cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Psoriasis Arthritis M. Fauzan Abdillah Rasyid; Dwi Indria Anggraini; M. Fitra Wardhana; M. Syafei Hamzah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psoriasis Arthritis (PsA) merupakan penyakit peradangan kronis dengan manifestasi utama yaitu radang sendi enthesitis, tenosynovitis, dan spondyloarthritis yang mengakibatkan nyeri, kekakuan dan pembengkakan di dalam dan sekitar sendi atau di punggung. Kebanyakan pasien (60-75%) yang menderita psoriasis arthritis sudah didiagnosis psoriasis. Dalam 10-15% kasus, radang sendi adalah gejala pertama dan secara bersamaan timbulnya radang sendi dan penyakit kulit terjadi dengan frekuensi yang kira-kira sama. PsA mempengaruhi sekitar 0,1% sampai 0,2% dari populasi umum. Manifestasi klinis PsA cenderung muncul 5-12 tahun setelah presentasi kulit awal (yaitu, antara usia 30 dan 50 tahun pada individu yang terkena). Seperti halnya psoriasis, pria dan wanita memiliki kemungkinan yang sama untuk mengembangkan PsA. Gejala klinis biasanya meliputi nyeri dan kekakuan sendi yang terkena, kekakuan pagi > 30 menit, dan kelelahan. Etiologi PsA saat ini tidak diketahui, meskipun banyak faktor genetik, lingkungan, dan imunologis telah diidentifikasi yang berperan dalam patogenesis penyakit. Dalam pengaturan ini, proses imunologis yang menyebabkan peradangan terjadi di sinovium sendi, entesium, tulang, dan kulit pasien dengan PsA. Diagnosis PsA dibuat berdasarkan Kriteria Klasifikasi yang dimodifikasi untuk Psoriatic Arthritis (CASPAR). Kata kunci : peradangan kronis, psoriasis, psoriasis arthritis, sendi
Obesitas pada pasien dengan COVID-19 Afifah Rizqy Nurfaiza; Sutarto Sutarto; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas adalah suatu kondisi yang dapat disebabkan oleh kelebihan asupan makanan atau perubahan pengeluaran energi. Selama pandemi COVID-19, obesitas dikaitkan dengan risiko keparahan yang lebih tinggi dan hasil klinis yang lebih buruk dari infeksi SARS-COV-2. Selain respon imun deregulasi terkait obesitas, peradangan kronis, ketidakseimbangan endotelium, disfungsi metabolik, dan komorbiditas, sel punca mesenkimal disfungsional/sel punca mesenkim yang diturunkan dari adiposa juga dapat memainkan peran penting dalam memicu inflamasi sistemik yang berkontribusi terhadap badai sitokin dan mempromosikan fibrosis paru yang menyebabkan kegagalan fungsional paru-paru, karakteristik COVID-19 yang parah. Selain itu, obesitas juga dapat membahayakan silia motil pada sel epitel saluran napas dan mengganggu fungsi eskalator mukosiliar, mengurangi pembersihan virus corona sindrom pernapasan akut (SARS-CoV-2). Jaringan adiposa pada orang obesitas mengekspresikan reseptor dan protease secara berlebihan untuk entri SARS-CoV-2, yang berimplikasi pada kemungkinan perannya sebagai reservoir dan akselerator virus yang memperkuat peradangan sistemik yang hebat dan respons imun. Akhirnya, sitokin anti-inflamasi seperti anti-interleukin 6 dan pemberian sel stroma/induk mesenkim dapat berfungsi sebagai terapi modulator imun potensial untuk mendukung memerangi COVID-19. Obesitas berbanding terbalik dengan perkembangan COVID-19 melalui berbagai mekanisme molekuler dan individu dengan obesitas termasuk dalam populasi rentan COVID-19 yang membutuhkan tindakan perlindungan lebih. Penelitian menunjukan bahwa kemungkinan dikarenakan peradangan kronis tingkat rendah, gangguan respon imun dan gangguan metabolisme pada pasien obesitas. Dalam tinjauan pustaka ini, telah merangkum hubungan antara obesitas dan COVID-19 dan membahas potensi patogenesis pada orang dengan obesitas.Kata kunci: Covid-19, Obesitas, SARS-COV-2
Uji Toksisitas Akut Oral Dosis Tunggal Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) Lampung Terhadap Gambaran Histopatologi Lambung Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Sprague-Dawley Menggunakan Guideline Uji OECD No.423 Malyca Rachmaniar Dita Rifzian; Waluyo Rudiyanto; Risal Wintoko; Selvi Rahmawati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi menjadi salah satu minuman paling disukai dan populer di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Keamanan konsumsi kopi sangatlah penting, tidak sedikit penelitian membuktikan efek samping dari konsumsi kopi, salah satunya merangsang lambung memproduksi asam lambung sehingga dapat mengiritasi mukosa lambung. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh uji toksisitas akut oral dosis tunggal ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) Lampung terhadap gambaran histopatologi lambung tikus (Rattus norvegicus) galur Sprague-Dawley menggunakan guideline uji OECD No.423. Penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan post-test control group design. Penelitian ini mengacu pada guideline uji OECD no.423 menggunakan 18 ekor tikus terbagi dalam 6 kelompok: K (CMC-Na1%); Perlakuan ekstrak biji kopirobusta P1 (2000mg/kgBB); P2 (300mg/kgBB); P3 (50mg/kgBB); P4 (5mg/kgBB); P5 (5000mg/kgBB). Didapatkan hasil uji toksisitas LD ekstrak biji kopi robusta sebesar 2500mg/KgBB yang selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap 3 kelompok: K, P1(2000mg/KgBB), dan P5 (5000mg/KgBB). Hasil rerata skor kerusakan mukosa lambung adalah K = 0,06; P1 = 0,80; dan P5 = 0,93. Dilakukan Uji Kruskal-Wallis dan Post-Hoc Mann-Whitney, didapatkan hasil yang signifikan antara K dengan P1 dan K dengan P5. Terdapat pengaruh uji toksisitas akut oral dosis tunggal ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) Lampung terhadap gambaran histopatologi lambung tikus (Rattus norvegicus) galur Sprague-Dawleymenggunakan guideline uji OECD no.423.Kata Kunci: Ekstrak Biji Kopi Robusta, Histopatologi Lambung, OECD No.423, Uji Toksisitas Akut.50
Identifikasi Metampiron Dalam Jamu Pegal Linu Yang Beredar Di Kota Palembang Indah Solihah; Budi Untari; Lenta Haliani Putri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu pegal linu merupakan obat tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Pencampuran jamu dengan bahan kimia obat (BKO) sering dilakukan untuk menjadikan jamu tersebut semakin berkhasiat lebih cepat. BKO yang umumnya ditemukan dalam jamu pegal linu adalah golongan AINS, salah satunya metampiron. Identifikasi kandungan BKO metampiron dilakukan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), dengan mengamati sebanyak 21 sampel jamu pegal linu yang beredar di kota Palembang. Pengujian menggunakan fase diam plat KLT GF254 dan fase gerak campuran etil asetat p.a. dengan metanol p.a. (7:3). Hasil elusi menunjukkan bahwa sampel 1 positif mengandung BKO metampiron, karena mempunyai harga faktor retensi yang sama dengan baku pembanding yaitu sebesar 0,457. Kadar metampiron dalam sampel 1 diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dengan pelarut asam asetat glasial 0,5% dalam akuades. Hasil pengukuran kadar BKO metampiron dalam sampel 1 diperoleh sebesar 1,263%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi terhadap metode analisis ini telah memenuhi syarat % CV sebesar 4,11289% dan nilai R sebesar 0,9986, dengan LOD sebesar 2,07933 ppm dan LOQ sebesar 6,93110 ppm.Kata Kunci: jamu pegal linu, bahan kimia obat, metampiron.
Pengaruh Kepribadian terhadap Perilaku Diet Sehat atau Diet Tidak Sehat pada Remaja : Tinjauan Pustaka Asiah Nurul Izzah; Dian Isti Angraini; Khairun Nisa Berawi
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah masa yang memerlukan unsur zat gizi yang seimbang untuk mencapai prestasi dan sumber daya manusia yang berkualitas. Unsur zat gizi yang dipenuhi oleh perilaku diet cenderung belum terpenuhi pada masa remaja karena tingginya perilaku diet tidak sehat. Perkembangan psikososial remaja terdiri atas tiga periode, yaitu remaja awal, remaja tengah, dan remaja akhir. Remaja pertengahan cenderung memiliki perilaku diet tidak sehat karena mulai memerhatikan pertumbuhan fisik dan memiliki citra tubuh yang cenderung salah. Masa remaja juga mengalami perubahan atau pembentukan kepribadian. Kepribadian adalah sebuah karakteristik didalam diri individu yang relatif menetap, bertahan, yang memengaruhi penyesuaian diri individu terhadap lingkungan. Ada banyak model yang menggambarkan kepribadian seseorang dan model yang paling berpengaruh terhadap perilaku diet adalah the five-factor model atau big five personality, mencirikan individu dalam pola yang relatif abadi dan universal dari sisi pikiran, perasaan, dan tindakan. Kepribadian yang menunjukkan pengaruh terhadap perilaku diet sehat adalah agreeableness, conscienscetiousness, dan openness, sedangkan kepribadian yang menunjukkan pengaruh terhadap perilaku diet tidak sehat adalah neuroticsm dan extraversion. Kata Kunci : Diet Sehat, Diet Tidak Sehat, Kepribadian, Remaja
Swamedikasi pada Anak : Sebuah Tinjauan Pustaka Muchammad Aqsa Enrico Ricardo; Oktadoni Oktadoni; Liana Sidharti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi atau Pengobatan sendiri mengacu pada pasien yang menggunakan obat-obatan non-resep, biasanya obat bebas, untuk mengobati sendiri penyakit 'ringan' tertentu tanpa berkonsultasi dengan praktisi medis dan tanpa pengawasan medis. Dalam konteks pediatrik, swamedikasi diartikan sebagai pemberian obat oleh orang tua atau pengasuh utama anak tanpa konsultasi medis. Orang tua terkadang menunjukkan praktik pengobatan sendiri untuk penyakit anak-anak mereka. Keberhasilan pemberian penggunaan obat yang rasional pada anak sangat tergantung pada sikap orang tua. Ada perbedaan mendasar antara anak-anak dan orang dewasa. Pengetahuan yang sudah lampau dan salah adalah memperlakukan pengobatan anak sebagai orang dewasa yang kecil, padahal tidak demikian. Berkenaan dengan hasil tersebut, swamedikasi merupakan suatu praktek yang harus dikendalikan, dinalar dan dijadikan objek kelihaian yang lebih tinggi apalagi jika obat yang digunakan tidak ditujukan untuk anak-anak. Di Indonesia, peran tenaga kesehatan dalam pendekatan berbasis komunitas untuk keterlibatan antara orang tua pasien  dengan penyakit tertentu dapat meningkatkan kesadaran, tindakan dan sikap tentang penggunaan obat – obatan. Tinjauan pustaka ini membahas swamedikasi yang diberikan kepada anak – anak oleh orang tua mereka atau pengasuhnya. Kata kunci: Anak-anak, Pengobatan sendiri, Keamanan
ngaruh Minuman Kunyit Dan Madu Terhadap Nyeri Menstruasi (Disminore) Ni MAde Ida Damma; Khairun Nisa Berawi; Dyah Wulan Sumekar rengganis Wardani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari minuman kunyit dan madu terhadap tingkat nyeri menstruasi (dismenore). Penelitian ini menggunakan metadata analisis dengan tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali tentang manfaat minuman kunyit dan madu untuk mengurangi tingkat nyeri saat menstruasi. Penyebabnya Dysminore adalah senyawa molekuler yang disebut prostaglandin yang dilepaskan saat menstruasi dan menyebabkan kontraksi di dalam rahim. Nyeri haid dapat diatasi dengan pemberian terapi nonfarmakologis yaitu minuman kunyit dan madu. Hasil survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 80% wanita usia subur mengalami dismenore selama menstruasi, 67,2% di antaranya terjadi pada kelompok usia 13-21 (WHO, 2013). Hasil literature menunjukan ada perbedaan yang signifikan penurunan skala nyeri haid primer sebelum dan setelah minuman kunyit dan madu. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian adalah adanya perbedaan yang signifikan antara minuman kunyit madu terhadap tingkat nyeri menstruasi, serta penurunan skala nyeri menstruasi. Kata Kunci : Kunyit, Madu, Dismenore
Efektivitas Konsumsi Teh Chamomile Untuk Mengurangi Kesulitan Tidur (Insomnia) Putri Puspa Devi; Tri Umiana Soleha; Winda Trijayanthi Utama
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsumsi teh chamomile untuk mengurangi kesulitan tidur. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Namun belakangan ini kembali dikembangkan metode tradisional dengan bahan-bahan herbal. Salah satu bahan yang sudah digunakan sejak dahulu adalah teh chamomile. Chamomile diketahui mengandung senyawa apigenin yang memiliki fungsi seperti benzodiazepine. Senyawa apigenin pada chamomile akan mengikat reseptor GABA A yang kemudian merangsang timbulnya rasa kantuk dan merelaksasi otot. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang membahas efektivitas konsumsi teh chamomile untuk mengurangi kesulitan tidur. Penelitian-penelitian yang digunakan dalam literature review menunjukkan hasil bahwa teh chamomile dinilai efektif dalam mengurangi gangguan tidur, baik pada remaja, dewasa, dan lansia. Kata Kunci : Insomnia, Teh Chamomile.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocarpus altilis P) TERHADAP MEMORI SPASIAL MENCIT PUTIH JANTAN ( Mus musculus ) YANG DIINDUKSI ALKOHOL Tsamrotul Ilmi; Mujtahid Bin Abd. Kadir; Bella Ayu Tri Lestari
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Daun sukun (Artocarpus altilis P) memiliki antioksidan yang tinggi, berpotensi  sebagai  obat  beberapa  penyakit yang diakibatkan paparan radikal bebas salah satunya adalah gangguan pada memori spasial.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah untuk  mengetahui  pengaruh  ekstrak  etanol  daun  sukun  pada  memori  spasial mencit dan juga untuk mengetahui dosis efektif pada ekstrak daun sukun. Daun  sukun  dikeringkan  dan  diekstrakkan  dengan  etanol  70%  dengan metode maserasi. Hewan uji pada penelitian ini dibagi 5 dengan perlakuan : kontrol  negatif  Na  CMC  1%,  kontrol  positif  ekstrak  gingko  biloba  dan  tiga variasi  dosis  Ekstrak  Etanol  Daun  Sukun  (Artocarpus  atlitis  P)  yaitu  dosis 5mg/20gram BB mencit, 10mg/20gram BB mencit dan 20mg/20gram BB mencit diberikan intraoral dan diambil data waktu escape latency dari T0 (trial), T1 setelah diinduksi alkohol 10% dan T2 setelah perlakuan selama lebih kurang 25 hari. Penelitian ini menggunakan metode morris water maze dimana motode ini digunakan untuk mencapai platform yang tersembunyi di water maze. Hasil uji analisa dengan statistika dengan Oneway ANOVA menunjukkan data  bahwa  pada  dosis  II  10mg/20gram  BB  mencit  tidak  berbeda  bermakna dengan kontrol positif yaitu p (0,352) sehingga pada penelitian ini ektrak etanol daun sukun dosis I 10mg/20gram BB mencit memiliki pengaruh yang efektif dalam peningkatan memori spasial pada mencit. Kata Kunci : daun sukun (Artocarpus atlitis P), escape latency, morris water
STUDI PENGGUNAAN OBAT DHP PADA PENDERITA MALARIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT TNI-AL Dr.SOEDIBJO SARDADI JAYAPURA PERIODE JANUARI - JUNI 2021 Rima Anglia; Merlina Jian; Nur Fadilah Bakri
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (protozoa) dari genus Plasmodium, melalui gigitan nyamuk Anopheles. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien terhadap studi penggunaan obat DHP pada penderita malaria di Instalasi rawat inap Rumah sakit TNI AL dr. Soedibjo sardadi Jayapura periode  Januari – Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah matode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif di Instalasi rawat inap yang bersumber dari rekam medik. Populasi dalam penelitian ini, yaitu semua pasien penderita malaria di Instalasi rawat inap Rumah sakit TNI AL dr. Soedibjo sardadi Jayapura periode  Januari – Juni 2021. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 100 data rekam medik Pasien malaria. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia yang menderita terbanyak pada kelompok usia 17-25 (34%), jenis kelamin terbanyak pada penderita malaria adalah laki-laki (76%), dibandingkan perempuan yaitu sebanyak (24%), jenis malaria yang sering terjadi yaitu Plasmodium falciparum (58%), penggunaan obat pasien paling banyak  yaitu  DHP +  Primaquin (55%). Kata Kunci: penggunaan obat, DHP, malaria, rawat inap, RS. TNI-AL Dr.SOEDIBJO SARDADI