cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Pengaruh Pemberian Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Lam) terhadap Kadar TNF-Α, Il-6 dan Nf-Κb pada Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kusumastuty, Inggita; Adi, Prasetyo; Harti, Leny Budhi; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.12

Abstract

Peningkatan stres oksidatif dapat memicu inflamasi yang berperan dalam perkembangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Daun ubijalarungu/Purple Sweet Potato Leaves (PSPL) memiliki kandungan polifenol yang tinggi yaitu sebesar 1805mg GEA (gallic acid eguivalent) dalam 100 gram tepung PSPL. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian daun ketela ungu terhadap perbaikan marker inflamasi yaitu TNF-α, IL-6, dan NF-κB pada tikus yang dipapar asap rokok. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu tidak dipapar asap rokok, dipapar asap rokok, dan dipapar asap rokok dengan penambahan PSPL sebesar 0,07g, 0,14g, dan 0,28g selama 30 hari dalam bentuk tepung. Pengukuran TNF-α, IL-6, dan NF-κB dilakukan dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus yang dipapar asap rokok dan ditambahkan tepung PSPL sebesar 0,14 g memiliki kadar TNF-α, IL-6, dan NF-κB paling rendah jika dibandingkan dengan kelompok yang terpapar asap rokok dengan dua dosis PSPL lainnya.Kata Kunci: Daun ubi jalar ungu, IL-6, NF-κB, paparan asap rokok, TNF-α
Pengukuran Kinerja Unit Pemasaran RSI Unisma Malang Menggunakan Balanced Scorecard Rahmayanti, Fida; David, David; Sarwiyata, Tri Wahyu
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.13

Abstract

Berdasarkan analisis akar masalah didapatkan bahwa rendahnya pilihan pasien terhadap RSI Unisma Malang salah satunya disebabkan karena kinerja unit pemasaran dinilai kurang efektif. Oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran kinerja unit pemasaran di RSI Unisma Malang. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja unit yaitu dengan balanced scorecard. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui skor atau penilaian kinerja unit pemasaran menggunakan balanced scorecard. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja unit pemasaran RSI Unisma Malang adalah cukup. Hasil pengukuran pada perspektif keuangan mencapai skor 1 yang artinya kinerja unit pemasaran pada perspektif keuangan telah mencapai prestasi diatas standar. Standar yang dimaksudkan adalah capaian yang diharapkan pada masing-masing indikator yang ditetapkan. Pada perspektif pelanggan mendapatkan skor -1 yang artinya kinerja unit pemasaran berdasarkan perspektif pelanggan belum sesuai standar. Pada perspektif proses bisnis internal, tahap inovasi sudah memenuhi target pencapaian bahkan melebihi target sehinga mendapatkan skor 1. Pada tahap operasi sebagian besar mendapat skor 0, namun terdapat satu indikator yang hanya mendapat skor -1. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja unit pemasaran pada perspektif ini sebagian belum sesuai standar. Pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mendapatkan nilai puas pada indikator kepuasan karyawan sehingga mendapat skor 1, sedangkan pada retensi karyawan mendapatkan mendapat skor 0 yang berarti sesuai dengan standar, dan untuk pelatihan karyawan mendapatkan skor -1 yang berarti dibawah standar.Kata Kunci: Balanced scorecard, pengukuran kinerja, unit pemasaran 
Prevalensi Infeksi Hepatitis B pada Ibu Hamil di Malang Mustika, Syifa; Hasanah, Dian
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.13

Abstract

Ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi mereka selama kehamilan atau persalinan, sehingga penapisan perlu dilakukan untuk mengetahui prevalensi ibu hamil yang mengidap hepatitis B di wilayah Malang. Penapisan dilaksanakan di dua Puskesmas Kota Malang yaitu Dinoyo dan Kedungkandang, dua Puskesmas Kabupaten Malang yaitu Sumberpucung dan Gondanglegi, serta RS Hermina. Peserta diberikan penyuluhan, dilakukan anamnesis, pemeriksaan tanda-tanda vital, dan pengumpulan sampel darah pada ibu hamil yang setuju berpartisipasi. Serum peserta dilakukan pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBS, metode yang digunakan adalah ELISA. Terdapat 156 ibu hamil mengikuti penapisan. Rerata usia peserta adalah 28,55,8 tahun dan rerata usia saat menikah adalah 22,53,8 tahun. Didapatkan prevalensi hepatitis B sebesar 1% dan 8% anti-HBs yang positif pada pasien dengan HBsAg negatif. Data ini diharapkan menjadi dasar kebijakan tentang pencegahan hepatitis B, seperti penggalakan vaksinasi hepatitis B dan edukasi hepatitis B ke populasi yang lebih luas.
Pengaruh Parenting Class Kesehatan Reproduksi Remaja terhadap Pengetahuan dan Sikap Orangtua dalam Pencegahan Kehamilan Remaja Mediastuti, Fitriani; Revika, Era
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.609 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.03.11

Abstract

Kehamilan pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkelanjutan. Salah satu faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap perilaku seksual remaja adalah keluarga. Interaksi dengan orangtua sangat mempengaruhi perkembangan individu remaja. Keterlibatan orang tua dan komunikasi orangtua dengan anak dapat mempromosikan perilaku sehat, sehingga mencegah remaja untuk hamil. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas model parenting class kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap orangtua dalam pencegahan kehamilan remaja.Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest control design. Lokasi penelitian di Wilayah Desa A dan B Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan paired t-test dan menggunakan bantuan software stata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan pada kelompok intervensi memiliki perbedaan yang signifikan (p value=0,01); sedangkan pada kelompok kontrol di antara pretest dan posttest terdapat perbedaan yang tidak signifikan (p value=0,87). Variabel sikap pada kelompok intervensi terdapat perbedaan yang signifikan (p value=0,01); sedangkan pada kelompok kontrol di antara pretest dan posttest terdapat perbedaan yang tidak signifikan (p value=0,97). Model parenting class kesehatan reproduksi remaja efektif terhadap pengetahuan dan sikap orangtua dalam pencegahan kehamilan remaja.
Susu Kedelai Menurunkan Resistensi Insulin pada Model Diabetes Melitus Tipe 2 Handayani, Wiwik; Rudijanto, Ahmad; Indra, Mohammad Rasjad
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.008 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.02.2

Abstract

Type 2 Diabetes mellitus (T2DM) is characterized by hyperinsulinemia and hyperglicemia. Soy bean Milk ishigh nutrient drink, especially its protein contain. Several researches demonstrated that soy bean proteindecrease plasma insulin and blood glucose level. The aim of this study is to investigate the effect of soy beanmilk in reducing insulin resistance of rat T2DM Model. This experimental study used pre and post test controlgroup design. Male Rattus norvegicus wistar strain 8 week old were used as animal model. T2DM rats wereconstructed by giving high fat diet and continue with injection of low dose of streptozotocin. Rats were dividedinto 7 groups (1) Negative control group (2) Positive control group (T2DM rat without soy bean milk) (3) T2DMrat that treated with genistein 15 g/kgBW (4) T2DM rat that treated with soy bean milk 10 ml/kgBW/day (5)DMT2 rat that treated with soy bean milk 30 ml/kgBW/day (6) T2DM rat that treated with soy bean milk 60ml/kgBW/day and (7) T2DM rat that treated with soy bean milk 90 ml/kgBW/day.
PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN ASAM FOLAT, EKSTRAK GINKGO BILOBA, DAN METHYL COBALAMIN TERHADAP INDEKS APOPTOSIS DAN EKSPRESI CASPASE 3 PADA INTOKSIKASI METANOL SEL GANGLION RETINA Prayitnaningsih, Seskoati; Sumarno, Sumarno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 21, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.711 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2005.021.02.5

Abstract

ABSTRACT Permanent  visual  damage  caused  by  methanol  intoxication  has  been  associated  with  prolonged  exposures  to  blood formate  concentrations.  Formate  accumulation  disrupt  mitochondrial  energy  production,  which  subsequently  lead  to caspase 9, 3 activation and finally causes apoptosis.  Folic acid (FA) has been used as adjunctive therapy to enhance the rate  of  formate  metabolism.  Extract  Ginkgo  biloba  (EGb)  the  most  popular  herbal  therapy  possess  is  antioxidant  and antiapoptotic capacity. On the other hand, Methyl cobalamin, a kind of endogenous co enzyme B 12 can promote nucleic acid and protein synthesis. To compare the effect of FA, (EGb), and Methyl Cobalamin (MC) to Apoptotic Index (AI) and Caspase 3 expression of  retinal ganglion cell induced by methanol intoxication (MI). Experimental study was conducted in Pharmacology and Biomedic laboratory of Brawijaya University for two weeks. Fifteen rats were included, and divided into five groups: (a) control, (b) Methanol Intoxication only, (c) Folic Acid 1 mg day per os, (d) Extract Ginkgo biloba 50 mg/kb  per  os,  and  (e)  Methyl  Cobalamin  500  microgram/kg  intraperitoneally  for  three  days.  MI  were  done  by  giving methanol 4 g/kg in the first day, and 2 g/kg for two days after. Apoptotic Index and Caspase 3 expression were assessed
KADAR MDA DAN RASIO GSH/GSSH PADA KEHAMILAN NORMAL,PREEKLAMPSIA BERAT DAN EKLAMPSIA DI MALANG Candra, Siti; Widodo, M Aris; Suwarto, Soetomo; Muliartha G, I Ketut
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.124 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.01.6

Abstract

Preeclampsia is marked by vasospasme, increasing peripheral vascular resistance and permeability, endothelial cell and reducing organ perfusion. It occurs because of the increasing of lipid hydroperoxides. The uncontrolled production of lipid hydroperoxides causes oxidative stress and destroyscell integrity. Oxidative stress condition expressthe increasing oxidant and decreasing antioxidant. One of the antioxidant is GSH that is used to neutralize the increasing of Malondialdehyde (MDA) level. The objective of this study was to see the difference of MDA content and GSH. GSSG ratio between the normal pregnancy, preeclamsia and eclampsia. This study was cross sectional study. The samples were 36 blood plasma consisted of 12 normal pregnancy, 12 preeclampsia and 12 eclampsia before birth. The bloodplasma, was measured for its MDA level and the GSH/GSSH ratio.The result showed that the level of MDA of plasma in preeclamptic and eclamptic pregnancy were higher than normal pregnancy p=0.000, due to lipid peroxidation resulted  from increased production of lipid hydroperoxides on preeclamptic  and eclamptic pregnancy.
Potensi Kadar Neopterin sebagai Biomarker untuk Monitoring Kemajuan Terapi TB Paru pada Anak Sholeh, Aunillah Hamid; Raras, TY Mardining; Kusuma, HMS Chandra
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 4 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2013.027.04.7

Abstract

Kadar neopterin plasma ditemukan berhubungan dengan efikasi terapi pada tuberkulosis paru pasien dewasa. Penanda biologis untuk diagnosis tuberkulosis pada anak masih terus diteliti. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi peran neopterin sebagai penanda biologis untuk mengevaluasi keberhasilan terapi standar tuberkulosis paru pada anak. Sebanyak 25 pasien dengan tuberkulosis paru diikuti selama enam bukan. Kadar neopterin plasma diukur dengan metode ELISA sebelum terapi, 2, 4, dan 6 bulan sesudah terapi. Sepuluh anak sehat ditetapkan sebagai kontrol. Hasil menunjukkan pada semua pasien kadar neopterin tertinggi didapatkan sebelum terapi dengan rerata 0,27 (SD 0,09c ) ng/mL. Kadar neopterin plasma pada kelompok kontrol  1,50 (SD 0,18) ng/mL, sebelum terapi 1,12 (SD 0,22) ng/mL, bulan kedua 1,08 (SD 0,22) ng/mL, bulan keempat 0,97 (SD 0,35) ng/mL, dan bulan keenam 0,45 (SD 0,29) ng/mL. Kadar neopterin tertinggi didapatkan sebelum terapi yang kemudian menurun secara bertahap sesuai terapi bersamaan dengan perbaikan gejala klinis. Kadar neopterin pada kontrol lebih tinggi dibandingkan pasien selama masa pengamatan. Dapat disimpulkan kadar neopterin plasma mempunyai potensi sebagai biomarker kemajuan terapi tuberkulosis paru anak.Kata Kunci: Anak, biomarker, neopterin plasma, terapi, tuberkulosis paru
Effervescent Rosela Ungu Mencegah Penurunan Nilai SOD dan Mencegah Nekrosis Hepar Tikus Wistar yang Diberi Minyak Jelantah Maulana, Hafiz Iqbal; Ulilalbab, Arya; Priyanto, Anugerah Dani; Estiasih, Teti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.536 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.5

Abstract

Effervescent rosela ungu merupakan salah satu bentuk diversifikasi pangan lokal yang tinggi antioksidan. Antioksidan memiliki efek mencegah reaksi oksidasi sehingga tidak sampai terjadi stres oksidatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek antioksidan effervescent rosella ungu dalam mencegah penurunan SOD dan mencegah kerusakan sel hepar tikus wistar. Penelitian ini disusun menggunakan Post-test Only Control Group Design dengan Rancangan Acak lengkap (RAL), menggunakan tikus wistar jantan sebanyak 16 ekor dan lama perlakuan selama 4 minggu. Terdapat 4 kelompok, kontrol negatif (pakan standar + 3ml aquadest), kontrol positif (pakan standar + minyak jelantah 1ml 118mek/kg + 2ml aquadest), perlakuan dosis I (pakan standar + minyak jelantah 1ml 118mek/kg + effervescent rosela ungu 3g/2ml), dan perlakuan dosis II (pakan standar + minyak jelantah 1ml 118mek/kg + effervescent rosella ungu 6 g/2 ml). Hasil pengamatan dianalisa dengan ANOVA dan dilanjutkan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan uji in vivo berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap nilai SOD serum. Pengamatan sel hepar tikus wistar secara histopatologi menunjukkan kelompok perlakuan dosis I maupun dosis II mampu mencegah terjadinya stres oksidatif dengan indikasi sangat sedikit sel hepar yang mengalami nekrosis.Kata Kunci: Antioksidan, effervescent, minyak jelantah, SOD, nekrosis hepar, rosela ungu
Faktor Penyebab Waktu Tunggu Lama di Pelayanan Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Blambangan Purwanto, Heri; Indiati, Indiati; Hidayat, Taufiq
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.8

Abstract

Instalasi Farmasi RSUD Blambangan merupakan revenue center bagi Rumah Sakit. Waktu tunggu pelayanan Apotek Rawat Jalan RSUD Blambangan belum sesuai Standar Pelayanan Minimal Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menentukan akar permasalahan dan menentukan alternatif solusi atas permasalahan waktu tunggu pelayanan Instalasi Farmasi. Metode untuk mengidentifikasi akar masalah digunakan analisis tulang ikan (fish bone ishikawa) dan dilakukan Focus Group Discussion. Untuk memprioritaskan akar masalah ini digunakan metode USG (Urgency, Serious, and Growth). Metode untuk alternatif solusi adalah Mc. Namara. Hasil penelitian menunjukan 3 akar masalah yaitu proses screening lama dan satu loket, jauhnya Poli Penyakit Dalam sebagai resep terbanyak, tempat penerimaan resep BPJS dan umum jadi satu loket. Solusi terpilih adalah menambah tenaga screening dan loket antrian. Sebelum menambah tenaga screening dan loket antrian, waktu tunggu rata-rata obat jadi 70,81 menit, racikan 139,85 menit. Setelah solusi waktu tunggu rata-rata obat jadi 63,88 menit, racikan 108 menit. Hasil solusi waktu tunggu mengalami penurunan, obat jadi 7 menit, racikan 31 menit.Kata Kunci: Antrian, instalasi farmasi, loket antrian, screening, waktu tunggu