cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Peran Ekspresi Interleukin (IL)-4 dalam Apoptosis Epitel Bronkiolus Mencit Asma Condro S, Runiawan
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.643 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.4

Abstract

ABSTRAKInflamasi kronis pada asma merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keparahan, eksaserbasi, dan remodeling jalan nafas yang ditandai peningkatan apoptosis epitel bronkiolus. Interleukin (IL)-4 merupakan salah satu sitokin tipe Th2 yang merupakan petanda proses inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan antara ekspresi IL-4  dan  apoptosis  epitel  pada  bronkiolus  mencit  asma.  Penelitian  dilakukan  dengan  desain  randomized  control  group menggunakan 18 mencit galur Balb/c yang dibagi dalam kelompok asma dan kontrol. Kelompok asma disensitisasi dengan ovalbumin secara intraperitoneal pada hari ke-0 dan 14, diikuti dengan cara inhalasi setiap 2-3 hari selama 6 minggu. Ekspresi IL-4 pada bronkiolus diperiksa dengan metode imunohistokimia, sedangkan apoptosis epitel bronkiolus dengan metode  TUNEL.  Analisis  statistik  menggunakan  independent  sample  t-test,  Mann-Whitney  U  test,  dan  regresi  linier dengan  interval  kepercayaan  95%.  Jumlah  apoptosis  epitel  bronkiolus  dan  ekspresi  IL-4  meningkat  bermakna  pada 2kelompok asma (p=0,000).Terdapat korelasi positif kuat (r=0,78; r =0,56, p=0,012, y=4,28+0,58x) antara IL-4 dan apoptosis epitel pada bronkiolus. Peningkatan ekspresi IL-4 mempengaruhi peningkatan apoptosis epitel bronkiolus, namun bukan merupakan satu-satunya variabel yang mempengaruhi peningkatan apoptosis epitel bronkiolus.Kata Kunci : Asma, apoptosis epitel, bronkiolus, IL-4,   ovalbuminmencit
INTERVENSI CYTOADHERENCE SEBAGAI PELUANG UNTUK PENCEGAHAN DAN TERAPI MALARIA BERAT Simamora, Dorta; Sumitro, Sutiman B.; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 22, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.666 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2006.022.02.3

Abstract

Abstract  In  malarial  infection,  erythrocytes  infected  wih  Plasmodium  falciparum  bind  to  endothelial  vascular  (endothelial cytoadherence). This binding is implicated in the forming of sequestre and  rosette that affects the vascular circulation, and thus injures  the capillary wall. This mechanism is important in pathogenesis of malarial due to dysfunction of several organs. There are several receptors of  cytoadherence in human e.g Thrombospondine (TSP), CD-36, ICAM-1, and ELAM-1 as well as specific ligands of the parasite  e.g  Plasmodium falciparum Erythrocyte Membrane Protein-1 (PfEMP-1), 220 kDa protein of Pf60, Pf332, sequestrin, Pfaldhesin and STEVOR.  PfEMP-1 has been revealed as a molecule that is responsible for pathogenesis of severe malaria. This protein can pass parasitophorous vacoular membrane (PVM) of the parasite by attaching its molecule to carry Protein Export Elemen (PEXEL) and than go to the surface of erythrocytes in combination with specific helper protein in maeurer cleft.  The intervention on cytoadherence process through blocking of specific ligand directly or blocking the translocation of this ligand to the surface of erythrocytes might be important in regulating the outcome of malarial infection.  Key words : Cytoadherence, severe malaria, intervention, adhesion molecule.
POTENSI Musca domesticaLinn. SEBAGAI VEKTOR BEBERAPA PENYAKIT Hastutiek, Poedji; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.819 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.03.4

Abstract

Musca domestica is a fly which can be found aroundhouse and cage. Its present interference human hygiene, calmness and health. This fly generating many loss at human being and animal because this fly have high potency  in spreading many diseases agents, that are protozoa, worm, virus, bacterium and fungi. Several agents of emerging,reemerging and new emerging diseases can be transferred by M. domestica such as Cryptosporidium parvum, Helicobacter pylori, E.coli O157:H7 and H5N1. Agens removed by M. domestica through regurgitasi, excrete and exoskleleton. Interestingly M. domestica might be act as biological vector. Key words: Musca domestica, agent of disease
Isolat EGCG Teh Hijau Klon GMB4 Menurunkan Ekspresi Protein Faktor Transkripsi C/EBPα dan Kadar Leptin pada Kultur Sel Preadiposit Visceral Tikus Wardhana, Analis W; Ratnawati, Retty; Sujuti, Hidayat
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 4 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.465 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2013.027.04.6

Abstract

Isolat golongan senyawa katekin teh hijau (Camelia sinensis) klon GMB4 dapat dikembangkan sebagai agen terapeutik potensial untuk obesitas. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efek isolat EGCG teh hijau klon GMB4 terhadap ekspresi protein faktor transkripsi C/EBPα dan terhadap kadar protein leptin pada kultur preadiposit viseral tikus. Metode ELISA digunakan untuk mengukur kadar leptin dan immunositokimia untuk ekspresi protein faktor transkripsi C/EBPα. Kultur sel preadiposit viseral tikus yang diisolasi dari tikus Rattus norvegicus Wistar yang ditumbuhkan dalam medium adipogenik dan selanjutnya dipapar dengan isolat golongan senyawa katekin teh hijau (Camelia sinensis) klon GMB4 dengan konsentrasi 0, 50 µM, 100 µM, dan 200 µM. Ekspresi C/EBPα paling rendah terdapat pada konsentrasi isolat EGCG 200 µM. Kadar leptin menurun seiring dengan dosis EGCG yang dinaikkan, sehingga kadar leptin berbanding terbalik dengan dosis EGCG. Kadar leptin terendah pada pemaparan EGCG dengan dosis 200 µM. Dapat disimpulkan bahwa isolat EGCG teh hijau klon GMB4 secara signifikan dapat menurunkan ekspresi  protein faktor transkripsi  C/EBPα pada kultur preadiposit viseral tikus pada konsentrasi 200 µM dan menurunkan kadar protein leptin pada kultur preadiposit viseral tikus pada konsentrasi 50 µM, 100 µM, dan 200 µM.Kata Kunci: C/EBPα, EGCG, GMB4, leptin, sel preadiposit, teh hijau
Evaluasi Pemberantasan Demam Berdarah Dengue dengan Metode Spasial Geographic Information System (GIS) dan Identifikasi Tipe Virus Dengue di Kota Kediri Peristiowati, Yuly; Kusumawardani, Lingga; Hariyono, Hariyono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.957 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.12

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD)  merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat  di Indonesia   dan sering menimbulkan suatu  kejadian luar biasa (KLB). Salah satu yang bisa dilakukan untuk merancang program pemberantasan dan pencegahan DBD yang lebih baik adalah dengan melakukan analisis spasial dengan menggunakan Geographic Informatioon System (GIS). GIS dapat memetakan penyakit berbasis alamat penderita bermanfaat dalam melihat sebaran penyakit sehingga mampu mengidentifikasi daerah yang berisiko tinggi. Selain itu, dilakukannya analisis spasial memungkinkan suatu penyakit untuk dilihat dari berbagai konteks sehingga diharapkan mampu dilakukan perencanaan yang lebih baik dalam memberantas dan mencegah suatu penyakit. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh faktor  keberadaan kontainer air, sanitasi lingkungan  dan kepadatan  vektor terhadap  peningkatan kasus DBD di Kota Kediri. Perilaku masyarakat berpengaruh dalam upaya pencegahan dan pemberantasan DBD terhadap terhadap kejadian penyakit  DBD  di Kota Kediri. Hasil identifikasi tipe virus DHF dengan menggunakan PCR di daerah endemis DBD kota Kediri di dapatkan serotype negative untuk Den-1, Den-2, Den-3 dan Den-4. GIS berperan dalam evaluasi program pemberantasan kasus DBD di Kota Kediri dimana dapat menggambarkan peta daerah kasus endemis DBD di kota Kediri.Kata Kunci:  Demam berdarah, Geographic Informatioon System (GIS), tipe virus dengue 
Rasio Ostoklas dan Osteoblas pada Tulang Alveolar Model Tikus Diabetes dengan Aplikasi Gaya Ortodonti Hikmah, Nuzulul; Shita, Amandia Dewi Permana; Maulana, Hafiedz
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.01.11

Abstract

Pergerakan gigi secara ortodonti diperoleh melalui remodeling tulang alveolar dan jaringan periodontal sebagai respon terhadap adanya gaya ortodonti. Diabetes dapat mempengaruhi remodeling tulang alveolar. Remodeling tulang alveolar meliputi proses resobsi tulang yang diperankan oleh sel osteoklas, serta pembentukan tulang yang diperankan oleh sel osteoblas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio osteoklas dan osteoblas tulang alveolar pada model tikus diabetes oleh karena aplikasi gaya ortodonti. 24 ekor tikus Wistar dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 3 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan diabetes dengan aplikasi gaya ortodonti yang berbeda (10, 20, dan 30 gramforce/grf). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi gaya ortodonti pada model tikus diabetes menyebabkan peningkatan rasio osteoklas dan osteoblas tulang alveolar di daerah tekanan dan tarikan pada ligamen periodontal.
Aktivitas Larvisida Ekstrak Terpurifikasi Rimpang Zingiber zerumbet(L) Smith terhadap Larva Aedes aegypti Murini, Tri; Wahyuningsih, Mae Sri Hartati; Tunggul Satoto, Tri Baskoro; Fudholi, Achmad -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.2

Abstract

Saat ini ditemukan bahwa larva nyamuk telah  resisten terhadap larvisida konvensional. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan larvisida baru dari sumber bahan alam seperti rimpang Z. zerumbet, pada penelitian yang sebelumnya berpotensi sebagai larvisida pada Artemia salina Leach dan Anopheles nunestovary. Aktivitas larvisida ekstrak metanol rimpang Z. zerumbet yang telah dipurifikasi belum pernah diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aktivitas larvisida ekstrak terpurifikasi rimpang Z. zerumbet terhadap larva Ae. aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi laboratories dengan rancangan post test-only control group. Penelitian ini  dilakukan pada dua ekstrak yaitu  ekstrak metanol rimpang Z. zerumbet dan ekstrak metanol rimpang Z. zerumbet yang dipurifikasi dengan petroleum eter (PE). Dua puluh lima  larva instar III-IV Ae. aegypti  dipapar dengan tujuh konsentrasi yang berbeda dari ekstrak metanol rimpang Z. zerumbet. Tingkat kematian  larva dihitung dan kemudian dianalisis dengan menggunakan regresi analisa probit untuk mendapatkan LC50. Setelah mengetahui LC50 tersebut, studi dilanjutkan dengan purifikasi ekstrak metanol Z. zerumbet menggunakan PE sebagai pelarut. Hasil ekstrak yang telah dipurifikasi baik yang larut maupun tidak larut PE diperlakukan pada  larva instar III-IV Ae.aegypti menggunakan metode yang sama seperti yang  disebutkan terdahulu. Nilai LC50 ekstrak metanol, larut PE dan tidak larut PE hasil purifikasi ekstrak metanol rimpang Z. zerumbet adalah 153,57±4,01 ppm; 67,01±2,35 ppm; dan 2287±147,91 ppm. Purifikasi ekstrak metanol rimpang Z. zerumbet  yang larut PE memiliki aktivitas larvisida yang kuat terhadap larva instar III-IV  Ae. aegypti  dan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan larvisida  baru.
Prevalensi Buta Warna pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Purwoko, Mitayani
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.15

Abstract

Buta warna adalah ketidakmampuan seseorang untuk membedakan beberapa warna yang dapat dibedakan oleh orang lain. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi pada gen OPN1LW, OPN1MW, dan OPN1SW. Keadaan ini diturunkan dengan pola X-linked atau bisa juga didapat setelah lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi buta warna pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang yang menggunakan data sekunder. Besar sampel sebanyak 174 orang diambil dengan metode stratified random sampling di Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Agama Islam. Mahasiswa yang dipilih adalah mahasiswa angkatan 2017 yang namanya terdaftar di www.forlap.dikti.go.id. Data status penglihatan warna diambil dari arsip skrining buta warna milik Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran UM Palembang. Skrining buta warna dilakukan tim kesehatan penerimaan mahasiswa baru, yang terdiri dari 7 dokter umum, dengan menggunakan Buku Ishihara sebagai alat bantu. Sampel terdiri dari 88 orang laki-laki (50,6%) dan 86 orang perempuan (49,4%). Penelitian ini hanya menemukan 1 subjek penelitian dengan buta warna (0,6%) berjenis kelamin laki-laki. Angka ini lebih rendah dari angka kejadian nasional yaitu 0,7% dan angka kejadian di Sumatera Selatan 12,8%. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori bahwa biasanya buta warna terjadi pada laki-laki karena memperoleh kromosom X dari ibu yang membawa alel buta warna. Kesimpulan, prevalensi buta warna pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang tergolong rendah bila dibandingkan prevalensi nasional.
Latihan Renang Intensitas Berat Lebih Meningkatkan Kekuatan Daya Rentang Utami, Yulian Wiji
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.507 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.01.6

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to prove that light intensity and heavy intensity of swim training can improvewide area of cross section, amount of fibroblas cell and thick of sharpey's fibre at achiles tendon. This studyused separate sample pretest-posttest control group design, with experimental animals the white rat (Rattusnorvegicus strain Wistar) Male, age around 3 weeks, counted 28 tails. Two treatment type that given were (1)light intensity of swim training (with giving of burden 3% Body Weight) and (2) heavy intensity of swim training(with giving of burden 9% Body Weight). Data is analysis by descriptive statistic, MANOVA and deskriminantest with trust level of 95%. Result of study was showed light intensity of swim training and heavy intensity, tobe increasing of wide area of cross section, amount of fibroblas cell and thick of sharpey's fibre compare toposttest control. MANOVA test result to respon change of treatment effect which get that treatment givesignificant difference (Trace Holtelling's, p<0,05). From discriminant test result was showed variable amountof fibroblas cell and thick of sharpey's fibre showing that have significant contribution of change response oftreatment (p<0,05), while variable wide area of cross section not showed significant contribution have ameaning of response change of treatment effect ( p>0,05).Keywords: intensity of swim training, wide area of cross section, fibroblas cell, sharpey’s fibre.
RESISTENSI OBAT MALARIA: MEKANISME DAN PERAN OBAT KOMBINASI OBAT ANTIMALARIA UNTUK MENCEGAH Simamora, Dorta; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.929 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.02.4

Abstract

Multi drug resistance (MDR) of malariae parasite iscaused by decreasing ability of some antimalarial  drugs examples chloroquine, mefloquine, antifolate and atovaquone  to Plasmodium. Resistance to artemisin has not beenfound yet. Antimalaria drug resistance happened because some factors especially : genetic factor (gene mutation)  of the Plasmodium. Mechanism pathway of resistance differsin location, because the different target drug action. Resistance migh be reduce by using combination therapy. Key words: resistance, Plasmodium falciparum, antimalaria combination