cover
Contact Name
irham virdi
Contact Email
irhamvirdi@ui.ac.id
Phone
+6289523031007
Journal Mail Official
telj.law@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Hukum, Kampus UI Depok, Depok, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Technology and Economics Law Journal
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28286294     DOI : https://doi.org/10.21143/TELJ
Core Subject :
The Technology and Economics Law Journal aims to accelerate legal scholars and professionals to provide written reviews on the latest developments and problems in Economic and Technology Law in Indonesia. The Technology and Economics Law Journal provides a covering focus covering: Law: Commercial Law. Law: Intellectual Property Law. Law: Technology Law. Law: Other Law.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Kejahatan Siber Terhadap Individu: Jenis, Analisis, Dan Perkembangannya Butarbutar, Russel
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencipta Novel Terjemahan Berdasarkan Doktrin Originality Berdasarkan Novel Harry Potter Terjemahan Bahasa Indonesia Tarigan, Therecia Fransisca; Sardjono, Agus
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Yuridis Terkait Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Dalam Hak Cipta Oleh Penyelenggara Marketplace Token NFT Darmawan, Bagas; Sardjono, Agus
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Hukum Implementasi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Terkait Perlindungan Hak Cipta Ceramah Agama Rais Lutfi, Muhammad Fauzi; Sardjono, Agus
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekosongan Normatif Permainan Video Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Zainal, Abdulatief
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan hak kekayaan intelektual yang terjadi secara global terjadi pula di Indonesia yang dibuktikan dengan lahirnya UU No. 28 Tahun 2014 yang mencabut dan menggantikan UU No. 19 Tahun 2002. Salah satu pengaturan baru yang ditemukan dalam UU No. 28 Tahun 2014 dan tidak ditemukan dalam UU No. 19 Tahun 2002 maupun peraturan perundang-undangan terdahulunya adalah munculnya permainan video sebagai jenis ciptaan baru yang dilindungi oleh hak cipta sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (1) huruf r, UU No. 28 Tahun 2014. Kemunculan tersebut merupakan suatu bentuk kemajuan hukum terlebih mengingat Indonesia menjadi satu-satunya negara yang secara eksplisit menyebutkan dan mengakui permainan video sebagai salah satu jenis ciptaan yang berhak mendapatkan perlindungan berupa hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangannya. Meskipun demikian, masih ditemukan adanya kekosongan normatif yang pada akhirnya menyebabkan kebingungan yang dirasakan oleh baik pencipta sebagai pihak yang menghasilkan suatu karya cipta maupun Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebagai pihak yang menerima permohonan pencatatan suatu ciptaan dalam menentukan karya cipta seperti apakah yang dapat diklasifikasikan sebagai permainan video. Kebingungan tersebut pada akhirnya menjadikan pencatatan ciptaan yang berpotensi untuk diklasifikasikan sebagai permainan video justru dicatatkan dalam jenis ciptaan lainnya, seperti program komputer. Kondisi demikian membuat penambahan permainan video sebagai salah satu jenis ciptaan yang diakui dan dilindungi oleh hak cipta berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014 menjadi hal yang percuma dan sia-sia. Oleh karenanya, terdapat urgensi nyata untuk melakukan rekonfigurasi pengaturan terkait permainan video sebagai suatu ciptaan dalam UU No. 28 Tahun 2014 guna menghilangkan kebingungan yang terjadi saat ini.
Lex AI sebagai Tata Kelola Kecerdasan Buatan Sui Generis di Indonesia Lisaldy, Ferdinand; ,, Ismail; Iryani, Dewi
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara perlahan menjadi bagian dari kehidupan manusia di dekade ketiga abad ini. Berkembangnya inovasi-inovasi berbasis AI dalam bidang-bidang tertentu seperti perangkat lunak pembantu navigasi, rekayasa gambar, chatbot serta perangkat keras berbasis AI seperti yang digunakan perangkat yang memampukan orang lumpuh dapat berjalan kembali adalah bukti-bukti nyata perkembangan pengunaan AI dalam kehidupan. Seiring perkembangannya, dapat muncul pula masalah-masalah hukum terkait penggunaan AI seperti misalnya masalah etika, keadilan hukum, proses hukum yang adil, kekayaan intelektual, hingga keamanan data pribadi. Untuk memitigasi masalah hukum, perlu dikembangkan suatu tata kelola atas kecerdasan buatan. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Adapun teknik analisis hukum yang digunakan adalah teknik analisis argumentatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengingat hakekat AI adalah suatu suatu sistem dinamis yang dibentuk oleh jaringan algoritma yang meniru jaringan saraf biologis yang karenanya sangat berbeda dibandingkan koding program, sehingga dibutuhkan pendekatan dan tata kelola hukum berbeda yang dapat disebut sebagai Lex AI. Karena keunikannya pula, maka tata kelola AI tidak dapat menggunakan tata kelola publik maupun privat secara ekslusif. Lex AI perlu dihadirkan sebagai tata kelola sui generis dengan karakteristik pengaturan tersendiri, dan dapat diparalelkan dengan hukum lain sebagai hukum komplementer.
Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dalam Pertandingan Olahraga Sepak Bola di Indonesia: Studi tentang Penyiarannya Melalui Broadcasting serta Webcasting Ditinjau dari Hak Cipta dan Hak Terkait dalam Kaitannya dengan Hak Siar Anisataqiyya, Luqyana Agny
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri penyiaran di dunia memasuki era digital sebagaimana ditandai dengan berkembangnya broadcasting menjadi webcasting. Bersamaan dengan itu, siaran pertandingan olahraga sepak bola sedang menjadi atensi global karena terdapat peningkatan nilai investasi ekonomi di dalamnya. Banyak pihak yang menyelenggarakan penyiaran pertandingan olahraga sepak bola di hadapan publik melalui kegiatan nonton bareng (Nobar) dengan sumber penyiaran broadcasting atapun webcasting. Penyelenggaraan penyiaran tersebut sering kali dilakukan dengan cara melanggar hukum hak cipta dan/atau hak terkait. Bahkan, tidak menutup kemungkinan hukum penyiaran turut terlanggar. Guna menjawab ketidakpastian tersebut, penelitian ini akan mengkaji bagaimana ketentuan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (sebagaimana telah diubah dengan Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja) berlaku dalam hal penyiaran pertandingan olahraga sepak bola. Termasuk di dalamnya mengkaji legalitas Nobar. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwasanya penyiaran pertandingan olahraga sepak bola lebih erat kaitannya dengan hak terkait dibandingkan hak cipta. Ditemukan pula perbedaan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait penyiaran broadcasting dan webcasting di Indonesia, terutama dalam konteks penyiaran pertandingan olahraga sepak bola. Ketidaksamaan definisi hukum positif terhadapnya memberikan dampak hukum yang berbeda sehingga perlu diperhatikan bagi para pihak yang menyelenggarakan Nobar, lembaga penyiaran, bahkan pemegang hak terkait.
Perlindungan Hukum Bagi Pencipta Terhadap Pembajakan E-Book Di Market Place Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Wibisono, Gabriela Jasmine Andreina
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku merupakan salah satu karya cipta yang telah ada sejak dulu dan sudah digemari sejak dulu. Perkembangan teknologi yang pesat membuat buku yang semulanya hanya tersedia dalam bentuk fisik kini juga tersedia dalam bentuk buku elektronik (e-book). Perlindungan hak cipta atas buku elektronik pada intinya sama dengan perlindungan hak cipta atas buku berbentuk fisik atau konvensional. Saat ini dengan kemudahan buku elektronik yang dapat diakses dimana saja justru menimbulkan banyaknya pelanggaaran kekayaan intelektual khususnya hak cipta. Salah satu contohnya adalah banyaknya pembajakan buku elektronik di market place. Buku-buku elektronik tersebut dijual dengan harga rendah dalam bentuk Portable Document Format (Pdf) tanpa seizin dan sepengetahuan Pencipta. Dengan demikian hal itu bisa saja dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta terkhusus untuk Pencipta. Guna menjawab hal tersebut maka dilakukanlah penelitian ini yang akan mengkaji berdasarkan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Adapun hasil penelitian ini bahwa pembajakan ebook ini benar merupakan pelanggaran hak cipta yang melanggar hak moral dan hak ekonomi Pencipta berdasarkan Pasal 5 jo. Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Penjualan Ebook bajakan di market place ini merupakan sebuah konten ilegal yang dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah melalui Menteri (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Komunikasi dan Informatika) sesuai dengan Pasal 55 ayat (1) jo. Pasal 56 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Konsep Dan Sistem Deklaratif Dalam Hak Cipta : Dikotomi Ide-Ekspresi, Fiksasi, Originalitas, Perbedaan Pendaftaran Dan Pencatatan Tambunan, Charl Lewis Jogi
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan historis hak kekayaan intelektual, mulai dari paten Filippo Brunelleschi pada tahun 1421 untuk desain kapalnya, yang menandai dimulainya paten modern. Abstrak ini menelusuri evolusi hukum Hak Cipta di Inggris dan Prancis, dengan menekankan pada Statuta Anne pada tahun 1709 dan droit d’auteurs pada tahun 1793. Pembentukan konvensi internasional seperti Konvensi Paris dan Konvensi Berne pada akhir abad ke-19 juga dibahas, yang mengarah pada pembentukan organisasi Kekayaan Intelektual Dunia. Peraturan kekayaan intelektual Indonesia yang diperkenalkan selama era kolonial Belanda pada tahun 1840-an. Ini mencakup berbagai peraturan tentang merek dagang, paten, dan Hak Cipta. Perkembangan hukum Hak Cipta Indonesia dari tahun 1961 hingga versi saat ini pada tahun 2014 diuraikan, dengan menekankan pada penggabungan konvensi-konvensi internasional. Rincian Undang-Undang Hak Cipta Indonesia saat ini (UUHC), yang membedakan antara hak ekonomi dan hak moral yang diberikan kepada para pencipta. Hak ekonomi mencakup berbagai kegiatan seperti publikasi, penggandaan, penerjemahan, adaptasi, distribusi, pertunjukan, pengumuman, dan penyewaan ciptaan. Perbedaan antara hak ekonomi dan hak moral dibahas, dengan fokus pada keabadian hak moral dan tidak dapat dicabut bahkan setelah pengalihan Hak Cipta. Definisi ciptaan, pencipta, dan kriteria untuk mengakui pencipta dalam konteks hukum Hak Cipta Indonesia disajikan. Abstrak ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai aspek historis dan hukum dari kekayaan intelektual baik dalam konteks global maupun Indonesia.
Tinjauan Terhadap Penerbitan Sovereign Blue Bond Oleh Republik Indonesia Di Pasar Obligasi Jepang Ananta, Jasmine Nurlaila; Irawaty, Rosewitha
Technology and Economics Law Journal
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menganalisis bagaimana proses penerbitan serta bentuk tanggung jawab dari akuntabilitas hasil investasi Blue Bond yang diterbitkan oleh Indonesia di Pasar Obligasi Jepang. Tulisan ini disusun dengan menggunakan metode penelitian doktrinal. Indonesia menerbitkan Blue Bond di Pasar Obligasi Jepang pada tahun 2023 untuk mendukung proyek-proyek yang memperhatikan kelestarian laut sesuai dengan kerangka kerja Republic of Indonesia SDGs Government Securities Framework dan panduan Blue Finance yang diterbitkan oleh ICMA. Penerbitan Blue Bond oleh Indonesia ini dapat menegaskan dukungan Indonesia terhadap sustainable financing. Dikarenakan Blue Bond diterbitkan di Pasar Obligasi Jepang, penting untuk memastikan bahwa proses penerbitannya sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti Peraturan Menteri Keuangan No. 215/PMK.08/2019 tentang Penjualan dan Pembelian Kembali Surat Utang Negara dalam Valuta Asing di Pasar Internasional. Selain itu, penting juga untuk diketahui mengenai bagaimana bentuk tanggung jawab dari akuntabilitas hasil investasi Blue Bond terhadap para investor. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga integritas Indonesia di pasar sustainable financing dunia. Langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan Indonesia antara lain dengan menggunakan framework yang diterima oleh investor, menyusun laporan tahunan, serta melakukan external review. Dengan demikian, Indonesia dapat membangun reputasi yang kuat dalam komunitas keuangan global sebagai negara yang bertanggung jawab secara ekologis dan berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue