cover
Contact Name
Bayu Anggileo Pramesona
Contact Email
bayu.pramesona@fk.unila.ac.id
Phone
+6281274004767
Journal Mail Official
jka@fk.unila.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumantri Brojonegoro No.1 Gedung C FK Unila lt. 1 Ruang Jurnal Lakuna Rajabasa Bandar Lampung Kode Pos 35145 Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Published by Universitas Lampung
ISSN : 26557800     EISSN : 2356332X     DOI : https://doi.org/10.23960/jka
Core Subject : Health,
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine is a peer-reviewed scientific journal published by the Faculty of Medicine, University of Lampung. This journal serves as a platform for disseminating research findings and scholarly discussions in the fields of medicine, public health, environmental health, and their intersections with agriculture and agromedicine. The journal emphasizes preventive, promotive, and educational health strategies, especially within rural and agrarian communities.
Articles 565 Documents
Efektifitas Terapi Akupunktur terhadap Penderita Hipertensi Abimanyu Darmawan; Khairun Nisa Berawi; Nisa Karimah; Riyan Wahyudo
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Penyakit ini dikenal sebagai silent killer dan merupakan penyakit degeneratif yang dipengaruhi faktor penambahan usia. Menurut WHO dan International Society of Hypertension (ISH), saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia dan tiga juta diantaranya meninggal setiap tahun, tujuh dari setiap sepuluh penderita tidak menerima penanganan yang memadai. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ danmenyebabkan kondisi lain, misalnya stroke, penyakit ginjal, koroner, dan kebutaan. Pada banyak kasus hipertensi bahkan tidak menunjukkan gejala apa pun. Penanganan kasus hipertensi dilakukan dengan terapi obat-obatan, terapi gaya hidup atau perilaku dan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk mengobati hipertensi adalah Akupunktur. Metoda tusukan jarum pada akupunktur akan menstimulasi dikeluarkan dan diaktivasinya zat aktif seperti NitricOxide (NO). Tusukan jarum pada titik akupunktur akan merangsang impuls saraf parasimpatis dan menekan saraf simpatik. Parasimpatis dominan akan mengeluarkan asetilkolin, di mana ikatan asetilkolin dalam sel endotel akan menginduksi pembentukan Nitrit Oksida lokal, yang kemudian berdifusi melewati otot polos pembuluh darah dan kemudian mempengaruhi aliran darah dan sirkulasi lokal, sehingga terjadi relaksasi pembuluh darah otot polos.Kata kunci: akupunktur, hipertensi, nitrit oxide
Intoksikasi Organofosfat dengan Krisis Kolinergik Akut, Gejala Peralihan dan Polineuropati Tertunda Diah Balqis Ikfi Hidayati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organofosfat adalah jenis pestisida yang banyak digunakan di dunia. Penggunaan organofosfat secara besar-besaran disektor pertanian akan berakibat pada kesehatan petani itu sendiri. Penggunaan organofosfat sering tidak proporsional terutama bila terjadi serangan hama atau setelah hujan. Kondisi ini diperparah dengan ketidakpedulian petani terhadap bahaya pestisida yang dapat meracuni petani, keluarga, dan lingkungannya. Keracunan akibat senyawa ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi di sektor pertanian. Zat neurotoksik yang terkandung dalam organofosfat dapat menyebabkan munculnya sindrom neurologis khas yang berdasarkan onsetnya dibagi menjadi tiga jenis tahapan yang berbeda, yaitu krisis kolinergik akut, gejala peralihan dan polineuropati tertunda. Gejala-gejala tersebut dapatberakibat fatal hingga bisa menyebabkan kematian. Untuk mencegah terjadinya komplikasi perlu dilakukan penanganan yang tepat terhadap kasus keracunan pestisida dengan pemberian terapi farmakologi berupa atropin dan/atau oximes.Kata kunci: gejala peralihan, krisis kolinergik akut, organofosfat, polineuropati tertunda
Penyakit Terkait Paparan Panas: Tinjauan Masalah Kesehatan pada Pekerja Pertanian Akibat Perubahan Iklim Ridho Pambudi; Fitria Saftarina
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh perubahan iklim makin dirasakan akhir-akhir ini, terutama dampaknya pada bidang kesehatan. Insidensi penyakit terkait paparan panas meningkat seiring dengan suhu lingkungan yang juga meningkat akibat perubahan iklim terjadi saat ini. Pekerja di luar ruangan, terutama pekerja pertanian yang terpapar panas lebih intens dan memiliki kemungkinan lebih besar terkena penyakit terkait paparan panas. Suhu rata-rata dunia meningkat sampai dengan 0,85oC dalam seabad terakhir. Hal tersebut dihubungkan dengan perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini. Paparan sinar matahari yang lebih intens terutama di negara tropis akan memberikan dampak di bidang kesehatan pada para pekerja pertanian. Pekerjaan di luar ruangan, seperti yang dilakukan para petani, akan secara langsung mendapatkan pengaruh yang cukup besar akibatpeningkatan suhu tersebut. Para pekerja pertanian mungkin akan mengalami berbagai masalah kesehatan mulai dari dehidrasi sampai kematian. Selain itu, performa dan produktivitas kerja para pekerja akan mengalami penurunan seiring dengan makin banyaknya paparan panas yang diterima. Masalah kesehatan dan dampaknya kepada pekerja perlumendapatkan perhatian lebih dari para pekerja, pengusaha, dan pemegang kebijakan terutama bidang kesehatan agar masalah tersebut terselesaikan. Lebih jauh lagi, peningkatan kesehatan diharapkan juga dapat meningkatkan produktivitas pekerja, sehingga dapat menguntungkan semua pihak. Karena penyakit terkait panas yang disebabkan oleh perubahan iklim, diperlukan perhatian khusus untuk pekerja pertanian akibat suhu lingkungan meningkat akhir-akhir ini. Sehingga, kesehatan pekerja dapat meningkat dan kedepannya diharapkan produktivitas kerja juga akan meningkat.Kata Kunci: kesehatan, panas, pekerja, pertanian, perubahan iklim
Pengaruh Penggunaan Sampo dari Minyak Mimba (Azadirachta indica A.juss) terhadap Aktivitas Pediculus humanus capitis Febri Nadyanti; Hanna Mutiara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi penyakit yang disebabkan oleh parasit merupakan penyakit yang masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Salah satunya adalah kutu rambut (Pediculus humanus capitis). Parasit ini tergolong dalam famili pediculidae yang menginvasi kulit kepala manusia dengan menghisap darah manusia. Keberadaannya sangat mengganggu karena menyebabkan gatal pada kepala. Pada umumnya, pediculosis dapat diatasi dengan penggunaan sampo. Sampo herbal dari minyak mimba (Azadirachta indica A. Juss) mengandung azadirachtin yang dapat mengganggu aktivitas metamorfosis dari Pediculus humanus capitis. Pada artikel ini akan mengulas pengaruh penggunaan sampo dari minyak mimba sebagai antikutu rambut pada manusia.Kata kunci: Azadirachtin, Mimba(Azadirachta indica A. Juss), Pediculus humanus capitis.
Potensi Pemanfaatan Kandungan Tocotrienol-Rich Fraction (TRF) dalam Crude Palm Oil (CPO) berbasis Nanopartikel Poly (Ethylene Glycol)-b-Poly (D,L-Lactic Acid-co-Glycolic Acid)-b-Poly (Ethylene Glycol) (PEG-b-PLGA-b-PEG) sebagai Kemoterapi pada Kanker Serviks Fadel Muhammad Ikrom; Yulia Cahya Khasanah; Hanifah Hanum
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan peringkat dua dalam jumlah kasus kanker serviks di dunia. Terjadi 21 ribu kasus kanker serviks dan lebih dari sembilan ribu wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Saat ini, kemoterapi yang sering digunakan dalam penanganan kanker serviks adalah terapi kombinasi obat golongan sitotoksik cisplatin dan fluorouracil. Akan tetapi, golongan obat tersebut mempunyai efek toksisitas yang tinggi. Berdasarkan fakta tersebut, perlu dilakukan suatu inovasi kemoterapi yang memiliki efek toksisitas yang lebih rendah yaitu dengan pemanfaatan bahan alam berupa Tocotrienol-Rich Fraction (TRF) yang berasal dari Crude Palm Oil (CPO) sebagai kemoterapi pada kanker serviks TRF bekerja dengan cara mempengaruhi beberapa signaling pathways pada sel kanker, dan memperantarai beberapa mekanisme sel termasuk reduksi kerusakan DNA, aktivasi apoptosis, induksi penghentian siklus sel, stabilisasi proteasome, dan aktivasi telomerase. TRF memiliki kelemahan yaitu bioavailabilitas yang rendah disebabkan rendahnya afinitasnya terhadap protein plasma pembawa yang menyebabkan banyaknya kadar obat bebas di sirkulasi. Untuk itu diperlukan suatu drug delivery carrier yang dapat meningkatkan bioavailibilitas dan sensitivitas TRF. Drug delivery carrier yang telah diketahui memiliki keuntunganialah penggunaan kombinasi nanopartikel tri blok copolymer PEG-b-PLGA-b-PEG. Aplikasi nanopartikel tri blok copolymer PEG-b-PLGA-b-PEG berhasil meningkatkan bioavailibilitas dan waktu paruh terhadap modalitas yang terkandung didalamnya.Kata kunci: Crude Palm Oil, Kanker Serviks, PEG-b-PLGA-b-PEG, Tocotrienol-Rich Fraction
Diet Detox – Apakah sudah terbukti secara klinis? Zulfa Labibah; Dian Isti Angraini
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 39% penduduk dunia yang berusia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia, penduduk dewasa dengan obesitas derajat I dan II mencapai 13,5% dan 15,4%. Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan masalah kesehatan yang meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung iskemik, penyakit kardiovaskular dan penyakit metabolik. Selain itu, kelebihan berat badan dan obesitas juga mempengaruhi psikologis seseorang, terutama remaja wanita yang menginginkan tubuh ideal. Hal ini mendorong wanita untuk melakukan diet. Diet yang sedang populer belakangan ini adalah diet detox. Diet detox dilakukan dengan cara pembatasan kalori, puasa intermiten, dan hanya mengkonsumsi jus sebagai asupan harian. Puasa intermitten mempengaruhi tubuh manusia dengan memprogram ulang irama sirkadian sehingga dapat menurunkan berat badan dan dapat menurunkan risiko penyakit kronis. Diet dengan jus lemon terbukti secara klinis dapat menurunkan lemak tubuh. Pembatasan kalori pada diet detox baik dengan jus lemonatau dengan puasa intermitten, dapat menyebabkan tubuh dalam keadaan kelaparan sehingga akan menimbulkan prosesfisiologis tubuh untuk bertahan. Dampaknya adalah ketoasidosis dan atrofi otot akibat massa protein yang terus berkurang.Oleh karena itu, diet ini hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu pendek. Penelitian masih diperlukan untukmembuktikan manfaat diet detox dan mekanisme detoksifikasi program diet ini.Kata kunci: diet detox, diet jus lemon, pembatasan kalori, puasa intermitten
Komplikasi pada Kehamilan dengan Riwayat Caesarian Section Arli Suryawinata; Nurul Islamy
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir pilihan melahirkan dengan operasi Caesarian Section (CS) cenderung meningkat baik di negara maju ataupun di negara berkembang. Tindakan CS seharusnya hanya menjadi pilihan bagi tenaga medis dengan indikasi menyelamatkan ibu dan janin. Indikasi sosial menjadi salah satu alasan terbesar di banyak negara untuk melakukantindakan CS. Hal ini tentu membutuhkan perhatian khusus mengingat ibu dengan riwayat CS cenderung memiliki resiko kejadian komplikasi pada kehamilan berikutnya. Kehamilan dengan riwayat CS memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi. Kejadian komplikasi pada kehamilan dengan riwayat CS berkaitan dengan terbentuknya jaringan parut uterus. Luka bekas CS akan mengalami perubahan selama proses kehamilan selanjutnya dimana bekas luka akan menipiskan daerah sekitar diikuti pelebaran bekas luka tersebut akibat adanya regangan. Hal ini membuat daerah SBR pada kehamilan dengan riwayat CS akan menjadi lebih tipis. Perubahan yang terjadi tersebut menjadi dasar bagaimana komplikasi seperti ruptur uteri, plasenta previa, plasenta akreta dan abruptio plasenta terjadi. Akan tetapi hal tersebut tidak menghilangkan kemungkinan untuk melakukan persalinan pervaginam pada ibu dengan riwayat CS. Persalinan Pervaginan pada Pasien Pernah Seksio Sesarea (P4S) memberikan keuntungan terkait angka morbiditas yang lebih rendah dan lama perawatan yang lebih singkat dibandingkan dengan pemilihan CS kembali. Kehamilan dengan riwayat CSmerupakan kehamilan dengan risiko tinggi sehinggga memerlukan pengawasan dan penatalaksaan khusus. Persalinan pada ibu dengan riwayat CS dapat dilakukan dengan dua cara yaitu perabdominam yaitu CS elektif atau percobaan persalinan pervaginam pada bekas CS (TOLAC).Kata kunci: Kehamilan, Caesarian Section, P4S, TOLAC
Metode Kemoterapi Terkini Berbasis Circadian Chronoteraphy Dalam Menurunkan Resistensi SeL SiHa Terhadap 5-Fluorourasil Pada Kanker Serviks Agustina Rajendra Putri; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada wanita, kira-kira dari 6,6% penderita di dunia 90% diantaranya meninggal. Bahkan di Indonesia kanker serviks masih menjadi keganasan tertinggi pada wanita. Metode kemoterapi berbasis sirkadian kronoterapi telah banyak menjadi titik terang dalam pengobatan kanker. Metode inimenggunakan ritme sirkadian fisiologis pada tubuh manusia sebagai indikator pengaturan waktu pemberian obat, dimana metode ini dapat menjadi potensi untuk digunakan dalam pengobatan kanker serviks. Berdasarkan data yang dipublikasikan sebelumnya, 5-Fluorourasil (5-FU) bertindak sebagai anti metabolit dan telah digunakan untuk pengobatan lini kedua pada kanker serviks namun, angka kejadian resistensi tipe sel kanker terhadap 5-FU meningkat. Tulisan ini bertujuan untuk menentukan efektivitas 5-FU dengan mengatur irama sirkadian melalui metode kronoterapi untuk mengurangi resistensi sel SiHa sebagai salah satu target 5-FU dalam pengobatan kanker. Metode penelitian ini adalah dengan meninjau artikel review yang diterbitkan 5 tahun terakhir terkait dengan kata kunci 5-FU, kronoterapi sirkadian, kanker serviks dan sel SiHa. Data menunjukkan bahwa 5-FU mampu menekan proliferasi sel SiHa dengan menggunakan metode kronoterapi berbasis irama sirkadian, maka pemberian obat dapat disesuaikan pada waktu dimana katabolisme 5-FU berada pada titik terendah. Pengaturan ritme sirkadian berbasis 5-FU memiliki potensi sebagai metode pengobatan dan upaya untuk penurunanresistensi sel pada kanker serviks. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis yang tepat dari administrasi 5-FU.Kata kunci: Kanker serviks, kronoterapi, PER-2, sel SiHa, 5-Fluorourasil (5-FU)
Dermatitis Kontak Iritan Akibat Paparan Bawang Putih (Allium sativum) Dinda Afifa
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan respon kulit terhadap kontak dengan bahan kimia, fisik, atau biologi. Hampir 80% dari kasus dermatitis merupakan DKI. Dermatitis kontak iritan dapat disebabkan oleh paparan bahan biologis, seperti tanaman. Dermatitis kontak iritan akibat tanaman, merupakan kasus DKI tersering dengan persentase sebesar 26,14%.Bawang putih (Allium sativum) merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai pengobatan herbal. Hal ini dikarenakan bawang putih memiliki komponen dialil sulfida, yang memiliki efek antifungi, anti antiparasit, antiviral, antimikrobial, antihipertensi, dapat menurunkan glukosa, antithrombotik, antimutagenik, dan antiplatelet. Bawang putihmentah sering dihaluskan dan dioleskan ke kulit pada bagian tubuh yang sakit. Komponen dialil sulfida dan derivatnya, alisin, merupakan komponen yang dapat menyebabkan iritasi, seperti kemerahan dan pada kasus yang berat dapat menyebabkan kulit melepuh seperti luka bakar. Hal ini disebabkan alisin mempengaruhi metabolisme sistein pada protein, sehingga dapat menyebabkan rusaknya epidermal junction dan memicu nekrosis koagulatif.Kata kunci: alisin, bawang putih, dermatitis kontak iritan.
Potensi Pisang (Musa sp.) sebagai Sumber Vitamin B6 dalam Terapi Konservatif Carpal Tunnel Syndrome Dita Maulina Prabiwi; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome adalah kumpulan gejala akibat penekanan pada nervus medianus oleh ligamentum karpal transversal di dalam terowongan karpal pada pergelangan tangan. Carpal Tunnel Syndrome memiliki hubungan dengan pekerjaan dengan gerakan berulang dan posisi menetap pada jangka waktu yang lama. Carpal Tunnel Syndromemerupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai pada pekerja-pekerja industri pada negara maju. Gambaran klinis Carpal Tunnel Syndrome adalah nyeri di tangan atau lengan, terutama pada malam hari atau saat sedang melakukan pekerjaan, parestesia seperti kesemutan pada distribusi nervus medianus, dan sering terjadi bilateral. Pengobatan Carpal Tunnel Syndrome dapat berupa terapi definitif dan terapi konservatif. Salah satu terapi konservatif dalam Carpal TunnelSyndrome adalah dengan pemberian vitamin B6. Pisang (Musa sp.) merupakan salah satu komoditas yang melimpah di Indonesia, terbukti memiliki kandungan vitamin B6 yang tinggi. Diketahui bahwa konsumsi vitamin B6, dapat memperbaiki gejala klinis pasien Carpal Tunnel Syndrome, karena kondisi saraf yang tidak terdiagnosis sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan status vitamin B6 dalam tubuh dan fakta bahwa vitamin B6 dapat bertindak sebagai analgesik dengan meningkatkan ambang nyeri. Vitamin B6 yang terkandung dalam pisang, berpotensi mengurangi rasa nyeri dengan cara meningkatkan sintesis dopamin dan menghambat sintesis glutamat pada pasien Carpal Tunnel Syndrome.Kata kunci: Carpal tunnel syndrome, pisang (Musa sp.), vitamin B6.