cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Laporan Kasus: Multiple Myeloma Non Sekretorik Kusuma, Ihda Dian; Norahmawati, Eviana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.153 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.19

Abstract

Multiple Myeloma (MM) adalah keganasan sel plasma yang termasuk golongan Malignant Small Round Cell Tumor ditandai oleh ekspansi immunoglobulin monoklonal dan akumulasi abnormal sel plasma di dalam kompartemen sum-sum tulang. Kami laporkan kasus MM non sekretorik yang jarang ditemui yaitu pasien laki-laki 54 tahun yang datang dengan keluhan benjolan pada paha kiri dan benjolan pada bahu kanan dengan hipogammaglobulinemia dan protein Bence Jones negatif. Hasil pemeriksaan klinis, radiologi, dan biopsi menunjukkan hasil sesuai MM dengan diagnosis banding  metastase karsinoma dan Non Hodgkin's Lymphoma. Hasil pulasan immunohistokimia CD 20 (-), sitokeratin () dan LCA (-) menyingkirkan diagnosis banding dan dikonfirmasi dengan hasil biopsi sumsum tulang yaitu suatu plasmasitomatosis. Pasien didiagnosis dengan multiple myeloma non sekretorik. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan klinis dan penunjang sangat diperlukan untuk menegakkan diagnosis MM non sekretorik dengan tepat dan kombinasi beberapa pemeriksaan immunohistokimia dapat membantu penegakan diagnosa.Kata Kunci: Hipogammaglobulinemia, Multiple Myeloma non sekretorik
Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata) dalam Menurunkan Kadar TNFα dan Meningkatkan Kadar NO Uji Coba pada Mencit Swiss yang Diinokulasi Plasmodium Berghei K, Maria Estela; H, Fransisca Prameshinta; Dharmana, Edi; Kisdjamiatun, RA
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.01.8

Abstract

Ekstrak daun sirsak (Annona muricata) mengandung antioksidan seperti flavanoid, acetogenins yang memiliki peran sebagai antiplasmodium secara in vitro. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh ekstrak etanol daun sirsak terhadap penurunan kadar Tumor Necrosis Fakctor-alpha (TNFα) dan peningkatan kadar Nitric Oxide (NO) pada limpa mencit Swiss betina yang diinokulasi Plasmodium berghei ANKA. Desain penelitian ini adalah Post Test only randomized Control Group Design. Sampel terdiri dari mencit Swiss normal (K-), mencit yang diinokulasi P. berghei ANKA (K+), mencit yang diberikan ekstrak daun sirsak 100 mg/KgBB/hari (P1), mencit yang diberikan ekstrak daun sirsak 200mg/KgBB/hari (P2), mencit yang diinokulasi P. berghei ANKA dan diberikan ekstrak 100mg/KgBB/hari (P3), mencit yang diinokulasi P. berghei ANKA dan diberikan ekstrak 200mg/KgBB/hari (P4). Rerata kadar TNFα kelompok P4 lebih rendah di banding kelompok yang lain (X=403,88). Uji Bonferroni kelompok P4 berbeda bermakna (p=0,04). Rerata kadar NO kelompok P3 (0,93) lebih tinggi dibanding K(+) dan P4. Hasil uji Mann whitney menunjukkan bahwa kadar NO berbeda bermakna antara K(+) dengan K(-), K(+) dengan P1, K(+) dengan P2, K(-) dengan P4, P1 dengan P4, P2 dengan P4. Hasil uji korelasi Spearmen Rank antara kadar TNFα dan NO menunjukkan adanya korelasi (p <0,05).
Kombinasi Artesunat Injeksi dan Ekstrak Brotowali (Tinospora crispa (L) Miers) Menurunkan Derajat Parasitemia serta Meningkatkan Ekspresi HSP70 dan Endoglin pada Mencit C57BL/6J yang Diinfeksi Plasmodium berghei Swastomo, Rahadi; Budiarti, Niniek; Fitri, Loeki Enggar; Poeranto, Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.3

Abstract

Penemuan kombinasi terapi baru untuk malaria dianggap penting karena kemampuan resistensi dari Plasmodium terhadap pengobatan terdahulu. Sebanyak 18 mencit dibagi ke dalam kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok artesunat, serta kelompok kombinasi artesunat dengan brotowali (dosis 50 mg, 60 mg dan 70 mg). Selain kontrol negatif, semua mencit diinfeksi Plasmodium berghei. Selanjutnya diamati derajat parasitemianya sampai hari ke-7, kemudian dilakukan pemeriksaaan imunohistokimia guna mengetahui ekspresi HSP70 dan endoglin pada otak mencit. Kombinasi artesunat injeksi dan ekstrak brotowali terbukti dapat menurunkan derajat parasitemia lebih baik dari pemberian terapi tunggal artesunat dan meningkatkan ekspresi HSP70 dan endoglin. Kesimpulannya, kombinasi terapi malaria menggunakan artesunat dan brotowali terbukti berpotensi sebagai terapi kombinasi yang efektif terhadap malaria karena mampu menurunkan derajat parasitemia sampai 0% dan meningkatkan ekspresi HSP70 dan endoglin pada otak mencit C57BL/6J secara signifikan. 
Efek Hepatotoksik Jus Pinang Muda (Areca catechu) pada Tikus Rahman, Ave Olivia
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.994 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.3

Abstract

Hepatoksik akibat obat dan herbal merupakan penyebab kerusakan hepar yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Jus pinang muda (Areca catechu) merupakan minuman herbal yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat di Jambi sebagai penambah stamina dengan takaran 5 biji pinang setara dengan 20gr/70kgBB atau 250mg/kgBB. Berdasarkan beberapa studi, pinang dosis 1000mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah, sedangkan median lethal dose (LD 50) adalah >15.000mg/kgBB. Efek konsumsi jus pinang jangka panjang terhadap organ hepar belum diketahui. Penelitian ini merupakan uji pendahuluan untuk melihat efek pemberian jus pinang selama 45 hari terhadap organ hepar. Hewan coba adalah Rattus norvegicus galur Sprague Dawley, jantan, 2-3 bulan, berat 150-200 gram yang setelah diaklimatisasi dan dibagi secara random ke dalam 4 kelompok yaitu Kelompok I diberikan aquadest, kelompok II, III dan IV diberikan masing-masing jus pinang dosis 250mg/kgBB, 1.000mg/kgBB, dan 10.000mg/kgBB. Perlakuan diberikan sekali sehari selama 45 hari. Dilakukan pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoxillin Eosin. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan gambaran kerusakan tipe hepatoseluler yaitu perdarahan, dilatasi sinusoid, inflamasi portal, inflamasi lobular, lobular dissarray, nekrosis, interface hepatitis dan mikrosteatosis pada kelompok jus pinang dengan derajat kerusakan hepar pada dosis 10.000mg/kgBB lebih berat. Konsumsi jus pinang dosis 250-10.000mg/kgBB selama 45 hari dapat menimbulkan kerusakan hepar pada tikus.
Kuantitas, Kualitas, dan Daya Fagositosis Neutrofil pada Saliva dan Darah Bayi Baru Lahir dengan Faktor Risiko Sepsis Yunanto, Ari; Chandra, MS; Widjajanto, Edi; Widodo, M Aris
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.774 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.02.7

Abstract

Sepsis neonatal adalah  sindrom klinik pada bulan pertama kehidupan bayi akibat  respons  sistemik  terhadap  infeksi.   Analisis saliva menjadi sumber daya penting untuk mengevaluasi kondisi saliva pada  implikasi keadaan  fisiologis dan patologis,  yang berguna sebagai sarana untuk diagnosis penyakit. Neutrofil merupakan merupakan sel yang pertama kali datang di lokasi inflamasi dan merupakan komponen seluler utama untuk respon natural selama infeksi akut, influks ke saliva  terjadi  terus-menerus. Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kuantitas neutrofil saliva dan darah bayi baru lahir dengan risiko sepsis. Sebanyak 30 sampel dari saliva dan darah bayi dengan risiko sepsis diambil sebagai kasus serta 30 sampel saliva dan darah bayi sehat sebagai kontrol. Terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah neutrofil, daya fagositosis (30 menit dan 60 menit), ekspresi TLR2 & TLR4, myeloperoksidase (MPO), H2O2, dan laktoferin (LTF) pada saliva dan darah bayi kasus dibandingkan dengan saliva dan darah bayi kontrol. Hasil menunjukkan neutrofil saliva dapat digunakan sebagai salah satu biomarker adanya sepsis neonatal awitan dini.Kata Kunci: Fagositosis, H O LTF, MPO, neutrofil, sepsis neonatal, TLR2, TLR4 2 2,
PENGARUH GAYA BERENANG (GAYA BEBAS DAN GAYA DADA) TERHADAP PERUBAHAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMUM Dennison, Dennison; Sriwahyuni, Endang; Wardhani, Viera
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 2 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.957 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2003.019.02.5

Abstract

ABSTRACT Swimming  is  frequently  used  to  improve  the  individual  physical  endurance.  Most  of  the  studies  have  proved  that  swimming  can improve the maximum oxygen volume effectively, but none of them compare the differences in the swimming styles. The study was aimed to analyse the differences of swimming styles in improving maximum oxygen volume, so it can be used as basis for physical training scheme. A pretest-posttest experimental design was conducted in two sample group  (front crawl stroke group and breast stroke  group)  consists  of  six  people  in  each  group.  The  samples  were  selected  based  on  questionaire  to  control  the  confounding variables, ie: sex, age, height, weight, training habit and health status (anemia, heart disease and respiratory distress). The training method were carried out in 12 session in 4 weeks (3 session per week) by increasing the swimming distance gradually. Each session arrangement was consists of warming up - training in short sets with rests - relaxation. The maximum oxygen volume was measured using Cooper method and the result was analyzed using independent sample t-test with SPSS 11. The result shows that there is a significant difference in maximum oxygen volume improvement  (t= -4.718, CI 95% = lower: -5.014; upper: -1.722, p= 0.002) in which the result in breast stroke group has  a higher improvement (mean: 6.313, sd: 1.378)
SKOR KEBOCORAN VASKULER SEBAGAI PREDIKTOR AWAL SYOK PADA DEMAM BERDARAH DENGUE Setiati, Tatty Ermin; Retnaningsih, Anastasia; Supriatna, Mohmad; Soemantri, Agustinus
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 21, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.547 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2005.021.01.4

Abstract

The prediction of shock in Dengue Hemorrhagic Fever is difficult to made, hence, is difficult to detect  shock as early as possible. This results in delayed management and ultimately can cause death. Serum levels of protein, albumin, hematocrit, and PEI which are markers of vascular leakage hoped to be able to be used as predictor of  shock in DHF. The aim of this study was to develop a scoring system, the Vascular Leakage Score (VLS) that could be used as the predictor of shock and to define the probability ofshock from each total score. This was a cross-sectional, observational analytic study, in RSDK, Semarang from 2001-2003. The samples were 138 children with DHF, aged 3-14 years old, divided into 52 cases of DHF without shock, and 76 cases of Dengue Shock Syndrome. Serum levels of protein, albumin, PEI, and hematocrit were obtained at admission. Then, a classification was made upon the four parameters mentioned above, based on the ROC curve analysis from the previous studies, and based on the WHO’s criteria. To develop a formula for VLS, we gave points-weight for each parameter to calculate the β-coefficient, then continued with calculation of DSS probability based on total combination of the four categories above, using a logistic-regression analysis of multivariate.
Probiotik Menurunkan Ekspresi TLR2 dan Aktivasi NF-Kb p50 pada Sel Mononuklear Darah Mencit yang T erpajan Lipopolisakarida E.Coli HM, Ni Luh Putu; Sumakto, Sumakto; Santoso, Sanarto
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.655 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.03.11

Abstract

Beberapa tahun terakhir banyak penelitian dilakukan untuk melihat penggunaan probiotik untuk pencegahan maupun untuk  pengobatan.  Salah  satu  penggunaan  probiotik  adalah  dalam  pengobatan  diare.  Penggunaan  probiotik  tersebut berdasarkan  respon  imun  yang  dapat  ditimbulkan  oleh  probiotik  baik  di  dalam  mukosa  usus  maupun  di  sel-sel mononukklear .  Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh probiotik terhadap aktivasi T oll-like receptor (TLR2), TLR4, Nuclear Factor Kappa B p50 dan p65 pada sel mononuklear darah yang terpajan dengan LPS E.coli.Mencit Balb/c dibagi  dalam  4  kelompok  perlakuan.  Satu  kelompok  mendapat  LPS  pada  hari  pertama  dilanjutkan  dengan  probiotik selama  7 hari, satu  kelompok LPS saja,  satu  kelompok probiotik selama  7 hari dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Dilakukan pemeriksaan  imunositokimia pada sel  mononuklear yang  mengekspresikan TLR2, TLR4, dan aktivasi  p50 NF-kB dan  p65  NF-kB. Hasil  penelitian  menunjukkankelompok  LPS  dan  probiotik  peningkatan  ekspresi  TLR2  dan  TLR4,  serta aktivasi NF-kB p50 dan p65, sedangkan pemberian pemberian probiotik mampu menurunkan ekspresi TLR2 dan aktivasi NF-kB p50 (p<0,05) yang disebabkan oleh LPS. Probiotik pada keadaan pajanan dengan LPS E.coli lebih mempengaruhi penurunan  ekspresi  TLR2  dan  menurunkan  aktivasi  NFkB  p50,  yang  diharapkan  mampu menurunkan  reaksi  inflamasi karena  pemberian  LPS.
Pengembangan Model Jenjang Karir Perawat Klinis di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Kolibu, Febi Kornela; Hariyanto, Tatong; Pusparahaju, Arhwinda
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.633 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.24

Abstract

Perawat klinik di RSBB terdiri dari pegawai tetap dan pegawai kontrak. Pengembangan karir yang selama ini dilaksanakan di RSBB berdasarkan masa kerja dan pelatihan yang diikuti oleh perawat belum dilaksanakan sesuai dengan jenjang karir profesional perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengembangan karir perawat klinik di rumah sakit Baptis Batu (RSBB) dan menyusun rancangan pengembangan karir profesional perawat di rumah sakit Baptis Batu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan selama bulan Oktober-November 2013. Data diperoleh dengan wawancara dan focus group discussion (FGD) dengan Direktur rumah sakit, manajer sumber daya manusia, kepala komite keperawatan, manajer keperawatan, kepala-kepala ruangan dan perwakilan perawat di unit rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat (96,7%) memiliki latar belakang pendidikan DIII keperawatan, belum terdapat pola khusus dalam pelaksanaan recruitment, rotasi dan promosi perawat. Rancangan jenjang karir profesional perawat di RSBB disusun berdasarkan latar belakang pendidikan, masa kerja dan uji kompetensi. Dari setiap level jenjang karir, perawat akan dibagi dalam kategori perawat junior, middle dan senior dan diikuti dengan pemberian penghargaan berupa remunerasi.Kata Kunci: Pengembangan karir, perawat klinik
Efek Cuka Apel dan Cuka Salak terhadap Penurunan Glukosa Darah dan Histopatologi Pankreas Tikus Wistar Diabetes Zubaidah, Elok
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.7

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang terjadi karena kelainan sekresi insulin sehingga glukosa dalam darah mengalami peningkatan dan ditandai dengan perubahan progresif terhadap struktur histopathologi sel beta pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian cuka apel dan cuka salak terhadap glukosa darah serta perubahan histopathologi pankreas pada tikus wistar jantan yang telah diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian dilakukan dengan Post Test Only Control Group Design. Tikus dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yang terdiri dari 4 ulangan yaitu kelompok normal (P0), kelompok diabetes (P1), kelompok diabetes+cuka apel (P2), dan kelompok diabetes+cuka salak (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka salak memiliki kemampuan menurunkan gula darah tikus diabetes sebesar 38,38% lebih tinggi dibanding cuka apel, yakni sebesar 33,07%. Hasil pengamatan histopathologi pangkreas diabetes dengan pemberian cuka salak menunjukkan adanya perbaikan sel endokrin yang menyebar di pulau Langerhans, kondisi sel beta dan sel alfa dalam keadaan relatif baik dibandingkan dengan kelompok diabetes yang diberi cuka apel yang masih ditemukan adanya ruang ruang kosong pada jaringan. Kata Kunci: Cuka apel, cuka salak, histopatologi pankreas, penurunan glukosa darah, tikus diabetes