cover
Contact Name
Stikes Mataram
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6281392340322
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Swakarsa III No. 10 Kekalik Gerisak Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : https://doi.org/10.47506/2xrgnn93
Core Subject : Religion, Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific adalah platform publikasi ilmiah untuk artikel penelitian, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang komprehensif bagi penyebaran karya akademik yang membahas berbagai topik dalam ilmu kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific diterbitkan dua kali setahun, dengan edisi yang dirilis pada bulan Juni dan Desember. Cakupan artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Ibu dan Anak, Administrasi Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, & Artikel Teknologi Kesehatan.
Articles 178 Documents
HUBUNGAN DISIPLIN KERJA PERAWAT DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT AWET MUDA NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Alwan Wijaya; Qoni Nurlaili; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/gf82n635

Abstract

Introduction: Health services provided by hospitals constitute an essential form of public service in meeting the basic healthcare needs of the community. Nurses, as frontline healthcare professionals, play a crucial role in determining the quality of hospital services. Optimal nurse performance is influenced by various factors, one of which is work discipline. Nurses' work discipline encompasses compliance with regulations, punctuality, adherence to standard operating procedures (SOPs) in performing duties, accountability, and professionalism in delivering nursing care. Poor work discipline may result in delays in service delivery, incomplete documentation, and a decline in the quality of patient care. Objective: to determine the relationship between nurses' work discipline and their performance in the inpatient unit of Awet Muda Regional General Hospital, Narmada, West Lombok Regency. Methods: This quantitative study employed a correlational research design with a cross-sectional approach. The study population comprised all nurses working in the inpatient units (IRNA A, IRNA B, IRNA C, and IRNA D) of Awet Muda Regional General Hospital, Narmada, totaling 40 nurses. A purposive sampling technique was employed, and all 40 nurses were included as the study sample. Data were collected using a work discipline questionnaire and a nurse performance questionnaire. Data were analyzed using Spearman's rank correlation test. Results: The results show that the majority of respondents have good work discipline, particularly in terms of compliance with the hospital's SOPs (92.50%), responsibility (85%), and punctuality (85%). Nurse performance is also categorized as good, especially with respect to the accuracy of documentation (97.50%), maintaining patient confidentiality (95%), and timely documentation following nursing interventions (90%). Spearman's rank correlation test reveals a correlation coefficient (r) of 0.756 with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), indicating a strong, positive, and statistically significant relationship between nurses' work discipline and their performance. Conclusion: There is a strong and statistically significant relationship between nurses' work discipline and their performance, with a correlation coefficient of r = 0.756 and a significance value of p = 0.000 (p < 0.05). The relationship is positive, indicating that better work discipline is associated with better nurse performance. Future researchers are recommended to investigate other variables, such as motivation, workload, and leadership.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS VIDEO ANIMASI DAN POSTER TERHADAP PENGETAHUAN ANAK SEKOLAH DASAR TENTANG PLAK GIGI DI SDN 02 BOTUMOITO KABUPATEN BOALEMO Adriansyah Manggas; Asni Ilham; Jumiati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/bn77n991

Abstract

Pendahuluan: Plak gigi merupakan salah satu penyebab utama terjadinya penyakit gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar. Rendahnya pengetahuan mengenai plak gigi dan cara pencegahannya dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi maupun penyakit periodontal. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan siswa adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi dan poster. Tujuan: Mengetahui dan membandingkan efektivitas media video animasi dan poster terhadap pengetahuan anak sekolah dasar tentang plak gigi di SDN 02 Botumoito Kabupaten Boalemo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melalui pendekatan quasi experiment. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa kelas V dan VI SDN 02 Botumoito yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok video animasi (20 siswa) dan kelompok poster (20 siswa). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, rata-rata skor pengetahuan pada kelompok video animasi adalah 52,5, sedangkan pada kelompok poster 52,0. Setelah diberikan edukasi, rata-rata skor pengetahuan pada kelompok video animasi meningkat menjadi 74,5, sedangkan pada kelompok poster menjadi 69,5. Hasil paired t-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kedua kelompok (p = 0,000 < 0,05). Hasil independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara media video animasi dan poster (p = 0,625 > 0,05).  Kesimpulan: Media video animasi maupun poster sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar tentang plak gigi, namun tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua media tersebut. 
Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Instrumental Dengan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi Dewasa Pertengahan Ni Made Jinarta Yani; Bagus Suryantara; I Made Rai Mahardika
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/38bazj87

Abstract

Abstract Introduction: Hypertension is a chronic disease that frequently affects middle-aged adults (45–59 years old) and can decrease their quality of life if not managed properly. The level of knowledge regarding hypertension and instrumental family support play an important role in helping patients undergo treatment and maintain their quality of life. This study aims to determine the relationship between knowledge level and instrumental family support with the quality of life among middle-aged hypertensive patients in the working area of Tabanan I Community Health Center. Objective: To determine the simultaneous relationship of knowledge level and instrumental family support with the quality of life of middle-aged hypertensive in the working area of Tabanan I Community Health Center Method: This study utilized a quantitative approach with a descriptive correlational design and a cross-sectional method. The sample was selected using a purposive sampling technique, involving 96 respondents Results: There was a significant relationship between knowledge level and instrumental family support with the quality of life of hypertensive patients(p = 0,000). nstrumental family support was the more dominant factor compared to knowledge level, with an odds ratio OR = 3,848, meaning that respondents with high instrumental family support were 3,848 times more likely to have a high quality of life Conclusion: Knowledge level and instrumental family support are significantly related to quality of life, where respondents with high family support have a greater likelihood of enjoying a better quality of life.
Hubungan Jenis Ketuban Pecah Dini dengan Berat Bayi Lahir dan Kebutuhan Perawatan Neonatal Intensif Kasyafiya; Zumroh Hasanah; Amelia Indah Roswanah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/qvjttb92

Abstract

Introduction: Premature rupture of membranes is a major obstetric complication that contributes significantly to increased neonatal morbidity and mortality. Objective: This study aims to analyze the relationship between types of premature rupture of membranes (premature rupture of membranes [PROM] and preterm premature rupture of membranes [PPROM]) with birth weight and Neonatal Intensive Care Unit (NICU) care requirements. Method: This quantitative observational analytic study utilized a cross-sectional approach with a total sampling technique involving 375 mothers with premature rupture of membranes at RSUD Tangerang from 2020 to 2025. Secondary data were gathered from medical records and analyzed using Fisher's Exact Test. Results: The majority of respondents experienced PPROM (79.7%), gave birth to low birth weight (LBW) infants (80.3%), and did not require NICU admission (65.3%). Bivariate analysis revealed that all PPROM cases (100%) resulted in LBW infants and 43.1% required NICU care, whereas in the PROM group, only 2.6% were LBW and 1.3% required NICU care. There was a significant relationship between the type of premature rupture of membranes and birth weight (p < 0.001) as well as the need for NICU care (p < 0.001). Conclusion: The type of premature rupture of membranes is significantly associated with birth weight and NICU care needs, with PPROM markedly increasing the risk of LBW and the necessity for neonatal intensive care.
Pengaruh Metode Bernyanyi Terhadap Kepatuhan Cuci Tangan Pakai Sabun Di PAUD KB Ingin Terampil  Kabupaten Lombok Timur Endah; Tia Puspa Pratiwi; Nurhayati; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/e0vv7571

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan anak usia prasekolah sangat penting karena rentan terhadap penyakit menular seperti ISPA, diare, dan kecacingan. Salah satu upaya pencegahannya adalah mencuci tangan pakai sabun (CTPS). Data menunjukkan mencuci tangan dengan sabun lebih efektif mengurangi risiko infeksi dibanding hanya dengan air, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang menyenangkan. Metode bernyanyi menjadi salah satu alternatif karena mampu meningkatkan motivasi, rasa senang, serta memudahkan anak mengingat langkah cuci tangan. PAUD KB Ingin Terampil Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu lokasi di mana sebagian besar anak belum menerapkan perilaku CTPS sebelum makan dan sesudah bermain. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bernyanyi terhadap kepatuhan cuci tangan pakai sabun pada anak usia prasekolah di PAUD KB Ingin Terampil Kabupaten Lombok Timur. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Jumlah populasi sebanyak 62 anak, dengan sampel sebanyak 32 responden yang didapatkan menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran kepatuhan dilakukan menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi metode bernyanyi beserta gerakannya. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Kepatuhan anak sebelum diberikan intervensi metode bernyanyi sebagian besar berada pada kategori tidak patuh yaitu sebanyak 25 orang (78%), cukup patuh 7 orang (22%), dan tidak ada yang patuh (0%). Setelah diberikan intervensi metode bernyanyi, kategori tidak patuh menurun menjadi 7 orang (22%), cukup patuh meningkat menjadi 18 orang (56%), dan patuh meningkat menjadi 7 orang (22%). Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai $p\text{-value} = 0{,}000$ ($p < 0{,}05$), yang menunjukkan bahwa ada pengaruh metode bernyanyi terhadap kepatuhan cuci tangan pakai sabun pada anak usia prasekolah di PAUD KB Ingin Terampil Kabupaten Lombok Timur. Kesimpulan: Edukasi melalui metode bernyanyi yang dilakukan bersama gerakan dapat meningkatkan kepatuhan anak usia prasekolah dalam mencuci tangan pakai sabun, sehingga anak yang semula tidak patuh menjadi cukup patuh hingga patuh sesuai dengan langkah-langkah kebersihan tangan yang benar.
PERBANDINGAN RAMPAN KARIES PADA ANAK BALITA YANG MENGKONSUMSI SUSU BOTOL DENGAN TANPA BOTOL DI TK YAZIDA NW TANGAR TAHUN 2026 Heny Karuniawati; Kurnia Erma Puri; Abdul Aziz
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/v0jjd657

Abstract

Rampan karies merupakan masalah kesehatan gigi yang signifikan pada anak balita, seringkali berkaitan dengan kebiasaan pemberian susu menggunakan botol dalam jangka waktu lama atau saat tidur. Prevalensi karies rampan yang tinggi dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang anak, termasuk kesulitan makan dan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rampan karies pada anak balita yang mengkonsumsi susu botol dengan tanpa botol di TK Yazida NW Tangar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dengan sampel berjumlah 30 anak yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui pemeriksaan klinis gigi menggunakan indeks def-t dan kuesioner riwayat konsumsi susu botol. Hasil analisis statistik didapatkan nilai p = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara rampan karies anak yang mengkonsumsi susu botol dengan tanpa botol. Anak yang minum susu menggunakan botol menyebabkan cairan susu menggenang dan berkontak dengan gigi dalam waktu lama, menurunkan pH rongga mulut, mengurangi self cleansing, dan memicu demineralisasi. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengkonsumsi susu botol merupakan faktor risiko signifikan terhadap rampan karies pada anak balita.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Merokok Elektrik Pada Remaja I Made Rai Mahardika; I Made Rai Mahardika; Ari Wina Sani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/ac7qpt30

Abstract

                                                     Abstrak Pendahuluan: Perilaku merokok elektrik pada remaja menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya rokok elektrik serta pengaruh teman sebaya diduga berperan dalam mendorong remaja menggunakan rokok elektrik.  Tujuan: Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan teman sebaya terhadap perilaku merokok elektrik pada remaja di SMK se-Kecamatan Kintamani. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 232 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (56,5%), pengaruh teman sebaya kategori cukup (63,4%), dan perilaku merokok elektrik kategori cukup (43,1%). Hasil uji statistik spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku merokok elektrik (p-value = 0,000; r = 0,370) serta antara teman sebaya dengan perilaku merokok elektrik (p-value = 0,000; r = 0,720). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan teman sebaya dengan perilaku merokok elektrik pada remaja di SMK Sekecamatan Kintamani Kata Kunci : pengetahuan,teman sebaya,perilaku,rokok elektrik,remaja
Strengthening Community Healthcare Administration Through Evidence-Based Nursing Practice: Empowering Interprofessional Nursing Policy   Chairun Nasirin; Arizky Farinsyah Pratama; Akbar Dwifarin Nugraha
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/8rge4a30

Abstract

Background: This study aimed to refine nursing policies by examining the effects of evidence-based guidelines on health and economic stability in economically disadvantaged Indonesian communities. The study was conducted in impoverished regions around Mataram in the West Nusa Tenggara Province of Indonesia. Methods: A qualitative case study approach was used to collect data from 34 individuals, including nurses, community health workers, local policymakers, community members, and midwives, through interviews and group discussions. Ethical approval for this study was obtained from the Institutional Review Board. Data analysis involved thematic coding of service delivery, health behavior, and policy engagement in NVivo 14. Results: This study highlighted significant health challenges among adolescents, including insufficient maternal health evaluations, inadequate screening for chronic diseases, and sanitation issues. Weak policies and limited community participation have exacerbated these issues. Conversely, areas with robust local policies exhibited improved health-seeking behavior and increased health awareness. These findings underscore the vital role of evidence-based approaches in nursing policies for promoting health equity and improving outcomes for underserved populations. Conclusion: Enhancing nursing policies requires adopting proven strategies to ensure equitable access to healthcare. This approach clarifies the benefits and challenges associated with accessing healthcare services.