cover
Contact Name
Komang Wisnanda
Contact Email
jurnalaksarakonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalaksarakonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trengguli I Nomor 34 Denpasar Timur, Bali 80238
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : 10.29255/aksara
Aksara is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literature. All articles in Aksara have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. Aksara is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December. Aksara was first published in Denpasar in 1991, by Balai Penelitian Bahasa Denpasar. The name of Aksara had undergone the following changes: Aksara (1991—1998), Aksara Jurnal Bahasa dan Sastra (1998—2016), and Aksara (2017). By 2017, Aksara has started to publish in electronic version under the name of Aksara. Since the electronic version should refer to the printed version and following the official document SK 0005.25800353/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 dated May 20th, 2017 stating that ISSN 0854-3283 printed version uses the (only) name of Aksara, in 2017 the electronic version began to use the name Aksara and obtained a new e-ISSN number: 2580-0353. Starting in 2020, Aksara published 12 articles. Aksara accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 159 Documents
Keterampilan Menulis Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review dan Bibliometric Analysis Siti Alivia Nurazizah; Mela Darmayanti
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4236.337-358

Abstract

Keterampilan menulis menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang penting dan harus dikuasai oleh siswa Sekolah Dasar. Dengan menulis siswa dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, serta berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkembangan literatur keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar dalam rentang tahun 2013-2023 dan juga untuk mengetahui solusi alternatif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) dan analisis bibliometrik. Diperoleh 136 artikel yang berhubungan dengan keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar. Artikel-artikel berasal dari database Google Scholar yang dikumpulkan dari aplikasi perangkat lunak Publish or Perish (PoP) dan divisualisasikan dengan bantuan aplikasi Vosviewer. Hasil temuan menunjukkan bahwa penelitian bidang keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar dalam rentang tahun 2013-2023 bersifat fluktuatif dan banyak dipublikasikan pada jurnal Didaktika Dwija Indria. Subtopik yang sering diteliti dalam bidang keterampilan menulis adalah model pembelajaran. Permasalahan yang sering terjadi pada keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar terdapat pada aspek organisasi isi tulisan, tata dan gaya bahasa, struktur dan kosa kata, serta ejaan dan tanda baca. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar yaitu model picture and picture, model TTW, model example non example, model make a match, serta model PAKEM. Dan media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menulis yaitu media gambar, powerpoint interaktif, puzzle, serta media pop-up. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka rekomendasi ditujukan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih dalam dan luas lagi, khususnya pada kajian upaya dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa Sekolah Dasar.
WACANA IKLAN DALAM BENTUK PAPAN REKLAME DI BALI I Nengah Budiasa
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.152.97-107

Abstract

Analisis wacana iklan dalam bentuk papan reklame di Bali merupakan suatu kajian yang menganalisis pemakaian bahasa secara tertulis yang lebih populer disebut bahasa iklan. Kajian ini meliputi kekohesifan, implikatur, dan retorika wacana iklan yang tampak dari bangun wacana yang ditampilkan. Kekohesifan wacana iklan dapat dilihat dari hubungan antara kata yang satu dengan kata yang lain dalam sebuah frasa. Di samping itu, kekoherenan atau kepaduan makna menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam telaah ini. Selanjutnya, implikatur dalam analisis wacana iklan dalam bentuk papan reklame adalah analisis bagian tambahan makna yang tidak tertulis dalam iklan tersebut agar tetap tertangkap oleh pembaca. Terakhir, retorika wacana iklan berupa papan reklame merupakan efektivitas penggunaan bahasa dalam media tersebut. Melalui media bahasa yang efektif diharapkan dapat menimbulkan efek tertentu pada pikiran pembaca dan dapat mengubah sikapnya.
SYNTACTICAL ERROR ANALYSIS OF EFL LEARNER IN CONVERSATION CLASS AT ENGLISH LITERATURE STUDY PROGRAM/ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SEBAGAI BAHASA ASING PADA KELAS PERCAKAPAN DI PROGRAM STUDI SASTRA INGGRIS Heri Kuswoyo; Laila Ulsi Qodriani; Khairunnisa Khairunnisa
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.479.309-322

Abstract

AbstractThe learner’s syntactical error analyses have long been interested in the second and foreign language researchers. This study aimed at investigating the syntactical error types, the form of error, and the frequencies of these errors that occurred in the sixth-semester student presentation on the conversation class at the English Literature Study Program in Universitas Teknokrat Indonesia. To achieve the objectives, the data were collected from the learner’s transcribed speech. The sampling of non-probability was used to select the classroom and participant’s characteristics. These data were collected by video recording, non- participant observation techniques, and documents. To classify the learner’s syntactical errors, Politzer & Ramirez’s (1973) syntactical errors taxonomy was adopted. Further, the qualitative method was applied in this study. Based on the result of the analysis, there were 64 syntactical errors uttered by the learner. The results of the analysis were then categorized into three forms: phrases, clauses, and sentences. The results of this study showed that the learner often made the syntactical error in the form of sentences. That was 32 errors (50%). Furthermore, the study found that the amount of confusion was the most commonly uttered as the type of error (26,56%). The learner often got confused to make the right use between the number and the subject mentioned. Thus, the findings indicated that even though the learner considered as the best; yet the learner still possibly made some errors. Therefore, lecturers or instructors should raise the students’ syntactical error awareness. So that it could improve the student’ speaking skills in their level of English.Keywords: error analysis, syntactical error, conversation class, speaking skillsAbstrakAnalisis kesalahan sintaksis siswa telah lama menjadi hal yang menarik bagi peneliti bahasa kedua dan asing. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jenis kesalahan sintaksis, bentuk kesalahan, dan frekuensi kesalahan tersebut pada presentasi siswa semester enam pada kelas percakapan di Program Studi Sastra Inggris, Universitas Teknokrat Indonesia. Untuk mencapai tujuannya, data dikumpulkan dari presentasi siswa yang telah ditranskripsikan. Sampling non-probabilitas diterapkan untuk memilih karakteristik kelas dan partisipan. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan teknik perekaman video, pengamatan non-partisipan, dan dokumen. Untuk mengklasifikasikan kesalahan sintaksis mahasiswa, taksonomi kesalahan sintaksis Politzer dan Ramirez (1973) diadopsi. Lebih lanjut, metode kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 64 kesalahan sintaksis yang ditemukan pada presentasi siswa. Hasil analisis kemudian dikategorikan dalam tiga bentuk, yakni frase, klausa, dan kalimat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa sering membuat kesalahan sintaksis dalam bentuk kalimat, yakni 32 kesalahan (50%). Lebih jauh, penelitian ini menemukan bahwa ‘number of confusion’ merupakan jenis kesalahan yang sering diujarkan, yakni 26,56%. Pembelajar sering mengalami kebingungan dalam menggunakan antara nomor dan subjek yang disebutkan. Dengan demikian, temuan menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa dianggap yang terbaik masih membuat beberapa kesalahan. Oleh karena itu, dosen atau instruktur harus meningkatkan kesadaran kesalahan sintaksis mahasiswa sehingga hal ini dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa di tingkat bahasa Inggris mereka.Kata kunci: analisis kesalahan, kesalahan sintaksis, kelas percakapan, keterampilan berbicara
Media dan Bahasa: Analisis Framing Entman terhadap Prabowo–Gibran dalam The Straits Times Adinda Afifah Damayanti; Dadang Rahmat Hidayat; Siti Karlinah
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4897.365-381

Abstract

This study aims to analyze how international media, specifically The Straits Times frames Prabowo Subianto and Gibran Rakabuming Raka candidacy in the 2024 elections in Indonesia using Robert Entman’s framing theory and the Systemic Functional Linguistics (SFL) approach by Halliday. Employing a qualitative descriptive method with textual analysis, the study identifies four key framing elements: the defined problem focuses on potential declines in electability due to political controversy; the diagnosed cause points to the Constitutional Court’s revised age requirement; moral judgment appears in the criticism of dynastic politics; and the implied solution emphasizes the need for transparency in political decisions. Meanwhile, the SFL approach reveals that the media’s language choices and sentence structures are not neutral, but instead shape specific representations that can influence public opinion. The use of material processes like “paved the way” and references such as “Jokowi’s brother-in-law” illustrates how language subtly yet effectively builds a particular political narrative. These findings affirm that media not only deliver information but also construct reader perspectives through strategic linguistic choices. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana The Straits Times membentuk narasi mengenai isu pencalonan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu tahun 2024 di Indonesia melalui pendekatan framing Robert M. Entman, yang dipadukan dengan analisis linguistik dari Systemic Functional Linguistics (SFL) milik Halliday. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Hasil studi menunjukkan bahwa media tersebut menggunakan keempat elemen framing Entman: mendefinisikan masalah berupa penurunan elektabilitas Prabowo, mengaitkan penyebab dengan keputusan Mahkamah Konstitusi, menampilkan penilaian moral terhadap dugaan politik dinasti, serta menyiratkan solusi berupa perlunya transparansi. Selain itu, analisis SFL mengungkapkan bahwa pilihan leksikal dan struktur kalimat yang digunakan tidak bersifat netral. Ungkapan seperti “paved the way” dan penyebutan hubungan kekeluargaan dalam frasa “Jokowi’s brother-in-law” merupakan bentuk representasi makna yang secara halus mengarahkan opini pembaca. Temuan ini menegaskan bahwa media tidak hanya menyajikan informasi, melainkan juga secara strategis membingkai isu politik melalui penggunaan bahasa.
REPRESENTASI PEREMPUAN BERGELAR NYAI DALAM CERITA RAKYAT KALIMANTAN TENGAH Titik Wijanarti
Aksara Vol 27, No 2 (2015): Aksara, Edisi Desember 2015
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v27i2.185.207-215

Abstract

Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sastra lisan yang tidak terhitung jumlahnya.  Salah satu bentuk sastra lisan Kalimantan Tengah adalah cerita rakyat.  Penelitian ini menganalisis dua cerita rakyat Kalimantan Tengah yang bercerita tentang perempuan yang memiliki gelar nyai.  Bagaimanakah perempuan bergelar nyai digambarkan dalam kedua cerita rakyat tersebut dan bagaimanakah posisi nyai dalam konstruksi sosial budaya masyarakat dayak Kalimantan Tengah merupakan permasalahan dalam penelitian ini.  Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perempuan yang bergelar nyai dalam cerita rakyat Kalimantan Tengah adalah perempuan yang cantik secara fisik dan cerdas secara intelektual. Gelar nyai dapat diperoleh bukan karena keturunan melainkan karena kemampuan dan kecerdasan seorang perempuan.  
EKSISTENSI PEREMPUAN JAWA DALAM NOVEL SRI SUMARAH KARYA UMAR KAYAM Haalin Mawaddah
Aksara Vol 34, No 1 (2022): AKSARA, EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i1.681.19-28

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai upaya perempuan Jawa untuk mendapatkan eksistensinya di ranah domestik maupun publik. Novel Sri Sumarah karya Umar Kayam merupakan salah satu kasrya sastra berbentuk novelet yang di dalamnya terdapat kisah mengenai perempuan Jawa. Pada penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Simone De Beauvoir (1949) dan Phutnam Rosemarie Tong (2016) dengan menggunakan pendekatan feminis eksistensialis. Hasil dari penelitian ini yaitu perempuan dapat menciptakan eksistensi dirinya melalui usaha-usaha yang dilakukannya. Tokoh perempuan Jawa dalam novel Sri Sumarah karya Umar Kayam dapat membuktikan dirinya mampu untuk bekerja di luar rumah. Selain itu, mereka dapat membuktikan bahwa mereka memiliki pandangan luas (intelektual), serta bisa menjadi perempuan mandiri untuk mencapai transformasi sosialis di masyarakat.
PRESERVASI DAN REVITALISASI BAHASA DAN SASTRA NAFRI, PAPUA: SEBUAH BAHASA HAMPIR PUNAH Mujizah Mujizah
Aksara Vol 30, No 1 (2018): Aksara, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i1.217.75-88

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang beragam. Keberagaman  itu terlihat dari kekayaan bahasa dan sastra. Kekayaan bahasa mencapai 700-an bahasa dan satu di antara bahasa dan sastra suku Nafri, di Papua. Bahasa Nafri diklasifikasi sebagai bahasa hampir punah. Bahasa ini hanya dikuasai beberapa penduduk di atas 50 tahun. Tahun 2015 bahasa ini belum diajarkan kepada generasi muda. Padahal dalam bahasa itu terdapat beragam pengetahuan yang menjadi identitas lokal. Kekayaan suku Nafri ini jika tidak dipreservasi daya hidupnya akan menurun. Masalah yang dibahas dalam tulisan ini bagaimana cara meningkatkan daya hidup bahasa Nafri. Tujuannya menemukan cara dalam meningkatkan daya hidup bahasa dan sastra Nafri. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan melalui survei, observasi, wawancara, dokumentasi, dan pembelajaran. Hasilnya untuk meningkatkan daya hidup bahasa dan sastra Nafr, bahasa dan sastra itu harus diteliti, didokumentasi,  dan direvitalisasi. Penelitian sistem bahasa Nafri sudah dilakukan oleh pakar bahasa. Perekaman dalam berbagai ranah kehidupan perlu didokumentasi. Pembelajaran bahasa dan sastra dirancang dalam bentuk revitalisasi yang berbasis komunitas atau keluarga. Ketiga kegiatan itu mendapat dukungan dari masyarakat suku Nafri dan para pemangku kepentingan. Dengan dukungan itu bahasa dan sastra Nafri dapat meningkat daya hidupnya, apalagi masyarakat menggunakannya dalam ranah kehidupan. Kesimpulannya preservasi dalam bentuk penelitian, dokumentasi dan revitalisasi bahasa dan sastra Nafri dapat meningkatan daya hidup bahasa dan sastra.Program itu dapat menjadi salah satu model dalam penyelamatan bahasa dari kepunahan.
Alternasi Bunyi Bahasa Indonesia dalam Kognat Melayu Ulu Kapuas Fauzi Syamsuar
Aksara Vol 35, No 2 (2023): Aksara, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i2.4185.190--210

Abstract

Indonesian is derived from Standard Malay; while Ulu Kapuas is a dialect of Malay. Sameness between the two language codes is shown by their identical cognates. There are other cognates showing sound alternations. This article describes the sameness and the sound alternations undergone by the cognates. The alternations involve segments (consonants, vowels, diphthongs, and soundclusters) and show morphophonemic alternations involving replacement, addition, deletion, and syllabic position replacement of segments; the alternations also involve one of the suprasegmental features, i.e., length. The data corpora are in forms of the phonological forms of the cognates. The phonological forms of Ulu Kapuas cognates are obtained from and/or based on previous studies on phonological aspects of Ulu Kapuas lexical items conducted by Yusriadi (2007). Meanwhile, Indonesian cognates are Indonesian lexical items available in Kamus Besar Bahasa Indonesia becoming the equivalents for Ulu Kapuas lexical items afore-mentioned; and their phonological forms are determined by referring to the rules of graphemephoneme correspondences in Indonesian proposed by Fauzi (2015). Consonant weakening, consonant strengthening, lenition, fortition, vowel laxing, vowel tensing, diphthongization, monophthongization, tongueposition change in vowel production, metatheses, sound deletion, haplology, sound addition, assimilation, dissimilation, glottalization, nasalization, sound lengthening, word shortening, word lengthening, and dereduplication become findings. Phonotactics and the distributions of segments in the cognates shared by the two language codes also become findings.AbstrakBahasa Indonesia terderivasi dari bahasa Melayu Baku; dan Ulu Kapuas merupakan salah satu dialek bahasa Melayu. Kesamaan di antara dua kode bahasa itu ditunjukkan oleh kognat identik yang dimiliki bersama. Terdapat kognat lain yang menunjukkan alternasi bunyi. Artikel ini mendeskripsikan kesamaan dan alternasi bunyi yang dialami oleh kognat tersebut. Alternasi bunyi melibatkan segmen (konsonan, vokal, diftong, dan untaian bunyi) serta menunjukkan sejumlah alternasi morfofonemik yang melibatkan penggantian, penambahan, penghilangan, dan perubahan posisi silabis segmen; alternasi morfofonemik itu juga melibatkan perpanjangan bunyi sebagai salah satu aspek prosodi. Korpus data berupa bentuk fonologis kognat. Bentuk fonologis kognat Ulu Kapuas diperoleh dari dan/atau didasarkan pada kajian terdahulu atas aspek fonologis satuan leksikal Ulu Kapuas yang dilakukan oleh Yusriadi (2007). Sementara itu, kognat Indonesia merupakan satuan leksikal Indonesia yang ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan merupakan padanan bagi satuan leksikal Ulu Kapuas tersebut di atas; dan bentuk fonologisnya ditentukan dengan merujuk ke kaidah grafem-fonem dalam bahasa Indonesia yang dianjurkan oleh Fauzi (2015). Pelemahan konsonan, penguatan konsonan, lenisi, fortisi, pengenduran vokal, penegangan vokal, diftongisasi, monoftongisasi, perubahan posisi-lidah dalam produksi vokal, penggabungan bunyi, metatesis, penghilangan bunyi, haplologi, penambahan bunyi, asimilasi, disimilasi, glotalisasi, nasalisasi, perpanjangan bunyi, pemendekan kata, pemanjangan kata, dan de-reduplikasi kata menjadi temuan. Kaidah fonotaktis serta persebaran segmen dalam kognat yang dimiliki oleh dua kode bahasa itu pun menjadi temuan.
KONFLIK DAN KOMPROMI DALAM CERPEN-CERPEN BERLATAR KELUARGA DARI ASIA TENGGARA I Nyoman Darma Putra
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.23.1-14

Abstract

Selain isu-isu makro tentang bangsa, masalah-masalah mikro dalam kehidupan keluarga jugabanyak diangkat menjadi latar sekaligus tema cerita oleh kalangan cerpenis negeri serumpunAsia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis konflik dan kompromi antaranggota keluarga dalam karya cerpenisnegeri serumpun. Data diambil dari cerpen karya penulis negeri serumpun yang terkumpuldalam antologi Matahari di Nusantara (2010) yang diterbitkan oleh Majelis Sastera AsiaTenggara (Mastera). Pengumpulan data menggunakan metode pustaka dan teknik catat,sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis kritis interpretatif denganteori intertekstualitas. Hasil pembahasaan menunjukkan bahwa tema yang sama dalamantologi cerpen Matahari di Nusantara memberikan gambaran tentang pentingnya kedudukankeluarga sebagai institusi pendidikan anak, penanaman adat, dan tradisi pengembangan diri dimasyarakat. Konflik dan kompromi dalam keluarga yang disuguhkan dalam cerpen tersebutdibiarkan menggantung sehingga pembaca tertantang untuk menemukan maknanya.
ANALISIS BIBLIOMETRIK BERKALA ILMIAH NAMES: JOURNAL OF ONOMASTICS DAN PELUANG RISET ONOMASTIK DI INDONESIA Eric Kunto Aribowo
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.373.85-105

Abstract

Names: Journal of Onomastics menerbitkan edisi pertama pada tahun 1953 dan menjadi jurnal rujukan yang memiliki fokus khusus di bidang onomastik, tata nama. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan gambaran umum mengenai tema-tema riset yang terbit di jurnal tersebut dengan memanfaatkan analisis bibliometrik untuk menilai performa dari artikel-artikelnya sekaligus memaparkan peluang riset tentang onomastik di Indonesia. Data riset ini merupakan metadata yang diekstrak dari basis data Scopus yang terbit di berkala Names: Journal of Onomastics dari tahun 1953—2018. Semua informasi diekspor ke format CSV untuk keperluan analisis data, khususnya word co-occurrence network yang dihasilkan menggunakan VOSviewer. Jumlah dokumen yang terbit tahun 1953—2018 sebanyak 1.235 artikel. Hasil analisis menunjukkan investigasi terkait nama diri (khususnya nickname) dan nama tempat menjadi topik dominan dalam onomastik, sedangkan riset tentang nama hewan, penamaan dan perkawinan, jenis kelamin dan penamaan, nama makanan, dan nama pada karya sastra menjadi tren riset menjelang tahun 2018. Riset onomastik di Indonesia memiliki potensi dan peluang yang luas karena beberapa sumber data elektronik yang dapat dengan mudah diakses. Dengan melibatkan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu, onomastik menjadi salah satu topik yang menjanjikan untuk diselidiki.

Page 3 of 16 | Total Record : 159