cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
ARTERIOGENESIS DAN ANGIOGENESIS PADA STROKE HEMORAGIK:MEMPERTAJAM KONSEP UNTUK MEMPEROLEH MANFAAT TERBAIK NEOVASKULARISASI * Lyrawati, Diana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.741 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.01.6

Abstract

Arteriogenesis and angiogenesis contribute both to  the damage and repair in hemorrhagic stroke. Understanding and unraveling the fundamental and mechanisms of these processes should facilitate the development of treatment strategies to improve outcome after stroke. This article describes briefly the basic principles of arteriogenesis and angiogenesis completed with some key molecular players, followed by aperspective of the author on how to use those neovascularization to benefit repair and recovery processes in post-hemorrhagic stroke. Key Words : arteriogenesis, angiogenesis, hemorrhagic, stroke
Efek Moringa oleifera terhadap Gula Darah dan Kolagen Matrik Ekstraseluler Sel β Pankreas Diabetes Eksperimental Ambarwati, Ambarwati; Sarjadi, Sarjadi; Johan, Andrew; Djamiatun, Kis
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.3

Abstract

Daun Moringa oleifera mengandung zat-zat bioaktif yang memperbaiki dan merangsang sel β pankreas untuk mensekresi insulin yang mengatur kadar gula darah. Kelangsungan hidup dan fungsi sel β pankreas memerlukan matriks ekstraseluler (ECM) yaitu fibronektin, laminin dan kolagen. Apakah kadar gula dan kolagen ECM yang mungkin terpengaruh streptozotocin yang merusak sel β pankreas diteliti pada diabetes eksperimental yang diberi perlakukan  M.oleifera. Studi ini menggunakan 24 tikus. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah induksi streptozotocin 2 hari yang berdampak hiperglikemi, sesudah itu tikus dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dua grup kontrol yang diterminasi pada hari 0 dan 21 hiperglikemi, dan dua kelompok diperlakukan dengan ekstrak daun M.oleifera dosis 250 dan 500mg/kg BB/hari selama 21 hari. Data dianalisis dengan statistik parametrik dan non-parametrik. Taraf kemaknaan p<0,05. Kadar gula menurun pada masing-masing kelompok perlakukan dosis 250 dan 500mg/BB/kg BB/hari (p=0,000). Kadar gula menjadi normal pada kelompok perlakuan dosis 500mg/kg BB/hari. Ketebalan kolagen ECM pulau Langerhans pankreas tetap normal di semua kelompok penelitian. Ekstrak daun M.oleifera dosis 500 mg/kg BB/hari adalah dosis efektif untuk menormalkan  kadar gula darah pada diabetes eksperimental.Kata Kunci: Diabetes melitus, kadar gula darah, ketebalan kolagen ECM, Moringa oleifera, Streptozotocin,  sel β pankreas
Faktor Penghambat Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di RSUD Blambangan Banyuwangi Suyanto, Suyanto; Taufiq, Hidayat; Indiati, Indiati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.704 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.5

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIM RS) berbasis komputer semakin menjadi tuntutan, namun implementasinya memerlukan upaya lebih dari sekedar pengembangan SIM RS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat pelaksanaan SIM RS di Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan Kabupaten Banyuwangi yang telah mengembangkan SIM RS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai petode pengambilan data pada periode September hingga Oktober 2014. Analisis akar masalah menggunakan fishbone melalui brainstorming, kemudian disepakati akar masalah yang paling penting dan dipilih alternatif solusi yang paling efektif, relatif murah, mudah dan bisa dikerjakan dalam waktu. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga akar masalah utama kelengkapan standar prosedur operasional (SPO), kejelasan tugas pokok dan fungsi, serta supervise yang belum efektif sebagai penyebab belum optimalnya SIMRS secara maksimal. Sebagai langkah awal RS telah mengembangkan 12 SPO melalui proses pengkajian dan uji coba yang akan ditindaklanjuti dengan evaluasi implementasi berkelanjutan. Kata Kunci: Faktor penghambat, implementasi, SIM RS, standar prosedur operasional
Hubungan antara Imunoekspresi ER-α, ER-β, dan PR dengan Gradasipada Tumor Filodes Payudara Quzwain, Fairuz; Hernowo, Bethy Suryawati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.03.10

Abstract

Berbeda dengan tumor dari unsur epitelial duktuli dan kelenjar payudara, penelitian tentang peranan hormonal pada tumor filodes masih menunjukkan hasil yang inkonsisten, sehingga patogenesis dan penatalaksanaan tumor ini dalam jalur hormonal masih kontroversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara imunoekspresi faktor hormonal yaitu Estrogen Receptor Alpha (ER-α), Estrogen Receptor Beta (ER-β) dan Progesteron Receptor (PR) dengan gradasi tumor filodes payudara. Dilakukan penilaian histologi dan imunoekspresi pada parafin blok jaringan tumor filodes payudara di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP. Hasan Sadikin Bandung periode tahun 2011 sampai 2014. Subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok gradasi berdasarkan kriteria WHO tahun 2012 yaitu benign, borderline dan malignant. Didapatkan 62 kasus tumor filodes yang sebagian besar menunjukkan distribusi imunoekspresi ER- α>50 % yaitu pada kategori benign sebesar 35(87,5%). Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara imunoekspresi ER-α dengan gradasi histopatologis (p=0,001 r=-0,423), artinya nilai imunoekspresi ER-α yang tinggi justru banyak diekpresikan pada gradasi benign. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara imunoekspresi ER-β dan PR dengan gradasi tumor filodes payudara pada penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai imunoekspresi ER-α maka gradasi tumor filodes semakin rendah. Kata Kunci: ER-α, ER-β, PR, gradasi, tumor filodes
Perkembangan Baru tentang Respon Imun Tubuh terhadap Infeksi Virus Herpes Humanus Cholis, M.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2326.173 KB)

Abstract

Sistem imun mempunyai peranan penting dalam membatasi pengaruh dari infeksi-infeksi primer oleh kelompok virus herpes dan dalam memaksa infeksi tersebut ke dalam laten. Walaupun imunitas pejamu tidak dapat mencegah reaktivasi, namun berperan penting dalam pengendalian peristriwa infeksi tersebut secara cepat. Karena itu pada penderita-penderita imunokompromis sering terjadi infeksi oleh kelompok virus herpes dengan derajat klinis yang parah. Hilangnya fungsi imunitas sekuler menyebabkan reaktivasi dari virus laten dan menyebabkan terjadinya penyakit. Tujuan utama dari respon pejamu ialah untuk mempertahankan hidup, menyelamatkan sel-sel yang terinfeksi, dan mencapai imunitas seumur hidup terhadap terjadinya infeksi ulang. Untuk mencapai tujuan inim virus dapat dihambat atau dieliminasi. Di sisi lain, untuk mempertahankan hidupnya kelompok virus herpes ini juga mempunyai kemampuan untuk melawan atau menghindari mekanisme imun yang terjadi. Naskah ini menyajikan tentang respon imun terhadap infeksi kelompok virus herpes, yaitu virus herpes simpleks (VHS), virus varisela zoster (VVZ), virus Epstein-Barr(VEB), virus cytomegalo (VCM), virus herpes humanus-6 (VHH-6), VHH-7, dan VHH-8.
Susu Kuda Sumbawa Meningkatkan Respon Imun Seluler Makrofag Peritoneal Mencit terhadap Salmonella typhimurium Reni, Sofiyatin; Sumarno, Sumarno; Widjajanto, Edi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.066 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.01.8

Abstract

ABSTRAKSusu mempunyai kandungan yang berperan sebagai imunomodulator respon imun seluler dan humoral yang melindungi tubuh dari infeksi bakteri pathogen intrasel Salmonella Thyphimurium melalui peningkatan aktifitas fagositosi dan mekanisme mikrobiosida makrofag. Studi dilakukan untuk membuktikan efek susu kuda Sumbawa terhadap peningkatan respon imun seluler yang di amati dari indeks aktifitas fagositosi, sekresi Reactive Oxygen Intermediates (ROI) dan aktivitas mikrobiosida dari sel makrofag tikus yang diinduksi dengan S. Thyphimurium dengan desain posttest-only control group. Studi dilakukan menggunakan 24 tikus usia 8-12 minggu yang di bagi dalam 1 kelompok kontrol dan 3 perlakuan pemberian susu kuda Sumbawa dengan 3 dosis 0.5 m;/day ; 1 ml/hari selama 14 hari. Sel makrofag peritoneal diisolasi dan di beri perlakuan dengan S. Thyphimurium. Terdapat perbedaan respon imun selular antar kelompok pada semua indikator. Indeks aktifitas fagositosis makrofag paling tinggi ( 51.23 ± 9.72) dan sekresi ROI paling tinggi (67.00±9.16%) didapatkan pada dosis 1.5 ml/hari. Pada dosis 0.5 ml/hari (77.67±15.83)  pemberian susu kuda Sumbawa dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Dapat di simpulkan pemberian susu kuda Sumbawa dapat meningkatkan imun seluler terhadap infeksi S. Thyphimurium.Kata Kunci : Aintermediates, susu kuda sumbawa  ktifitas fagositosis, aktifitas mikrobiosida, makrofag, Salmonella thyphimurium, sekresi reactive oxygen
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN VITAMIN E 100 IU DENGAN ASPIRIN 81 MG UNTUK PENCEGAHAN PREEKLAMSIA PADA PRIMIGRAVIDA Baktiyani, Siti Candra Windu; Wahjud, Imam
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 21, No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.95 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2005.021.03.3

Abstract

Preeclampsia is a specific disturbance of human pregnancy, that diagnosed by the onset of hypertension and proteinuria in the third trimester. It occurs more in developing countries, due to the fact that developed countries have better prenatal care. The objective of this study was to assess the difference effectiveness of preventing preeclampsiaand giving vitamin E 100 iu and aspirin 81 mg. This study used prospective with single randomaised clinical trial. The place of this study is on Maternity care unit of RSUD Dr. Saiful Anwar Malang from October 2000 to October 2001. Fourty samples primigravidas between the age of 19-35 years were used in this study. Twenty four samples were treated  with vitamin E and 24 samples were treated with aspirin started atthe eighteenth weeks of pregnancy until delivery.  The changes, of blood presure, albuminuri and oedema were observed.The result showed that during the observation the incidence rate of mild preeclampsia of vitamin E was 4 samples or(16,7%), mild preeclampsia was 1 sample or (14,2%)by the time of the normal delivery. On the other hand, the mild preeclampsia of the control group of aspirin was 3 samples or (12,5%) and mild preeklampsia was 2 samples or (8,3%) at  the normal delivery. There is no significant difference in preeclampsia occurance between vitamin E and aspirin group. Key words: Vitamin E, Aspirin, preeclampsia
Hubungan antara Stres Oksidatif dengan Kadar Hemoglobin pada Penderita Thalassemia/Hbe Tamam, Moedrik; Hadisaputro, Suharyo; Sutaryo, Sutaryo; Setianingsih, Iswari; Djokomoeljanto, Djokomoeljanto; Soemantri, Ag
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.57 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.01.7

Abstract

Pemberian  transfusi  darah  kronik  pada  penderita  thalassemia  dapat   menyebabkan  kelebihan  kadar  besi.  Kelebihan  kadar besi  bebas  dalam  tubuh  akan  memacu  timbulnya  oksidan  berupa  reactive  oxygen  species   (ROS)  yang  diukur  dalam  bentuk malondialdehide  (MDA).  Peningkatan  produksi  ROS  dapat  menyebabkan  kerusakan  membran  sel  yang  mengandung senyawa lipid    termasuk eritrosit. T ujuan penelitian ini  adalah untuk menilai hubungan antara kadar MDA serum dengan kadar Hb penderita thalassemia. Metode penelitian ini  adalah penelitian observasional kohort prospective dilaksanakan di  UTD  PMI  Kota  Semarang.  Selama  bulan  Januari  2006  sampai  dengan  Desember  2009  dijumpai  32  penderita  thalassemia/HbE.  Variabel  penelitian kadar Hb dan MDA   serum.  Pengukuran dilakukan sebelum  transfusi  ke-1, setelah transfusi  ke-1 dan sebelum transfusi  ke-2. Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney,  uji Wilcoxon  dan uji korelasi Spearman. Rerata  umur  subjek  penelitian  adalah  9,5±  3,13  tahun,  laki-laki  adalah  25  orang  (46,9%)  dan  perempuan  17  orang  (53,1%). Status  gizi  43,8  %  termasuk  gizi  kurang.  Kadar  MDA   kelompok   Hb  sebelum  transfusi  ke-2  8  g/dL  2,89±0,451  dan  kelompok Hb  >8  g/dL  2,19±0,792  (p=0,01).  Ada  korelasi  negatif  antara  Hb  sebelum  transfusi  ke-2  dengan  MDA  (r=min  0,52;  p=0,002). Dapat  disimpulkan  ada  korelasi  negatif  antara  kadar  MDA  serum  dengan  kadar  Hb  pada  penderita  thalassemia  /HbE. Kata  Kunci:  Hemoglobin,  MDA,  stres  oksidatif ,  thalassemia  /HbE
Jus Brokoli Menurunkan Kadar Low Density Lipoprotein Darah pada Tikus Model Diabetes Melitus Setyoadi, Setyoadi; Utami, Yulian Wiji; Yuliatun, Laily
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.439 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.6

Abstract

Menurunkan kadar LDL merupakan salah satu fokus utama dalam terapi Diabetes Melitus untuk menurunkan risiko kematian. Brokoli (Brassica oleracea Var. Italica) kaya akan vitamin dan mineral telah digunakan sebagai terapi diet bagi penderita Diabetes Melitus, terutama untuk menurunkan kadar LDL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus brokoli terhadap penurunan kadar LDL pada tikus putih model Diabetes Melitus (DM) dengan induksi STZ. Metode yang digunakan adalah experiment laboratory dengan rancangan post test only. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok dengan 4 ekor tiap kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (diinduksi STZ dan tanpa jus brokoli), kelompok perlakuan 1 (diinduksi STZ dan jus brokoli 2,52 g/Kg BB), kelompok perlakuan 2 (diinduksi STZ dan jus brokoli 5,04 g/Kg BB), dan kelompok perlakuan 3 (diinduksi STZ dan jus brokoli 7,56 g/Kg BB) dengan perlakuan 14 hari. Uji one way ANOVA yang dilanjutkan uji Tuckey menunjukkan terjadi penurunan yang signifikan (p=0,000) kadar LDL pada tikus model DM, pada ketiga dosis dengan kadar LDL terendah pada dosis 7,56g/kgBB. Dapat disimpulkan pemberian jus brokoli menurunkan LDL darah pada tikus model DM.Kata Kunci: Diabetes Melitus, jus brokoli, penurunan kadar LDL
Perilaku Komunikasi Petugas Berhubungan dengan Persepsi Sehat-Sakit Pasien Rawat Inap Nofiyanto, Eko; Andarini, Sri; Koeswo, Mulyatim
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.178 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.17

Abstract

Kegagalan proses komunikasi menyebabkan ketidakpuasan,kurangnya pemahaman pasien pada penyakit, memicu keinginan menghentikan pengobatan dan melakukan pulang paksa. Pada studi pendahuluan didapatkan sebanyak 46,67% pasien pada tempat studi melakukan pulang paksa yang disebabkan persepsi sehat-sakit. Penelitian bertujuan untuk mengkaji perilaku komunikasi petugas rawat inap, mengkaji persepsi sehat-sakit pasien rawat inap dan mengetahui hubungan antara perilaku komunikasi petugas dari sudut pandang pasien dengan persepsi sehat-sakit pasien rawat inap pada RSUD X. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert dan data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mempunyai tingkat pendidikan dan status social ekonomi rendah dan berada pada usia produktif. Sebagian besar responden memiliki persepsi sehat-sakit kategori sedang dan memberikan penilaian perilaku komunikasi petugas pada kategori baik. Hasil uji analisis menunjukkan perilaku komunikasi petugas berhubungan dengan persepsi sehat sakit.Faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap persepsi sehat-sakit adalah karakteristik pasien.Kata Kunci: Komunikasi petugas, pasien, persepsi sehat-sakit