cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Mempelajari Aktivitas Anti Angiogenesis dari Sirip Dada Ikan Hiu Putih Hardoko, Hardoko
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1599.149 KB)

Abstract

Penelitian tentang aktivitas anti-angiogenesis dari ekstrak kasar dan fraksi protein dari sirip dada ikan hiu putih (Carcharhinus dussumieri) telah dilakukan dengan menggunakan metode CAM (Chick Chrorioallantoic Membrane). Hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas lebih tinggi daripada fraksi proteinnya. Aktivitas penghambatannya meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi yang digunakan.
Ekstrak Propolis Lokal Mempunyai Efek Sitotoksik dan Antiproliferatif Terhadap Sel HeLa Hadiyah, Zauhani Kusnul; Widyarti, Sri; Widodo, Muhamad Aris
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.854 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.01.4

Abstract

ABSTRACTPropolis is resin with complex chemical composition that collected by honeybees from various plants. It hasbeen known that propolis has several biological properties, such as antimicrobial, anti-inflammatory,antioxidant and immunomodulatory activities. The aim of this study is to evaluate the propolis's cytotoxic andantiproliferative activity in vitro on hela cell line. These cells were incubated with different concentrations ofpropolis (5, 10, 25, 50, and 100 µg/ml) for different time periods (6, 24, dan 48 hours), and the number of viableand died cells were analyzed by trypan blue dye exclution and were counted using hemocytometer. Theresult of this study showed that the IC50 of local propolis against HeLa cell line is 27,725 µg/ml. It can beconcluded that local propolis extract exhibited a cytotoxic and antiproliferatif effect in vitro against HeLa cellline, in a dose- and time dependent.Key words: propolis, cytotoxic, antiproliferative, HeLa cell line
EFEK ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK BIJI DAN DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss.) TERHADAP PERTUMBUHAN Malassezia globosa Hastuti, Utami Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.02.2

Abstract

Neem (Azadirachta indica A. Juss.) is a sort of a useful plant especially for health. Antimicrobial compounds in seed and leaf of neem especially are: azadirachtin, fenol, quinon, alkaloid, nimbin, nimbidin and gedunin. Malassezia globosa is a pathogenic yeast that cause dandruff on head skin.  This research is done on behalf to know: 1) the inhibition of neem seed extract to the growth of M. globosa in vitro;2) the difference of the effect of neem seed extract concentration to the growth inhibition of M. globosa in vitro; 3) the  inhibition of neem leaf extract to the growth of M.globosa; 4) the difference of the effect of leaf neem extract concentration to the growth inhibition of M. globosa in  vitro. Neem seed and neem leaf extract made in some sort of concentration, i.e: 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, and 100%. The growth inhibition of M. globosa was measured by  measuring the inhibition zone diameter of the yeastgrowth on Sabouroud’s Dextrosa Agar.
Peningkatan Sekresi Angiotensinogen pada Kultur Sel Adiposit akibat Paparan Glukosa Suprafisologis secara Akut Khila F, Novi; Indra, M Rasjad
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.367 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.03.3

Abstract

Salah satu mekanisme yang menerangkan patogenesis hipertensi pada obesitas adalah aktifasi sistem renin angiotensin. Angiotensinogen  merupakan  prekursor  angiotensin  II  yang  berperan  dalam  patofisiologi  hipertensi.  Ekspresi angiotensinogen  dipengaruhi  oleh  kondisi  lingkungan  di  sekitarnya.  Penelitian  sebelumnya  secara  in  vivo  memperlihatkan bahwa   hiperglikemia dapat memodulasi ekspresi gen angiotensinogen di jaringan adiposa. T ujuan penelitian ini adalah ngin  mengetahui  apakah  terjadi  peningkatan  sekresi  angiotensinogen  pada  kultur  sel  adiposit  yang  di  papar  glukosa suprafisiologis  selama  24  jam.  Kultur  sel  adiposit  diisolasi  dari    jaringan  adiposa  viseral  tikus  Rattus  Novergicus strain Wistar   jantan  berusia  2-3  minggu.  Kultur  sel  adiposit  dibagi  dalam  3  perlakuan,  dipapar  glukosa  dengan  konsentrasi  5  mM (sebagai  kondisi  fisiologis),  11  mM dan  25  mM sebagai  kondisi  glukosa  tinggi,  selama  24  jam.  Dilakukan  pengamatan  kadar angiotensinogen  pada  medium kultur  menggunakan  ELISA.  Hasil  penelitian  menunjukkan  terdapat  peningkatan  yang signifikan  kadar  angiotensinogen  pada  medium  kultur  sel  adiposit  yang  dipapar  glukosa  25  mM  dibandingkan  pada paparan  glukosa  5  mM  (p=0,000)  dan  11  mM  (p=0,002).  Paparan  glukosa  tinggi  (25  mM)  selama  24  jam  dapat meningkatkan  sekresi  angiotensinogen  pada  kultur  sel  adiposit. Kata  Kunci:  Angiotensinogen,  glukosa  suprafisiologis,  kultur  adiposit
Pengembangan Lembar Timbang Terima Dokter di Unit Gawat Darurat untuk Membangun Komunikasi Efektif Dwi Harjayanti, Nofita; Tri Rahmi, Asih; Wiyanto, Satra
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.976 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.33

Abstract

Komunikasi pada masa transisi pelayanan di rumah sakit merupakan titik kritis dalam manajemen keselamatan pasien. Unit Gawat Darurat rumah sakit merupakan ujung tombak dan pintu masuk pelayanan dengan intensitas pelayanan yang tinggi, sehingga mempunyai potensi insiden yang tinggi pula. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi proses timbang terima untuk mengembangkan model form timbang terima sehingga meningkatkan kualitas komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dengan cara melakukan observasi, membagikan kuisioner,  dan diskusi dengan subjek penelitian. Observasi dilakukan pada tiga setting transisi pelayanan yaitu UGD, Kamar Bersalin dan Rawat Inap. Wawancara dan diskusi dilakukan responden Dokter UGD. Hasil observasi menunjukkan proses timbang terima yang belum baku terutama komponen informasi yang disampaikan sehingga mengakibatkan potensi insiden keselamatan pasien. Hasil diskusi kelompok mengidentifikasi komponen atau aspek penting yang harus dikomunikasikan pada proses timbang terima yang meliputi laporan kondisi dan perkembangan keseluruhan pasien, peralatan penunjang (inventaris peralatan) termasuk stok obat, serta kondisi pada unit terkait yang juga merupakan bagian dari tanggung jawab Dokter Jaga IGD. Format timbang terima yang dikembangkan merupakan timbang terima pada tingkat unit, sesuai dengan tanggungjawab Dokter Jaga.Kata Kunci: Keselamatan pasien, komunikasi, timbang terima
Faktor Determinan Kepatuhan Pelaksanaan Hand Hygiene pada Perawat IGD RSUD dr. Iskak Tulungagung Pratama, Bramantya Surya; Koeswo, Mulyatim; Rokhmad, Kasil
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.02.14

Abstract

Hospital-acquired infections (HAI) adalah infeksi yang terjadi pada pelayanan kesehatan selama menjalani  prosedur perawatan dan tindakan medis. HAI menyebabkan pemanjangan lama rawat inap, sehingga merugikan pasien dan meningkatkan biaya perawatan. Cara paling efektif untuk membatasi penyebaran dari HAI adalah melaksanakan hand hygiene (HH) sesuai aturan. Hasil studi pendahuluan di IGD RSUD Dr. Iskak Tulungagung ditemukan bahwakepatuhan hand hygiene perawat IGD hanya sebesar 30%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan hand hygiene perawat IGD dan mencari solusi untuk meningkatkan tingkat kepatuhannya. Hasil penelitian menunjukkan rerata kepatuhan HH pada perawat sebesar 36% dengan kepatuhan tertinggi pada sebelum tindakan aseptis (50%) dan terendah pada setelah menyentuh sekitar pasien (20%) bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi kepatuhan hand hygiene perawat IGD adalah pengetahuan, fasilitas dan pengingat/role model. Solusi yang disepakati untuk meningkatkan kepatuhan adalah meningkatkan pengetahuan dengan cara memberi pembuktian efektifitas hand hygiene dalam mengurangi jumlah bakteri di tangan melalui pemeriksaan agar gel. Diharapkan agar solusi yang dipilih ditunjang dengan peningkatan fasilitas dan pelaksanaan sistem pengingat melalui poster atau role model dapat meningkatkan kepatuhan hand hygiene dapat meningkat secara optimal.Kata Kunci: Hand hygiene, kepatuhan, role model
Sistim Pengawasan dan Pengendalian Linen sebagai Strategi Mengurangi Angka Linen Hilang Fitriasari, Nikma; Hariyanto, Tuti; Yuliansyah, Navis
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.8

Abstract

Hasil studi pendahuluan di Rumah Sakit Islam Gondanglegi ditemukan bahwa masih ada kejadian linen hilang sebanyak 3,4% yang menunjukkan pentingnya pengembangan sistem pengawasan dan pengendalian (wasdal) linen. Kajian dilakukan untuk mengembangkan sistem wasdal linen dan mengevaluasi implementasinya. Pengembangan sistem dilakukan melalui workshop yang didahului dengan kajian pustaka dan mengikuti pelatihan. Sistem wasdal disusun dalam bentuk alur sistem dan dokumen, yang kemudian disosialisasikan dan diuji coba dalam jangka waktu dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan linen hilang sebesar 2,6% sebelum dan sesudah implementasi sistim wasdal linen hilang. Sistim wasdal yang diterapkan terdiri dari lima standar prosedur operasional dan delapan dokumen pendukung.Kata Kunci: Linen hilang, rumah sakit, sistim pengawasan dan pengendalian
Ketepatan Diagnosis Apendisitis Berdasarkan Nyeri Titik McBurney, Hitung Netropil dan Hitung Lekosit Soemarko, H.M.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 3 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.057 KB)

Abstract

Untuk mendapatkan cara pemeriksaan yang lebih tepat pada diagnosis dini akuta, dilakukan penelitian pada faktor-faktor yang terdapat secara klinis pada penderita dengan dugaan menderita suatu appendisitis akuta. Dilakukan analisis terhadap 105 penderita dengan diagnosis awala appendisitis akuta di RD Saiful Anwar Malang dari September 2002 sampai dengan April 2003. Dipelajari 3 variabel yang berkaitan dengan appendisitis akuta yaitu: Nyeri titik McBurney, hitung lekosit dan hitung netrofil. Dilakukan Study Cross Sectional Obsevasinal. Didapatkan hasil bahwa wanita 66,3%, dan pria 33,6%, dengan rerata usia 27,25 ± 11,88 tahun (15-70 tahun). Nyeri McBurney menunjukkan akurasi 81,90%, sensitifitas 96,39%, spesitifitas 27,27%. Hitung Lekosit menunjukkan akurasi 65,70%, sesnsitifitas 65,05%, spesitifitas 68,18%. Hitung netrofil menunjukkan akurasi 67,60%, sensitifitas 63,86%, spesitifitas 81,82%. Gabungan nyeri titik McBurney dan hitung netrofil menunjukkan akurasi 72,38%, sensitifitas 91,57%, dan spesitifitas 72,72%. Dapat disimpulkan bahwa gabungan nyeri titik McBurney dan hitung netrofil mempunyai akurasi, sensitifitas, dan spesitifitas yang tinggi untuk ketepatan diagnosis apendisitis akuta.
Hubungan Indeks Massa Tubuh, Asupan Lemak, dan Mikronutrisi, serta Aktivitas Fisik terhadap Tekanan Darah pada Wanita Usia Subur Andarini, Sri; Wirawan, Nia Novita; Rahmawati, Widya; Maulidiana, Annisa Rizky
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.8

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia maupun di Kota Malang. Hipertensi pada wanita usia subur akan meningkatkan resiko pre-eklampsi/eklampsi pada masa kehamilan. Pada tahun 2012, angka kematian ibu yang disebabkan oleh pre-eklampsi/eklampsi adalah sebesar 34,88%. Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mengkaji hubungan antara indeks massa tubuh (IMT), asupan lemak, mikronutrisi (Na, K, Ca, Mg) serta aktivitas fisik dengan tekanan darah, kedua, mengevaluasi faktor yang dominan berhubungan dengan tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional design. Total responden sebanyak 150 wanita berusia 18-44 tahun di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Pengukuran tekanan darah, berat dan tinggi badan dilakukan secara replikasi. Aktifitas fisik diukur menggunakan perhitungan Metabolic Equivalent of Task. Hubungan antara faktor resiko yang diteliti dengan tekanan darah diuji menggunakan uji korelasi Spearman's rank dan Regresi Linier Ganda dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan 31.3% responden tergolong pre-hipertensi dan 12% responden tergolong hipertensi. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara tekanan darah dengan IMT (p=0,000) dan asupan lemak (p=0,015). Selain itu, uji regresi menunjukkan bahwa IMT merupakan faktor dominan terhadap tekanan darah. Asupan lemak hanya berpengaruh terhadap tekanan darah diastolik. Sedangkan asupan mikronutrisi dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tekanan darah. 
Hubungan Pola Penggunaan OAINS dengan Gejala Klinis Gastropati pada Pasien Reumatik Waranugraha, Yoga; Suryana, BP Putra; Pratomo, Bogi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.018 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.8

Abstract

ABSTRAKKata Kunci : Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) merupakan obat pilihan utama untuk osteoartritis. Penggunaan OAINS yang kurang  tepat  dapat  menyebabkan  gastropati.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  pola  penggunaan OAINS dengan gejala klinis gastropati pada pasien reumatik Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional pada 40 orang  pasien  dipilih  dengan  metode  consecutive  sampling.  Penelitian  ini  menilai  pola  pengguaan  OAINS  (jenis,  lama penggunaan,  cara  penggunaan,    pemakaian  obat  sitoproteksi  )  dan  gejala  klinis  gastropati  yang  timbul.  55%  pasien mengalami gejala klinis gastropati berupa sindrom dispepsia. Uji Kruskal Wallis gejala klinis gastropati antara penggunaan Na diclofenac, meloxicam, dengan ibuprofen menunjukkan p = 0,732. Uji regresi logistik lama penggunaan dengan gejala klinis  gastropati  menunjukkan  p  =  0,047.  Uji  Mann  Whitney  gejala  klinis  gastropati  pada  penggunaan  OAINS  secara periodik dengan berkelanjutan menunjukkan p > 0,05. Uji Mann Whitney gejala klinis gastropati pada penggunaan OAINS bersama  obat  sitoproteksi  dengan  penggunaan  OAINS  tanpa  obat  sitoproteksi  menunjukkan  p  =  0,000.  Penelitian  ini membuktikan  bahwa  jenis  OAINS  tidak  memberikan  perbedaan  gejala  klinis  gastropati,  demikian  juga  penggunaan periodik dan berkelanjutan. Dibuktikan juga bahwa lama penggunaan OAINS berhubungan dengan gejala klinis gastropati dan penggunaan obat sitoproteksi bersama dengan OAINS mengurangi gejala klinis gastropati.Gastropati, OAINS, reumatik