiri atas 18 (42.9%) responden. Sebanyak 1 Anggota TNI dan mahasiswa kedokteran dengan kekuatan otot genggam kuat. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kekuatan otot genggam tangan Anggota TNI dengan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (p=0.047) tetapi tidak terdapat perbedaan secara klinis. Kata kunci: Kekuatan otot genggan tangan, Mahasiswa kedokteran, Tentara Nasional Indonesia
Manajemen Pengelolaan Obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka Di Kota Jayapura Nur Fadilah Bakri; Chelsea V.B.N Mebri; Krisna Dewi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan perbelakan farmasi yang baik khususnya obat sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kerugian akibat kesalahan pada tata kelolanya yang meliputi proses perencanaan kebutuhan obat, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian obat, pemusnahan dan penarikan, pengendalian, administrasi dan pemantauan dan evaluasi pengelolaan obat. Adanya keterpaduan antara pelaksanaan kegiatan-kegaitan tersebut menjadi faktor penentu efektif dan efesiennyaproses manajemen obat. Telah dilakukan penelitian terkait analisis manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka di Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menentukan terlebih dahulu kriteria yang akandimasukkan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah penanggungjawab gudang obat puskesmas dan 1 orang staf apotek.  Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan rekaman handphone, pulpen,, kertas dan pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Perencanaan obat dilakukan sekali sebulan. Perencanaan obat dilakukandengan metode epidemiologi dan konsumsi. Penyimpanan obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka belum sepenuhnya berjalan optimal. Pendistribusian obat di Puskesmas Hebeybhulu Yoka, di distribusikan langsung dari gudang obat ke apotek puskesmas dan didistribusikan langsung ke sub unit. Diharapkan agar puskesmas lebih meningkatkan koordinasi antara semua staf yang ada di puskesmas dengan mengoptimalkan pencatatan, pelaporan dan penyimpanan obat agarmanajemen pengelolaan obat berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: Manajemen, Pengelolaan obat, Puskesmas,  
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI PENDERITA KANKER SERVIKS DI RSUD DR. H. ABDUL MOLOEK TAHUN 2018-2021 Sezia Marina; Rizki Hanriko; Liana Sidharti; Indri Windarti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia dan di Indonesia menjadi penyebab mortalitas tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskular. Kanker serviks adalah tumor ganas epitel leher rahim yang merupakan jenis kanker kedua paling umum dan menyebabkan kematian pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi penderita kanker serviks di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2018-2021 meliputi distribusi usia, lokasi tempat tinggal, gejala klinis, tipe histopatologi, derajat diferensiasi (grading), stadum tumor dan tatalaksana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 204 sampel yang didapat menggunakan teknik Consecutive Sampling. Analisis yang digunakan adalah uji analyse descriptive statistic. Hasil uji analyze descriptive statistic menunjukan penderita kanker serviks terbanyak pada kelompok usia 40-60 tahun (66,2%), lokasi tempat tinggal terbanyak berasal dari Bandar Lampung (28,4%), gejala klinis yang sering dikeluhkan adalah perdarahan pervaginam (45,6%), tipe histopatologi terbanyak yang ditemukan adalah Squamous Cell Carcinoma(75,5%), derajat differensiasi (grading) terbanyak adalah grade I dan grade II (35,3%), stadium tumor terbanyak adalah stadium IIIB (38%), dan tatalaksana terbanyak yaitu terapi radiasi eksterna (67,2%). Karakteristik klinikopatologi penderita kanker serviks palingbanyak ditemukan pada kelompok usia 40-60 tahun yang banyak berasal dari Bandar Lampung dengan gejala klinis tersering adalah perdarahan pervaginam, tipe histopatologi terbanyak yaitu Squamous Cell Carcinoma dengan derajat differensiasi (grading) terbanyak adalah grade I dan grade II, stadium tumor terbanyak yaitu stadium IIIB dan tatalaksanayang paling sering dilakukan yaitu terapi radiasi eksterna.Kata kunci: Karakteristik Klinikopatologi, Kanker Serviks, Serviks