cover
Contact Name
Moh. Hasbi
Contact Email
athapublishingglobalindo@gmail.com
Phone
+6281775422923
Journal Mail Official
jurnalharmonipendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Alamanda Estate Jl. Cluster Jasmine No.215, Kembangan, Sumberrejo, Kec. Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56172
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Harmoni Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 31098991     DOI : 10.64845/jhp.v1i2
Core Subject : Education,
Jurnal Harmoni Pendidikan is an academic journal that publishes research articles, theoretical studies, and critical reflections in the field of education. With an interdisciplinary approach, the journal aims to provide a scholarly platform for educators, researchers, practitioners, and policymakers to explore and discuss various educational issues in a comprehensive and meaningful way. The journal covers a wide range of topics including instructional innovation, curriculum and assessment, educational management, educational technology, character education, inclusive education, and the socio-cultural dynamics of learning environments. Emphasizing the value of harmony in education, this journal encourages intellectual dialogue that bridges diverse perspectives and approaches within the educational sphere. By promoting high-quality and contextually relevant publications, Jurnal Harmoni Pendidikan seeks to contribute to the advancement of educational science and practice at local, national, and global levels.
Articles 17 Documents
Integrasi Sumber Belajar dan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Akidah Akhlak di Sekolah dan Madrasah Nasrul HS; T. Najwa Maulida; Suci Aulia Ananda; Syaybatul Afni
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sumber belajar dan media pembelajaran dalam pendidikan Akidah Akhlak di sekolah dan madrasah. Fokus kajian diarahkan pada jenis sumber belajar yang digunakan, ragam media pembelajaran yang diterapkan, serta efektivitasnya dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber belajar yang digunakan meliputi buku teks, Al-Qur’an dan hadis, modul pembelajaran, serta sumber digital. Media pembelajaran yang diterapkan mencakup media visual, audiovisual, dan media berbasis teknologi informasi. Implementasi sumber belajar dan media pembelajaran tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman konsep, internalisasi nilai-nilai akhlak, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan kendala berupa keterbatasan sarana prasarana dan kompetensi pendidik dalam pemanfaatan media digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas pendidik serta optimalisasi sarana pendukung agar implementasi sumber belajar dan media pembelajaran dalam pendidikan Akidah Akhlak dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Pengembangan Kompetensi Akidah Akhlak Peserta Didik: Pendekatan Kurikulum dan Praktik Pembelajaran di Madrasah Nasrul HS; Lovina widyani Daulay; Septiani Putri Najogi; Shafa Annisa
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.143

Abstract

Kompetensi akidah akhlak di sekolah Adalah pendidikan merupakan sarana utama dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, dengan mata pelajaran Akidah Akhlak memiliki peran strategis dalam menekankan pembentukan sikap, perilaku, dan kepribadian sesuai ajaran Islam. Kompetensi Akidah Akhlak di sekolah/madrasah menjadi penting dalam proses pendidikan Islam, mengingat peserta didik berasal dari latar belakang beragam dan menghadapi tantangan globalisasi serta pengaruh negatif. Oleh karena itu, guru Akidah Akhlak dituntut memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan spiritual untuk menanamkan nilai-nilai keislaman secara efektif. Ruang lingkup kompetensi Akidah Akhlak mencakup aspek keimanan, pemahaman dasar Islam, dan penerapan akhlak mulia dalam interaksi sosial. Implementasi pembelajaran Akidah Akhlak melibatkan metode ceramah, simulasi, diskusi, dan pembiasaan, dengan tujuan membentuk pengalaman dan kemampuan siswa secara terstruktur. Guru berperan sebagai telidan yang membimbing peserta didik untuk menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menghadapi problematika pembelajaran seperti kurangnya interaksi dan fasilitas. Dengan demikian, pendidikan Akidah Akhlak bukan hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tapi juga pembentukan moral dan spiritual. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung perkembangan kepribadian siswa. Harapannya, generasi muda memiliki akidah kuat, akhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat di tengah dinamika zaman. 
Manajemen Kurikulum Berbasis Fleksibilitas: Transformasi Peran Kepala Sekolah Dalam Mendukung Kreativitas Guru di Era Kurikulum Deep Learning Slamet Pamuji; Ilzam Habik
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.149

Abstract

Perubahan paradigma kurikulum menuntut sekolah untuk mengelola pembelajaran secara lebih fleksibel, humanis, dan kontekstual. Kurikulum Deep Learning hadir sebagai pendekatan yang menekankan nilai empati, relasi pedagogis, dan penghargaan terhadap keberagaman potensi peserta didik. Dalam konteks tersebut, manajemen kurikulum berbasis fleksibilitas menjadi strategi penting yang memerlukan transformasi peran kepala sekolah, tidak lagi sebatas administrator, tetapi sebagai pemimpin pembelajaran yang mendukung kreativitas guru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi peran kepala sekolah dalam manajemen kurikulum fleksibel berkontribusi terhadap penguatan kreativitas guru di era Kurikulum Deep Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku referensi, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fleksibilitas kurikulum yang didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah memungkinkan guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran, menyesuaikan strategi pedagogis dengan kebutuhan peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang bermakna dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Deep Learning sangat ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam membangun budaya sekolah yang suportif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
Menanamkan Akhlak Mulia Terhadap Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Agama Islam Marzuenda
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.152

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan aspek fundamental namun, realitas saat ini semakin maraknya krisis akhlak di kalangan anak dan remaja. Fenomena ini mempertegas urgensi penanaman akhlak sejak dini melalui pendidikan agama Islam. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pentingnya strategi pendidikan akhlak mulia bagi anak usia dini sebagai solusi menghadapi tantangan moral di era globalisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur, yaitu menganalisis berbagai sumber otentik Islam, pendapat ulama klasik dan kontemporer, serta hasil penelitian terdahulu. Analisis dilakukan secara kritis untuk memahami makna filosofis dan implikasi praktis penanaman akhlak dalam sistem pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kanak-kanak merupakan fase emas (golden age) dalam pembentukan karakter. Pendidikan akhlak sejak dini berfungsi sebagai fondasi utama bagi tumbuhnya generasi beriman, bertakwa, dan berkarakter mulia. Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penentu. Keluarga sebagai madrasah pertama berperan menanamkan nilai dasar, sekolah melalui guru Pendidikan Agama Islam memperkuat pemahaman dan pembiasaan, sementara masyarakat menciptakan lingkungan yang kondusif. Tantangan moral di era modern, seperti pengaruh negatif teknologi, menurunnya rasa hormat, serta krisis identitas, dapat diatasi dengan sinergi ketiga elemen tersebut. Dengan demikian, pendidikan akhlak sejak usia dini bukan hanya pilihan, melainkan keharusan strategis dalam membentuk generasi muslim yang cerdas, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi bangsa.
Determinan Pendidikan di Indonesia Menggunakan Metode K-Means Clustering Mochammad Luthfan Nur Rafif Falah; Novia Amilatus Solekha
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.161

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendidikan di Indonesia pada tahun 2024 menggunakan metode K-Means Clustering. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencakup lima variabel utama: Angka Melek Aksara, Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Buta Aksara, Angka Partisipasi Kasar (APK), dan Angka Partisipasi Murni (APM). Metode K-Means Clustering diterapkan untuk mengelompokkan 38 provinsi di Indonesia ke dalam tiga klaster berdasarkan karakteristik pendidikan masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaster pertama terdiri dari provinsi dengan tingkat pendidikan rendah, klaster kedua dengan tingkat pendidikan sedang, dan klaster ketiga dengan tingkat pendidikan tinggi. Uji ANOVA menunjukkan bahwa variabel Angka Melek Aksara memiliki pengaruh paling signifikan dalam pembentukan klaster. Hasil Penelitian ini memberikan wawasan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan pendidikan yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan tiap daerah.
Analisis Program Habituasi Siswa dalam Mewujudkan Visi Sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang Ega Maulina Putri; Fina Sopiatul Fatimah; Ummu Laeli Mukarromah; Anisa Yuli Anti; Bayu Dwi Cahyono
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program habituasi siswa dalam mewujudkan visi UTAMA (Unggul, Terampil, Mandiri, dan Berakhlakul Karimah) di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk menemukan pola dan makna dari pelaksanaan program habituasi di lingkungan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program habituasi di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembiasaan, seperti budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), tadarus Al-Qur’an, doa sebelum dan sesudah pembelajaran, shalat dhuha dan dhuhur berjamaah, serta pembiasaan menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan sekolah. Program-program tersebut berperan dalam membentuk karakter religius, sikap disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta sopan santun peserta didik sebagai implementasi nyata visi UTAMA. Faktor pendukung pelaksanaan program habituasi meliputi komitmen dan keteladanan warga sekolah, budaya sekolah yang religius dan kondusif, serta pemanfaatan sarana prasarana yang tersedia. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang peserta didik, rendahnya kesadaran internal sebagian siswa, keterbatasan waktu, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga. Dengan demikian, program habituasi memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi sekolah, namun perlu penguatan pembinaan karakter secara berkelanjutan agar hasil yang dicapai lebih optimal.
Rahmatan lil ‘Alamin as a Pedagogical Paradigm in Islamic Education: A Literature Review Rahmadi Agus Setiawan
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.182

Abstract

Although ethical values are central to Islamic education, many foundational Islamic concepts remain framed primarily in normative-theological terms, with limited pedagogical development. One such concept is rahmatan lil ‘alamin, which is frequently invoked to promote inclusivity, moderation, and compassion but rarely articulated as a coherent educational paradigm. This conceptual gap limits its pedagogical relevance in contemporary and plural educational contexts. This article aims to reconstruct rahmatan lil ‘alamin as a pedagogical paradigm in Islamic education by translating its ethical foundations into educational principles. Using a qualitative literature review, the study examines Qur’anic and Prophetic sources alongside Islamic education scholarship and international literature on religious and values-based education. The analysis identifies four interrelated pedagogical principles through which rahmatan lil ‘alamin can be operationalized: humanization of education, justice and inclusivity, orientation toward public good and social responsibility, and integrative epistemology of learning. These principles position learners as ethical agents, affirm diversity as a pedagogical resource, connect learning with social engagement, and integrate religious knowledge with contemporary disciplines. This study contributes by reframing rahmatan lil ‘alamin from a moral ideal into a pedagogical framework and by situating Islamic education within broader global debates on inclusive and humane education.

Page 2 of 2 | Total Record : 17