cover
Contact Name
Putri Bungsu
Contact Email
jurnalepidkes@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalepidkes@ui.ac.id
Editorial Address
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Gd. A Lt. 1 FKM UI
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2548513X     DOI : https://doi.org/10.7454/epidkes
Core Subject : Health, Science,
The article published on this journal can be editorial, research result and article review in public health, specifically epidemiology fields (Epidemiology of Infectious Disease, Epidemiology of Non-Communicable Disease, Epidemiology of Occupational Health and Safety, Epidemiology of Enviromental Health ond Biomarkers, Social and Behavioral Epidemiology, Epidemiology of Health Care, Epidemiology of Injury, Cancer Epidemiology, Epidemiology of Reproductive Health, Nutritional Epidemiology, Perinatal Epidemiology and Disaster Epidemiology). Epidemiology Health Promotion and Behavior Occupational Health and Safety Health Administration & Policy Environmental Health Health Communication Public Health Nutrition Biostatistics Reproductive Health Population Studies Health Informatics
Articles 135 Documents
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Infeksi HIV pada Pengguna Napza Suntik (Penasun) DKI Jakarta Tahun 2013–2014 Inggariwati, Inggariwati; Ronoatmodjo, Sudarto
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi HIV pada kelompok Penasun selalu menduduki peringkat tertinggi dibanding kelompok populasi kunci lainnya. Studi cross sec tional dilakukan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan infeksi HIV pada populasi Penasun DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari pelaksanaan Sero Survei HIV/Sifilis yang terintegrasi dengan Survei Cepat Perilaku di DKI Jakarta pada tahun 2013 - 2014. Populasi penelitian ini adalah Penasun di DKI Jakarta, sampel 240, pemilihan sampel menggunakan metode RDS (Responden Driven Sampling). Model akhir analisis multivariate cox regression menunjukkan bahwa variabel yang paling berkontribusi terhadap infeksi HIV di kalangan Penasun adalah sikap sharing jarum suntik PR 2,42 (95% CI = 1,33 4,41) dan lama menjadi Penasun PR 1,78 (95% CI = 1,23 – 2,57). Sikap sharing jarum suntik walaupun hanya dilakukan sekali berdampak kuat meningkatkan risiko infeksi HIV dan variabel lama menjadi penasun berpengaruh terhadap melemahnya sikap konsisten untuk tidak shar ing jarum suntik.
Hubungan Diabetes Melitus dengan Hipertensi pada Populasi Obesitas di Indonesia (Analisis Data IFLS-5 Tahun 2014) Manik, Crysti Mei; Ronoatmodjo, Sudarto
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi obes di dunia tinggi. Data 2016 menunjukkan bahwa prevalensi obes meningkat 3 kali lipat yakni lebih dari 650 juta orang. Penderita diabetes melitus (DM) dan hipertensi banyak ditemukan pada populasi obes dan hal ini kemungkinan menunjukkan bahwa ada hubungan antara DM dengan hipertensi pada populasi obes. Di Indonesia prevalensi obes adalah 15.4%, DM 6.9% dan hipertensi 26.5%. Penelitian ini bertujuan melihat apakah ada hubungan DM dengan hipertensi pada populasi obes di Indonesia dengan menggunakan dataThe Indonesian Family Life Survey kelima(IFLS-5) Tahun 2014. Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 712 orang dan analisis data menggunakan Cox regression.Dari 712 orang obes, 12.1% menderita DM. Pada kelompok obes dengan DM terdapat 84.9% hipertensi. Pada kelompok obes tidak DM terdapat 61.7% hipertensi. Nilai Prevalensi Rasio (PR) 1.3 (95% CI; 1.007-1.684), artinya pada populasi obes dengan DM berisiko terjadi hipertensi sebesar 1.3 kali lipat jika dibandingkan dengan terjadinya hipertensi pada populasi obes tanpa DM setelah di kontrol oleh variabel umur dan jenis kelamin. Proporsi hipertensi pada populasi obes di Indonesia adalah 64.5%, DM 12.1% dan hubungan DM dengan hipertensi bermakna. Berdasarkan hasil penelitian perlu peningkatan kualitas kelengkapan data penelitian, program skrining berat badan, tekanan darah dan gula darah secara rutin di masyarakat melalui posbindu PTM untuk mengurangi risiko terjadinya hipertensi, DM dan obes di masyarakat, penelitian lebih lanjut mengenai hubungan DM dengan hipertensi pada populasi obesitas di Indonesia.
Gender and Hypertantion (Data analysis of The Indonesia Basic Health Research 2007) Bantas, Krisnawati; Gayatri, Dwi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study was to examine whether there was a gender difference in the occurrence of hypertension in Indonesian people, after controlling for individual and environment factors. Data were ob tained from the Indonesia Basic Health Research 2007 and a cross sectional design was used. Samples consisted of 13.262 men and women age 15 years or more. A multilevel logistic regression was used to ana lyze the data. There was a statistically significant association between gender and hypertension. Women were less likely to have hypertension than men (OR 0.86 P value < 0.0033). There was an interaction between variable of gender and variable of age. It suggested that the probability of having hypertension in women and men was varied by the strata of age. In the strata of age more than 60 years, women were more likely to have hypertension than men (OR 1.25, P value 0.0065); in strata of age 30-59 years, there was no difference of having hypertension between women and men (P value > 0.05); in strata of age <30 years, women were less likely to have hypertension than men (OR 0.67 Pvalue 0.0000). Among women, there was an increased of having hypertension with age. Age of e” 60 years was the highest risk of having hypertension. Among men, there was an increased of having hypertension with age, but at in the age of e” 60 years the increased risk of having hypertension was not as high as in women.
Karakteristik Pasien Tuberkulosis Lost to Follow Up dari Empat RS di Kota Bandung Muthiah, Azizah; Indraswari, Noormarina; Sujatmiko, Budi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kasus tuberkulosis (TB) yang tidak terlaporkan dan tidak terdeteksi di Indonesia sebelum pelaksanaan sistem pengawasan TB nasional pada tahun 2017 mencapai 47% dari total kasus, termasuk di dalamnya kasus TBlost to follow up atau hilang dari pengamatan. Pasien yang termasuk dalam kelompok ini akan meningkatkan risiko perburukan klinis, kambuh, gagal pengobatan, dan menjadi resistan terhadap obat, selain itu mereka juga akan mejadi sumber penularan di masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pasien rawat jalan TB yang hilang dari pengamatan dari empat rumah sakit terpilih di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan rancangan potong lintang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 pasien TB paru yang putus berrobat selama>2 bulan berturut-turut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Karakteristik pasien TB rawat jalan yang hilang dari pengamatan yaitu 62% berjenis kelamin laki-laki, median usia 41 tahun, 68% sudah menikah, median lama pendidikan 9 tahun, 48% bekerja sebagai wiraswasta, 92% memiliki asuransi kesehatan dan 48% di antaranya bukan penerima bantuan iuran, 84% membayar pengobatan menggunakan asuransi, 44% termasuk ke dalam golongan pendapatan rendah, 80% memiliki rumah pribadi, 86% merupakan penduduk asli Kota Bandung, 56% pernah atau masih merokok, 88% memiliki PMO, 84% tidak pernah menderita TB dan 96% tidak memiliki keluarga yang pernah menderita TB, serta 76% tidak pernah hilang dari pengamatan dan 86% tidak memiliki keluarga yang pernah hilang dari pengamatan.
Determinan yang Meningkatkan Risiko Terinfeksi HIV pada Wargabinaan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan di Indonesia: Studi Tinjauan Pustaka 2007-2017 Sudaryo, Mondastri Korib
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wargabinaan pemasyarakatan (WBP) diduga berisiko terinfeksi HIV selama tinggal di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) akibat menyuntik narkotika dan perilaku berisiko lainnya. Studi ini bertujuan mengetahui determinan yang meningkatkan faktor risiko terinfeksi HIV di kalangan WBP di lapas/rutan di Indonesia. Rancangan studi adalah tinjauan pustaka sistematik (systematic literature review) yang merangkum dan membandingkan hasil studi dari 12 artikel yang diterbitkan sejak 2007 2017 di jurnal nasional/internasional berbahasa Inggris/Indonesia mengenai karakteristik dan determinan infeksi HIV pada populasi WBP yang tinggal di lapas/rutan di Indonesia. Karakteristik demografis WBP: umumnya laki laki; usia rata-rata 30 tahun (rentang: 21-51 tahun); sebagian besar <=SMU; setengahnya menikah. Prevalensi HIV di kalangan WBP di beberapa lapas: 10%-56%. Tiga survei nasional tahun 2011, 2013, 2015 menunjukkanprevalence rate antara 1,2% – 3%. Proporsi perilaku berisiko: menyuntik narkotika (antara 5% - 66%), berbagi jarum suntik (28%-47%), kontak seksual tidak aman dengan sesama WBP (2%-13%), atau dengan WPS (96%), pakai tattoo (2%-56%), atau tindik (5%-13%), minum alkohol (47%). Dari 3 survey yang sama tingkat prevalensi Sifilis antara 2,1%– 5%. Determinan/faktor risiko terinfeksi HIV: menggunakan narkotika suntik (OR antara 11,4 - 104,8), pakai tatoo (OR: 1,7 -2,4), pakai tindik (OR = 4,4), seks tidak aman (OR=1,9), terinfeksi Sifilis (OR=4,2). Faktor-faktor penting yang meningkatkan risiko terinfeksi HIV di kalangan WBP di lapas/rutan adalah penggunaan narkotika suntik, berbagi jarum suntik tidak steril, kontak seksual dengan sesama WBP &/ WPS, terinfeksi Sifilis dan memakai tato/tindik.
Epidemiologi Deskriptif Kematian Ibu di Kabupaten Serang Tahun 2017 Suyanti, Suyanti; Wahyono, Tri Yunis Miko
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator kesejahteraan masyarakat suatu negara. Sasaran RPJMN 2015-2019 di Indonesia AKI ditargetkan menjadi 306 pada tahun 2019. AKI di Kabupaten Serang tahun 2017 adalah 195/100.000 KH, atau 58 kasus dengan jumlah kelahiran hidup sebanyak 29.787 jiwa. Dari 58 kasus kematian ibu, 14 orang persalinan ditolong dukun (24,14%). Tujuan penelitian ini adalah eksplorasi deskriptif epidemiologi kematian ibu di Kabupaten Serang tahun 2017. Penelitian ini menggunakan studicase seriespada 58 kasus kematian ibu hasil dari AMP (Audit Maternal Perinatal). Lokasi penelitian di 24 puskesmas wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Kematian ibu di Kabupaten Serang tahun 2017 berdasarkan tiga penyebab kematian ibu tertinggi adalah Perdarahan (37,9%), Eklampsi (27,6%) dan Penyakit Jantung (22%). Kematian ibu yang ditolong oleh tenaga kesehatan 44 orang (75,9%) dan ditolong oleh dukun 14 orang (24,1%). Jumlah paritas terbanyak pada anak <5 (96,6%). Periode maternal terbanyak kematian ibu di masa nifas (53,4%). Tempat meninggal ibu terbanyak di RS (63,8%) dan perjalanan (24,1%). Kematian ibu berdasarkan 3T meliputi 34,5% terlambat memutuskan, 53,4% terlambat rujukan dan 12,1% terlambat penanganan. Transportasi menggunakan umum (88%). Kematian ibu di Kabupaten Serang tahun 2017 banyak disebabkan oleh perdarahan dan keterlambatan dalam rujukan serta faktor resiko terbesar transportasi, penolong persalinan, dan tempat meninggal. Penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya. sehingga dapat digunakan untuk pembuatan kebijakan dan intervensi yang efektif dan efisien dalam menurunkan AKI di Kabupaten Serang.
Determinan Kejadian Kejang Demam pada Balita di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Mulia Pekanbaru Rasyid, Zulmeliza; Astuti, Dian Kusuma; Purba, Christine Vita Gloria
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang dapat terjadi pada anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh (suhu diatas 380C) yang tidak disebabkan oleh proses intracranial. Di Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Mulia angka kejadian kejang demam pada balita tahun 2017 berjumlah 98 kasus dengan proporsi kasus yaitu 34,03%. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan dan mengetahui determinan kejadian kejang demam pada balita di RSIA Budhi Mulia Pekanbaru tahun 2015-2017. Desain Penelitian adalahcase control. Populasi sebanyak 1.119 orang dengan besar sampel sebanyak 144 dengan perbandingan 1:1 di mana 72 untuk kasus dan 72 untuk kontrol. Teknik pengambilan sampel secaraquota sampling dengan metode penelusuran dokumen. Alat penelitian kuesioner. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Pengolahan data dengan aplikasi SPSS. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan ujichi-square. Hasil penelitian diperoleh kadar hemoglobin (pvalue= 0,000 dan OR=9,23; CI: 4,30-19,79), kadar leukosit (pvalue= 0,000 dan OR=9,71; CI: 4,53 20,79), usia (pvalue= 0,012 dan OR=2,95; CI:1,32-6,59), dan suhu tubuh (pvalue=0,000 dan OR=7,80; CI:3,71-16,38). Diharapkan Rumah Sakit Ibu dan Anak Budhi Mulia berkoordinasi dengan tim promosi dalam penatalaksanaan kasus kejang demam pada balita sehingga angka kematian pada balita dapat diminimalisir.
Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru; Studi Kasus Kontrol Sari, Tyagita Widya; Putri, Retno
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Dinas Kesehatan Provinsi Riau melaporkan jumlah kasus DBD sebanyak 277 dan Case Fatality Rate (CFR) DBD sebesar 1,4% pada tahun 2016, di mana kasus terbanyak berasal dari Kota Pekanbaru yaitu 58 kasus dengan CFR sebesar 0%. Adapun, CFR DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki meningkat dari 0% pada tahun 2015 menjadi 0,7% pada tahun 2016. DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan yang dapat dicegah dengan melakukan tindakan pengendalian vektor, antara lain dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan tindakan pencegahan lainnya. Akan tetapi, partisipasi aktif masyarakat dalam PSN masih rendah dan kurang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan PSN 3M Plus dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru tahun 2017. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2017. Desain studi penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Jumlah sampel kasus dipilih dengan teknik total sampling yaitu 40 kasus, sedangkan sampel kontrol dipilih dengan teknik purposive sampling yaitu 80 kontrol. Analisis data menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan obat nyamuk paling dominan menjelaskan perubahan variabel kejadian DBD (p-value = 0,092; OR = 2,76; 95% CI = 0,85-8,87). Variabel praktik M1 (menguras TPA), keberadaan kawat kassa nyamuk dalam ventilasi rumah, kebiasaan menggantung pakaian, dan kebiasaan menggunakan obat nyamuk berhubungan dan merupakan faktor risiko kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru
Hubungan Wilayah Tempat Tinggal dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Anak 0-5 Bulan di Indonesia (Analisis Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia) Tahun 2017 Karnila, Andi; Bantas, Krisnawati
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI ekslusif dapat mencegah morbiditas dan mortalitas pada anak. Wilayah tempat tinggal perkotaan dan pedesaan memiliki keterkaitan dengan praktek pemberian ASI ekslusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara wilayah tempat tinggal dengan praktek pemberian ASI ekslusif pada anak 0-5 bulan di Indonesia. Desain studi penelitian yaitu cross sectional menggunakan data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan diseluruh provinsi di Indonesia. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari ASI ekslusif sebagai variabel dependen, wilayah tempat tinggal sebagai variabel independen dan variabel perancu yang terdiri dari umur ibu, pendidikan ibu, paritas, kondisi depresi ibu, status bekerja, status ekonomi, status pernikahan, inisiasi menyusui dini, jenis persalinan, tempat bersalin, antenatal care dan berat lahir anak. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 1.266. SPSS 16 digunakan sebagai software statistik pada penelitian. Data dianalisis menggunakan regresi logistik dan prevalence odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ASI ekslusif 67,1% dan 37,9% tidak ASI ekslusif. Prevalensi wilayah tempat tinggal pedesaan 53,5% dan perkotaan 46,5%. Terdapat hubungan wilayah tempat tinggal dengan pemberian ASI ekslusif POR 1,298 (95%CI 1,023 – 1,646). Ibu yang tinggal diperkotaan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk tidak memberikan ASI ekslusif dibandingkan ibu yang tinggal dipedesaan, setelah dikontrol dengan variabel status bekerja, inisiasi menyusui dini dan status pernikahan.
Association of Obesity and Negative Acid-Fast Bacilli Finding Among Pulmonary Tuberculosis Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Magfira, Nadya; Mokoagow, Md Ikhsan; Kshanti, Ida Ayu; Helda, Helda
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

non-diabetes mellitus population. However, it’s effect on PTB in type 2 diabetes mellitus (T2DM) patient is unclear. The study aims to determine the association between obesity and PTB in patient with T2DM. A cross sectional study was held in in-patient, The Department of Internal Medi cine, Fatmawati General Hospital from January 2015 to December 2017. This study includes patient with T2DM who had been diagnosed with PTB and age > 18 years old. In this study negative Acid-fast-bacilli (AFB) founding defined as patient’s sputum is negative by smear microscopy, while obesity define as body mass index > 24.9 kg/m2. From 363 PTB patient with T2DM, 22.59% were obese. Results showed that prevalence of negative AFB founding in PTB patients with T2DM was 81.82% and it was solely associated with obesity (p:0.002, OR=6.36, 95%CI 1.9-21). Obese patients were likely to have negative AFB founding. It suggested that diagnosing PTB in patient with T2DM and obese can’t be solely based on bacteriological confirmation.

Page 4 of 14 | Total Record : 135