cover
Contact Name
Ferdinan Bashofi
Contact Email
ferdinanbashofi@uibu.ac.id
Phone
+6285755554384
Journal Mail Official
maharsi@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui No.46, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
ISSN : 26562499     EISSN : 26848686     DOI : https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi contains scientific articles, theoretical and empirical studies resulting from research by students, academics, and practitioners in the field of Science and Applied Science Education which can be implemented in the context of science learning. The scope of science in this journal includes but is not limited to Sociology, and History. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments, and simulation, as well as applications. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sociologi  is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. This journal welcomes a variety of approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research; and also publishes high-quality systematic reviews and meta-analyses.
Articles 167 Documents
Pemaknaan Konsep 3B (Brain, Beauty, Behavior) oleh Finalis PAAPS 2025: Studi Fenomenologi Mahasiswa FKIP Untirta Al Fatah, Muhammad Ghufron; Kuntari, Septi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan konsep 3B (Brain, Beauty, Behavior) oleh finalis Pemilihan Abah Ambu Pendidikan Sosiologi (PAAPS) 2025 serta memahami proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam interaksi sosial di lingkungan akademik FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Konsep 3B dalam kegiatan kedutaan kampus tidak hanya berfungsi sebagai kriteria penilaian formal, tetapi juga sebagai kerangka nilai yang membentuk karakter, sikap, dan identitas sosial mahasiswa dalam merepresentasikan dirinya di ruang publik kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif para finalis dalam memahami dan menjalankan nilai-nilai tersebut selama mengikuti rangkaian kegiatan PAAPS. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan konsep 3B terbentuk secara dinamis melalui proses interaksi sosial selama kegiatan pembekalan dan seleksi. Brain dimaknai sebagai kemampuan berpikir kritis dan reflektif, Beauty sebagai representasi etika dan sikap dalam interaksi sosial, serta Behavior sebagai kesadaran tanggung jawab sosial sebagai representasi jurusan di lingkungan kampus.
Mobile Legends sebagai Ruang Pembentukan Modal Sosial Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fahli, Fahli; Setiawan, Rizki
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3118

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan bentuk interaksi sosial baru di kalangan mahasiswa, salah satunya melalui permainan Mobile Legends: Bang Bang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dimensi modal sosial berupa kepercayaan (trust), norma timbal balik (reciprocity), dan jaringan sosial (networks) terbentuk melalui interaksi mahasiswa dalam permainan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 9 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa angkatan 2023 yang aktif bermain Mobile Legends. Analisis data menggunakan model interaktif dari Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bermain Mobile Legends menjadi ruang interaksi sosial yang memunculkan tiga dimensi modal sosial. Kepercayaan terbentuk melalui kerja sama tim, komunikasi, dan konsistensi peran pemain. Norma timbal balik muncul melalui praktik saling membantu dan dukungan antaranggota tim. Sementara itu, jaringan sosial berkembang melalui interaksi berulang yang memperkuat hubungan antar mahasiswa, yang tercermin dalam terbentuknya bonding social capital di antara mahasiswa satu program studi serta bridging social capital dengan pemain dari luar kampus. Temuan ini menunjukkan bahwa Mobile Legends tidak hanya berfungsi sebagai hiburan digital, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial yang mendorong solidaritas dan kerja sama di kalangan mahasiswa.
Pengorganisasian Anggota Aiesec: Proses Pembentukan Agen Perubahan Melalui Program Sosial Adiguna sugiharto; Novita Hasanah, Aulia Salma; Safitri, Maharani; Ananda Putri, Reza; Kalima, Nurul; Delima, Aisyah; Okta Fitri, Anisa; Robi, Mustar; Kurniawan, Rudy; Rifai, Muhammad; Tresno
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pengorganisasian anggota AIESEC dalam program sosial serta memahami bagaimana proses tersebut membentuk transformasi peran anggota dari relawan menjadi individu yang memiliki kesadaran sebagai agen perubahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, dokumentasi, serta kajian literatur. Informan penelitian merupakan Ketua Umum AIESEC Universitas Sriwijaya yang dipilih secara purposive karena memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap dinamika organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anggota pada tahap awal umumnya didorong oleh motivasi personal seperti pengembangan diri dan ketertarikan terhadap identitas internasional organisasi. Namun, melalui proses pengorganisasian yang terstruktur seperti onboarding, capacity building, pembagian departemen, serta koordinasi rutin organisasi, terjadi pergeseran orientasi anggota menuju kesadaran sosial yang lebih reflektif. Pengalaman langsung dalam pelaksanaan program sosial, interaksi lintas budaya, serta evaluasi dampak program turut memperkuat internalisasi nilai organisasi dan pembentukan identitas kolektif anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengorganisasian yang sistematis tidak hanya memastikan keberlangsungan program sosial, tetapi juga berperan penting dalam membentuk relawan yang memiliki kepedulian sosial dan kapasitas untuk berkontribusi sebagai agen perubahan di masyarakat.
Habitus Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2024 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dalam Dinamika Interaksi Sosial Pembelajaran Luring Kelas Gabungan Hartono, Rafi Putra; Setiawan, Rizki
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3127

Abstract

Penelitian ini mengkaji habitus akademik mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2024 dalam konteks pembelajaran luring kelas gabungan. Ruang kelas perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang pedagogis, tetapi juga sebagai arena sosial tempat bertemunya berbagai disposisi, nilai, dan budaya belajar. Menggunakan kerangka teori Pierre Bourdieu (habitus, field, dan capital), penelitian kualitatif ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa membangun, menegosiasikan, dan memaknai praktik akademik dalam kelas gabungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 30 mahasiswa dari kelas A, B, dan C di Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan thematic analysis melalui proses pengkodean (coding) secara induktif untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan habitus akademik yang jelas: kelas A bercirikan kompetitif dan berorientasi kinerja, kelas B adaptif dan situasional, serta kelas C pragmatis dan berorientasi kenyamanan. Kelas gabungan berfungsi sebagai field sosial yang mengubah relasi kuasa simbolik, mendistribusikan ulang modal akademik, serta memunculkan tekanan simbolik dan motivasi baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelas gabungan merupakan arena sosial yang kompleks, tempat identitas akademik mahasiswa direproduksi sekaligus dinegosiasikan
Tantangan Mahasiswa Perantau di FKIP Untirta dalam Membangun Identitas Dirinya Atmojo, Farandi; Setiawan, Rizki
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi mahasiswa perantau di FKIP Untirta dalam membangun identitas diri di lingkungan kampus yang baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga mahasiswa perantau dari luar Provinsi Banten sebagai informan, yaitu K, B, dan I. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai tantangan adaptasi yang bersifat multidimensional, meliputi perbedaan bahasa, gaya komunikasi, pola interaksi sosial, kondisi lingkungan, serta tuntutan akademik. Tantangan tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyesuaikan perilaku, tetapi juga menafsirkan pengalaman sosial yang mereka alami. Dengan mengacu pada teori Negosiasi Identitas oleh Stella Ting-Toomey, penelitian ini menemukan bahwa pembentukan identitas diri terjadi melalui proses pemaknaan pengalaman, adaptasi perilaku, serta negosiasi identitas dalam interaksi lintas budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas diri mahasiswa perantau terbentuk melalui proses adaptasi sosial-budaya yang dinamis di lingkungan kampus.
Makna dan Nilai Tradisi Mbaba Belo Selambar dalam Upacara Penikahan Masyarakat Karo Ginting, Teresia Br; Sinurat, Junita; Purnomo, Budi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3139

Abstract

Artikel ini membahas makna dan nilai tradisi mbaba belo selambar dalam upacara pernikahan masyarakat suku karo. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang mencangkup tahapan heuristik,verivikasi,interpretasi, dan histografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Mbaba Belo Selambar merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian upacara pernikahan masyarakat Karo yang bermakna membawa selembar daun sirih sebagai simbol peminangan kepada pihak perempuan. Sebelum pelaksanaan prosesi, dilakukan musyawarah awal yang disebut erkusik-kusik sebagai tahap persiapan untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Tradisi ini melibatkan Sangkep Geluh yang terdiri atas keluarga dari pihak laki-laki dan perempuan serta anak beru yang berperan mengatur jalannya acara. Berbagai perlengkapan adat seperti uis nipes, beka buluh, kampil persentabin, penindih pudun (mahar), uis jongkit, piring linggami, perakan, dan amak mentar digunakan sebagai simbol dalam prosesi adat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai budaya penting, seperti nilai religius, komitmen, gotong royong, dan kerja keras yang menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Karo.
Dinamika Sosial-Religius dalam Perubahan Status Pura Mas Penyeti Kelurahan Banjar Tegal Buleleng dari Pura Dadia ke Pura Kahyangan Desa Patricia, Kadek Binia; Maryati, Tuty; Pardi , I Wayan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3144

Abstract

Penelitian ini bertujuan: menganalisis latar belakang pendirian Pura Mas Penyeti di Kelurahan Banjar Tegal, Buleleng; menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan status Pura Mas Penyeti dari Pura Dadia menjadi Pura Kahyangan Desa; serta mengeksplorasi aspek-aspek keberadaan Pura Mas Penyeti yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan di Kelurahan Banjar Tegal, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi dokumen terkait sejarah Buleleng. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi teknik dan sumber, sementara analisis data dilakukan secara reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang Pura Mas Penyeti berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Buleleng masa I Gusti Anglurah Panji Sakti dan migrasi pangeran asal Jawa Timur, Raden Mas Aketi, yang membawa pengaruh akulturasi budaya di Banjar Tegal. (2) Perubahan status dari Pura Dadia (berbasis keturunan Ngurah Arya Batulepang) menjadi Pura Kahyangan Desa (berbasis komunitas) dipicu oleh dinamika sosial berupa heterogenitas penduduk dan proses perkawinan campur antar-soroh yang mendorong terciptanya integrasi sosial masyarakat Banjar Tegal. (3) Potensi Pura Mas Penyeti sebagai sumber belajar sejarah di SMA terletak pada nilai historisnya sebagai "laboratorium sejarah hidup", mencakup aspek warisan budaya seperti Tari Pencak Silat Depok Sruti dan tradisi Nampah Penyu yang relevan dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka. Kata Kunci Pura Mas Penyeti; Pura Mas Penyeti, Pura Kahyangan Desa, Sumber Belajar Sejarah.
Mobilitas Sosial Penerima Bantuan pada Program BSPS di Kelurahan Tegal Bunder Kota Cilegon Nadhirah, Siti Hasna; Kuntari, Septi; Widiansyah, Subhan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3150

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan Mobilitas Sosial Penerima Bantuan pada Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Tegal Bunder, Kota Cilegon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam proses mobilitas sosial penerima bantuan khususnya mengenai bagaimana mereka menegosiasikan beban liabilitas finansial demi meraih modal simbolik (martabat) melalui kepemilikan hunian layak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 11 informan (10 informan kunci dan 1 informan pendukung). Teknik analisis data yang digunakan adalah pengodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat penerima bantuan melakukan mobilisasi modal ekonomi secara ekstrem melalui strategi liabilitas (utang) demi mengubah identitas hunian dari "rumah kumuh" menjadi rumah permanen. Hal ini dilakukan demi mendapatkan pengakuan sebagai warga yang mapan dan berdaya guna mencapai posisi tawar yang lebih setara dalam interaksi sosial. Berdasarkan perspektif Pierre Bourdieu, mobilitas sosial di Tegal Bunder merupakan upaya distingsi melalui konversi modal ekonomi dan sosial menjadi modal simbolik demi legitimasi status. Namun, masyarakat terjebak dalam kekerasan simbolik melalui doxa standar hunian yang memicu paradoks kesejahteraan: pencapaian status sosial justru berbanding lurus dengan peningkatan liabilitas serta kerentanan ekonomi jangka panjang. Penelitian ini memberikan wawasan baru bagi studi sosiologi ekonomi dan pembangunan dengan mengungkap dimensi agensi penerima bantuan yang berani melakukan mobilisasi modal ekstrem demi martabat. Kontribusi utamanya terletak pada identifikasi fenomena 'kerentanan simbolik', di mana kepemilikan hunian layak tidak serta merta meningkatkan kesejahteraan objektif, melainkan menjadi beban finansial yang menegaskan dominasi struktur sosial. Hal ini menantang indikator keberhasilan program bantuan perumahan yang selama ini hanya berfokus pada aspek fisik bangunan.
Sejarah dan Manajemen Pemandian Air Panas Banjar sebagai Objek Wisata serta Sumber Belajar Sejarah SMA Pradnyana, Gede Manik Listu; Arta, Ketut Sedana; Pageh, I Made
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3156

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan objek wisata lokal sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA, khususnya Pemandian Air Panas Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah perkembangan, sistem manajemen, serta kontribusinya sebagai sumber pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan informan kunci, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemandian Air Panas Banjar mengalami perkembangan signifikan dari tahun 1984 hingga 2019, yang ditandai dengan peningkatan fasilitas dan pengelolaan yang lebih terstruktur. Sistem manajemen telah menerapkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan secara efektif. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian pariwisata edukatif berbasis sejarah lokal. Selain itu, pemanfaatan objek ini sebagai sumber pembelajaran sejarah mampu meningkatkan kemampuan analisis sejarah lokal, pemahaman konteks sosial-ekonomi, serta keterampilan berpikir kritis siswa
Sejarah Konflik Agraria: Kasus Sengketa Tanah Kantor Desa Penglatan dengan Pemilik Tanah dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Sugiardani, Putu; Sedana Arta, Ketut; Maryati, Tuty
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang terjadinya sengketa tanah di Desa Penglatan, (2) mengetahui upaya penyelesaian konflik sengketa tanah di Desa Penglatan, dan (3) mengetahui aspek-aspek dai sengketa tanah di Desa Penglatan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling, dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1) Wawancara; (2) Observasi partisipasi, agar observasi partisipasi bisa terarah, maka ditetapkan aspek-aspek yang diobservasi; (3) Analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) untuk mengetahui latar belakang terjadinya sengketa tanah di Desa Penglatan, Kec. Buleleng, Kab. Buleleng; (2) untuk mengetahui upaya penyelesaian sengketa tanah di Desa Penglatan Kec. Buleleng, Kab, Buleleng: (3) untuk mengetahui aspek-aspek dari sengketa tanah di Desa Penglatan yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Aspek yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA yaitu: (1) Aspek Pengetahuan, (2) Aspek Sosial, dan (3) Aspek Historis.