cover
Contact Name
Ferdinan Bashofi
Contact Email
ferdinanbashofi@uibu.ac.id
Phone
+6285755554384
Journal Mail Official
maharsi@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi  is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles 167 Documents
Fenomena SEABlings dalam Solidaritas Digital Generasi Z di Tengah Konflik Netizen Asia Tenggara dan KNETZ Raihan, Marsya; Hurul Aini, Mutiara; Hasan, Tholhah; Abdullah, Mirna Nur Alia
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3169

Abstract

Artikel ini membahas munculnya solidaritas digital di kalangan netizen Asia Tenggara (SEAblings) dalam dinamika interaksi lintas negara di media sosial, yang sekaligus memperlihatkan bagaimana Generasi Z membentuk budaya komunikasi digital yang baru. Permasalahan penelitian berfokus pada penyebab terbentuknya solidaritas tersebut, bagaimana ia mencerminkan karakter budaya digital Gen Z, serta implikasi sosial budaya yang muncul dari konflik dengan komunitas lain seperti K-Netz. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna solidaritas digital lintas negara sekaligus membaca dinamika interaksi dan potensi konflik yang menyertainya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui observasi digital non-partisipatif di platform X dan TikTok, serta didukung wawancara mendalam dengan informan yang memahami fenomena tersebut. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi, narasi kolektif, dan bentuk solidaritas yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas digital muncul dari rasa kesamaan regional, pengalaman kolektif, dan respons terhadap stereotip eksternal, yang diperkuat oleh logika algoritma media sosial. Di sisi lain, solidaritas ini mencerminkan budaya digital Gen Z yang cepat, ekspresif, dan kreatif, namun juga berpotensi memicu konflik, polarisasi, dan reproduksi stereotip di ruang daring. Dengan demikian, solidaritas digital memiliki peran ganda sebagai penguat kohesi sosial sekaligus sumber ketegangan lintas budaya. Kata Kunci Solidaritas digital, Generasi Z, media sosial, budaya digital, konflik online
Fenomena Sosial Married is Scary sebagai Faktor Penguat dalam Penurunan Nuptialitas dan Fertilitas di Indonesia Agustin, Alifa Sahara; Anggrayani, Sista; Hasya, Vila; Abdullah, Mirna Nur Alia
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3174

Abstract

Fenomena married is scary mencerminkan perubahan persepsi generasi muda terhadap pernikahan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fenomena tersebut sebagai faktor yang memperkuat penurunan nuptialitas dan fertilitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif untuk memahami pertimbangan individu dalam mengambil keputusan terkait pernikahan dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap pernikahan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, paparan media sosial, dan perubahan nilai. Ketidakstabilan finansial mendorong individu menunda pernikahan, sementara media sosial membentuk persepsi yang menekankan risiko dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, generasi muda cenderung memprioritaskan kesiapan diri serta kualitas hidup sebelum menikah. Kondisi ini meningkatkan kecenderungan penundaan pernikahan yang berdampak pada menurunnya angka kelahiran. Dengan demikian, fenomena married is scary tidak menjadi penyebab utama, tetapi berperan sebagai faktor yang memperkuat tren penurunan nuptialitas dan fertilitas di Indonesia.
Tinjauan Historis dan Kehidupan Sosial Ekonmi Masyarakat Transmigrasi Desa Petaling Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi Syarifuddin, Amir
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3178

Abstract

Transmigrasi merupakan program nyata yang diluncurkan oleh zaman orde baru. Pemerintah melakukan system tranmigrasi ini adalah bertujuan untuk pemerataan penduduk di seluruh Indonesia. Desa petaling Jaya merupakan salah satu lokasi tranmigrasi yang di pilih oleh pemerintah untuk menjadi lokasi transmigrasi. Desa petaling jaya merupakan desa terpencil di Kabupaten Muaro Jambi. Desa petaling jaya memiliki sumber daya alam yang sangat bagus karena adanya perkebunan rakyat yang sangat luas serta memiliki kandungan tanah yang sangat subur sehingga desa ini sangat cocok untuk sitem pertanian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptip, metode ini digunakan karena sangat cocok dengan kondisi dilapangan penelitian. Metode ini menggunakan metode wawancara, kepustakaan dan menelusuri arsip mengenai tranmigrasi. Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan masyarakat Desa Petaling Jaya sangatlah berkembang dengan pesat. Hal ini dapat dilihat perekonomian masyarakat Desa Petaling jaya menjadi lebih baik. Masyarakat tranmigrasi ini berhasil memanfaatkan sumber daya alam dengan melakukan system pertanian dan perkebunan. Maka dengan demikian system transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah berjalan dengan baik dan suskes.
Dampak Pertumbuhan Wisata Bernah de Vallei Terhadap Dinamika Sosial Masyarakat dan Aktivitas Pondok Amanatul Ummah Hadi, Auliya Nasywaa; Asilah, Amirah Salwa; Tiara, Nazwa; Anwar, Muhibbul; Eka, Tiara; Semesta, Harmoni; Setyawan, Katon Galih
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pertumbuhan Wisata Bernah De Vallei terhadap dinamika sosial masyarakat Desa Kembangbelor serta aktivitas Pondok Amanatul Ummah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas masyarakat sekitar, pengelola wisata, pengurus pondok, santri, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan wisata membawa perubahan sosial yang nyata di masyarakat, terutama melalui munculnya aktivitas ekonomi baru, meningkatnya mobilitas warga, dan berubahnya pola interaksi sosial di sekitar kawasan wisata. Di sisi lain, keberadaan wisata juga menimbulkan dampak pada lingkungan Pondok Amanatul Ummah, terutama berupa gangguan kebisingan, kepadatan lalu lintas pada waktu tertentu, serta menurunnya kenyamanan belajar santri pada akhir pekan. Meski demikian, pihak pondok tetap mampu menjaga ketertiban melalui pengawasan internal yang ketat dan pembatasan mobilitas santri. Respons masyarakat dan pemerintah desa cenderung adaptif, dengan upaya menjaga keseimbangan antara pengembangan wisata, ketertiban sosial, dan kebutuhan lingkungan pendidikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan wisata tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memengaruhi dinamika sosial masyarakat dan stabilitas aktivitas lembaga pendidikan keagamaan di sekitarnya.
Kajian Aktivitas Sosial Ekonomi Klurak Eco Park sebagai Sumber Belajar IPS di Sekolah Menengah Pertama Rachmayanti, Friska; Dwiyanti, Annisah Zulfa; Fadila, Nur; Yuniarti, Cholifah; Rohmah, Emilia Dwi; Haqiqi, Alisya Nayla; Allyatuzzara, Shafa Nazhwa; Setyawan, Katon Galih
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas sosial ekonomi yang terjadi di Klurak Eco Park serta menganalisis relevansinya sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat SMP. Pengembangan Klurak Eco Park sebagai destinasi wisata berbasis alam di Desa Kembangbelor telah mendorong munculnya berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, seperti usaha kuliner, jasa parkir, dan penyewaan fasilitas. Aktivitas tersebut memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat serta perubahan mata pencaharian dari sektor agraris ke sektor jasa. Namun, perkembangan ini juga menimbulkan dampak sosial berupa ketimpangan ekonomi, berkurangnya nilai gotong royong, meningkatnya individualisme, serta potensi konflik antarwarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Subjek penelitian meliputi pengelola wisata, masyarakat sekitar, serta pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sosial ekonomi di Klurak Eco Park tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memengaruhi struktur sosial dan pola interaksi masyarakat. Selain itu, aktivitas tersebut berpotensi menjadi sumber belajar IPS yang kontekstual karena memungkinkan siswa memahami konsep sosial ekonomi secara langsung melalui lingkungan nyata. Pemanfaatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS yang lebih relevan, aplikatif, dan bermakna.
Makna Simbolik dan Sakralitas Ritual Trance dalam Kesenian Bantengan di Desa Claket Binar Khalika, Norma; Wulaninyu, Dina; Rivani Rasendriya, Callista; Lisa Salsabilla, Nur; Monik Ardianita Cahyani, Cesylia; Rosantiani, Ita; Niswatin
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3205

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin memudarnya pemahaman masyarakat terhadap dimensi sakral dalam kesenian Bantengan akibat pengaruh modernisasi dan komersialisasi yang menggeser fungsi kesenian dari yang semula sarat makna menjadi sekadar tontonan. Kondisi tersebut menimbulkan kesenjangan antara nilai simbolik yang terkandung dalam setiap unsur pertunjukan dengan praktik yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam makna simbolik serta mengungkap sakralitas ritual trance (kesurupan) dalam kesenian Bantengan di Desa Claket, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap fenomena budaya yang diteliti. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci, observasi lapangan, dokumentasi, serta studi pustaka yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi guna menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Bantengan di Desa Claket merupakan sistem budaya yang kompleks yang memadukan dimensi simbolik, sakral, dan spiritual-komunal. Makna simbolik tercermin dalam berbagai elemen pertunjukan, seperti kepala banteng yang melambangkan kekuatan dan keberanian, macan sebagai representasi tantangan, serta pecut sebagai simbol kendali spiritual. Sementara itu, sakralitas ritual trance tampak dalam rangkaian tahapan ritual yang terstruktur, mulai dari pembukaan hingga penutupan, yang berfungsi sebagai media komunikasi antara manusia dengan kekuatan spiritual. Dengan demikian, kesenian Bantengan tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana ekspresi spiritual dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Pengaruh Kesadaran Historis terhadap Motivasi Pendakian di Gunung Penanggungan: Studi Jalur Kedungudi Rohmah, Ayu Fillatul; Fitriyah, Maulida; Agustin, Siti Nor Aziza Dwi; Abror, Muhammad Wafi Zada; Ilham, Arifin; Puspa, Anjallina Devita; Segara, Nuansa Bayu
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3210

Abstract

Aktivitas pendakian gunung di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, terus meningkat dan tidak lagi semata-mata dimaknai sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi serta pencarian pengalaman baru. Gunung Penanggungan, khususnya jalur Kedungudi, memiliki karakteristik unik karena terdapat sebelas situs candi peninggalan masa Majapahit yang berpotensi memengaruhi motivasi pendaki. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesadaran historis terhadap motivasi pendakian di jalur tersebut. Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan melalui survei terhadap 128 responden dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran historis responden berada pada kategori sedang menuju tinggi (mean = 3,32), sedangkan motivasi pendakian berada pada kategori sedang (mean = 3,02). Persamaan regresi Y = 15,177 + 0,999X dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan kesadaran historis terhadap motivasi pendakian. Nilai R² sebesar 0,312 menunjukkan kontribusi sebesar 31,2%, sementara 68,8% dipengaruhi faktor lain seperti rekreasi, interaksi sosial, dan tantangan fisik. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek sejarah dapat menjadi daya tarik penting dalam aktivitas pendakian. Hasil penelitian mengimplikasikan pentingnya integrasi edukasi historis dalam pengelolaan jalur pendakian berbasis warisan budaya.