cover
Contact Name
Stikes Mataram
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6281392340322
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Swakarsa III No. 10 Kekalik Gerisak Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : https://doi.org/10.47506/2xrgnn93
Core Subject : Religion, Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific adalah platform publikasi ilmiah untuk artikel penelitian, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang komprehensif bagi penyebaran karya akademik yang membahas berbagai topik dalam ilmu kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific diterbitkan dua kali setahun, dengan edisi yang dirilis pada bulan Juni dan Desember. Cakupan artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Ibu dan Anak, Administrasi Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, & Artikel Teknologi Kesehatan.
Articles 178 Documents
PENGARUH VIDEO EDUKASI KESEHATAN GIGI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA KELAS V DI SDN 09 KABILA BONE Jumiati; Imel Tagoi; Asni Ilham
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/yyt86h92

Abstract

Pendahuluan : Pengetahuan gigi dan mulut yang baik dapat dicapai melalui pengetahuan, karena tingkat pengetahuan yang tinggi akan mendorong upaya sadar mereka untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan gigi. Kebersihan gigi dan mulut anak-anak lebih buruk karena mereka mengkonsumsi lebih banyak makanan dan minuman oenyebab karies dibandingkan orang dewasa Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian video edukasi kesehatan gigi terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas V di SDN 09 Kabila Bone\ Metode : Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan desain pre-test dan post-test satu kelompok. Populasi seluruh siswa kelas V sebanyak 16 orang, diambil seluruhnya sebagai sampel (total sampling). Data kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan dengan media video animasi, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample T-test (a =0,05). Hasil : Sebelum diberikan edukasi,  1 responden dengan kategori baik (6,25%). Responden dengan kategori cukup sebanyak 9 responden (56,25%). Dan responden dengan kategori buruk sebanyak 6 responden (37,5%) kemudian sesudah diberikan video penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan responden dengan kategori baik sebanyak 10 responden (62,5%) dan responden dengan kategori cukup 6 responden (37,5%) dan responden dengan kategori buruk 0 responden (0%). Kesimpulan : Video edukasi efektif terhadap  peningkatan pengetahuan kesehatan gigi siswa sekolah dasar
Ingesti Corpus Alienum pada Intestinum: Kajian Literatur Komperhensif dengan Ulasan Laporan Kasus Dewa Ngakan Nyoman Karyana Dewa Ngakan Nyoman Karyana; Ni Luh Putu Eka Widya Ananta Putri Ni Luh Putu Eka Widya Ananta Putri; Muthiah Rahmahdani Muthiah Rahmahdani; Farhan Aqil Putra Hermawan Farhan Aqil Putra Hermawan; Baiq Afra Nurfadilah Baiq Afra Nurfadilah; Danda Ananda Danda Ananda; Nurhidayati Nurhidayati Nurhidayati Nurhidayati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3nw9he58

Abstract

Pendahuluan: Benda asing pada saluran cerna (intestinal foreign bodies) merupakan kondisi medis penting yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti obstruksi, perforasi, perdarahan, hingga peritonitis. Kasus ini sering terjadi pada anak-anak dan kelompok risiko khusus, dengan lokasi impaksi biasanya di usus halus dan usus besar tergantung karakteristik benda asing dan anatomi saluran cerna. Tujuan: Untuk menelaah secara komprehensif mengenai definisi, epidemiologi, faktor risiko, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, tata laksana, komplikasi, dan prognosis kasus benda asing yang mencapai intestinum.. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Artikel diperoleh dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “ingested foreign body”, “intestinal foreign body”, “gastrointestinal obstruction”, dan “foreign body ingestion”. Kriteria inklusi adalah artikel full-text dan buku berbahasa Indonesia atau Inggris yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015–2025). Hasil: Sebagian besar benda asing (80–90%) melewati usus spontan, 10–20% memerlukan endoskopi, dan <1% operasi darurat. Faktor risiko meliputi anak <6 tahun, lansia dengan gangguan menelan, gangguan psikiatri, perilaku pica, dan lingkungan tertentu. Diagnosis dilakukan melalui anamnesis, radiografi, CT scan, dan endoskopi. Komplikasi meliputi iskemia, perforasi, peritonitis, sepsis, dan gangguan elektrolit, dengan prognosis bergantung pada durasi impaksi, karakter benda, lokasi, dan kecepatan intervensi. Kesimpulan: Deteksi dini dan manajemen tepat benda asing pada intestinum sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas. Pendekatan konservatif, endoskopi, maupun bedah dipilih sesuai karakteristik benda asing dan kondisi pasien.
Faktor Determinan Pemilihan Alat Kontrasepsi Pasca Salin Oleh Ibu Di Jawa Tengah (Analisis Data SKI 2023) Syifa Sofia Wibowo; Aprianti; Respati Wulandari
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/1jp85w78

Abstract

Pendahuluan: Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sangat penting selama masa pascapersalinan. Meskipun kontrasepsi hormonal pascapersalinan merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan, ibu dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Tujuan: Dengan menggunakan data sekunder dari survei SKI tahun 2023, penelitian ini berupaya mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan kontrasepsi hormonal pascapersalinan pada perempuan di Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menganalisis data sekunder dari SKI tahun 2023 dengan menggunakan desain cross-sectional.  Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 3.912 data. Variabel dependen adalah pemilihan kontrasepsi hormonal, sedangkan variabel independen meliputi usia ibu, riwayat penyakit hipertensi, riwayat penyakit asma, tempat tinggal, riwayat partus, dan riwayat mengikuti kelas ibu hamil. Regresi logistik serta teknik uji univariat, bivariat, dan multivariat lainnya digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat penyakit hipertensi merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi pemilihan kontrasepsi hormonal (OR = 2,42), diikuti oleh riwayat penyakit asma (OR = 1,96) dan tempat tinggal (OR = 1,39). Sementara itu, usia ibu (OR = 0,53), riwayat mengikuti kelas ibu hamil (OR = 0,79), dan riwayat partus (OR = 0,81) merupakan faktor protektif terhadap pemilihan kontrasepsi hormonal. Kesimpulan: Pemilihan alat kontrasepsi hormonal pasca salin dipengaruhi oleh faktor kondisi kesehatan ibu, karakteristik individu, dan akses pelayanan kesehatan. Riwayat hipertensi menjadi faktor yang paling dominan.
PENGARUH EDUKASI BOOKLET TEHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERNIKAHAN USIA DINI Novi Istanti; Yuli Ernawati; Agnes Erida Wijayanti; Heni Febriani; Maria Margaretha Marsiyah; Ignatius Djuniarto
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/5m4dqr60

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan usia dini masih menjadi permasalahan sosial yang masih cukup tinggi dan saat ini 640 juta anak perempuan sudah pernah melakukan pernikahan pada usia anak. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan pernikahan dini. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design yang dilakukan pada satu kelompok. Bentuk desain yang digunakan yaitu One Group Pretest Posttest Design. Sampel penelitian sejumlah 30 responden dengan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji McNemar. Hasil: Pengetahuan responden sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan booklet sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 17 responden (54,8%) dan sikap responden sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan booklet sebagian besar pada kategori baik sebanyak 18 responden (58,1%). Tidak ada pengaruh edukasi dengan booklet terhadap pengetahuan dan sikap responden tetang pernikahan usia dini (p value = 1,000). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh edukasi dengan booklet terhadap pengetahuan dan sikap responden terkait pernikahan usia dini
Artificial Intelligence (AI) and Digital Technology Roles in Enhancing Self-Care Among Hypertensive Patients Globally: A Scoping Review Nurul Khusnul; Musdalifah Mukhtar
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/wzsts654

Abstract

Introduction: Hypertension remains a critical 21st-century global health challenge, characterized by suboptimal blood pressure control rates. Conventional self-care practices are frequently hindered by recall bias and poor patient retention (app fatigue). Objective: This study aims to map the types of digital technologies and AI modalities utilized in enhancing self-care. Methods: This scoping review explores global scientific evidence sourced from PubMed, Scopus, Embase, CINAHL, and Google Scholar databases up to early 2026. Results: The most frequently intervened self-care domains were automated self-measurement of blood pressure, medication adherence reminders, alongside DASH diet management and physical activity tracking. Conclusion: AI integration is revolutionizing hypertension management, shifting it from passive monitoring to proactive virtual companionship that effectively stabilizes patient hemodynamics.
Herbal Therapy Education Using the Flashcard Method on Students' Knowledge Level about Acute Diarrhea at SDN 1 Pemecutan Asti; Ni luh Kade Wiradani; Anak Agung Bagus Suryantara
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/qcjevc73

Abstract

Abstract Introduction: acute diarrhea is a global public health problem that has a major impact on child morbidity and mortality, with cases in Indonesia reaching 1,168,393 in 2023, and West Denpasar District recording the highest cases in Denpasar City, totaling 453 cases. Objective: to determine the effect of guava leaf herbal therapy education using the flashcard method on the knowledge level of SDN 1 Pemecutan students about acute diarrhea. Method: a quantitative pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. Sample consisted of 52 sixth-grade students using purposive sampling. Analysis used Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: before intervention, had poor knowledge 63.5% (mean score 12.25, SD=2.671). After intervention, all students (100%) achieved good knowledge (mean score 23.46, SD=1.627). Wilcoxon test results: Z=−6.286, p=0.000 (p<0.05), effect size r=0.872 (large effect category). Conclusion: the flashcard method significantly and substantially improved students knowledge of acute diarrhea. Educational institutions are recommended to integrate the flashcard method into the School Health Program.
THE EFFECT OF VIDEO-BASED EDUCATION ON HIV/AIDS KNOWLEDGE AMONG ADOLESCENTS AT SMKN 2 MATARAM Ulul Ilhawa; Endy Bebasari; Humaediah Lestari
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/dvjqj155

Abstract

Pendahuluan : HIV-AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan global yang masih menjadi perhatian, termasuk di Nusa Tenggara Barat. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan HIV-AIDS karena berada pada masa perkembangan yang ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi, serta mudah terpengaruh oleh lingkungan dan pergaulan. Remaja seringkali memiliki keterbatasan dalam memperoleh informasi kesehatan yang benar dan menarik, sehingga pengetahuan mereka tentang HIV-AIDS masih rendah dan diperlukan metode penyampaian informasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, yaitu edukasi yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami yang mampu menggabungkan unsur visual dan audio dinilai lebih efektif dalam menarik perhatian remaja serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap informasi kesehatan. Media video mampu menyajikan informasi secara menarik, jelas, dan mudah dipahami. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan HIV/AIDS pada remaja di SMKN 2 Mataram. Metode : Penelitian ini menggunakan desain non-equivalent pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian : Rata-rata nilai posttest pada kelompok intervensi sebesar 18,07, sedangkan kelompok kontrol sebesar 13,27. Terdapat selisih rata-rata sebesar 4,80, yang menunjukkan bahwa nilai pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.  Peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji Independent Sample t-Test diperoleh nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan : Pada penelitian ini terdapat pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan HIV/AIDS pada remaja di SMKN 2 Mataram. Menggunakan media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Penelitian ini dapat dikembangkan menggunakan media edukasi yang lebih variatif dan interaktif, seperti video animasi, media berbasis aplikasi, atau media digital lainnya agar dapat meningkatkan minat dan pemahaman remaja secara lebih optimal.
efektivitas terapi finger-hold terhadap perubahan skala nyeri disminore pada remaja putri: pre-experimental Luh Putu Artika PurnamaDewi; Ni Putu Diwyami; I Made Rai Mahardika
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/zjbvg755

Abstract

Abstract Introduction: Dysmenorrhea is the most common gynecological complaint among adolescent girls and can disrupt daily activities, with a prevalence in Indonesia reaching 64.5% and 74.42% among girls aged 12–16 years, while structured non-pharmacological management among junior high school-aged girls remains limited. Objective: This study aimed to determine the effect of hand finger relaxation using the finger-hold method on reducing dysmenorrhea pain intensity among female students at SMP Negeri 4 Denpasar. Method: A quantitative pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 66 grade IX respondents selected through purposive sampling. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after a ±30-minute finger-hold intervention, analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: Mean pain intensity before intervention was 6.44 (SD=1.11), mostly moderate pain (60.6%), decreasing to 3.44 (SD=0.81) after intervention with 54.5% in the mild category. Statistical tests showed p=0.000 and Z=−7.147. Conclusion: The finger-hold relaxation technique had a significant effect on reducing dysmenorrhea pain intensity among female students at SMP Negeri 4 Denpasar.
Hubungan Self Management dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Dusun Sigerongan Wilayah Kerja Puskesmas Sigerongan Nia Firdianty Dwiatmojo; Eva Marvia; Agus Putradana; Tiara Adriyani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/2pdp0y60

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Pengendalian hipertensi memerlukan self-management yang baik agar tekanan darah tetap terkontrol dan komplikasi dapat dicegah. Self-management meliputi kepatuhan minum obat, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan tekanan darah, serta interaksi dengan tenaga kesehatan (Handayani et al., 2025). Tujuan: mengetahui hubungan self-management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner self-management dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer serta stetoskop. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-management kurang sebanyak 32 responden (49,2%), dan mayoritas mengalami hipertensi stadium II sebanyak 44 responden (67,7%). Hasil uji korelasi Pearson diperoleh nilai p-value <0,001 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,667. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara self-management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Dusun Sigerongan wilayah kerja Puskesmas Sigerongan. Semakin baik self-management yang dilakukan pasien, maka tekanan darah cenderung lebih terkontrol.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Fast food Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif Di Wilayah Kerja Puskesmas Kediri I Peronika Hida Hona; Ni Wayan Udayani; Ari Wina Sani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/rvq59h49

Abstract

Introduction: Hypertension is a chronic condition characterized by persistently elevated blood pressure and is a major risk factor for cardiovascular diseases. One factor suspected to be associated with hypertension is the consumption of fast food, which generally contains high levels of sodium, saturated fat, and calories. The increasing consumption of fast food among individuals of productive age may contribute to a higher risk of developing hypertension. Objective: This study aimed to determine the relationship between the frequency of fast food consumption and the incidence of hypertension among productive-age adults in the working area of Kediri I Public Health Center, Tabanan Regency. Method: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 106 respondents were selected using a consecutive sampling technique. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. Results: The results showed that respondents who frequently consumed fast food tended to have higher blood pressure categories compared to those who did not frequently consume fast food. Statistical analysis using the Chi-Square test yielded a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. Conclusion: There was a significant relationship between the frequency of fast food consumption and the incidence of hypertension among productive-age adults in the working area of Kediri I Public Health Center, Tabanan Regency.