cover
Contact Name
Diandra Zivana
Contact Email
athapublishingglobalindo@gmail.com
Phone
+6281775422923
Journal Mail Official
jurnalinovasipengabdian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Alamanda Estate Jl. Cluster Jasmine No.215, Kembangan, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56172
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi dan Pengabdian
ISSN : -     EISSN : 31098916     DOI : 10.64845/bhaktika.v1i2
Core Subject : Social,
Jurnal Inovasi dan Pengabdian merupakan merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan inovasi berbasis riset yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat, pendidikan, ekonomi, teknologi, dan kebudayaan. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam menyebarluaskan hasil pengabdian yang aplikatif dan solutif terhadap permasalahan di masyarakat. Bhaktika diterbiitkan oleh lembaga independen Athallah Publishing dengan tujuan menjadi wadah diskusi dan publikasi hasil-hasil penelitian para akademisi, peneliti, dan praktisi tentang isu-isu aktual dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan inklusif, kewirausahaan sosial, teknologi tepat guna, pelestarian budaya, serta berbagai inovasi yang berdampak positif bagi komunitas.
Articles 29 Documents
Penyuluhan dan Edukasi Tantangan Bagi Pelaku Usaha dalam Menghadapi Masalah Cybercrime di Era Digital Yusuf Setyadi; Haris Iriyanto; M. Fariz Rahman Hidayat; Tias Ekaliana
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i1.281

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha, khususnya dalam menghadapi ancaman kejahatan dunia maya (cybercrime). Modus kejahatan seperti phishing, peretasan akun, penipuan daring, dan pencurian data pribadi semakin meningkat dan banyak menyasar pelaku usaha kecil dan menengah. Kegiatan penyuluhan dan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta kemampuan pelaku usaha dalam mengidentifikasi dan mengantisipasi berbagai bentuk ancaman siber di era digital. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif melalui sosialisasi, diskusi interaktif, dan pendampingan kepada pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya keamanan digital, penggunaan perangkat lunak yang aman, serta kehati-hatian dalam mengakses tautan, email, dan pesan mencurigakan. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan pelaku usaha mampu menerapkan langkah-langkah preventif guna melindungi data dan keberlangsungan usahanya dari risiko cybercrime.
Metode Penanggulangan Bencana, Perubahan Iklim, Kesiapsiagaan, dan P3K: Kolaborasi STIE Dharma Bumiputera & BPBD DKI Jakarta di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur Heri Sasono; Muh. Hendra Apriwarto
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i1.330

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam tata kelola penanggulangan bencana, pemahaman terhadap perubahan iklim, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur oleh Mahasiswa Manajemen Bencana, STIE Dharma Bumiputera bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta serta melibatkan pengurus RT, RW, dan tokoh masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui sosialisasi, pelatihan, simulasi, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-testserta observasi langsung terhadap keterampilan peserta dalam praktik penanggulangan bencana dan P3K. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait risiko bencana dan perubahan iklim, serta peningkatan keterampilan dalam pertolongan pertama dan evakuasi darurat. Selain itu, terbentuk kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan peran aktif dalam pengurangan risiko. Diskusi dengan peserta mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan informasi, sarana prasarana, serta belum optimalnya sistem peringatan dini di tingkat komunitas. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana dan menjadi model kolaborasi efektif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ke depan, diperlukan keberlanjutan program melalui pelatihan berkala dan penguatan kelembagaan masyarakat siaga bencana.
Analisis Pengembangan Produk Wisata John Kersch Heritage Trail di Parangtritis, Kabupaten Bantul Risqa Yunita; Ditya Yuri Prasetya; Krishna Adi Pratama
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i2.333

Abstract

Parangtritis sebagai salah satu pariwisata di Kabupaten Bantul menyimpan banyak Warisan Budaya Cagar Budaya (WBCB), salah satunya peninggalan John Kersch. John Kersch merupakan mantan masinis dari Belanda yang bekerja di Pabrik Gula Kedaton Pleret. Ia merupakan pionir wisata colonial sebagai cikal bakal wisata modern sekaligus penggagas ekonomi di Parangtritis. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan produk wisata "John Kersch Heritage Trail" di Parangtritis dan mengetahui keefektivannya dalam meningkatkan citra destinasi Parangtritis. Penelitian ini dilakukan dengan metode Research and Development / R&D dengan model PPE. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 4 penilaian aspek; daya tarik, aksesibilitas, akomodasi, dan sarana dan prasarana, pengembangan produk wisata John Kersch heritage trail efektif untuk dikembangkan. Hasil uji coba lapangan terhadap pengembangan produk wisata John Kersch heritage trail mendapatkan respon yang positif dengan persentase pemerolehan skor sebesar 82,90% yang termasuk dalam kriteria efektif, sehingga dapat mendorong persepsi wisatawan terkait citra destinasi di Parangtritis.
Pelatihan Pemasaran Digital untuk Pemuda dan Pelaku UMKM di Desa Sadapaingan, Kecamatan Panawangan Kab. Ciamis Aris Budiman
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v1i2.336

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dampak pelatihan pemasaran digital terhadap kaum muda dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sadapaingan , Kecamatan Panawangan Kab. Ciamis. Program pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang strategi dan alat pemasaran digital, dengan tujuan memberdayakan mereka dalam mempromosikan produk mereka secara efektif di pasar digital yang semakin berkembang. Saya mendokumentasikan proses implementasi, menyoroti tantangan yang dihadapi dan hasil yang dicapai, termasuk peningkatan keterampilan pemasaran dan visibilitas produk. Selain itu, saya menganalisis kemasan produk lokal, menekankan perannya dalam menarik minat konsumen. Meskipun pelatihan tersebut menghasilkan hasil yang positif, saya juga membahas kekurangan yang ditemui, dan memberikan rekomendasi untuk inisiatif pelatihan di masa mendatang.
Penguatan Literasi Digital Berbasis AI untuk Meningkatkan Kompetensi Kewirausahaan Siswa SMK Yayan Sopyan; Mardiyah
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i2.340

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui pemanfaatan teknologi Artificial İntelligence (AI) sebagai media pembelajaran kewirausahaan. Permasalahan utama yang dihadapi adalah 25,80% pemuda Indonesia berstatus Not in Education, Employment, or Training (NEET) (UNDP 2023), sementara pemerintah menargetkan 9 juta talenta digital pada 2030. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi, simulasi, dan praktik pembuatan identitas merek menggunakan AI, dilaksanakan di SMK Bhakti Husada Kuningan dengan peserta siswa kelas XI dan XII. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman literasi digital meningkat dari 42% menjadi 83%, kemampuan penggunaan AI untuk desain dari 18% menjadi 76%, dan motivasi berwirausaha dari 51% menjadi 88%. Selain itu, terbentuk beberapa kelompok usaha siswa dengan ide bisnis berbasis produk kesehatan dan konten digital. Temuan ini sejalan dengan (Duong 2026) yang membuktikan bahwa AI literacy berpengaruh signifikan terhadap kompetensi kewirausahaan digital di konteks vokasi. Kegiatan ini berkontribusi dalam mempersiapkan siswa SMK sebagai wirausaha muda yang adaptif terhadap era digital.
Pelatihan Kriya Anyaman: Inovasi Aksesoris Untuk Keterampilan Masyarakat Mesi Herawati; Kholilatul Khusni; Yeyen Novita; Darma Taujiharrahman; Achmand Nur Alfianto; M. Bastomi Fahri Zusak
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i2.358

Abstract

This community service activity aims to improve the skills and creativity of women in Neighborhood Association (RW) 30, Batursari Village, Mranggen District, Demak Regency, through weaving craft training in the production of creative accessories with both utility and economic value. The community faces a limited innovative skill set in developing woven products, resulting in a lack of variety and low competitiveness. The activity implemented a participatory approach and hands-on practice (learning by doing) through preparation, implementation, and evaluation. The activity included providing materials, demonstrating basic weaving techniques, and hands-on product-making practice with guidance from the community service team and woven craft MSMEs. The results demonstrated improved participant skills in creating various woven accessories such as key chains, tissue holders, and more. Furthermore, participants were able to combine various colors and product designs. Thus, this community service activity has a positive impact in supporting community economic empowerment through the development of innovative and marketable weaving craft skills.
Sosialisasi Pemasaran Holistik Berbasis Digital Dalampengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pancalaksana Amalia Fatia; Tiara Asti Meida
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i2.369

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pemasaran, menuntut setiap pelaku usaha termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk beradaptasi secara cepat terhadap dinamika pasar. BUMDes Pancalaksana, yang memiliki potensi ekonomi lokal cukup besar, masih menghadapi keterbatasan dalam hal strategi pemasaran modern dan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada pengelola BUMDes mengenai konsep pemasaran holistik yang terintegrasi dengan teknologi digital, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan dalam enam tahap: persiapan, identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan praktik digital marketing, pendampingan, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman pengelola BUMDes terhadap konsep pemasaran holistik, kemampuan penggunaan platform digital, serta kapasitas penyusunan strategi pemasaran yang terarah dan terintegrasi. Program ini berkontribusi pada penguatan kelembagaan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Budidaya Maggot Berbasis Sampah Organik Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Pasar Kangkung Teluk Betung Selatan Resha Moniyana Putri; Driya Wiryawan; Thomas Andrian; I Wayan Suparta; Prakarsa Panjinegara
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i2.374

Abstract

Pengelolaan sampah organik di pasar tradisional masih menjadi tantangan dalam sistem persampahan perkotaan, termasuk di Pasar Kangkung Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. Tingginya timbulan limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal menyebabkan peningkatan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta menimbulkan berbagai dampak lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan pengelolaan limbah organik pasar melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya pengurangan sampah dari sumber sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif dengan melibatkan pedagang, pengelola pasar, dan mahasiswa melalui empat tahapan, yaitu edukasi pemilahan sampah organik, pelatihan budidaya maggot, pelatihan pemanfaatan dan pemasaran hasil budidaya, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola sampah organik, penerapan sistem pemilahan sampah berbasis sumber, serta kemampuan mengembangkan budidaya maggot sebagai pengolah limbah dan sumber pakan alternatif bernilai ekonomi. Program ini juga mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Model pengelolaan yang diterapkan berpotensi menjadi alternatif pengelolaan sampah pasar yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada pasar tradisional lainnya.
Pendidikan Ekspor Mandiri bagi Petani Kepiting Biru Lokal Menggunakan Pendekatan Pemasaran Digital di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara Siti Juhaeni; Cindy Fina Fateha; Wardatul Raihana; Nur Khairiah; Wida Qonitatul Wiqoyah
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i2.379

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh adanya anomali struktural tata niaga komoditas rajungan di Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, di mana distribusi ekspor dikendalikan oleh tengkulak transit luar daerah akibat kesenjangan informasi dan literasi digital bisnis. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wirausaha global, pemahaman teknis dokumen legalitas ekspor mandiri, serta penguasaan strategi digital marketing bagi pelaku UKM dan pembudidaya lokal. Metode pelaksanaan program dilakukan secara tatap muka (offline) melalui alur solusi tiga tahap yang sistematis, meliputi sesi Awareness pasar global, edukasi pemanfaatan digital tools marketing (Alibaba.com dan SeafoodSource), serta pelatihan prosedur administratif dan simulasi ekspor direct berbasis Incoterms FOB. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan dan respons yang proaktif dari masyarakat sasaran. Hal ini dibuktikan secara kuantitatif melalui kehadiran riil 27 orang peserta dari komunitas pesisir setempat, yang berarti melampaui target sasaran awal panitia sebesar 135%. Selain itu, forum diskusi berjalan dinamis dengan adanya 6 orang perwakilan audiens yang mengajukan pertanyaan kritis mendalam terkait kluster teknis budidaya rajungan berkelanjutan serta mekanisme kemitraan lanjutan dengan Universitas Pamulang. Melalui edukasi intensif ini, para peserta kini telah mampu mengetahui, memahami, dan memetakan dengan jelas langkah-langkah prosedural administratif ekspor mandiri untuk menembus pasar internasional. Transformasi mindset ini menjadi modal utama desa dalam memotong rantai perantara eksploitatif demi mewujudkan kedaulatan finansial dan kemandirian ekonomi maritim secara berkelanjutan.

Page 3 of 3 | Total Record : 29