cover
Contact Name
Erwan
Contact Email
penerbit.blb@gmail.com
Phone
+6285156221429
Journal Mail Official
penerbit.blb@gmail.com
Editorial Address
PT Bukuloka Literasi Bangsa Kompleks Business Park Kebon Jeruk Blok I No. 21, Jl. Meruya Ilir Raya No.88, Desa/Kelurahan Meruya Utara, Kec. Kembangan, Kota Adm. Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 31102522     DOI : -
Core Subject : Health,
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia (E-ISSN: 3110-2522) is a scientific journal that publishes original research works in the field of health. This journal is published by PT Bukuloka Literasi Bangsa (Registration Number AHU-0065707.AH.01.01.2024) with the aim of becoming a scientific publication platform for researchers, academics, and practitioners who contribute to the development of health science and practice in Indonesia. With a broad range of topics, Nusantara Sehat accepts research manuscripts from various health disciplines, including but not limited to: public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, nutrition, environmental health, health promotion, and health policy. All articles published in Nusantara Sehat undergo a rigorous peer review process to ensure the scientific quality and relevance of research findings to the advancement of health science at the local, national, and global levels. This journal is published regularly six times a year, in January, March, May, July, September and November. We invite researchers, academics, and practitioners to submit scientific papers according to the established publication schedule. Nusantara Sehat accepts research manuscripts from various health disciplines, including but not limited to: Public health Nursing Midwifery Medicine Pharmacy Nutrition Environmental health Health promotion Health policy
Articles 34 Documents
Hubungan Kegiatan Keagamaan dengan Adaptasi Psikososial Wanita Menopause yang Beragama Islam di Kelurahan Ladang Bambu Tahun 2025 Ruminta Sirait; Aspiati; Yani Lestari
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 4 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i4.94

Abstract

ABSTRAK      Menopause merupakan berhentinya pola siklus menstruasi pada wanita diantara usia 45-55 tahun. Suatu tahap dimana masa reproduksi telah berakhir, dan setiap tahapan ini akan dilalui oleh semua wanita. Dengan meningkatnya kesejahteraan manusia maka usia harapan hidup (life expectancy) juga semakin meningkat. Akibatnya, jumlah orang yang lanjut usia semakin bertambah. Hal ini berarti semakin meningkatnya usia tua, termasuk wanita yang telah memasuki usia menopause. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik korelasi. Rancangan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kegiatan keagamaan dengan adaptasi psikososial wanita menopause yang beragama Islam di Kelurahan Ladang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan. variabel kegiatan keagamaan dengan adaptasi psikososial wanita menopause memiliki hubungan negatif dengan interpretasi lemah (r pada −0.1 sampai −0.3). Dengan nilai p > 0.05 yang menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut tidak signifikan. analisa faktor-faktor tersebut dapat diasumsikan bahwa stress yang dialami wanita menopause dipengaruhi oleh berbagai faktor dan adaptasinya melibatkan beberapa dimensi dalam kehidupan yang berhubungan dengan stress. Meskipun kegiatan keagamaan pada wanita menopause bukanlah hal yang utama yang berhubungan dengan stress, penting juga menjadikan kegiatan keagamaan bagian koping wanita menopause dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi. Tidak terdapatnya hubungan kegiatan keagamaan dengan adaptasi psikososial wanita menopause kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor antara lain sosial, budaya, pendidikan, lingkungan dan pengetahuan tentang menopause itu sendiri. Dukungan sosial keluarga dan anak-anak wanita menopause diasumsikan turut mempengaruhi adaptasi wanita menopause. Selain itu, kemampuan adaptasi seseorang terhadap stress melibatkan totalitas seseorang yang juga menyangkut dimensi fisik, perkembangan, emosional dan sosial sebagai satu-kesatuan faktor yang mempengaruhi adaptasi pada wanita manapouse. Kata kunci: kegiatan keagamaan, adaptasi psikososial, wanita menopause, beragama islam
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Stunting dengan Kejadian Stunting pada Balita 12–24 Bulan di Desa Hitu Messing Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Supriyanto; Syariefah H. Waliulu; Djahra Warda Sopaliu
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 4 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i4.95

Abstract

Abstrak             Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Pengetahuan ibu tentang stunting diyakini mempengaruhi kejadian stunting pada balita. Desa Hitu Messing merupakan salah satu desa di Wilayah kerja Puskesmas Hitu yang memiliki jumlah balita stunting sebanyak 31 balita. untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting pada balita 12-24 bulan di Desa Hitu Messing. metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh ibu yang mempunyai balita 12-24 bulan di Desa Hitu Messing berjumlah 125 ibu. Sampel penelitian dipilih secara acak (random sampling) dari populasi ibu yang memiliki balita 12-24 bulan di Desa Hitu Messing berjumlah 44 ibu. Teknik penelitian ini digunakan untuk menganalisis hubungan variabel independent dan variabel dependen. Alat ukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 44 responden  terdapat ibu yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 19 orang (42,2%) dan sebagian besar memiliki balita stunting sebanyak 24 (54,5%). Analisis uji bivariat menggunakan uji chi square didapatkan nilai = 0,000 yang mana nilai lebih kecil dri nilai α = 0,05. Hal ini menunjukan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. ada hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting pada balita 12-24 bulan di Desa Hitu Messing Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Kata Kunci: Pengetahuan ibu, stunting, balita
Faktor Manusia dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Wisata Petualangan: Studi Eksploratif Ahmad Afif Mauludi; Rini Puspita Dewi; Muhammad Azrin Karim; Tri Arini; Dwina Anggraini; Tia Nurhidayanti; Arif Sulfiantono
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.173

Abstract

Pendahuluan: Sektor wisata petualangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh pesat pascapandemi dengan profil risiko kerja yang tinggi, namun didominasi pekerja informal. Studi pendahuluan mengungkap fenomena paradoksal di mana pekerja berpengalaman justru memandang risiko lebih rendah, sementara literatur K3 yang ada lebih berfokus pada perspektif wisatawan. Tujuan: Mengeksplorasi faktor manusia yang memengaruhi K3 di sektor wisata petualangan DIY dan mengungkap mekanisme di balik paradoks pengalaman. Metode: Penelitian kualitatif eksploratif dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui empat sesi Focus Group Discussion (16 partisipan dari Goa Kiskendo, Wisata Canden, Benteng Vredeburg, dan Pantai Drini) dan wawancara mendalam dengan 20 informan kunci, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis Braun & Clarke. Hasil: Teridentifikasi empat tema utama: (1) paradoks pengalaman akibat habituasi dan bias kognitif; (2) kesenjangan antara pengetahuan prosedural dan substansial; (3) tekanan psikososial dan kelelahan sebagai determinan risiko; serta (4) dualitas budaya keselamatan antara model birokratis-formal dan komunal-solidaritas. Pengalaman traumatik langsung terbukti menjadi pematah paradoks pengalaman. Kesimpulan: Intervensi K3 perlu melampaui pendekatan teknis dengan menyentuh dimensi psikologis dan kultural melalui pelatihan berbasis metakognisi, pelaporan near-miss, dan dukungan kesehatan mental. Keterbatasan penelitian pada cakupan geografis dan desain cross-sectional menyarankan studi longitudinal lintas wilayah untuk penelitian lanjutan. Kata Kunci: faktor manusia, wisata petualangan, paradoks pengalaman, keselamatan dan kesehatan kerja
Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Konsumsi Tablet Zat Besi untuk Mencegah Anemia dan Stunting di UPT Puskesmas Kampung Dalam Heny Puspasari; Weni Puspita; Adhisty Kharisma J; Vivi Lianti
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.174

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak signifikan terhadap ibu dan janin, termasuk peningkatan risiko stunting pada anak. Prevalensi stunting di Kalimantan Barat mencapai 29,8% dan menempati peringkat ke-7 tertinggi di Indonesia. Pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap konsumsi tablet zat besi menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan, namun kajian di tingkat puskesmas masih terbatas. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap konsumsi tablet zat besi untuk mencegah anemia dan stunting di UPT Puskesmas Kampung Dalam Kota Pontianak. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di UPT Puskesmas Kampung Dalam pada Februari 2025, kemudian dianalisis secara univariat dengan kategorisasi pengetahuan menurut Arikunto dan kategorisasi sikap menurut Budiman. Hasil: Tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai stunting menunjukkan kategori baik sebanyak 74 responden (74%), cukup 25 responden (25%), dan kurang 1 responden (1%). Seluruh responden (100%) memiliki sikap positif terhadap konsumsi tablet zat besi sebagai upaya pencegahan anemia dan stunting. Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan baik dan sikap positif terhadap konsumsi tablet zat besi untuk mencegah anemia dan stunting. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan satu puskesmas dan desain deskriptif tanpa analisis hubungan antarvariabel. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain analitik untuk menguji hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan konsumsi tablet zat besi. Kata Kunci: anemia, pengetahuan, sikap, stunting
Pola Konsumsi Makanan, Kecukupan Energi dan Zat Gizi Makro Mahasiswa Politeknik Kesehatan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta Dwi Winarsih; Pristina Adi Rachmawati; Marisa Elfina
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.175

Abstract

Pendahuluan: Pola konsumsi makanan berkaitan erat dengan kebiasaan makan dan kecukupan zat gizi yang menjadi faktor penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Mahasiswa merupakan kelompok usia transisi yang rentan memiliki pola makan tidak sehat akibat padatnya aktivitas akademik dan perubahan gaya hidup. Berbagai penelitian menunjukkan tingginya proporsi mahasiswa dengan asupan gizi yang belum optimal, namun gambaran pola konsumsi dan kecukupan zat gizi makro mahasiswa Poltekkes TNI AU Adisutjipto Yogyakarta belum banyak diteliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi makanan, tingkat kecukupan energi, dan tingkat kecukupan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) pada mahasiswa. Metode: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan 63 mahasiswa dipilih secara purposive sampling (non-probability). Penelitian ini dilakukan dengan pengukuran dan wawancara secara langsung meliputi status gizi yang diperoleh melalui Indeks Massa Tubuh (IMT), aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire Adolescent (IPAQ), pola konsumsi makanan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan kecukupan energi serta kecukupan zat gizi makro menggunakan Food Recall 3x24 jam. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Sebanyak 46% mahasiswa memiliki pola konsumsi makanan yang beragam. Kecukupan energi pada 31,7% mahasiswa termasuk defisit tingkat ringan. Kecukupan protein (96,8%) dan kecukupan karbohidrat (92,1%) tergolong kurang. Kecukupan lemak 66,7% mahasiswa tergolong optimal. Kesimpulan: Mahasiswa memiliki pola konsumsi makanan yang beragam dengan kecukupan energi defisit tingkat ringan, kecukupan protein dan karbohidrat kurang, serta kecukupan lemak optimal. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi dan intervensi gizi di lingkungan kampus untuk memperbaiki pola makan mahasiswa. Keterbatasan penelitian ini terletak pada desain deskriptif dan jumlah sampel yang terbatas, sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan analisis bivariat atau multivariat dengan sampel yang lebih besar. Kata Kunci: Pola konsumsi makanan, kecukupan energi, dan zat gizi makro
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Rajeg Kabupaten Tangerang Alief Putra Ardiansyah; Fischa Awalin
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.177

Abstract

Latar Belakang. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor yang dapat dimodifikasi dalam pengendalian hipertensi adalah aktivitas fisik. Tujuan. Untuk mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Rajeg Kabupaten Tangerang. Metode. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 171 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 41–60 tahun (72,5%) dan berjenis kelamin perempuan (67,8%). Mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (74,3%). Tekanan darah responden paling banyak berada pada kategori hipertensi derajat 1 (42,1%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan nilai p = 0,001 dan koefisien korelasi r = -0,245, yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan lemah. Kesimpulan dan Saran. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Rajeg Kabupaten Tangerang, dimana semakin tinggi aktivitas fisik maka tekanan darah cenderung lebih rendah. Disarankan bagi pasien hipertensi untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin sebagai upaya pengendalian tekanan darah. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Hipertensi
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Penatalaksanaan Perawatan Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Polowijen Malang Nasywa Nuril Nabil Suci Estiningtyas; Imam Subekti
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.178

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan perubahan gaya hidup jangka panjang, namun banyak pasien mengalami kesulitan dalam menjalankan perawatan secara konsisten. Prevalensi DM Tipe 2 terus meningkat baik secara global maupun di Indonesia, sementara dukungan keluarga sebagai sistem pendukung terdekat memiliki peran penting dalam keberhasilan pengelolaan penyakit. Penelitian mengenai dukungan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Polowijen Malang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan: Menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan penatalaksanaan perawatan Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Polowijen Kota Malang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional pada 46 responden yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria inklusi penderita DM Tipe 2 berusia ≥40 tahun dan tinggal bersama keluarga. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner penatalaksanaan perawatan DM Tipe 2, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman's rho. Hasil: Sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga yang baik (80,4%) dan lebih dari setengah responden patuh dalam penatalaksanaan perawatan DM Tipe 2 (54,3%). Uji Spearman's rho menunjukkan hubungan signifikan dan kuat antara dukungan keluarga dengan penatalaksanaan perawatan DM Tipe 2 (p < 0,001; r = 0,638) dengan arah hubungan positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara dukungan keluarga dengan penatalaksanaan perawatan DM Tipe 2, di mana semakin baik dukungan keluarga maka semakin tinggi kepatuhan pasien. Keterbatasan penelitian mencakup cakupan satu puskesmas dan desain cross-sectional. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain longitudinal dengan cakupan wilayah yang lebih luas.  Kata Kunci: dukungan keluarga, penatalaksanaan perawatan, diabetes melitus tipe 2
Determinan Makro Prevalensi Stunting di Jawa Tengah: Peran ASI, Air Bersih, dan Kepemilikan BPJS Bangkit Ary Pratama
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.179

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan indikator kegagalan pertumbuhan kronis yang dipengaruhi determinan multidimensional. Provinsi Jawa Tengah berhasil menurunkan prevalensi stunting menjadi 17,1% pada 2024, namun ketimpangan antarwilayah masih tinggi. Kajian determinan stunting selama ini didominasi pendekatan mikro, sementara analisis kewilayahan yang mengintegrasikan faktor nutrisi, lingkungan, dan jaminan sosial masih terbatas. Tujuan: Menganalisis korelasi antara lama pemberian ASI, ketersediaan air bersih, dan kepemilikan BPJS dengan prevalensi stunting di Jawa Tengah tahun 2024. Metode: Studi ekologi dengan desain observasional analitik pada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Data sekunder dari SSGI dan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan ambang signifikansi p < 0,05. Hasil: Ketersediaan air bersih (r = -0,346; p = 0,042) dan kepemilikan BPJS (r = -0,426; p = 0,011) berkorelasi negatif signifikan dengan prevalensi stunting, dengan BPJS sebagai variabel paling dominan. Lama pemberian ASI tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,222) pada skala agregat wilayah. Kesimpulan: Pemerataan infrastruktur air bersih dan perluasan cakupan BPJS perlu diprioritaskan dalam kebijakan percepatan penurunan stunting. Keterbatasan studi mencakup potensi ecological fallacy dan absennya kontrol perancu individu. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain multilevel untuk mengintegrasikan determinan makro dan mikro. Kata Kunci: air bersih, ASI, BPJS, stunting
Terapi Yoga dan Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien DMT2 di Takalar Suardi; Ernawati; Dina Oktaviana; Ipha Wahyuni Putri; Patmawati
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 6 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i6.169

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by impaired insulin secretion and/or action due to pancreatic beta-cell dysfunction and insulin resistance. This condition causes uncontrolled elevation of blood glucose levels. One nonpharmacological approach to diabetes management is yoga therapy. Objective: This study aimed to analyze the effect of yoga therapy on reducing blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). Methods: This study used a pre-experimental one-group pretest-posttest design without a control group. A total of 30 respondents were selected using purposive sampling. The inclusion criteria were patients with T2DM aged ≥ 45 years, blood glucose levels ≥ 200 mg/dL, willingness to participate, ability to follow yoga therapy, and absence of severe physical disorders. The exclusion criteria included noncompliance with therapy and clinical conditions that could endanger respondents during yoga. Blood glucose levels were measured using an Autocheck device. Data were analyzed using a paired t-test. Results: There was a significant difference in blood glucose levels before and after yoga therapy (p < 0.001). The mean blood glucose level decreased from 265.23 mg/dL to 207.60 mg/dL in the final week. Conclusion: Yoga therapy reduced blood glucose levels among patients with T2DM at Bulukunyi Community Health Center, Takalar Regency. Keywords: community health center, nonpharmacological intervention, random blood glucose, T2DM, yoga therapy
Puzzle Play and Fine Motor Development among Children Aged 4–5 Years Nurrahmaton; Nuriah Arma; Sumita Sitompul
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 6 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i6.180

Abstract

Introduction: Preschool age is a critical period for child development, including fine motor skills. However, fine motor developmental delays are still found among preschool children. Puzzle play is considered one of the educational activities that may help stimulate fine motor development. Initial observations at YPP Generasi Bangsa Tangkahan Kindergarten, Medan Labuhan, showed that several children experienced difficulties in activities such as folding, drawing, and imitating writing. Objective: This study aimed to determine the relationship between puzzle play and fine motor development among children aged 4–5 years at YPP Tangkahan Nation Generation Kindergarten, Medan Labuhan, in 2025. Method: This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach conducted at YPP Generasi Bangsa Tangkahan Kindergarten, Medan Labuhan, in 2025. The respondents were 33 children aged 4–5 years who met the inclusion criteria and were selected using a total sampling technique. Data were collected through direct observation using the Denver Developmental Screening Test II (DDST II) instrument. Fine motor assessment for children aged 4–5 years included activities such as drawing shapes, folding paper, arranging objects, and imitating writing according to the DDST II guidelines. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: The results showed that 22 children (66.7%) were categorized as having normal fine motor development, while 11 children (33.3%) were categorized as suspect. Based on column percentages in the crosstab analysis, among children with appropriate puzzle-play activities, 20 children (83.3%) had normal fine motor development and 4 children (16.7%) were categorized as suspect. Meanwhile, among children with inappropriate puzzle-play activities, 2 children (22.2%) had normal fine motor development and 7 children (77.8%) were categorized as suspect. Statistical analysis using Fisher’s Exact Test showed a significant relationship between puzzle play and fine motor development among children aged 4–5 years at YPP Generasi Bangsa Tangkahan Kindergarten, Medan Labuhan, in 2025 (p < 0.001). Conclusion: Puzzle play was associated with fine motor development among children aged 4–5 years. Puzzle activities may be used as a practical form of stimulation to support children’s fine motor skills development at home and in educational settings. Further studies with larger samples and different research designs are recommended to strengthen the findings. Keywords: Puzzle play; Fine motor development; Preschool children; Educational games; Child development.

Page 3 of 4 | Total Record : 34